Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 86


__ADS_3

Hari ini keluarga Bakri dengan sangat antusias mengantarkan Shella untuk melakukan cek kandungan sekaligus ingin mengetahui jenis kelamin cucu mereka.


Begitu sampai di rumah sakit,Rivan langsung mengambil kursi roda sebagai alat bantu untuk Shella.wanita hamil itu melarang keras suami nya untuk menggendong tubuh yang sudah semakin berat dan juga berisi.Rivan terus mendorong istri nya hingga sampai di depan sebuah ruangan pemeriksaan kandungan di mana Dokter Mulia sudah menunggu kedatangan nya di dalam sana.


" Selamat pagi Bu Shella, bagaimana kabar nya hari ini?" kata Dokter Mulia sekedar berbasa-basi.


" Alhamdulillah baik Dok." jawab Shella sambil tersenyum.


" Silahkan berbaring di sana Bu." titah Dokter Mulia lagi.


Rivan dengan cepat membantu Shella naik ke atas tempat pemeriksaan hingga Shella berbaring dengan sempurna dan seorang perawat datang mengoles kan gel di atas perut nya.seperti biasa nya,kedua orang tua Rivan menunggu di luar tirai sambil menatap layar monitor besar.


Shella menarik nafas panjang ketika Dokter mulai memainkan peran nya dan ketiga buah hati nya mulai terlihat di layar monitor yang ada di depan nya.tangan Shella dengan cepat menggenggam tangan suami nya ketika Dokter akan menjelaskan keadaan ketiga janin nya.air mata Shella kembali jatuh ketika mendengar kabar bahwa keadaan janin nya baik-baik saja dan berkembang dengan sangat baik.ketiga janin tersebut tumbuh dengan sehat tanpa ada satu pun yang mengalami gangguan.


" Alhamdulillah kondisi janin nya sehat dan juga bagus sekali.air ketuban nya juga bagus.detak jantung nya juga bagus.meskipun demikian Bu Shella harus tetap banyak istirahat dan jangan terlalu lelah.ingat selalu jika hamil triplet ini banyak dampak nya dan benar-benar harus di jaga dengan ketat.ada tiga janin yang Bu Shella jaga dan Ibu bawa kemanapun.emosi dan tekanan darah nya tolong di jaga jangan sampai tinggi dan usahakan untuk selalu tenang dan juga ceria.inti nya tidak boleh stress karena Ibu Hamil harus selalu happy supaya janin nya juga happy sampai lahiran nanti."ucap Dokter Mulia menjelaskan.


" Baik Dok.tapi apakah harus setiap bepergian menggunakan kursi roda.suami Saya selalu memaksa menggunakan kursi Roda atau tidak di gendong kalau mau keluar dari rumah." Tanpa malu Shella langsung saja menanyakan apa yang ingin dia tanyakan sejak dari rumah tadi.


" Sayang." Rivan membulatkan mata sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah istri nya.


" Sebenarnya tidak perlu,tapi juga bagus untuk berjaga-jaga jika terjadi kelelahan kepada Ibu! Saya yakin Ibu tidak tahan lagi jika di ajak berjalan terlalu jauh.jadi untuk mengantisipasi hal yang tidak ingin terjadi dan Ibu bisa bebas pergi kemanapun ya harus pakai kursi roda.dan ya satu lagi! Jaga pola makan dengan cara mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan juga kaya akan serat." kata Dokter Mulia sambil tersenyum.


Shella hanya mengangguk samar karena merasa jika jawaban sang Dokter masih berpihak kepada suami nya.


" Sekarang kita lihat jenis kelamin janin nya ya? Mau sekarang atau tunggu lahir saja?" tanya Dokter Mulia sebelum dia mengumumkan jenis kelamin ketiga calon cucu Bakri.


" Sekarang aja Dok." jawab Shella dan mendapatkan dukungan dari kedua mertua dari arah luar.


" Tidak perlu Dok." tolak Rivan tanpa punya pendukung karena kedua orang tua nya sudah lebih dahulu setuju dengan menantu mereka.


" Mas! Sekarang saja,biar kita bisa mempersiapkan semua nya." sanggah Shella yang sudah tidak sabar lagi ingin membeli semua kebutuhan ketiga bayi nya.


" Tapi kan sayang...." Belum selesai Rivan melanjutkan kata-katanya,suara sang Ibu sudah terlebih dahulu memotong dari arah luar.

__ADS_1


" Rivan! Jangan banyak ulah.ikuti saja mau istri mu jika itu mau nya.lagian benar kata Shella kalau kita harus mempersiapkan banyak hal untuk kelahiran mereka nanti." Ucap Bu Ela membuat Rivan terpaksa mengalah dari pada kembali di serang oleh wajah cemberut istri dan juga kata pedas yang keluar dari mulut Ibu nya.


