
Kepala Adi tiba-tiba saja terasa berat saat pertama kali memasuki ruang persidangan.entah apa yang akan terjadi nanti dan dia belum siap untuk membayang kan semua nya.
Berbeda dengan Shella yang tampak lebih tegak menghadap ke arah depan.menyambut keputusan yang akan di bacakan oleh pihak pengadil.5 menit berlalu begitu saja.setelah semua di nyatakan lengkap persidangan segera di mulai dan hakim yang berada di depan mulai membacakan persidangan.Shella tampak menunduk kan kepala sambil meremas kedua jemari nya secara kuat.suasana menegang kan seperti ini sama persis seperti waktu dia menunggu Adi membacakan ijab qobul 3 tahun yang lalu.beda nya di saat itu ada kedua orang tua yang duduk menemani dia.tapi untuk kali ini dia harus rela berjuang sendirian menghadapi kenyataan pahit ini.
Sampai majelis hakim mengetuk palu membuat kedua mata mereka saling bersitatap cukup lama.entah apa yang ada di dalam pikiran mereka masing-masing.yang jelas saat ini kedua nya sudah resmi bercerai dan tidak lagi punya hubungan apa-apa di antara mereka.
Adi memejamkan kedua mata menengadah ke atas langit dengan kedua tangan bertumpu di dagu nya.semua terasa seperti mimpi di siang bolong ketika mengetahui jika saat ini Shella bukan lagi bagian dari hidup nya.dia sudah tidak berhak ikut campur lagi dengan kehidupan Shella setelah ini.
Satu persatu orang yang berada di dalam ruangan ini mulai bergerak meninggalkan persidangan yang di nyatakan telah di tutup.Shella berjalan keluar dengan berdampingan bersama Rivan dan juga Reni.sedangkan Adi masih memilih bertahan di dalam ruangan ini tanpa di temani oleh siapapun.
Sesal begitu terlambat datang menyadarkan dia,hingga ketika Shella sudah menjauh dan menyerah baru lah dia menyadari cinta sejati nya telah pergi meninggalkan sejuta kenangan yang cukup membekas di relung hati nya.
" Shella..." Adi menggebrak meja dengan sangat keras sehingga menimbulkan bunyi yang begitu kuat.
Andai saja dia tidak mudah terhasut oleh bisikan teman-teman nya dan juga setan yang menggoda iman nya waktu di luar kota dulu mungkin saat ini rumah tangga mereka berdua masih baik-baik saja dan bahkan sudah ada buah hati lucu yang menemani hari-hari mereka.
Di luar Shella memang tampak lebih tegar dan sama sekali tidak terlihat bersedih,tapi siapa yang tahu isi dalam hati nya saat ini.wanita cantik berkulit putih bersih itu begitu pintar menyimpan semua kisah hidup nya di dalam dada nya sendiri.
" Mas!" gumam Shella lirih.
" Iya sayang." jawab Rivan sesekali melirik ke arah Shella.sedangkan di kursi bagian penumpang belakang ada Reni yang ikut menumpang karena sejak tadi sang sopir tidak kunjung datang juga untuk menjemput nya.
"Setelah ini Kamu mau kemana lagi?" tanya Shella memastikan.
" Memang nya ada apa? Tumben Kamu sangat posesif hari ini." goda Rivan mengulum senyum di bibir nya.Reni yang melihat keromantisan kedua sahabat nya itu juga ikut tersenyum puas walaupun hanya bisa menjadi obat nyamuk saja.
" Ckk..." Shella mendesis melihat sikap jahil Rivan dan sedetik kemudian langsung mencubit gemas perut Rivan terasa begitu berotot.
" Aw..." rintih Rivan pura-pura merasa kesakitan.
__ADS_1
" Bohong banget! Orang Aku cubit nya cuman dikit doang kok." sanggah Shella tak terima.
" Jawab Mas! Kamu mau langsung ke kantor ya?" tebak Shella yakin.
" Iya,ada meeting penting yang harus Aku penuhi.memang nya ada apa?" tanya Rivan mengernyit heran.
" Aku pengen pergi ke rumah singgah,tapi kalau Kamu sibuk, nanti biar Aku nyetir sendiri ke sana." jawab Shella yang ingin menghabiskan hari nya di sana untuk menenangkan pikiran yang sedang kalut.
" Biar Aku antar saja Kamu langsung ke sana,nanti pulang nya akan Aku jemput lagi." tolak Rivan tidak ingin membiarkan Shella menyetir sampai sejauh itu.
" Baiklah,apa tidak terlalu merepotkan Kamu nanti nya?" Shella menatap bergantian Rivan dan juga Reni.sedangkan Reni yang bingung dengan pembahasan sepasang kekasih itu hanya bisa mengernyit heran.
