
Melihat ranjang tempat tidur dalam keadaan kosong dan sangat berantakan sekali. Membuat darah Rivan tersentak hebat.apalagi pintu balkon masih dalam terbuka dengan hembusan angin malam yang berusaha menerobos masuk melalui tirai yang menjuntai panjang.
"Di mana istri ku?" Rivan bertanya-tanya dalam hati nya.tas kerja yang dia bawa di lemparkan begitu saja dan berusaha mencari keberadaan istri nya di setiap tempat.
Setelah lelah mencari dan belum berhasil menemukan keberadaan istri nya.tanpa sengaja mata merah Rivan menangkap sosok istri tercinta sedang meringkuk di atas sofa tanpa bantal sebagai alas leher nya.
" Ya ampun sayang! Kenapa Kamu malah tidur di sini.Aku hampir saja mengira Kamu pergi dari rumah karena Aku." batin Rivan.
" Aku tidak akan membantu wanita itu lagi,maafkan Aku yang belum bisa berkata jujur kepada Kamu,sayang."Rivan lalu memindahkan tubuh Shella ke atas tempat tidur.Shella yang terganggu dengan pergerakan tangan Rivan perlahan membuka mata nya.dan betapa sorot mata Shella memancarkan sebuah kekecewaan yang mendalam kepada suami nya.
Deg...
Mata kedua nya tidak sengaja saling bersitatap dalam, Shella yang muak melihat tingkah suami nya memutus terlebih dahulu tatapan mata itu dan sengaja membuang pandangan ke arah lain.
" Maaf ya Aku ganggu tidur Kamu.kenapa tidur di sofa sayang.badan Kamu bisa pegal-pegal dan Aku khawatir Kamu dan anak kita bisa terjatuh ke lantai." ucap Rivan tapi Shella masih saja bungkam dan memiringkan tubuh nya ke arah berlawanan.
" Kamu masih ngantuk? Ya sudah tidur lah sayang.Aku mau membersihkan badan ku yang terasa sangat lengket sekali."tanpa Rivan sadari Shella yang belum memejamkan mata nya kembali di buat penasaran dengan bau parfum berbeda yang menempel di kemeja suami nya.apalagi Rivan mengakui bahwa tubuh nya saat ini sangat lengket sekali.
Begitu kamar mandi terdengar di tutup dari dalam.Shella langsung menghapus air mata yang sudah jatuh membasahi pipi nya.sandiwara yang sempat ingin dia jalankan rupanya runtuh tak berbentuk lagi.
" Apa yang Kamu sembunyikan dari Aku,Mas?"
Ketika melihat ponsel milik suami nya tergeletak di atas meja nakas.entah dorongan dari mana,Shella langsung mengambil nya dan memeriksa kembali aplikasi pesan yang sempat dia buka kemarin sore.
Setelah di lihat-lihat sampai ke bawah,Shella semakin mengernyit heran ketika mendapati nomer yang dia cari sudah hilang dari tempat nya.satu pun sisa pesan dari nomer tersebut sudah tidak tersisa lagi.
Hati Shella semakin tak karuan.mungkin kah suami nya sengaja menghapus semua bukti agar tidak ketahuan oleh nya?
Perasaan tak menentu itu dia bawa kembali tidur.apalagi menimbang suami nya pasti sudah selesai mandi dan akan segera keluar dari ruangan itu.ponsel Rivan di letakkan kembali pada posisi awal.tak ada sedikit pun niat Shella untuk menyiapkan baju ganti untuk suami nya.biar lah jika orang ingin mengatakan apapun tentang nya.yang jelas saat ini perasaan Shella sangat hancur sekali.
Setelah berganti pakaian dengan baju tidur nya.Rivan langsung ikut berbaring di samping tubuh istri nya dengan tangan yang sudah melingkar di perut besar Sang istri.Shella yang merasa muak dengan perlakuan suami nya langsung melepaskan begitu saja tangan Rivan dari perut nya dan memilih tidur agak ke tepi ranjang agar tubuh mereka tidak saling menempel.
" Sayang! Sini biar Aku peluk." ucap Rivan yang menganggap bahwa istri nya sedang mengigau.
Tak ada jawaban dari Shella, yang jelas saat ini wanita tersebut malah menarik selimut semakin tinggi untuk menutupi seluruh tubuh nya.
__ADS_1
" Sayang." Rivan bangkit dari tidur nya dan memilih duduk sambil bersandar di kepala ranjang.
" Nasi nya kenapa nggak di makan? Hmm?" tanya Rivan lembut dan perlahan mulai sadar dengan tingkah aneh istri nya.
" Sayang." panggil Rivan yang tahu jika saat ini sang istri belum tertidur lagi.