Dokter Mulia tersenyum hangat menatap wajah Shella yang begitu di sayangi dan juga di hargai oleh mertua nya.jarang sekali ada mertua yang lebih berpihak kepada menantu ketimbang anak nya sendiri.


" Kita mulai ya!" seru Dokter Mulia sambil menelisik lebih jeli lagi jenis kelamin ketiga janin yang tumbuh di dalam rahim Shella.


Semua orang nampak tegang menunggu kata yang akan keluar dari mulut Dokter Mulia.bahkan Shella sejak tadi terus saja menatap raut wajah suami nya yang tidak kalah tegang dari yang dia rasakan saat ini.


" Jenis kelamin nya adalah dua laki-laki dan satu perempuan." ucap Dokter Mulia membuat semua anggota keluarga menghembuskan nafas lega.Rivan terus saja mengecup wajah istri nya karena merasa sangat bahagia sekali.


" Ada apa Mas?" tanya Shella heran.


" Aku sangat bahagia sekali sayang,ketika mendengar bahwa ada jenis kelamin laki-laki yang berada di rahim mu,setidak nya dia akan menjaga kakak ataupun adik nya kelak." untuk yang kedua kali nya Rivan kembali menitikkan air mata bahagia membuat Shella yang sedang sensitif juga ikut terharu.dulu dia hanya minta satu saja kepada Tuhan agar rumah tangga nya semakin lengkap, tetapi Tuhan ternyata punya rencana lain sebelum dia berhasil menemukan orang yang tepat dan di percaya kan tiga buah hati sekaligus.


" Selamat ya sayang." Bu Ela langsung ikut bergabung sambil memeluk Shella yang masih berbaring.


" Terimakasih Ma. Terimakasih sudah selalu memperhatikan, dan menyayangi Shella dan juga kandungan Shella." Bu Ela menggeleng kepala tidak setuju dengan ucapan menantu nya.


" Kamu bukan lagi menantu di keluarga kami sayang,melainkan sudah seperti putri kandung kami sendiri.sudah menjadi tugas Mama untuk menjaga Kamu dan juga Cucu Mama.semoga kalian selalu sehat sampai waktu nya datang." Dokter Mulia yang hidup sebatang kara di dunia ini ikut larut dalam kebahagiaan keluarga Bakri.diam- diam Dokter Mulia memejamkan mata sambil berdoa agar di pertemukan dengan calon suami dan juga calon mertua seperti yang dia lihat sekarang.


Acara pemeriksaan kandungan selesai sudah dan Dokter meresepkan obat dan vitamin yang lengkap untuk Shella.Pak Hasan bahkan sampai mewanti-wanti Dokter Mulia agar memberikan obat terbaik untuk menantu dan juga ketiga cucu nya.keselamatan Shella dan juga ketiga janin nya merupakan prioritas utama mereka saat ini.


" Apa ada yang ingin Kamu beli sayang?" tanya Bu Ela begitu mobil yang di kemudikan oleh Rivan sudah keluar dari rumah sakit.


"Ke mall sebentar boleh kan Mas?" tanya Shella penuh harap.


" Langsung pulang saja sayang,Kamu harus banyak istirahat dan nggak boleh terlalu lama berada di luar rumah." jawab Rivan membuat Shella yang sudah merasa bosan hanya berdiam diri di dalam rumah langsung menangis sesenggukan.


" Kamu mau beli apa sayang?" tanya Bu Ela lembut karena menyadari jika menantu nya dalam mood sensitif.


" Shella cuman pengen beli jajanan yang ada di dalam mall saja Ma! Setelah itu kita langsung pulang kok." ucap Shella lirih.


" Nanti biar Aku yang beli kan untuk Kamu! Sekarang kita pulang dulu ya sayang." tawar Rivan yang sebenarnya tidak tega melihat istri nya menangis tapi dia juga tidak ingin melihat istri nya kelelahan karena harus muter di mall nanti.

__ADS_1


Shella menggeleng dengan cepat karena tidak setuju dengan rencana suami nya.


" Biarkan saja Van! Hanya sebentar saja setelah itu kita bisa pulang,bukan kah Kamu juga membawa kursi roda di bagasi belakang.Shella bisa naik itu untuk membantu dia berjalan jika Kamu takut dia kelelahan.ingat! Semua yang keluar dari mulut ibu hamil wajib Kamu penuhi selagi Kamu mampu.kali aja itu merupakan permintaan ketiga anak mu." sahut Pak Hasan menjelaskan agar putra nya yang keras dan disiplin mau mengalah untuk saat ini.


Huft...Rivan mendesah gusar melihat kedua orang tua nya yang selalu berpihak kepada menantu mereka.jalan pikiran mereka bahkan sudah tidak sejalan lagi karena kedua orang tua nya selalu cenderung kepada Shella.


