
8 tahun telah berlalu.hari ini tepat nya hari Jumat merupakan hari ulang tahun untuk ketiga triplets.sama seperti anak yang lain nya.triplets tumbuh dengan sehat dan juga pintar.bahkan Rivan saja kadang kalah jika harus berdebat dengan ketiga anak nya yang memiliki pola pikir yang sangat jenius.Rivan dan Shella bahu membahu menjaga dan mendidik ketiga anak-anak nya.meskipun memiliki tiga orang baby sitter yang membantu mereka di rumah,tapi semua urusan pendidikan dan hal penting dalam hidup triplets tetap berada di tangan Shella sebagai ibu kandung mereka.
Tadi malam Alvin,Alan dan Princess Mutiara sudah melakukan acara tiup lilin dengan kue ulang tahun request mereka masing-masing,Alvin dengan kue tart berhias bola dan pernak pernik lain nya yang berhubungan dengan bola.Alan dengan kue tart bergaya mobil-mobilan. Dan Princess Mutiara yang meminta kue tart nya berhias boneka Barbie kesayangan nya.rencana nya Weekend besok akan di gelar pesta yang sangat meriah untuk bertambah nya usia ketiga calon penerus Bakri.
Perusahaan Bakri semakin berkembang pesat dan semakin banyak merekrut karyawan melalui perusahaan yang baru saja mereka resmi kan.
Pak Hasan dan Bu Ela masih terlihat segar dan bugar menikmati masa tua dengan memilih tinggal di rumah Shella dan juga Rivan.bukan karena keinginan mereka sendiri melainkan karena permintaan Shella yang tidak tega melihat kedua mertua nya harus bolak balik dari rumah ke rumah yang mereka tempati sekarang.rumah mewah berlantai dua ini semakin ramai setiap hari nya.banyak sekali suka duka yang keluarga Bakri lewati selama 8 tahun ini.termasuk masalah masa lalu yang kembali datang mengusik kehidupan damai mereka.beruntung nya Rivan yang semakin tenar dengan profesinya sebagai pengacara handal langsung sigap mengurus masalah tersebut hingga tidak sampai merusak rumah tangga nya yang sudah sangat harmonis.
Saat ini Shella bahkan sedang hamil 6 bulan dan sesuai keinginan mereka sekeluarga.Shella kembali di karunia bayi kembar yang tumbuh begitu sehat dan juga pintar.triplets bahkan lebih posesif dari sang ayah ketika menjaga Ibu mereka yang masih beraktivitas seperti biasa.begitu mengetahui calon adik mereka kembar, triplets bahkan sudah berambisi merias kamar calon adik mereka dengan begitu heboh nya.Pak Hasan dan Bu Ela segera mengambil alih tugas menjaga cucu-cucu mereka yang terlalu aktif dan juga kreatif.tidak jarang juga membuat para baby sitter pusing dan berkeringat karena harus lari ke sana kemari mengikuti langkah kaki triplets.tapi tidak membuat mereka menyerah dan resign dari pekerjaan mereka yang sudah mereka geluti selama 7 tahun terakhir.Rivan yang sangat sadar bagaimana lelah nya perjuangan para baby sitter yang bekerja di rumah mereka selalu melimpahkan mereka dengan bonus yang cukup besar.para asisten rumah tangga juga ikut kecipratan karena mereka juga ikut andil bergantian menjaga ketiga anak-anak Shella dan juga Rivan.
Triplets juga senang sekali berangkat ke sekolah tanpa harus di paksa ataupun di bujuk oleh sang Ibu.biasa nya Shella yang selalu mengantarkan mereka ke sekolah setiap hari nya.tapi sekarang berhubung kandungan nya sudah semakin membesar dan semakin susah bergerak.membuat Rivan melarang keras keinginan nya itu dan melimpahkan semua nya kepada kedua orang tua nya.meskipun ada ketiga baby sitter yang menjaga ketiga anak nya di sekolah, tetapi kedua orang tua Rivan tetap memantau mereka dari kejauhan.
Pagi-pagi sekali Rivan sudah berangkat ke kantor,dan setiap Weekend selalu menyempatkan waktu untuk bermain dan liburan bersama keluarga nya.semua pekerjaan yang berada di luar kota sengaja dia limpahkan kepada asisten nya yang masih betah melajang hingga saat ini.Rivan sangat sadar sekali dengan posisi dia sebagai kepala keluarga.beberapa kali pelakor yang sempat ingin masuk ke dalam rumah tangga mereka selalu dihempas jauh-jauh oleh Rivan yang sangat mencintai sang istri dan juga anak-anak nya.bahkan setiap hari nya Rivan selalu memutar video anak-anak nya di televisi yang tergantung di dinding ruangan kerja nya.
" Kalian sudah pulang ya sayang, bagaimana sekolah nya hari ini?" tanya Shella menyambut kedatangan putra dan putri nya yang baru sampai di rumah.di belakang mereka ada ketiga baby sitter dan juga kedua mertua nya yang ikut menjemput triplets.