" Jangan berisik Mas! Ini masih gelap." sanggah Shella lalu bangkit dan memilih keluar dari kamar mereka lalu masuk ke dalam kamar tamu.
Rivan yang curiga dengan kepergian dan mata sembab istri nya langsung mengikuti langkah kaki sang istri yang ternyata masuk ke dalam kamar tamu dan berada tidak jauh dari kamar mereka.
" Sayang." Rivan memegang bahu Shella yang duduk di depan meja rias.Shella yang tidak ingin suami nya mengetahui kelemahan nya langsung berpindah ke tempat tidur dan membaringkan tubuh rapuh nya di sana.
" Ada apa?" tanya Rivan lagi.
" Keluar lah Mas! Lebih baik Kamu segera istirahat di kamar tadi.Kamu pasti sangat lelah sekali setelah seharian berada di luar rumah.apalagi.." Shella sengaja mengantungkan ucapan nya sehingga membuat Rivan menghela nafas gusar nya.
" Apalagi apa sayang? Kamu marah sama Aku? Aku minta maaf karena tidak bisa pulang cepat tadi malam.pekerjaan Aku sangat menumpuk sekali dan harus segera di selesaikan." Rivan ikut berbaring di samping Shella dan masih berusaha memeluk tubuh istri nya.lagi-lagi Shella menolak pelukan itu dan malah sengaja meletakkan bantal guling sebagai pemisah di antara mereka berdua.
" Sayang! Jangan begitu,Kamu kenapa menangis sesenggukan, apalagi mata Kamu juga sembab sekali.ngomong dong sayang,jangan diam saja." tanya Rivan tak sabaran.
Shella memilih menyelesaikan semua nya dini hari ini.tidak ingin masalah semakin berlarut-larut dan tentunya membuat rumah tangga nya semakin hancur dengan kejadian yang sama.
" Kamu ngomong apa sayang? Aku sungguh nggak paham." tanya Rivan masih gagal fokus.
" Di mana pesan yang sempat Aku baca tadi sore,kenapa sudah tidak ada lagi di ponsel mu? Dan siapa wanita yang sudah Kamu bantu dan Kamu antar pulang?" pertanyaan yang Shella berikan membuat Rivan membulatkan matanya dengan sempurna.rupa nya Shella sudah mengetahui semua nya sebelum dia menjelaskan terlebih dahulu.Rivan mengusap wajah nya dengan kasar sambil merangkai kata yang ingin dia sampai kan kepada istri nya.
" Kamu sudah tahu semua nya? Kamu buka pesan Aku? Kenapa nggak langsung tanya saja sayang?" Rivan mendesah kasar sambil menahan diri untuk tetap bersabar menghadapi istri nya.
" Kalau Kamu mau menjelaskan kenapa harus di hapus bukti nya? Aku yakin Kamu mungkin tetap akan diam jika Aku tidak menanyakan tentang ini terlebih dahulu." wajah Shella semakin masam di sertai nada suara yang sudah berubah.
" Baiklah! Aku akan menjelaskan semua nya kepada kamu,Aku harap setelah ini Kamu ikut tidur lagi karena Aku sangat yakin Kamu belum bisa terlelap sejak tadi malam." Shella hanya diam tanpa mau berkata-kata lagi.
Sebelum menceritakan semua nya kepada sang istri,Rivan menarik nafas dalam-dalam dan di keluarkan secara kasar.dia lupa jika ponsel nya selama ini tidak menggunakan kata sandi ataupun pengaman lain nya.apalagi tadi sore Shella memang sempat memainkan ponsel nya.salah nya Rivan tidak berkata jujur saat memutuskan untuk menjadi pihak pembela wanita itu.
" Wanita yang mengirimkan pesan kepada Aku ,nama nya Claire.dia menggunakan jasa hukum dari perusahaan kita.Aku memang beberapa kali turun membantu dia di persidangan.terus pernah juga mengantarkan dia pulang karena mobil nya di ambil paksa oleh mantan suami nya.dia sudah sering mengirim pesan di luar tugas Aku sebagai pengacara nya.tapi Aku sekali pun tak pernah berniat menanggapi nya.bahkan membuka pesan itu juga tidak pernah sayang.tadi..." Rivan membuka semua rahasia yang sempat dia sembunyikan agar tidak menjadi bumerang dalam rumah tangga nya kedepan.
__ADS_1
" Aku hanya tidak ingin membuat Kamu salah paham dan menjadi beban pikiran sayang,maka nya Aku hapus supaya Kamu tidak terbebani dengan pesan tersebut." ucap Rivan berusaha mendekati Shella tapi Shella masih saja menolaknya.
