Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 88


__ADS_3

Shella yang sangat mengerti bagaimana nikmat nya menjadi ibu rumah tangga langsung menyetujui permintaan sang sahabat yang ingin resign dari toko nya.toh sudah ada Ririn yang akan menggantikan posisi Nindi sebagai manager toko kue nya.


" Kamu lagi di mana sih Shel?" Nindi.


" Aku lagi ikut Mas Rivan ngantor." Shella.


" Nempel terus deh! Heran Aku sama ibu hamil yang satu ini." Nindi.


" Nggak masalah jika yang Aku tempelkan adalah suami ku sendiri, memang nya Kamu nggak curiga dengan apa yang suami mu lakukan di rumah sakit sana.belum lagi perawat nya cantik-cantik dengan body bahenol nya.Aku takut saja suami mu bakal khilaf." Nindi langsung mencebik kesal


" Sudah sana lanjut kan saja kegiatan Kamu, telinga ku menjadi panas mendengar hasutan mu itu,besok siang Aku akan ke rumah mu,itu pun jika Kamu ada di rumah." Nindi langsung menutup begitu saja sambungan telepon nya ketika Shella masih betah menertawai kegelisahan nya.


Tidak ingin berlarut-larut dalam sebuah tanda tanya besar,Nindi langsung menghubungi suami nya yang ternyata sedang menerima tamu dari pihak luar.Nindi hanya menyimak pembicaraan yang berlangsung tanpa mau mengeluarkan suara.dia harus menjaga martabat suami nya sebagai seorang dokter muda dan punya segudang prestasi dan tentunya di kenal banyak kalangan.setelah mengetahui jika suami nya sedang sibuk bekerja. Nindi langsung mematikan sambungan telepon sambil melambaikan tangan kepada Satria yang kebetulan juga sedang menatap ke ponsel nya.Satria hanya mengangguk kan kepala agar tidak ketahuan oleh lawan bicara nya.


" Shella suka banget sih bikin Aku overthinking seperti ini? Semoga saja Mas Satria benar-benar setia dan cinta mati sama Aku." gumam nya mulai merasa bosan dan memilih kembali ke dalam kamar untuk menikmati drama favorit nya.


" Enak sih tidur-tiduran di rumah punya penghasilan,tapi lama-lama capek juga kalau kerjaan nya cuman baring seperti ini.apalagi semua kerjaan sudah di ambil alih sama bibi." gumam Nindi mematikan kembali televisi nya dan kini beralih memainkan sosial media suami nya.


" Semoga saja Kamu cepat hadir dalam rahim Bunda ya sayang, nanti kita bisa main bareng." Nindi terus mengusap perut datar nya sambil mengucapkan doa dalam hati nya.


Siang ini matahari bersinar begitu terik nya.jam sudah menunjukkan pukul 11.30 wib.Nindi yang sejak tadi sudah menyiapkan bekal makan siang untuk suami nya langsung bergegas menuju parkiran apartemen untuk mengambil mobil nya.sepanjang perjalanan Nindi terus saja bernyanyi sesuka hati nya.mengekspresikan jiwa yang merasa bebas setelah melepas tanggung jawab yang sudah lama di pikul selama ini.Nindi berniat akan memberikan kejutan untuk suami nya karena sebelumnya dia tidak memberi kabar sama sekali jika dia akan datang ke rumah sakit siang ini.


Tok...Tok..Tok..


" Masuk." balas Satria yang sedang menatap layar laptop nya.


" Maaf Dok,Saya hanya ingin mengingatkan 30 menit lagi Dokter di tunggu di ruang penelitian dan setelah itu lanjut visit pasien yang ada di lantai 4."ucap Seorang suster yang kebetulan hari ini menemani Satria selama bertugas.


" Baik Sus,nanti Saya akan ke sana.terimakasih sudah di ingat kan." balas Satria menatap sebentar lalu kembali mengalihkan perhatian nya ke layar laptop sampai suster menutup pintu pun dia tak melihat nya.


Di saat Satria ingin beranjak masuk ke kamar mandi yang ada di ruangan nya.tiba-tiba pintu ruangan nya kembali di ketuk dan menampilkan wajah sang istri yang sedang tersenyum menatap ke arah nya.


