Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 81


__ADS_3

" Selamat Pak Rivan! Istri anda sedang mengandung saat ini."ucap dokter dengan sangat yakin.


Shella dan Rivan saling menatap satu sama lain.sudut mata Shella nampak mulai basah oleh air mata yang menggenang.


3 tahun berumah tangga Shella sudah melakukan segala hal ternyata hasil nya masih nihil.tetapi sekarang dokter tiba-tiba saja mengatakan sesuatu yang dia rasa mustahil karena sebelumnya dia hanya dua kali melakukan pengobatan intens dengan dokter di rumah sakit lain.


" Selamat ya Pak." ucap Dokter kepada Rivan yang sedang mengulum senyum di bibir penuh kebahagiaan di wajah nya.


" Ini benar-benar nyata kan Dok?" tanya Rivan yang masih berasa seperti mimpi di tengah hari.


" Tentu saja nyata Pak." jawab Dokter Mulia sambil tersenyum hangat.sang Dokter kembali memainkan alat di tangan nya dan meminta Rivan untuk memperhatikan layar monitor agar calon ayah tersebut tidak lagi ragu dengan ucapan nya.


" Istri ku benaran sedang hamil." Rivan memeluk tubuh Shella yang sedang terisak melepaskan rasa sesak yang sejak tadi menghimpit dada nya.sang pencipta ternyata sudah menggariskan jalan hidup nya sedemikian rupa sampai membuat dia sendiri tak bisa menebak nya.


" Kamu hamil sayang." bisik Rivan tersenyum lebar dengan wajah yang sudah basah oleh air mata.


" Iya Mas." jawab Shella ikut memeluk tubuh suami nya.


Rivan merekam semua yang mereka lakukan di ruangan dokter Mulia.tangan nya bahkan bergetar memegang kertas hitam putih dimana ada gambar buah hati nya tercetak samar di kertas tersebut.


Ketika pemeriksaan selesai di laksanakan.Rivan kembali menggendong tubuh istri nya untuk berpindah duduk di depan meja Dokter Mulia.Rivan sama sekali tak membiarkan sang istri untuk berjalan sendiri karena dia dengan setia membantu nya.


" Nanti Vitamin dan obat pereda mual yang Saya resep kan jangan lupa di minum ya Buk,susu nya juga harus rutin di minum setiap hari." ucap Dokter mulia mengingat kan.


" Iya Dok, terimakasih banyak." mereka berdua langsung pamit keluar dari ruangan itu dengan Rivan yang sigap menggendong istri nya.sedangkan resep yang di tulis Dokter Mulia sudah di tebus oleh sopir pribadi nya.


Belum apa-apa Rivan benar-benar menjaga bayi nya dengan begitu ekstra.bahkan dia sengaja meminjam bantal rumah sakit agar istri nya merasa nyaman untuk istirahat di dalam mobil.


" Mas ! Jangan berlebihan seperti ini? Aku bisa tidur di jok mobil atau nggak di paha Kamu." sungut Shella ketika melihat sikap suami nya terlalu berlebihan.

__ADS_1


" Kamu sedang hamil sayang,nggak boleh lelah dan kita harus menjaga nya agar lahir dengan selamat dan juga sehat." Shella mendengus kesal memilih memejamkan mata dari pada harus mendebat suami nya yang mulai terlihat semakin posesif.


Begitu sopir nya kembali dari apotek rumah sakit,Rivan langsung mengambil obat yang dia bawa.


" Langsung pulang ke rumah ya Pak." titah Rivan melirik istri nya yang sedang memejamkan mata.


" Baik Pak." jawab sang sopir patuh.


Selama perjalanan Rivan terus saja mengelus perut Shella sehingga membuat istri nya terpaksa harus kembali membukakan mata karena merasa geli dengan sentuhan tangan dari suami nya.


" Mas! Aku boleh beli itu nggak?" tanya Shella ketika mobil mereka tak sengaja melintasi penjual cimol.perut Shella langsung berbunyi kencang meminta cimol itu untuk segera masuk dan menepis rasa lapar yang tiba-tiba saja menghampiri nya.


" Kita cari di restoran hotel Mama saja ya sayang! Makanan di pinggir jalan tidak baik untuk Kamu yang sedang hamil.debu bertebaran di mana-mana.di tambah lagi polusi udara ibu kota yang sedang parah.Aku takut perut mu akan sakit dan menjadi mencret setelah memakan makan itu."tutur Rivan menjelaskan.