" Baiklah,tapi ingat loh sayang! Nggak boleh jajan sembarangan dan semua yang Kamu ingin kan harus seizin Aku dulu.Kamu harus membeli makanan yang sehat dan juga bersih." Rivan akhirnya mengabulkan permintaan istri nya meskipun di imbangi dengan banyak nya syarat yang dia ucapkan sebelum mereka masuk ke dalam mall.


Rivan mendorong kursi roda yang di duduki oleh Shella sambil berputar-putar mencari apa yang di inginkan oleh istri nya.setelah membeli beberapa macam makanan ringan dan juga berat.shella lalu mengajak ibu mertua nya untuk berbelanja baju hamil.mendengar jika baju hamil Shella sudah pada sempit semua nya, membuat Rivan kembali setuju dan malah memborong semua baju hamil yang sesuai dengan ukuran badan istri nya.Shella memilih diam saja dan membiarkan Ibu mertua dan juga suami nya yang bekerja keras mencari model yang bagus dan nyaman untuk dia pakai.


" Mau kemana lagi sayang?"tanya Rivan setelah mereka selesai membayar kan hasil belanjaan Shella dan juga Bu Ela.


" Langsung pulang saja ya Mas! Aku rasa nya sesak dan pengen tiduran." jawab Shella menengadah menatap wajah suami nya.


" Ya sudah ayok kita pulang."ketiga anggota keluarga nya langsung menyetujui ucapan Shella.


" Mama masih ada yang ingin di beli nggak? Mumpung kita belum keluar Ma?" tanya Shella yang tidak ingin di anggap hanya mementingkan keinginan nya sendiri.


" Tidak ada sayang,sudah cukup kok.lebih baik kita pulang saja supaya Kamu bisa segera istirahat." jawab Bu Ela sambil tersenyum menatap wajah menantu nya yang seperti nya sangat lelah sekali.


" Tumben loh sayang Papa mau menemani kita berbelanja,Mama harus berterima kasih kepada Kamu dan juga ketiga cucu Mama.selama ini Papa mana pernah menemani Mama berbelanja ataupun beli bahan makanan ke supermarket." sindiran Bu Ela membuat Pak Hasan meledek kan tawa nya karena semua yang di ucapkan oleh istri nya benar ada nya.Pak Hasan lebih baik memberikan sejumlah uang sebagai penunjang shopping sang istri ketimbang harus ikut dan berkeliling di dalam mall.tapi hari ini semua prinsip hidup Pak Hasan berubah berkat kehadiran Shella dan juga ketiga calon cucu nya.


" Bahkan Papa juga rela loh menenteng belanjaan Kamu yang sebanyak itu." ledek Bu Ela lagi.entah berapa potong mereka membeli baju hamil untuk shella.semua tangan mereka sudah penuh oleh baju dan perlengkapan hamil lain nya milik shella.di depan sana juga ada kedua orang pegawai yang ikut membantu membawakan belanjaan shella yang merupakan hasil pilihan suami dan juga Ibu mertua nya.


" Papa sebenarnya juga tidak mengerti dengan pikiran Papa sendiri,yang jelas semua demi menantu dan juga cucu Papa." jawab Pak Hasan bergegas masuk ke dalam mobil meninggalkan sang istri yang masih saja menggerutu di bagian luar mobil.


Bu Ela akhirnya menyusul masuk ke dalam mobil sambil membantu Shella yang juga ingin duduk di kursi bagian belakang.


" Terimakasih ya Pa ,Ma,maafkan Shella yang selalu merepotkan kalian semua." ucap Shella merasa bersalah.


" Tidak sayang,kami bahkan senang melakukan semua nya untuk Kamu dan juga mereka.Mama tadi tidak marah dan hanya bercanda saja.jangan di ambil hati ya ucapan Mama. jika ada yang menyinggung perasaan Kamu.maafkan Mama karena Mama sama sekali tidak bermaksud seperti itu." Bu Ela langsung memeluk tubuh Shella sambil mengelus lembut perut Shella yang setiap hari semakin bertambah besar dari biasa nya.


" Halo ganteng dan cantik nya Oma! Sehat dan yang baik ya di dalam perut Mama! Sampai ketemu nanti jika waktu nya sudah datang. Oma sangat menyayangi kalian bertiga." bisik Bu Ela tepat di depan perut Shella.

__ADS_1


Pak Hasan dan juga Rivan tersenyum melihat interaksi yang terjadi di kursi belakang.jika tidak mengingat bahwa mereka sedang berada di jalan raya, mungkin sudah sejak tadi mereka ikut mengelus perut Shella sambil membisikkan kata-kata manis untuk ketiga janin yang sedang tumbuh di dalam rahim Shella.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍


__ADS_2