" Mas." panggil Nindi sambil berjalan masuk dengan menenteng bekal makanan di tangan nya.


" Kamu kenapa ke sini sayang,itu apa?" tanya Satria menghentikan langkah kaki nya.


" Maaf ya Aku ganggu dan datang nya juga telat,tadi kejebak macet pas mau belok ke sini.Kami sudah makan siang belum Mas?" tanya Nindi langsung duduk di kursi milik suami nya.


" Nggak usah repot-repot sayang,Aku pikir Kamu masih di toko.kebetulan Aku belum makan siang dan baru mau mencari ke kantin." jawab Satria kembali berdiri di dekat Nindi.


" Nggak repot kok Mas! Aku sengaja memasaknya untuk Kamu.kita makan bareng ya." tawar Nindi mulai menyiapkan semua di atas meja kerja suami nya.


" Boleh deh sayang,makasih ya sudah di bawakan bekal makan siang.Aku mau ke kamar mandi sebentar." pamit Satria menuntaskan rasa sesak yang sejak tadi dia tahan.


Kedua nya menikmati makan siang dengan begitu lahap nya.meskipun bar-bar dan bertingkah absurd.tapi masakan Nindi sangat pas di lidah Satria.sejak mereka berdua menikah. berat badan Satria sudah naik 2 kilo dari biasa nya.


" Besok jangan pernah lagi pakai celana Seperti ini kalau mau keluar rumah,Aku nggak suka paha mu itu menjadi santapan para mata buaya di luar sana." ucap Satria tegas.Nindi langsung melirik penampilan nya dan sedetik kemudian langsung mengangguk pasrah.


"Iya Mas." Nindi menghabiskan sisa makanan nya setelah itu baru merapikan meja kerja suami nya yang sudah kotor oleh cipratan kuah masakan nya.


" Aku akan menemui tim penguji di ruang penelitian dulu sayang,mungkin agak lama dan setelah itu akan melakukan visit keruangan pasien." tutur Satria menjelaskan.


" Ya sudah Kamu pergi saja Mas,Aku tunggu di ruangan Kamu aja." jawab Nindi sambil mencari posisi nyaman di atas sofa yang membentang panjang.


" Kamu nggak apa-apa Aku tinggal lama.kalau merasa bosan Kamu boleh pulang duluan saja sayang."


" Nggak papa Mas! Aku tunggu di sini saja.kenapa sih takut banget Aku duduk di sini? Ada yang Kamu sembunyikan ya dari Aku?" Nindi menatap tajam wajah suami nya yang hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ucapan nya.


" Jangan bercanda sayang! Kamu tahu semua nya yang ada pada diri ku,hilangkan sifat buruk sangka mu itu sebelum mengetahui kebenaran nya.Aku nggak mau lagi denger tuduhan yang nggak beralasan itu.Aku keluar dulu dan tetap duduk di sana sampai Aku kembali." walaupun sedang kesal dan jengkel dengan sifat istri nya, sebelum pergi Satria masih sempat -sempat nya mencium kening Nindi dan juga bibir nya.seolah ingin membuktikan bahwa prasangka istri nya sangat salah.


" Galak banget sih Pak Dokter itu! Nggak bisa di ajak bercanda dikit aja deh,tapi Aku nya juga keterlaluan sih.ntar kalau ngambek si do'i nangis." gumam Nindi sambil cekikikan.


Sementara di tempat yang berbeda tepat nya di kantor firma hukum milik suami nya.Shella yang sejak tadi mengeluh sakit pinggang jika duduk terlalu lama akhirnya terpaksa berbaring di atas ranjang tempat istirahat sang suami dengan di temani oleh suami nya langsung,bukan hanya di temani tetapi kedua nya masih menyempatkan waktu untuk mengulang kembali pelepasan yang tadi pagi sempat ingin di tambah oleh Rivan.bukan hanya mendapatkan satu kali saja melainkan beberapa kali dengan Shella yang mengambil alih permainan.


Rama saja yang ingin masuk ke ruangan sang Bos terpaksa mengurungkan niat nya ketika mendengar suara dewasa dari dalam sana.karena terlalu menggebu-gebu Rivan bahkan lupa menyalakan peredam suara di dalam kamar nya yang ada di bagian belakang ruang kerja tersebut.


