
" Dari mana saja Kamu ?" tanya Adi tersulut emosi melihat Nina yang akhir -akhir ini lebih sering keluyuran nggak jelas dan selalu pulang satu jam lebih lama dari kepulangan nya.
"Oh..I-itu Aku tadi habis ketemuan sama si Ratna, sayang." jawab Nina berkilah sehingga membuat kening Adi mengernyit bingung.
" Ratna? Siapa dia?" tanya Adi curiga.
" Itu teman Aku yang kerja di restoran sebrang mall itu loh sayang.kami sudah lama tidak bertemu dan tadi pagi dia mengajak Aku untuk ketemuan." jawab Nina mulai lancar karena sudah menemukan alasan yang cukup tepat.
" Aku nggak kenal dan nggak pernah tahu dengan wanita itu! Kemana Kamu pergi selama ini? Setiap Aku pulang kerja pasti apartemen ini dalam keadaan kosong? Bahkan sampah berserakan pun tidak sempat lagi Kamu sapu."tanya Adi sambil mengubah posisi duduk menjadi duduk.
Nina yang merasa kepergok mulai terlihat gugup.dia pikir selama ini Adi tidak pernah memperhatikan nya tapi nyata nya wanita ini salah menduga dan sekarang tidak tahu lagi harus menjawab apa.dia hanya bisa mengumpat dalam hati melampiaskan rasa kesal nya.
" A-ku hanya ingin cari angin saja sayang,bosan kalau tiap hari terus berkurung di dalam apartemen ini.Kamu kan tahu sendiri kalau sekarang Kamu sudah tidak pernah lagi mengajak Aku jalan atau pun makan di luar. Dan malah sibuk mencari mantan istri bodoh mu itu."jawab Nina lagi.
Namun Adi nampak nya tidak mudah percaya begitu saja,rambut Nina yang berantakan serta ujung Dress yang terdapat robekan besar membuat kedua pupil mata lelaki membulat lebar.
" Itu belanjaan punya siapa? Nggak mungkin punya Kamu kan?" sindir Adi yang sukses membuat Nina bungkam seribu bahasa,dia lupa kalau tadi sempat mampir ke mall karena di ajak oleh lelaki yang menyewa jasa nya.
" Itu...Aku di kasih teman ku Sayang." kilah Nina kembali harus berbohong.
" Teman mu yang hanya pegawai restoran itu tidak akan mampu membeli semua barang dengan harga di luar nalar itu? Dari mana Kamu dapat uang sebanyak itu? Aku rasa uang pemberian ku pun tidak akan cukup untuk membeli semua ini?" hardik Adi semakin menatap curiga.
" Aku ..." Nina gelapan di buat nya.semua alasan sudah dia berikan semua tapi Adi yang juga licik tidak mudah percaya begitu saja dengan permainan yang sedang dia tunjukkan.
__ADS_1
" Jangan berbohong Kamu ,Nina! Aku tahu sekali wanita macam Kamu selama ini, sekarang kasih tahu Aku seperti apa bentuk lelaki yang memberikan Kamu uang sehingga Kamu bisa belanja sampai puas begini?" Adi menatap tajam Nina dan mulai menunduk merasa takut ketahuan oleh Adi.
" Jawab." bentak Adi cukup keras sehingga membuat Nina terjingkat kaget dengan tubuh yang mundur ke belakang.
Adi langsung berdiri dan memutar tubuh Nina secara paksa di hadapan nya,pria ini semakin mengeram kesal saat mendapati ada tanda merah yang masih terlihat segar di leher Nina.
" Siapa yang memberi tanda ini kepada mu? Aku bahkan belum menyentuh mu beberapa hari ini?"tanya Adi memicing curiga.
Nina terhenyak kaget,kedua mata nya terpejam penuh dengan gurat-gurat ketakutan yang terlihat jelas di sana.belum selesai dia menjelaskan satu pertanyaan sekarang malah datang pertanyaan yang hampir membuat nyawa nya melayang.
" Sial! Padahal Aku sudah hampir bisa mengecoh lelaki ini? Kenapa Aku bisa lupa dengan bekas ciuman si Hendro sih." Nina mengumpat kesal merutuki kesalahan yang dia perbuat sendiri.
" Sa-sayang, Aku tadi kepanasan di mall dan tidak sengaja menggaruk nya sampai berwarna merah begini."gumam nya lirih di tengah rasa panik.
" Aww...Ampun sayang!Sakit...Jangan lakukan itu lagi." mohon nya berusaha melepas mahkota indah nya dari cengkraman tangan Adi.