" Seru Ma! Tapi tadi ada cowok yang godain adek ! Alan nggak suka.maka nya Alan usir dia jauh-jauh." jawab Alan mengadu membuat semua orang tertawa mendengar celotehan nya.sedangkan Mutia sang bontot hanya bisa memberengut dengan wajah malu nya.
" Dia nggak godain adek, Bang! Besok-besok panggil kakak aja lagi.sebentar lagi dedek nya bakalan lahir." protes Mutiara sang princess yang masih menjadi primadona di tengah keluarga nya.
" Abang lihat semua nya ya Dek, gimana cara dia bicara dan selalu mengikuti kemana pun Kamu pergi,Bang Alvin juga melihat nya,maka nya dia nyuruh Abang yang usir manusia itu. Untuk panggilan kakak nya ntar aja karena Abang sudah terbiasa dengan panggilan ini." setelah mencium punggung tangan ibu nya. Alan langsung naik ke lantai atas menuju kamar nya yang sudah tidur terpisah dengan saudara dan saudari kembar nya.kamar mereka saling berdekatan membuat mereka lebih mudah mengunjungi satu sama lain.
" CK...Abang..." teriak Mutia kesal.
" Dek! Jangan teriak-teriak,ayok ganti baju dulu."sebagai anak sulung dari Rivan dan Shella,Alvin lah yang benar-benar mewarisi sifat tegas dan juga dingin nya sang ayah.bahkan dia selalu menjadi bodyguard terdepan untuk adik-adik nya ketika mereka berada di luar rumah.meskipun memiliki bodyguard dan sopir pribadi.tetapi Alvin tetap berdiri tegak membela adik-adiknya jika terjadi sesuatu yang tidak bisa tersentuh oleh orang tua nya.
Mutiara akhir nya pasrah mengikuti langkah Abang sulung nya karena lengan nya sudah di tarik paksa hingga mereka akhirnya sampai di pintu kamar mereka masing-masing.
__ADS_1
Shella,Bu Ela dan Pak Hasan hanya tersenyum melihat tingkah lucu dari ketiga cucu nya yang memiliki selisih umur hanya hitungan detik dan menit saja.
" Permisi Bu! Di depan ada Mbak Nindi yang datang bersama anak nya." ucap Bi Evi memberi tahu.
" Oh iy Bi, suruh mereka gabung ke sini saja ya Bi." jawab Shella karena di ruang keluarga itu juga ada kedua mertua nya.
Nindi yang juga baru menjemput anak nya dari sekolah langsung mampir ke rumah Shella karena Zidan yang merupakan nama anak Nindi terus merengek ingin bermain dengan kakak-kakak nya.
" Abang sama Kakak di mana Mama Shella?" todong Zidan tidak sabar lagi.
" Ada di kamar atas sayang, sebentar lagi mereka akan turun.kita makan siang bersama ya." jawab Shella sambil mengelus punggung Zidan yang bergelayut manja di samping nya.
" Awas kena perut Mama Shella ya Sayang,kasihan dedek kembar nya." ucap Nindi mengingat kan putra nya.
" Iya Bunda." jawab Zidan patuh.
Mereka akhirnya makan siang bersama setelah triplets selesai berganti pakaian.
Bersamaan dengan acara makan siang yang masih berlangsung,Rivan yang sedang ingin makan siang di rumah langsung menerobos masuk ke pintu rumah yang terbuka lebar dan kebetulan ada dua orang asisten rumah tangga yang sedang membersihkan debu yang bertebaran di dekat sofa.
" Wah...Makan siang nya nggak ngajak- ngajak nih."suara dari pintu ruangan makan menyapa semua nya yang sedang tersenyum dan juga tertawa.ada Rivan yang berdiri sambil menenteng jas mahal di tangan nya.
" Papa." teriak Alan, Mutiara dan juga Zidan.terkecuali Alvin yang hanya tersenyum kecil lalu kembali mengambil sikap acuh nya.
" Kamu kok tumben pulang siang begini Pa? Ada yang ketinggalan ya?" tanya Shella lalu susah payah menghampiri suami nya.Shella juga sudah merubah panggilan nya kepada Rivan karena anak-anak nya yang selalu protes ketika dia memanggil Rivan dengan sebutan Mas.meskipun Shella sudah menjelaskan dengan sebaik mungkin, tetapi tetap saja ketiga anak nya tidak terima dan malah ikut-ikutan memanggil Rivan memakai panggilan Mas juga.akhirnya Shella terpaksa mengalah karena tidak ingin ketiga anak nya dia anggap tidak sopan oleh orang yang belum mengenal mereka.
" Kita makan siang sama-sama ya Pa." imbuh Shella dengan wajah bahagia nya bisa berkumpul bersama.
__ADS_1
" Iya sayang." jawab Rivan tersenyum simpul karena tujuan utama nya pulang ke rumah di siang hari adalah untuk makan siang bersama dengan keluarga nya.