Tanpa sepengetahuan pasangan suami istri itu,Rama terpaksa berdiri tidak jauh dari pintu masuk sebelum karyawan lain nya ikut mendengar suara dewasa itu.

__ADS_1


" Lama banget sih main nya si Bos,nggak tahu apa kalau istri nya lagi hamil besar seperti itu?" gerutu Rama sambil menyeret kursi sebagai penyangga tubuh nya.dia bahkan membawa serta laptop di pangkuan nya supaya bisa mengejar deadline meskipun sedang mengambil alih tugas security.


Setelah kedua nya sama-sama berhasil meraih puncak menara tertinggi,Shella langsung tertidur di pelukan suami nya dengan begitu nyenyak.


" Mas." panggil Shella dengan suara serak.


" Iya sayang,masih capek? Ada yang sakit nggak?" tanya Rivan meneliti seluruh bagian tubuh istri nya dan terutama di bagian bawah.


Shella menggeleng sambil mengeratkan pelukan di perut suami nya.


" Aku lapar lagi Mas." ucap Shella pelan.


"Mau makan apa Sayang? Sisa makanan tadi masih ada di meja depan,mau Aku ambilkan?" tawar Rivan yang memang melihat ada tiga kotak makan yang belum tersentuh oleh istri nya.sebelum masuk ke kamar ini sebenarnya Shella sudah menghabiskan banyak makanan yang dia pesan dari ponsel nya.bahkan Rivan hanya mencicipi satu kotak saja.dan selebihnya di habiskan oleh Shella dengan alasan atas permintaan anak-anak mereka.


" Aku nggak mau makan yang itu lagi,pengen nya makan seblak gurih dengan sedikit sambal dan juga pempek kapal selam.boleh kan?" tanya Shella sambil memainkan tangan di dada suami nya. ketika menyadari bahwa ada benda yang sudah mengeras di bawah sana,tawa Shella langsung pecah sambil menjulurkan lidah kepada suami nya.


" Tanggung jawab sayang, gara-gara Kamu dia jadi bangun lagi loh." ujar Rivan menyembunyikan wajah di ceruk leher istri nya.


" Cepat banget sih bangun nya,padahal Aku nggak ngapa-ngapain loh Mas! Emang dasar nya Kamu yang sangat mesum sekali." balas Shella yang hendak beranjak tapi di tahan oleh tangan kekar suami nya.


" Mau kemana hah?" Rivan menahan tubuh Shella sambil mengelus perut yang kelihatan seksi di depan mata nya.


" Aku mau ambil ponsel dulu Mas! Mau pesan makanan yang Aku sebut tadi." jawab Shella pasrah.


" Terus ini gimana?" tanya Rivan menggoda istri nya.


" Jangan lupa ya Mas! Kita sudah melakukan nya berulang kali hari ini,memang nya Kamu mau Aku sama anak-anak kenapa-kenapa? minimal pakai jeda dong Mas!" seru Shella karena takut terjadi sesuatu kepada kandungan nya.


" Aku cuman bercanda sayang,besok masih boleh kan?" goda Rivan membuat Shella menimpuk wajah nya dengan bantal besar.


" Sayang! Tungguin dong." akhirnya pasangan suami istri ini masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka dari keringat yang menempel.Rivan memperlakukan istri nya dengan sangat hati-hati karena tidak ingin terjadi sesuatu seperti yang di ucapkan oleh istri nya tadi.pusaka yang mengeras panjang di biarkan begitu saja karena tidak ingin melampaui batas kewajaran nya.


Selagi Shella masih memakai baju yang sudah tersimpan di lemari pakaian milik suami nya.Rivan bergegas memesan makanan yang di inginkan oleh istri nya.


Beberapa menit kemudian makanan tersebut sudah di antar ke dalam ruangan nya dengan di temani oleh Rama dari belakang.


" Terimakasih ya Mbak." ucap Shella tidak lupa memberikan selembar uang ratusan sebagai tanda terimakasih nya.


