
Adi membanting remote tv yang ada di genggaman tangan nya,pria ini sangat kesal sekali setelah melihat berita pernikahan Rivan dan juga Shella yang muncul di mana-mana. Bahkan pria malang ini semakin di buat kesal bercampur kaget begitu mengetahui siapa Rivan yang sebenarnya.dua bola mata nya hampir saja melompat keluar tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
" Akasia Bakri Company." gumam Adi kala mengingat jika perusahaan besar itu merupakan pusat tempat dia bekerja dulu.
" Rivan Presdir nya? Lalu Pak Aldi hanya..." Adi mengeram semakin emosi kala mengingat bagaimana dulu dia selalu di beri tugas yang cukup berat ketika persidangan nya sedang berlangsung.
" Jadi semua ini permainan Kamu! Bangsat." umpat Adi meninju meja kaca sehingga membuat buku jari nya mengeluarkan darah segar.
Pria ini sudah cukup frustasi ketika setiap kali ingin bertemu Shella selalu saja berakhir dengan kata gagal dan bahkan dia sama sekali kesulitan untuk mencari tahu di mana tempat tinggal Shella yang sebenarnya setelah berpisah dari nya beberapa bulan yang lalu.
" Harus nya dari dulu Aku lebih waspada lagi! Dia bermain terlalu licik sampai Aku tidak menyadari nya sedikit pun." batin Adi dengan dada yang bergemuruh hebat seperti terkena guncangan gempa berskala besar.
Bukan nya memberikan selamat kepada Shella sebagai mantan suami shella, ini malah terus saja menyumpahi pernikahan Shella dengan kata-kata yang tidak pantas untuk di dengar bagi orang yang masih waras.
Bruk...
Televisi besar yang ada di kamar apartemen nya ikut menjadi pelampiasan amarah Adi yang tak beralasan.kuping Adi bahkan sudah terasa sangat panas sekali mendengar wartawan yang tiada henti memproklamirkan pernikahan dua sejoli itu.
Sedangkan di tempat yang berbeda untuk saat ini,bola mata Annisa terus saja membesar tajam menatap gambar Rivan yang sedang mencium bibir Shella di pesta pernikahan tadi.bukan nya tidur demi menenangkan pikiran nya,yang ada gadis yang masih muda ini memilih berdiam diri di balkon kamar dengan di temani angin malam yang berhembus kencang menerpa tubuh rapuh nya.nafas Annisa kembali tertahan ketika bayangan Rivan dan istri nya sedang menghabiskan waktu bersama saat ini.apalagi ketika mengingat bagaimana sikap romantis yang di tunjukkan oleh Rivan di pesta tadi.
" Hahaha... " Annisa tertawa miris dengan takdir yang suka mempermainkan hidup nya,di saat dia sudah mulai menyimpan rasa untuk Rivan, ternyata Rivan malah menolak dia secara terang-terangan dan selalu menatap wajah nya dengan tatapan mata jijik.
" Kamar pengantin Shella bagus banget kan Ren?" ucap Nindi antusias.
" Iya,Aku aja sampai iri melihat nya dan pengen masuk ke dalam kamar itu juga." sahut Reni menimpali.
" Pasti sekarang ini mereka berdua sedang pemanasan dan bersiap-siap untuk bergadang sampai pagi." gumam Nindi yang semakin dia bayangkan malah jadi ke pengen merasakan yang sama seperti yang Shella rasakan saat ini.
__ADS_1
" Kenapa nggak Kamu pasang kamera pengawas aja di kamar mereka sih Nin! Bego amat deh Kamu jadi orang." cetus Reni yang hanya ingin membuat Nindi pusing.
" Tau ah..Gelap...Aku mau tidur saja dari pada ikutan Kamu gila sendiri seperti ini." Nindi menarik selimut yang cukup tebal dan lebih besar dari punya mereka di rumah.malam ini baik Nindi atau pun Reni juga ikut menginap di hotel tempat pernikahan Shella di langsung kan.dan akan pulang pagi besok setelah selesai sarapan.
Ceklek.
Rivan keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan juga badan yang sudah jauh lebih segar.
" Sayang." panggil Rivan ketika mendapati Shella sudah selesai menghapus seluruh make up nya dan masih tetap duduk dengan mata yang segar, tidak seperti bayangan nya yang dihantui rasa takut jika di tinggal tidur oleh Shella di malam pertama.
" Iya Mas! Udah selesai ya? Sekarang giliran Aku lagi." Shella langsung berdiri secepat mungkin karena gugup melihat penampilan Rivan yang hanya memakai handuk sepinggang dengan bagian dada terekspos nyata di depan mata Shella.
