Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 37


__ADS_3

Sehabis makan siang bersama dengan anak-anak dan guru yang ada di rumah singgah ini, pergerakan mereka semua akhirnya terpaksa berhenti karena cuaca siang ini nampak tak mendukung,hujan turun dengan begitu deras nya mengguyur sudut kota yang menjadi tempat tinggal para pencari kaleng bekas atau pun besi bekas.sehingga memaksa Rivan dan Shella mengundurkan jadwal kepulangan mereka.


" Yah...Hujan nya tambah deras loh sayang." ujar Rivan melepaskan jas yang dia pakai dan di pasang ke bahu Shella yang terlihat kedinginan.


Shella yang merasakan ada sesuatu yang menutupi tubuh nya ,sontak saja menoleh dan tersenyum manis ketika melihat jas hitam Rivan sudah melingkar di bahu tipis nya.


" Sebaiknya kita di sini dulu Van,bahaya kalau nyetir mobil dengan kondisi jalan seperti ini." Shella yang belum terbiasa memanggil Rivan dengan panggilan yang di request nya tadi pagi langsung dengan cepat membekap mulut nya sendiri saat melihat mata Rivan melotot besar ke arah nya.


" Maaf Mas! Aku belum terbiasa dan masih butuh waktu untuk melakukan nya." ucap Shella tertunduk takut melihat wajah seram Rivan yang seperti akan menerkam nya saat ini juga.


" Kali ini Aku maafkan! Tapi tidak untuk nanti dan seterusnya,jika Kamu melakukan kesalahan lagi,maka siap-siaplah akan mendapatkan hukuman dari ku." jawab Rivan tersenyum miring menjepit kepala Shella di balik ketiak nya.


Kedua nya tertawa puas saling menatap satu sama lain.tidak pernah terbayang kan oleh Shella sebelum nya,bahwa hidup nya akan berjalan seperti ini.bahkan di saat status nya masih sah menjadi istri orang lain.seorang pria perjaka datang menawarkan cinta dan juga perhatian yang utuh kepada dia yang memang sedang butuh itu semua.butuh banyak tenaga bagi Shella untuk mempertimbangkan segala nya.ketahui lah Shella memilih semua ini selain karena cinta juga hanya untuk menunjukkan kepada pria yang sudah menyia-nyiakan nya bahwa dia bisa bahagia meski terlepas dari cengkraman nya.


" Kita masuk ke dalam yok,cuaca nya semakin dingin sekali." ajak Rivan menggandeng mesra tangan Shella masuk ke dalam rumah singgah.


" Mas! Tunggu dulu,kasih tahu Aku hukuman apa yang akan Kamu berikan nanti." rengek Shella merasa penasaran karena takut hukuman yang akan dia dapat kan nanti bisa merugikan diri nya sendiri.


" Rahasia! Nggak seru dong kalau di kasih tahu sekarang,maka nya jangan panggil nama Aku terus." bisik Rivan celingak-celinguk dan kembali mengambil kesempatan dalam kesunyian,pria ini langsung nyosor ke pipi kanan Shella dan kembali mengecup nya begitu dalam.


" CK, Mas! Nanti kalau di lihat anak-anak gimana?" desis Shella mengusap pipi yang masih terasa lembab.

__ADS_1


" Nggak akan sayang,mereka kayak nya lagi istirahat atau tidur deh." sepasang kekasih yang sudah resmi jadian kembali melanjutkan langkah kaki menuju ke dalam.dan benar saja! Hal pertama yang mereka lihat adalah anak-anak sudah banyak tertidur pulas dan hanya menyisakan beberapa orang yang masih terlihat bersemangat mengulang pelajaran hari ini.


Shella dan Rivan kembali duduk di tengah ruangan,Rivan memilih menyibukkan diri dengan layar ponsel membaca satu persatu email yang di kirim kan oleh asisten pribadi nya.sedangkan Shella menyempatkan diri untuk mengajari anak perempuan yang duduk di sebelah nya untuk berhitung dan juga cara menulis yang benar.


Shella tampak sangat tulus membantu para guru mengajar kan anak-anak ini.senyum tulus dan kasih sayang yang lembut membuat Shella dengan mudah di terima di lingkungan ini.


Di toko kue milik Shella saat ini.Reni dan Nindi sedang duduk berdua membicarakan banyak hal.termasuk kisah percintaan Shella yang mereka anggap sangat luar biasa.


 " Shella itu beruntung banget ya kan Ren,lepas dari buaya buntung itu malah jatuh ke pelukan cowok spek pangeran kerajaan yang nggak akan ada tandingannya." Nindi masih saja merasa iri dengan jalan hidup Shella yang begitu sempurna menurut nya.meski harus menghadapi banyak cobaan tapi Shella mampu bangkit dan menemukan kebahagiaan nya kembali.