" Lo ngapain masih di sini?" tanya Rivan menatap tajam Rama yang sejak tadi terus mencuri pandang kepada Shella.


" AA...Enggak Bos.cuman mau memastikan saja kalau bos sudah selesai bekerja keras nya." bisik Rama membuat Rivan kembali menatap dia dengan sangat tajam.


" Lain kali jangan lupa nyalakan peredam suara nya,biar nggak kedengaran sama yang lain.untung saja Saya yang berdiri di depan dan mau menunggu sampai kalian selesai.coba saja kalau yang lain sempat denger bagaimana?" imbuh Rama yang langsung mendapat sebuah pukulan di lengan nya.


" Maka nya cepat nikah! Jangan jomblo terus." ledek Rivan mengabaikan wajah tertindas Rama.


" Kalau nggak ada lagi yang mau Lo kerjakan di sini lebih baik keluar saja karena Aku nggak suka Kamu melihat istri ku terus." sindir Rivan membuat Rama salah tingkah.kecantikan Shella memang membuat siapa saja bisa khilaf jika melihat nya.beruntung nya Shella bukan lah tipe wanita yang mudah tergoda oleh bujuk rayu dari seorang buaya darat.


" Berkas nya jangan lupa di tandatangani.sudah sejak tadi Aku menunggu tapi nyata nya Bos masih saja betah main kuda-kudaan di dalam sana." ledek Rama dan berlalu sambil melambaikan tangan ke wajah Shella.Rivan yang melihat kejadian itu langsung melempar pulpen nya ke punggung Rama.


" Cemburuan amat sih Bos." ucap Rama sebelum akhirnya benar-benar menutup pintu ruangan Rivan.


Di saat kedua nya sedang asyik melahap pempek kapal selam bercampur dengan kuah nya.tiba- tiba saja pintu ruangan Rivan terbuka lebar tanpa meminta izin terlebih dahulu.untung saja mereka sedang duduk rapi dan memakai pakaian yang lengkap.


" CK..." Rivan berdecak kesal sambil memperlihatkan wajah marah nya.


Shella yang tidak tahu apa-apa hanya diam dan tetap menikmati rasa enak dari pempek yang dia kunyah.


" Wah... Ternyata ada bidadari nya keluarga Bakri di sini! Sudah lama kalian menikah tapi baru sekarang kita bisa bertemu langsung." ucap Pria tersebut membuat Shella mengernyit heran.


" Aku tidak mengundang Kamu untuk datang ke sini,lain kali ingat sopan santun jika datang ke rumah orang lain." hardik Rivan dingin.


" Wah...Sudah semakin sombong saja sepupu Aku yang satu ini.mentang- mentang sudah semakin kaya dan tentunya sudah menikah, ucapan mu selalu saja membuat Aku emosi." bantah pria tersebut membuat Shella juga ikut menatap kesal ke arah nya.


Suara hentakan kaki yang begitu nyaring dari arah luar membuat semua mata tertuju ke sana.


" Sorry Bos! Saya telat." ucap Rama dengan nafas yang ngos-ngosan.Rama yang sedang menyelesaikan pekerjaan di lantai 6 langsung berlari ketika mendengar bahwa Sunu sepupu dari Bos nya datang dan sudah masuk ke dalam ruangan Rivan.

__ADS_1


" Bawa dia keluar dan bilang sama dia untuk tidak lagi datang menemui Aku ataupun menatap istri ku seperti pria kesepian." sindiran yang Rivan lontarkan semakin membuat darah pria yang bernama Sunu tersebut semakin mendidih dan sudah berancang-ancang ingin menyerang Rivan.


" Hentikan langkah kaki anda di sana Tuan,jangan membuat ulah di kantor Bos.pulang ke rumah anda dan minta orang tua angkat anda untuk membangun perusahaan untuk anda.untuk apa anda terus datang mengemis meminta bagian yang jelas-jelas tidak ada sedikit pun hak anda di dalam harta Bos." tegur Rama yang memang sudah mengetahui semua rahasia keluarga Rivan.selama ini Rivan memang tidak ingin dekat dan selalu menjauh dari sepupu nya yang gila harta sama seperti ayah angkatnya yang tidak lain adalah adik dari sang Ibu.