" Jangan lama-lama mandi nya! Nanti Kamu masuk angin sayang." ujar Rivan mengingat kan sekaligus sudah tidak sabar lagi untuk belah duren di malam pertama sebagai pengantin baru.
10 menit kemudian Shella baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi.Rivan yang melihat itu langsung berbinar bahagia dengan Saliva yang tercekat di tenggorokan nya.
" Mas! Kamu kok nggak pakai baju, nanti masuk angin loh." tegur Shella ketika melihat Rivan hanya memakai boxer sepaha dengan bertelanjang dada.
Shella hanya tertawa kecil melihat sifat jahil yang di miliki suami nya,Shella masuk ke dalam ruang ganti untuk mencari baju yang akan dia kenakan malam ini.
" Harus kah Aku memakai baju dinas malam ini?"gumam Shella menatap pantulan tubuh nya yang sudah memakai lingerie berwarna hitam pekat dan sangat kontras dengan kulit nya yang putih bersih.Shella terus saja membolak-balik tubuh nya yang setengah telanjang.rasa gugup itu kembali datang menghantui dia , walaupun sudah pernah menghadapi yang nama nya malam pertama sebelum nya tetapi malam ini tetap saja membuat Shella deg-degan seperti pengantin baru pada umumnya.
Shella yang sudah pernah menikah tentu saja mengetahui bagaimana cara menyenangkan hati lelaki yang sudah menjadi suami nya.
Shella lalu menutupi baju dinas nya dengan jubah mandi untuk memberikan surprise kepada Rivan yang terus melirik ke arah ruang ganti.
" Kenapa Kamu masih pakai jubah mandi itu sayang? Bukan kah itu sudah lembab?" tanya Rivan yang sudah mendekati Shella,lalu memeluk nya dari belakang kemudian mencium pipi kiri Shella dengan begitu dalam.
__ADS_1
Tubuh Shella meremang menahan rasa aneh yang menjalar ketika mendapat sentuhan seintim ini dari suami nya.
Masih dalam keadaan di peluk, Shella perlahan melepas tali jubah mandi yang melingkar di perut nya sehingga meninggalkan baju dinas transparan yang berhasil membuat jakun Rivan kembang kempis tak terkontrol kan lagi.
" Gimana Mas? Suka nggak?" tanya Shella membalik kan badan dengan kedua tangan yang di lingkar kan di leher Rivan.
" Suka dong sayang.bangetttt." jawab Rivan dengan cepat.Rivan semakin menarik rapat pinggang Shella untuk lebih dekat lagi kepada nya,dan menciumi leher Shella dengan begitu lahap sambil meninggalkan jejak yang akan membuat semua orang akan merasa iri jika melihat nya.
Shella lantas tertawa geli melihat serangan brutal dari Rivan yang begitu mendadak tanpa permisi terlebih dahulu kepada pemilik nya.
" Mas! Jangan ngeliatin Aku kayak gitu dong,malu." rengek Shella dengan manja dan menyembunyikan wajah nya di dada kekar milik suami nya.
" Kamu seksi banget loh sayang! Model majalah dewasa aja kalah jauh sama punya mu ini." ucap Rivan dengan tangan yang sudah menjalar kemana-mana.Shella yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya hanya bisa pasrah karena ini memang sudah menjadi tugas dia sebagai seorang istri.
Rivan lalu mendaratkan ciuman di bibir Shella dan di sambut begitu hangat oleh Shella dan membalas nya dengan begitu lembut dan juga menuntut.
Sekujur tubuh Rivan terasa di sengat ribuan kupu-kupu begitu mereka sudah berpindah ke atas ranjang yang masih di tutupi oleh banyak nya kelopak bunga.
Walau sudah pernah berpacaran,tapi ini adalah kali pertama nya bagi Rivan menyentuh tubuh seorang wanita, Shella begitu sempurna di mata nya dan tidak terlihat jika wanita ini pernah menikah sebelum nya.
" Mas..." Shella menjerit ketika merasakan ada sesuatu yang memenuhi bagian intim nya yang sudah lama menganggur dan butuh waktu yang cukup lama bagi Rivan untuk menerobos masuk.
" Sempit sayang....Aku sungguh menyukai nya." balas Rivan yang kemudian sudah mulai memacu pinggang dengan tempo yang semakin lama semakin cepat dan membuat kedua nya sama-sama menjerit memanggil nama masing-masing.
Kedua nya saling bergerak mengikuti naluri masing-masing hingga pada akhirnya berhasil mencapai puncak pelepasan untuk yang pertama kali nya secara bersamaan.
" Sayang...." seru Rivan dengan nafas yang tersengal-sengal.
__ADS_1
" I love you sayang ku." bisik Rivan mengecup kening Shella sebagai tanda terima kasih nya
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰🥰