Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 61


__ADS_3

Hari pertama masuk kerja setelah 2 hari cuti karena sakit,Nindi di kaget kan dengan sosok bodyguard berbadan besar yang ada di depan toko mereka, tidak ingin salah paham dan salah menduga,Nina langsung mengunjungi Shella dan akhirnya bisa bernafas lega saat mengetahui jika kedua pria itu adalah anak buah dari Rivan.


" Nindi...." suara bass seorang pria yang memanggil nama nya membuat Nindi mengernyit heran dan perlahan membalikkan tubuhnya.


" Aku mau bicara sama Kamu." teriak Adi yang tidak bisa mendekat karena sudah di hadang oleh dua orang bodyguard.


" Sayang nya Aku tidak tertarik untuk bicara sama buaya kadaluarsa seperti Kamu! Usir saja buaya laknat itu dari sini Pak. Mata Saya jadi sakit melihat wajah jelek nya." cibir Nindi ceplas-ceplos tanpa perduli dengan tatapan tajam dari Adi.


" Kita harus bicara Nindi,tolong hubungi Shella untuk segera datang kesini sekarang juga." titah nya begitu banyak tuntutan.


" Sorry ya,Aku nggak akan pernah mau melakukan apapun yang Kamu minta, untuk apalagi Kamu mencari sahabat ku yang begitu cantik itu,sudah lah Adi nikmati saja hidup mu bersama selingkuhan murahan mu itu dan jangan pernah bermimpi untuk kembali menjadi suami Shella,Rivan pengacara hebat dan kaya itu lebih sempurna dan segala nya jika di bandingkan dengan Kamu yang cuman remahan peyek basi." Nindi melipat tangan di dada menentang Adi dengan begitu angkuh nya.sedangkan Adi tidak bisa merengsek maju karena tetap mendapatkan penghadangan sengit dari lawan nya


" Aku perlu bicara dengan dia tentang Ibu ku yang sudah meninggal dan menitipkan surat untuk dia." alibi Adi yang sudah menyiapkan semua nya demi bisa mendapatkan Shella kembali.


" Turut berdukacita ya Adi,tapi sayang nya Shella sudah tidak perduli lagi dengan keluarga mu yang sangat toxic itu.pergi lah dari sini,Kamu seperti seorang pengganguran berat saja yang tidak punya kerjaan lain selain mengejar Shella,dulu Kamu yang membuang nya demi simpanan mu itu,tapi sekarang Kamu juga yang meminta dia kembali bersama mu,apa sih mau mu sebenernya,otak mu itu masih waras nggak sih?" Nindi geleng-geleng kepala masuk ke dalam toko di mana banyak pelanggan yang kaget melihat tingkah bar-bar nya.


Nindi berusaha tersenyum ramah agar tak ada yang berprasangka buruk terhadap nya dan berakibat fatal untuk toko yang sedang sangat maju ini.


" Maaf ya Ibu-ibu ! Biasa lah laki-laki kalau sudah ketahuan selingkuh banyak ulah nya.kita yang sebagai wanita pusing mengahadapi nya." ucap Nindi dan lupa mengukir senyum ramah.


" Benar itu Mbak! Jangan mau kalau di ajak balikan lagi sama dia,biarkan saja dia di luar sana Mbak! Laki-laki modelan begitu cocok nya memang sama pelakor karena sama-sama nggak tahu diri." rupanya keberuntungan sedang berpihak kepada Nindi,para pengunjung toko mendukung Nindi seratus persen dan malah ikut meneriaki Adi dengan kata-kata yang sangat kasar.


Wajah Adi seketika memerah menahan rasa emosi bercampur malu,dengan langkah kaki seribu lelaki pengecut ini langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan toko dengan tangan kosong nya.


" Sial! Ternyata pengacara itu sudah mempersiapkan semua nya." geram Adi melampiaskan amarahnya dengan memukul kuat setir mobil.


Sejak pulang dari pertunangan Rivan kemarin malam, Annisa terus saja mengurung diri di dalam kamar, sesekali gadis muda ini juga berteriak sambil melempar barang -barang ke arah tembok.

__ADS_1


Pak Manto dan juga Bu Mala tak berniat sama sekali untuk menghentikan perbuatan putri mereka karena sudah tahu jika Annisa selama ini sudah terbiasa mendapatkan apapun yang dia inginkan.


" Bagaimana ini Pa! Coba Papa hubungi dulu Pak Hasan nya, barangkali saja dia mau membatalkan pertunangan Rivan dengan janda itu." ucap Bu Mala masih berdiri di depan kamar Annisa.


" Tidak akan bisa Ma! Kamu kan tahu sendiri bagaimana watak si Hasan itu,kalau tidak ya tidak akan pernah berubah lagi." jawab Pak Manto mondar-mandir di depan pintu memikirkan cara untuk membuat putri nya bahagia.


Ceklek.


Di saat kedua nya sedang pusing memikirkan cara terampuh demi menyelamatkan hidup Annisa, tiba-tiba saja pintu kamar di buka oleh pemilik nya dari dalam sana.


" Mana calon suami ku Ma? Aku mau dia ." racau Annisa yang sudah setengah sadar dengan mulut yang berbau alkohol dan sangat menyengat sekali.


" Rivan! Kamu ganteng sekali... Sayang....Dari dulu Aku sangat mencintai Kamu,bahkan Aku rela operasi plastik demi terlihat seksi dan juga cantik di depan mata mu.tapi kenapa Kamu tidak pernah sedikitpun melirik ke arah ku dan menghargai setiap perjuangan ku." Annisa meraba-raba wajah ayah nya sendiri seolah-olah pria paruh baya itu adalah lelaki yang sedang dia ingin kan.


Bu Mala terisak berurai air mata,semakin di tahan maka Annisa semakin memberontak dan tetap saja berhalusinasi jika Pak Manto adalah Rivan.


" Annisa hentikan! Dia ini ayah kandung mu,bukan Rivan Nak." ucap Bu Mala ikut menaikkan intonasi suara nya dengan air mata yang semakin banyak keluar dari tempat persembunyiannya.


" Jangan Nisa." cegah Bu Mala lagi yang sudah tidak bisa melerai ciuman yang Annisa berikan sehingga membuat para asisten rumah tangga turun tangan untuk memisahkan Annisa dari ayah nya.sedangkan Pak Manto yang masih syok dengan keterkejutan nya terlihat linglung terduduk di atas lantai dengan dada yang terasa semakin sesak.


" Papa." Bu Mala membantu suami nya untuk berdiri dan menuntun masuk ke dalam kamar.


Berbeda dengan Annisa yang sudah di kurung di kamar tamu yang hanya ada ranjang tidur saja tanpa ada fasilitas lain nya.


" Bagaimana anak itu Bi?" tanya Bu Mala menghampiri sang Bibi yang baru keluar dari kamar Annisa.


" Non Nisa nya sudah tidur Nyonya,tadi sudah di berikan obat tidur oleh Bi asih." jawab asisten rumah tangga yang bernama Tri.

__ADS_1


Bu Mala mengangguk kan kepala kembali memutar badan sambil memijit pelipisnya.kelakuan Annisa yang tidak bisa di kontrol lagi membuat dia merasa sedih sendiri,entah dari mana putri semata wayangnya mendapatkan minuman yang memabukkan sehingga membuat kesadaran nya benar-benar hilang kendali.


" Apa Aku mohon sama Rivan saja Ya?" gumam Bu Mala masih kepikiran untuk tetap melanjutkan rencana perjodohan itu.


Shella yang merasa bosan setiap hari di rumah sengaja menyempatkan diri untuk mengunjungi calon mertua nya yang hampir setiap hari meneror dia untuk main ke rumah nya, padahal mereka baru berpisah selama 2 hari tapi sudah seperti 1 tahun tidak pernah bertemu.Shella sengaja membawa kue kesukaan kedua calon mertua nya.bukan hanya satu melainkan ada banyak jenis kue dan buah-buahan.


" Sayang! Kamu sudah datang?" tanya Bu Ela ketika baru keluar dari kamar nya.


" Iya Ma." jawab Ela mencium punggung tangan calon Ibu mertua nya.


" Ayok masuk dulu Shel,kita ngobrol di ruang tengah saja."ajak Bu Ela terkejut melihat Bi Ena dan juga sopir Rivan sedang berjalan membawa berbagai jenis kue.


" Ya ampun sayang! Jangan repot-repot begini,Mama jadi nggak enak deh sama Kamu sampai menyusahkan Kamu begitu." imbuh Bu Ela karena hampir setiap datang ke ruang Shella selalu membawakan kue kesukaan nya.


"Nggak repot kok Ma! Tadi Shella sengaja mampir dulu ke toko dan ternyata sudah ada banyak macam kue,jadi nya Shella bungkus sendiri untuk Mama sama Papa." tukas Shella tersenyum lembut semakin menambah kecantikan nya.


" Oh iya Ma! Papa mana?" tanya Shella yang sejak tadi tidak melihat keberadaan ayah mertua nya.


" Biasa lah sayang! Lagi sibuk di ruang kerja nya." jawab Bu Ela sambil tersenyum.


Pertemuan siang ini di habiskan oleh kedua wanita ini untuk membahas tentang model undangan yang akan mereka pesan kan.setelah cukup lama memilih akhir nya Shella dan juga Bu Ela berhasil menemukan satu bentuk undangan yang cocok dan sangat lucu sekali, seperti nya juga belum Pernah di gunakan oleh siapapun.


" Sudah yakin mau yang ini saja ya sayang?" tanya Bu Ela memastikan sebelum di kirim ke petugas wo nya.


" Iya Ma! Desain nya unik banget dan Aku suka ,tadi Mas Rivan juga udah setuju pakai model undangan yang seperti ini." meskipun Rivan sedang berada di kantor nya tapi Shella tetap melibatkan Rivan dalam segala hal yang berhubungan dengan persiapan pernikahan mereka.


" Oke ,sini biar Mama kirim supaya lusa sudah bisa di jemput sama sopir." Bu Ela segera mengetik sesuatu di layar ponsel dan langsung mendapat balasan yes dari lawan bicara nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2