" Kurang ajar sekali Kamu babu!Jangan pernah ikut campur dengan urusan kami." tegas Sunu yang pada akhirnya membuat Rama semakin tersulut emosi dan melayangkan tinjunya di wajah Sunu sehingga membuat pria tersebut limbung dengan sudut bibir mengeluarkan darah segar.


" Aku lebih baik menjadi seorang babu dari pada Anda yang tidak tahu malu dan hanya bisa mengemis tanpa punya penghasilan tetap.Bos Rivan sudah seperti kakak Saya sendiri.ya pantas saja Saya membela nya ketika ada pria rendahan yang datang mengganggu hidup yang sudah tentram."imbuh Rama lagi.


" Cih...Di bayar berapa kau sehingga berani memukul wajah ku seperti ini? Awas saja kau akan Aku laporkan kepada polisi atas tuduhan penganiyaan." Sunu semakin sengit menatap wajah Rama dan juga Rivan.


Shella yang tidak ingin melihat semua pertengkaran itu langsung meminta izin suami nya untuk kembali masuk ke dalam ruangan istirahat.dia tidak ingin ikut campur dan sudah mengingatkan suami nya agar menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin.


" Berhenti menatap istri ku seperti itu! Itu pun jika Kamu masih ingin melihat dengan normal.dia bukan seperti wanita yang pernah Kamu ajak berkencan di luar sana.pulang lah dan siapkan uang yang banyak untuk menghadapi Rama di pengadilan nanti." Rivan langsung berdiri di depan nya sambil menatap tajam wajah sepupu yang sangat tidak tahu diri ini.


"Kau pikir Aku takut? Ayok sini kalau berani." Sunu semakin menantang Rivan dengan tersenyum licik.


" Tidak ada yang tahu seperti apa istri mu itu,mungkin saja setelah dia merasakan goyangan yang Aku berikan membuat dia tanpa pikir panjang langsung berpaling dari Kamu seperti mantan mu dulu." imbuh Sunu berhasil menemukan cara untuk memancing emosi Rivan.


" Kurang ajar! Berani-beraninya Kamu menyamakan istri ku dengan wanita sampah itu." Rivan berjalan cepat ke arah Sunu dan langsung menyerang dia dengan membabi buta.


Bugh...Bugh..Bugh..


Wajah Sunu sudah luka parah dan memar di mana-mana.Rama yang sebenarnya tidak berniat melerai akhirnya turun tangan sebelum Sunu meregang nyawa di dalam ruangan ini dan dia lah orang pertama yang akan di repot kan.


" Sudah Bos! Jangan pernah kotori tangan Bos lagi untuk memberi dia pelajaran, kita keluar kan saja bukti yang kita punya supaya dia segera di ringkus sama pihak berwajib." ancam Rama dengan tatapan remeh nya.


" Aku hampir saja lupa Ram! Segera minta anak buah kita untuk mengurus semua nya dan bawa bukti yang akan membuat dia membusuk di penjara. Aku sudah terlalu muak melihat manusia parasit seperti dia ini.pengangguran saja banyak mau nya.dan malah meminta bagian yang jelas-jelas sedikit pun tidak ada hak dia dalam harta ku.mungkin dia lupa jika ibu ku sudah lama memutuskan hubungan kepada ayah angkat nya yang sedang mendekam di dalam penjara itu."


Tubuh Sunu mematung dingin,dia pikir Rivan tidak pernah tahu dan mau menyelidik pekerjaan hitam nya selama ini.tapi nyata nya dia salah besar dan harus terancam punah dalam dunia kebebasan nya.


" Bawa dia keluar dari sini Pak." titah Rama kepada dua orang security yang datang atas permintaan nya.


" Siap Tuan." mereka langsung menarik tubuh Sunu tanpa ada perlawanan dari sang empunya.sangking larut nya dalam pikiran kalut yang dia rasakan saat ini.begitu tersadar ternyata tubuh nya sudah berada di luar dan dan berdiri di dekat trotoar seperti orang linglung.