" Wanita tidak tahu diri? Di mana Kamu mangkal selama ini? Aku bahkan sudah mengorbankan rumah tangga ku hancur karena kehadiran mu,tapi Kamu malah sibuk melayani pria lain di luar sana,sekali murahan Kamu akan tetap murahan di manapun itu!" ujar Adi dengan mata berkabut amarah,tak ada lagi tatapan penuh damba atau cinta,yang tersisa saat ini adalah sebuah penyesalan bercampur rasa malu jika sampai orang -orang tahu bagaimana kisah hidup nya setelah melepas istri sah malah mendapat kan wanita yang tidak tahu terimakasih seperti ini.
" Jaga ucapan mu Mas! Kamu sendiri yang meminta Aku untuk menjadi pacar mu,kalau rumah tangga mu hancur dan rusak,itu bukan salah ku karena Kamu sendiri yang suka bermain-main dengan wanita." Nina malah menjawab tuduhan itu sehingga membuat Adi semakin hilang kendali menambah rasa sakit di kepala nya.
" Aww...Sakit brengsek..." teriak Nina ikut emosi.
" Aku memang brengsek! Terus sebutan apa yang pantas untuk Kamu yang begitu menjijikkan ini." Adi langsung melempar paksa tubuh Nina ke atas ranjang.melihat pemandangan indah di balik dress pendek yang dia kenakan,mendadak perkutut Adi langsung merespon dengan cepat karena sudah beberapa hari ini mereka tidak berolahraga karena Adi yang selalu sibuk dengan pekerjaan dan juga sibuk meratapi kepergian mantan istri sah nya.
__ADS_1
Adi menyeringai nakal dan melepas paksa ikat pinggang yang di pakai lalu mengikat tangan Nina dengan begitu erat.semua pakaian yang melekat di tubuh wanita ini di tarik paksa oleh Adi.kedua mata nya kembali membulat sempurna saat melihat sekujur tubuh Nina di penuhi oleh tanda merah yang ada di mana-mana.
" Ini yang Kamu maksud bekas gatal? Hah?" teriak Adi di depan wajah Nina yang sudah ketakutan.Nina hanya bisa menggelengkan kepalanya karena takut terjadi sesuatu kepada diri nya.
Tanpa pemanasan atau pendinginan sekalipun,Adi langsung menyatukan paksa tubuh mereka berdua sehingga membuat Nina menjerit kesakitan,belum lagi tadi pagi hingga sore menjelang dia baru saja selesai melayani tamu jinak nya.ingin menolak permainan kasar yang di lakukan oleh Adi di bawah sana,tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain hanya bisa pasrah dengan rasa sakit yang menjalar di tubuh nya.
" Hmm..Ssss." rasa nikmat dan perih itu bercampur menjadi satu sehingga membuat Nina seperti wanita bodoh.bohong jika dia tidak menikmati permainan gila ini, tapi rasa perih di bawah sana sering kali membuat erangan panjang nya berubah menjadi suara yang merintih.Adi terus menghentakkan pinggulnya dengan begitu kuat tanpa mau memperdulikan Nina yang menahan sakit di bawah nya.
" Ini kan yang Kamu mau dan Kamu cari dari lelaki itu? Sekali ****** maka Kamu akan tetap menjadi ****** sampai kapan pun." ucap Adi begitu kasar nya.
Tidak tak lagi memperdulikan cacian yang keluar dari mulut Adi,yang dia inginkan saat ini adalah sebuah pelepasan yang mampu membuat tubuh nya tenang.
Nina hanya bisa memejam kan mata nya mencoba menikmati permainan kasar yang Adi berikan,sangking kasar nya dan sangat cepat sekali sehingga membuat Adi terlebih dahulu bergetar seraya mengerang hebat.
" Ahhh...Shella sayang."
Begitu lah kalimat yang lolos dari mulut Adi di saat dia sudah berhasil mendapatkan pelepasan nya,kalimat yang membuat hati Nina semakin terasa di iris-iris oleh ribuan silet tajam,tanpa bisa di tahan lagi air mata nya menetes begitu saja ,sudah tidak bisa mendapatkan kepuasan untuk diri nya sendiri,di tambah lagi rasa sakit yang kian menyiksa di bawah sana,dan terakhir Adi malah menyebut nama mantan istri nya di saat dia tengah berjuang memuaskan lelaki yang masih memejamkan mata di samping nya.lengkap sudah penderitaan Nina hari ini.ingin marah tapi tubuh yang sudah lelah memaksa dia untuk segera terlelap dalam mimpi nya.
Sedang kan Adi yang cukup sadar dengan apa yang dia lakukan dan dia ucapkan barusan,memilih diam karena sejujur nya memang tubuh Shella yang ada di bayangan nya saat menyentuh Nina tadi.
" Aku tidak akan membiarkan Kamu lolos begitu saja! Setelah hidup ku hancur seperti ini." Adi membatin mengintip Nina menggunakan ekor mata nya.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍
__ADS_1