" Aku yakin hidup Shella nanti bahagia dengan Rivan! Aku dan keluarga ku sudah cukup lama mengenal sosok tegas itu,dia tidak pernah main-main dengan wanita sampai wanita itu sendiri yang mengalah dan menduakan cinta yang sudah dia berikan." sahut Reni menimpali karena selama ini dia memang sudah tahu bagaimana kehidupan Rivan selama ini.


" Serius Kamu,Ren! Apa yang membuat para wanita itu begitu bodoh meninggalkan Rivan yang menurut Aku begitu sempurna." tanya Nindi mood serius.


" Terus Rivan nya bilang apa? Nangis nggak dia kalau di tinggal selingkuh sama mantan nya itu?" Tanya Nindi semakin penasaran.


" Ya sebelum dia kenal dengan Shella,Rivan selalu menolak dengan alasan belum menemukan yang cocok dengan kesibukan nya.bahkan nyokap nya aja pernah minta Aku buat bantuin cariin pacar untuk Rivan.nyokap Rivan baik banget dan tipe wanita lembut,pokok nya cocok lah sama Shella yang baik dan juga lembut." tegas Reni yakin karena hubungan mereka sudah sangat dekat melebihi batas apapun.


" Terus nangis nggak dia pas di tinggal selingkuh?" tanya Nindi ketika belum mendapatkan Jawaban dari Reni.


" Ya enggak lah! Mana mungkin Rivan yang datar dan tegas itu menetes kan air mata gara-gara satu wanita.mungkin juga waktu itu perasaan nya tidak terlalu jauh terlibat sehingga pas Aku lihat waktu itu dia terlihat sangat santai sekali dan malah langsung tertawa saat teman-teman nya mengirim kan bukti yang mereka dapatkan secara diam-diam." ujar Reni kembali mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat itu keluarga besar nya ikut menghadiri jamuan makan malam dengan kolega bisnis sang Ayah dan di waktu yang bersamaan Rivan beserta keluarga nya ternyata turut di undang juga.bahkan Rivan dengan santai nya memperlihatkan bukti itu kepada Reni.

__ADS_1


" Kalau Aku lihat sekarang nih ya! Cara Rivan menatap Shella aja beda banget,kayak nya dalam banget deh perasaan dia untuk Shella." sahut Nindi yang beberapa kali memang sering memergoki Rivan mencuri pandang ke arah Shella dengan tatapan yang berbeda.


" Aku juga merasa seperti itu! Bahkan kemarin aja dia sempat bilang sama teman dia yang juga merupakan teman Aku tugas di rumah sakit kalau sebentar lagi dia bakal menikah dengan pacar nya yang bernama Shella."


" Benaran Ren?" tanya Nindi tidak percaya.


" Benar,kayak nya bakal secepat nya deh,mungkin nunggu Shella selesai dengan masalah nya dulu,dan setelah ini baru mereka akan membicarakan tentang hubungan mereka." ujar Reni tersenyum manis melihat sahabat baik nya kembali menemukan kebahagiaan.


" Kita kalah jauh dari Shella ya Ren! Satu aja belum dapat,ini si shella udah mau dua aja." ucap Nindi yang di sambut tawa renyah dari Reni.


" Shella kan cantik dan baik Nin,nah kita berdua kalah jauh kalau lagi jalan sama dia." timpal nya menyindir Nindi yang sedang mengulum senyum.


" Iya juga sih! Moga-moga aja setelah Shella laku nanti banyak cowok yang mendekati kita berdua." gumam Nindi lirih.


" Amin." balas Reni penuh khidmat.


" Ngomong -ngomong,Kamu ngapain udah di sini sejak tadi,nggak di cariin sama teman kerja Kamu? Jam makan siang aja udah lewat." Nindi yang baru sadar kalau mereka sudah terlalu lama mengobrol akhirnya mengingat kan Reni untuk segera kembali ke tempat tugas nya.


" Aku dah capek dari malam tadi tugas dan lembur sampai siang, sekarang waktunya Aku untuk beristirahat dulu,numpang tidur ya." Reni langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa lebar dengan jas putih kebanggaan yang menutupi sebagian tubuh nya.belum sempat Nindi menolak keinginan wanita ini,suara dengkuran halus sudah terdengar dari sofa ujung yang menandakan kalau Reni sudah jauh masuk ke alam mimpi nya.


" Cepat banget sih ni anak tidur nya! Kayak nya dia capek banget deh." gumam Nindi membiarkan saja Reni tidur di dalam ruangan nya, sedangkan dia kembali keluar mengawasi toko yang nampak selalu ramai oleh pembeli.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2