" Dengan Kamu menghapus barang bukti nya membuat Aku semakin kepikiran Mas? Aku bahkan sampai melupakan makan karena kebohongan mu itu." balas Shella membuat Rivan semakin merasa bersalah.
" Dalam hal ini Aku memang salah sayang,Aku minta maaf tidak jujur sama Kamu!Aku mohon jangan marah lagi.pliss sayang."pinta Rivan mengiba.
Shella yang masih mempertahankan ego nya memilih menatap suami nya dengan wajah cemberut,kali ini dia tidak boleh gagal memberikan pelajaran kepada suami nya yang sudah lancang membuka jalan untuk pelakor masuk ke dalam rumah tangga mereka.
" Terus di mana wanita itu? Jangan bilang kalau Kamu telat pulang karena menemani dia tidur di dalam hotel." ucap Shella dengan nada ketus nya.
" Sayang! Aku ini masih sangat waras sekali.sedikit pun tak pernah terbesit di benak ku untuk mengganti kan Kamu dengan wanita gila itu! Kamu segala nya untuk ku dan akan tetap menjadi istri ku satu-satunya.setelah ini Kamu harus makan.setelah itu baru kita lanjut kan tidur nya." Rivan langsung mengangkat begitu saja tubuh istri nya untuk berpindah ke kamar mereka.meskipun Shella sempat melakukan perlawanan dengan memukul dada nya,tapi Rivan tidak menyerah dan berhasil membawa Shella masuk ke kamar dengan pintu kamar yang sudah dia kunci.sedangkan kunci nya di simpan di dalam saku boxer nya.
" Aku sangat mencintaimu sayang,apalagi ada anak-anak kita di dalam sini.mau seberapa heboh pun bentuk wanita itu,Aku tidak akan pernah tergoda dan tetap akan pulang ke pelukan Kamu." Rivan semakin menghirup dalam-dalam aroma tubuh istri nya.
" Terus apa yang akan Kamu lakukan setelah ini?" tanya Shella akhir nya kembali membuka suara.
" Aku sudah meminta Rama untuk mengurus wanita itu,Aku juga sudah mengancam dia ketika terus mengikuti Aku kemana pun Aku pergi.dan bahkan Aku meminta Rama untuk membatalkan kerja sama kami.semua nya demi Kamu dan anak-anak kita." jawab Rivan mengecup seluruh wajah istri nya termasuk juga bibir manis sang istri.
" Awas ya kalau sampai Kamu berani berbohong lagi.blokir sekalian nomer wanita itu dari ponsel mu,sekali saja Aku mendengar Kamu kembali berbohong,jangan salah kan Aku yang akan pergi menjauh dan membawa serta anak-anak ku." ancaman Shella membuat Rivan bergidik ngeri.kedua orang tua nya akan ikut memusuhi dia jika Shella benar-benar pergi dalam hidup nya.
" Aku janji sayang,Aku tidak akan melakukan kesalahan lagi.jangan pergi....Tetap lah di samping ku sampai kita menua bersama.jika Aku salah tolong tegur Aku supaya Aku bisa segera berubah dan tidak kehilangan Kamu dan anak-anak kita."
Shella hanya mengangguk pelan dan setelah itu ikut memeluk tubuh suaminya yang sempat membuat dunia nya hancur seketika.
" Sekarang kita makan dulu ya,Kamu mau makan apa sayang,biar Aku pesan kan.susu nya juga belum Kamu minum kan?" Rivan bergegas mengambil ponsel nya mencari makanan kesukaan istri nya.
" Nggak perlu Mas! Aku mau makan telor mata sapi saja.tapi Kamu yang memasak nya." jawab Shella dengan penuh harap.
" Baiklah." jawab Rivan setuju.perkara telor mata sapi bukan lah hal yang sulit untuk Rivan yang dulu pernah hidup mandiri di luar negeri, bahkan jika istri nya ingin meminta makanan lain pun dia rasa nya masih sanggup untuk memasak nya.
Akhirnya Shella dan Rivan turun ke lantai bawah dengan Rivan yang setia menggendong tubuh istri nya.Rivan sengaja memasak dua telor mata sapi untuk sang istri. berharap istri nya makan dengan lahap dan juga banyak.
Begitu Shella sudah selesai menghabiskan makanan nya tanpa bersisa lagi.Rivan langsung mengajak Shella untuk kembali ke kamar dan membaringkan tubuh kedua nya di atas tempat tidur.
Shella saat ini sungguh merasa sangat lega sekali.bahkan tanpa menunggu lama dengkuran halus sudah terdengar dari mulut Shella di sertai dengan hembusan nafas yang sudah beraturan.Rivan tersenyum hangat sambil mencuri kecupan di wajah istri nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