" Sial! Bukan nya uang dan warisan yang Aku dapat kan di sini,yang ada si sombong itu malah mau melaporkan Aku.mana wajah dan tubuh ku sudah luka seperti ini lagi.harus nya Aku tidak mengikuti saran Ibu . sekarang Aku sendiri yang terjebak di dalam nya." batin Sunu kesal sendiri dan berjalan menjauh sebelum polisi benar-benar datang menjemput nya.


Di dalam ruangan Rivan.Rama beserta tiga orang anak buah Rivan langsung membuat sebuah laporan dan rencana nya hari ini juga langsung di serahkan kepada pihak berwajib.


Bukti kejahatan dari Sunu selama ini juga ikut mereka lampirkan untuk memudahkan jalan Sunu mengikuti jejak sang Ayah yang pada akhirnya harus menerima hukuman seumur hidup karena telah merencanakan pembunuhan kepada kakek dan nenek Rivan hanya karena ingin menguasai harta nya.


Begitu Rivan mengatakan jika semua sudah sempurna.ketiga anak buah Rivan langsung berangkat sambil membawa berkas di tangan mereka.


Di daerah puncak sana,Pak Hasan yang sudah mengetahui kejadian ini langsung tersenyum mengangguk dan setuju ketika melihat tindakan yang di ambil oleh putra nya.sedikit pun Pak Hasan tidak pernah respect kepada adik dan juga keponakan dari istri nya itu.sikap serakah mereka semua lah yang membuat Pak Hasan membangun tembok pemisah yang sangat tinggi dan sulit untuk mereka gapai.


" Papa dukung rencanamu Nak! Biar dia tahu rasa dan mengerti bagaimana jalan kehidupan yang sesungguhnya.jangan hanya tahu menengadahkan tangan saja sementara bekerja malas." gumam Pak Hasan sambil menatap layar ponsel nya.sedangkan Bu Ela yang masih sibuk dengan buah strawberry di keranjang nya belum mengetahui tentang kejadian tersebut.


" Mas! Kamu benaran berantem?" tanya Shella menyoroti penampilan suami nya yang sudah acak-acakan.


Rivan berjalan santai menuju tempat duduk istri nya seolah tidak terjadi apa-apa di luar sana.dasi yang sudah berpindah dari tempat nya langsung dia lepas begitu saja sambil menyamar kan emosi yang masih menguasai diri nya.


" Mas!" panggil Shella lagi ketika Rivan belum juga membuka suara.


" Apa sayang?" tanya Rivan berubah menjadi lembut.


" Jawab dulu pertanyaan ku? Kenapa penampilan mu berantakan seperti ini?"tanya Shella dengan tatapan mata menyoroti penampilan suami nya dari atas ke bawah.


" Aku baru saja menghajar pria gila itu." jawab Rivan membuat Shella membulat kan mata tidak percaya.


" Kenapa Kamu melakukan itu Mas? Kamu masih ingat kan jika Aku sedang hamil besar? Memang nya siapa dia sampai membuat Kamu sangat marah sekali?"


" Aku tidak terima mendengar dia melecehkan dan membandingkan Kamu dengan wanita yang sering menemani dia di atas ranjang.Sunu adalah..." Rivan terus melanjutkan cerita nya dan juga alasan nya kenapa Sunu baru muncul lagi di hadapan nya saat ini.


Shella mengangguk mengerti lalu membantu Rivan kembali memasang kan dasi di leher nya.


"Terimakasih sudah membela Aku,tapi lain kali jangan sampai harus berkelahi lagi ya Mas! Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Kamu.anak-anak kita juga masih ingin bertemu Kamu setelah mereka lahir nanti." Shella memelankan nada suara nya agar Rivan bisa tenang dan melupakan kemarahan yang masih begitu jelas terlihat dari sorot mata tajam nya.


" Aku terbawa emosi sayang! Maaf." Rivan langsung memeluk sang istri yang sangat ampuh untuk membuat jiwa nya kembali tenang dan damai.

__ADS_1


Shella yang sangat ingin mengajak suami nya mengunjungi rumah singgah akhirnya terpaksa mengurungkan niatnya ketika melihat situasi yang sedang tidak kondusif.kedua nya memilih untuk kembali tidur sambil berpelukan untuk menyalurkan energi positif pada tubuh mereka masing-masing.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2