Shella memukul paha suami nya dengan sangat kuat, rasa kesal dan marah bercampur di dada nya.padahal dia hanya ingin makan itu tapi suami nya malah melarang dengan alasan yang tidak masuk akal menurut nya.


" Mas!Jangan menghina pedagang kaki lima seperti itu, nanti kalau mereka dengar bagaimana?" gerutu Shella dengan mata yang sudah berkaca-kaca.dalam hitungan detik Isak tangis sudah terdengar oleh Rivan dan sopir yang berada di depan.


" Aku sedang lapar begini malah Kamu suruh makan sesuatu yang tidak Aku ingin kan.belum tentu makanan higienis yang Kamu maksud itu bisa masuk ke dalam perut ku,Kamu suka melihat Aku yang harus menahan lapar seperti ini?" ucap Shella di sela Isak tangis nya.


Sopir yang berada di depan akhirnya terpaksa menghentikan mobil sebelum jauh dari tempat penjual cimol tersebut.meskipun Rivan tidak memberikan perintah tapi dia merasa harus menghentikan mobil nya sebelum drama ibu hamil kembali berlanjut.


" Nanti Aku minta Bibi bikin aja di rumah sayang,kasihan anak kita kalau harus jajan sembarangan seperti itu." ujar Rivan lembut meski sedang khawatir.


" Kamu saja yang makan nya,Aku sudah tidak mau lagi." ucap Shella dengan ketus melempar pandangan ke arah luar.


Rivan menggosok kepala istri nya dengan lembut berharap wanita ini mau mendengar pendapat nya.


Selama ini dia tidak masalah jika mereka berdua yang makan di pinggir jalan,tapi tidak untuk anak mereka yang masih kecil dan berada di dalam rahim istri nya.

__ADS_1


" Maaf Tuan muda! Jika Saya lancang dan ikut campur dalam urusan Tuan muda." sahut Pak sopir dari kursi depan.


" Ada apa?" tanya Rivan heran.


" Menurut pemahaman yang Saya ketahui selama ini,jika ada permintaan dari ibu hamil maka kita wajib mengabulkan nya.tidak harus banyak sedikit juga tidak apa-apa yang penting terpenuhi.Tuan muda tidak ingin kan anak tuan muda lahir ileran karena saat Nona muda hamil masa mengidam nya tidak terpenuhi." ucap Pria paruh baya menerangkan.


Rivan tiba-tiba saja bergidik ngeri membayangkan calon anak nya nanti seperti apa yang di ucapkan oleh sopir nya barusan.


Shella yang sudah malas berbicara memilih diam membiarkan suami nya mencerna setiap maksud dari ucapan pak sopir.


" Benaran seperti itu ya Pak?" tanya Rivan kembali.


" Iya Tuan muda! Di kampung dulu banyak yang mengalami hal itu karena keterbatasan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari."tanpa berpikir panjang Rivan langsung membuka sabuk pengaman nya dan mengambil dompet yang ada di saku celana nya.


" Kamu tunggu di mobil saja ya sayang,biar Aku yang turun membeli makanan itu untuk Kamu." ucap Rivan mengelus perut shella dan terakhir membantu mengusap air mata yang berjatuhan di pipi Shella.


" Yang banyak ya Mas." ucap Shella lirih dan di balas anggukan kepala oleh Rivan.


Sopir pribadi Rivan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd Rivan, seharusnya Rivan tidak perlu turun begitu saja karena dia bisa memundurkan mobil agar sampai di penjual cimol tersebut.


" Tuan muda lucu sekali,ini baru ngidam pertama Tuan! Entah bagaimana dengan ngidam selanjutnya." gumam Pak sopir dalam hati nya.


Bu Ela yang mendapat kan pesan dari Rivan tentang kehamilan menantu nya langsung berteriak memanggil sang suami yang sedang memberikan makan ikan di halaman belakang.


" Pa ! Shella hamil Pa." teriak Bu Ela berjingkrak riang.


" Sabar Ma! Jangan lompat-lompat seperti itu.nanti asam urat nya kambuh loh." tegur Pak Hasan sambil menyeka keringat dan membaca isi pesan yang ada di layar ponsel istri nya.


Bibir Pak Hasan melengkung sempurna dengan dada yang berdebar membayangkan calon pewaris Bakri akan lahir ke dunia ini.

__ADS_1


" Kita harus ke rumah mereka sekarang juga Pa! Sekalian Mama mau beli susu hamil untuk menantu kita." Bu Ela langsung menarik paksa suami nya untuk masuk ke dalam kamar agar bisa berganti pakaian dengan cepat.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2