Rivan mengambil posisi duduk di samping putra sulungnya yang masih tersisa,sedangkan di samping Shella ada princess keluarga Bakri yang sedang melahap ayam goreng kremes yang merupakan makanan favorit nya.dan untuk putra kedua mereka duduk di samping sang Opa yang selalu memanjakan dia dengan berbagai macam mainan kesukaan nya.
Ketiga nya sengaja di sekolah kan di sekolah khusus dan juga mengajar kan tentang ilmu agama.melihat dunia yang semakin canggih dan berbagai macam permasalahan yang menimpa anak-anak di luar sana.akhirnya Rivan dan Shella memutuskan untuk urusan pendidikan anak-anak mereka akan di mulai dari sekolah yang memiliki disiplin yang sangat ketat.triplets juga tidak terbiasa bermain gadget terlalu lama karena Shella sendiri lah yang melarang nya.
Tanpa terasa hari semakin beranjak malam dan larut,Rivan yang rencana nya masih ingin kembali ke kantor terpaksa mengurungkan niat nya ketika melihat wajah memohon dari ketiga putra-putrinya yang meminta dia untuk menemani mereka bermain sejak sore tadi .sedangkan Nindi sudah pulang ke rumah baru nya karena di jemput oleh suami nya yang baru pulang kerja.awal nya Zidan menolak untuk di ajak pulang karena masih ingin bermain dengan ketiga kakak nya.meskipun sering menjadi korban dari keanehan sikap ketiga kakak nya.tetapi Zidan merasa nyaman dan selalu berulah ketika di ajak pulang oleh kedua orang tua nya.Mutiara akhirnya terpaksa turun tangan untuk membujuk adik nya agar tidak lagi menangis . karena selama ini Zidan memang lebih dekat dengan Mutiara ketimbang dua Abang nya.
Semua nya sudah masuk ke kamar mereka masing-masing.begitu juga dengan Shella dan juga Rivan yang sudah berbaring di atas ranjang memakai baju dan tidak lupa saling berpelukan mesra.
Rivan menatap mesra wajah istri nya yang masih tetap cantik di mata nya. dan menemani dia sampai sesukses ini.bagi Rivan,Shella bukan hanya sosok istri dan juga ibu dari anak-anak nya.tetapi lebih ke sosok penyelamat dan juga matahari yang selalu menerangi kehidupan nya.
" Ada apa Pa? Kenapa melihat ku seperti itu?" tanya Shella kepada suami nya yang sejak tadi tidak berkedip menatap wajah nya.
Rivan kembali mengecup kening Shella dan tidak lupa mengelus perut Shella yang sudah membesar karena kembali di percaya kan hamil bayi kembar.
" Terimakasih untuk semua perjuangan mu selama ini, Kamu bahkan selalu memberikan yang terbaik untuk Aku dan anak-anak.bahagia yang kami rasakan selalu terdapat campur tangan dari Kamu yang merupakan sosok ibu peri untuk kami.Kamu adalah istri terhebat dan juga ibu yang sangat hebat untuk anak-anak kita.Kamu merupakan urat nadi ku yang tidak bisa terpisahkan lagi dari hidup ku.Aku hanya ingin menghabiskan sisa umur ku bersama dengan Kamu dan juga anak-anak.I love you sayang." ucap Rivan begitu tulus.
" Seharusnya Aku yang mengucapkan kata itu untuk Kamu,Pa! Terimakasih atas cinta tulus dan kerja keras mu untuk keluarga kita.terimakasih untuk kesetiaan mu selama ini.Aku tahu perjalanan rumah tangga kita tidak lah mudah dan selalu ada cobaan.Kamu selalu bisa menjadi pelindung untuk kami semua.semoga sampai akhir hayat akan terus seperti ini."balas Shella dengan rasa haru nya
Tanpa terasa air mata menetes dari pelupuk mata kedua nya.sebuah senyum manis mereka persembahkan untuk cinta sejati yang tidak pernah lekang oleh waktu.
Cinta sejati bukanlah bagaimana Kamu melepas, melainkan bagaimana cara Kamu bertahan menghadapi nya.bukan juga bagaimana Kamu melihat nya,melain kan bagaimana cara Kamu merasakan nya.Cinta sejati itu akan bertahan selama nya.
Sejati nya Jodoh,maut dan rezeki itu berada di tangan tuhan.bukan terletak pada kita yang selalu menyerah di persimpangan jalan.
TAMAT....
__ADS_1
Tidak terasa sudah dua bulan kita bersama.terimakasih untuk kalian yang sudah setia dengan cerita receh saya ini.semoga kedepannya saya lebih baik lagi dalam menulis dan bisa memberikan kalian sebuah karya yang indah.maafkan saya yang belum sempurna ini.sejati nya saya masih harus banyak belajar dan terus belajar untuk menggapai kata cukup.
Oland Sariyy....