" Untuk Kamu! Apapun itu akan Aku lakukan." goda Rivan tersenyum hangat.Reni yang juga jarang sekali melihat Rivan tersenyum lepas seperti ini sekilas kagum dengan sosok pria datar ini.Shella benar-benar membuat dia berubah drastis dan menjadi lebih hangat saat bersama Shella.
"Kamu mau ikut Aku nggak?" tanya Shella memutarkan kepala ke arah belakang demi bisa melihat Reni yang tersenyum ke arah nya.
" Ke sebuah tempat yang Aku yakin Kamu pasti sangat menyukai nya.di sana ada banyak anak kecil yang bisa Kamu uwel-uwel sesuka hati mu." ujar Shela menjelaskan.
" Oke! Aku ikut kemanapun Kamu akan membawa ku.kebetulan hari ini Aku sedang free." balas Reni tertarik karena dia memang suka sekali dengan anak kecil,sayang nya kedua orang tua nya tidak ingin lagi memberikan dia adik kecil dan malah meminta dia untuk membuat kan mereka cucu yang begitu banyak.
Sebelum menuju ke rumah singgah,Shella berhenti dulu di sebuah restoran untuk memesan beberapa macam makanan sekalian merayakan kelancaran persidangan nya hari ini.
Reni yang tidak ingin kalah saing,ikut membeli beberapa baju kaos yang ada di distro depan berikut dengan celana dan juga tas lucu-lucu.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam,mobil yang Rivan kemudikan akhirnya sampai di depan rumah singgah.
Dengan di bantu oleh anak-anak yang ada di dalam rumah itu, semua barang bawaan mereka akhirnya dengan cepat pindah dari mobil dan masuk ke dalam rumah singgah.
" Aku langsung berangkat sekarang ya sayang." pamit Rivan yang sudah tidak bisa lagi berlama-lama di tempat ini.
__ADS_1
" Iya Mas,bawa mobil nya jangan ngebut ya." ujar Shella mengingat kan.
" Iya,nanti pulang nya Aku jemput dan jangan pergi sebelum Aku sampai di sini." titah Rivan tegas.
" Siap Bos,udah sana cepat berangkat." usir Shella sebelum Rivan benar-benar terlambat menghadiri meeting nya.
Rivan melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil nya.Shella pun ikut melambaikan tangan dan terus menunggu di depan rumah singgah sampai mobil itu tidak terlihat lagi.
Di dalam ruangan yang cukup luas itu,Reni langsung terlihat akrab dengan anak-anak yang ada di sana.bahkan dia langsung mengajari mereka cara menyikat gigi dan juga membersihkan tubuh dengan baik.
Mereka semua terlihat begitu semangat mendengar dan menyimak apa yang Reni katakan.
" Kita makan siang dulu ya,nanti Kakak punya hadiah untuk kalian semua nya." ucap Reni setelah selesai menjelaskan semua tentang kesehatan kepada murid -murid nya.
" Siap Kakak." jawab mereka kompak dan dengan teratur berbaris menunggu giliran.
Makanan yang di pesan kan oleh Shella sudah habis tidak bersisa lagi.shella sudah begitu hapal jumlah mereka semua sehingga memudahkan dia untuk memperkirakan apa saja yang harus dia beli nanti nya.25 kotak pizza dan juga pisang coklat ludes di lahap mereka dengan begitu lahap.
" Ya ampun Shel,Aku merasa tertampar dengan apa yang Aku lihat saat ini.saat serba berkecukupan seperti ini saja Aku masih mengeluh dan tidak pernah bersyukur.sedangkan mereka semua terlihat begitu bahagia dan ceria meski hidup serba kekurangan dan hanya bisa menempuh pendidikan di tempat seperti ini." Reni mulai menitikkan air mata haru nya.jika di berikan kesempatan untuk mengulang kembali waktu ke masa lalu,ingin sekali rasa nya Reni membagi apa yang dia punya kepada mereka yang begitu membutuhkan uluran tangan nya.
" Dulu Aku juga merasa seperti itu,maka nya Aku lebih sering datang ke sini dan kadang-kadang mengirim mereka kue ataupun makanan sehat yang bisa membuat mereka semua semakin bersemangat untuk belajar."Shella menepuk punggung Reni yang tengah terisak dan posisi mereka saat ini terpisah dari anak-anak.
" Aku bakal minta bantuan bokap,Aku pastikan mereka mendapatkan hasil yang baik nantinya." ucap tersenyum tipis ketika membayangkan apa yang akan dia lakukan nanti.
" Terimakasih bantuan nya Ren."
" Calon suami Kamu begitu hebat dan sangat luar biasa Shel,Aku benar-benar kagum berat kepada dia."
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰🥰
__ADS_1