Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 77


__ADS_3

Reni dan juga Tomi sudah pamit terlebih dahulu kembali ke ibu kota.tinggal lah Nindi yang sedang berbulan madu dengan suami nya dan juga Shella yang ikut-ikutan menikmati liburan yang sangat langka ini.


" Haii...Boleh Aku duduk di sini?" tanya Shella kepada kedua orang gadis yang sedang duduk di dekat kolam ikan.


Saat ini Rivan masih tertidur setelah lelah bergadang melanjutkan projek adek bayi dan menyelesaikan sejumlah berkas yang masih menunggu konfirmasi dari dia.


Lala dan Lili sontak saja mengalihkan pandangan mata mereka hingga tertuju langsung kepada Shella yang sedang tersenyum manis.


" Bo..Boleh Nona muda! Duduk di sini saja karena di sana ada sedikit lumpur yang menempel di batu nya." ujar Lala memberitahu.sudah 2 hari Shella menginap di Villa ini dan ini adalah kali pertama Shella bisa berinteraksi langsung dengan kedua gadis yang berhasil mencuri perhatian nya sejak dua hari yang lalu.


" Jangan panggil Nona muda, panggil saja Aku Mbak Shella." tawar Shella yang bergegas duduk di tempat yang di tunjuk oleh Lala.


" Ja-ngan Nona muda ! Nanti..." belum siap gadis remaja ini menyelesaikan ucapannya namun sudah di bantah lebih dulu oleh Shella yang tidak ingin mendengar alasan apapun.


" Tidak akan ada yang memarahi kalian,masa Mas Rivan di panggil Abang terus Aku di panggil Nona muda,bukan kah itu tidak adil untuk Aku?" Shella pura-pura memasang wajah cemberutnya agar kedua gadis cantik ini mau mengikuti keinginan nya,Shella yang tidak punya saudara kandung merasa sangat tertarik sekali ingin lebih dekat dengan kedua nya.


" Baiklah Mbak Shella." ucap Lala pasrah.


Shella mengangguk sambil tersenyum senang.


" Siapa nama kalian berdua? Sejak kemarin Aku sering memperhatikan kalian tapi Aku belum tahu siapa nama asli kalian?" tanya Shella berusaha mendekatkan diri.


"Aku Lala dan ini Lili adik ku." jawab Lala menjelaskan secara singkat.


"Lala ...Lili..Apa kalian tidak sekolah hari ini?" tanya Shella lagi.


" Kebetulan hari ini Kami sedang libur Mbak! Dan akan kembali masuk sekolah hari Senin besok." Shella,Lala dan Lili terlibat obrolan seru dan sesekali terdengar suara tawa dari ketiga wanita Tersebut.


" Mau kah kalian mengajak Aku keliling Villa ini? Aku bahkan belum sempat melihat keindahan Villa ini karena Mas Rivan yang masih sibuk dengan pekerjaan nya." pinta Shella yang sebenarnya juga merasa jenuh jika harus terkurung terus di dalam kamar.


" Boleh Mbak! Mau sekarang atau nanti sore saja?" balas Lala antusias.


" Sekarang aja gimana?" tanya Shella lagi dan di balas anggukan kepala dengan kompak oleh kedua gadis cantik tersebut.


Dengan memakai topi di kepala nya,Shella berjalan dengan di apit oleh Lala dan juga Lili yang menggandeng tangan Shella layak nya sahabat mereka sendiri.Bibi bersama suami nya yang melihat pemandangan itu dari pintu bagian belakang hanya bisa tersenyum simpul sambil menghela nafas lega.


" Nona muda kita sangat baik sekali dan bahkan tidak segan untuk berdekatan dengan Lala dan juga Lili." ucap Bibi lirih.


" Setiap orang berbeda-beda Bu! Ada mereka yang bisa menghormati orang lain dan ada pula yang suka menyakiti perasaan orang lain.tapi Tuan muda cukup beruntung memiliki pasangan hidup yang sangat sempurna sekali." timpal suami Bibi nimbrung.


Masih ingat jelas di ingatan kedua pasangan paruh baya ini bagaimana sikap mantan kekasih Rivan dulu jika dia sedang menginap di Villa sebelah.wanita itu bahkan memperlakukan mereka dengan sangat buruk sekali, berbeda jika Rivan sedang ikut bersama nya maka wanita licik itu akan memasang wajah manis nya yang begitu memuakkan.

__ADS_1


Di dalam kamar,Rivan yang baru saja terbangun dari rasa kantuknya saat pukul 10 siang.mendapati istri nya sudah tidak ada lagi diatas ranjang dan kamar juga terlihat begitu sepi sekali.


" Sayang." panggil pria tersebut saat mendapati tak ada respon dari istri nya.


Biasa nya jika Rivan masih tidur maka Shella akan menunggu nya di samping ranjang atau tidak wanita itu akan pamit terlebih dahulu untuk memasak di dapur.tapi pagi ini Shella tidak mengatakan apapun dan tirai kamar juga masih tertutup rapat.


" Sayang...Shella." panggil Rivan sekali lagi.


Rivan lalu bangkit dari ranjang dan memeriksa seluruh bagian yang ada di sana tapi sedikit pun tidak ada jejak istri nya di sana.pria ini langsung mengerang cemas dengan ketakutan yang menjalar di kepala nya.


"Sayang! Jangan bercanda dong, ayok keluar." titah Rivan berkacak pinggang dengan tubuh polos nya.


Lelah memanggil tapi sang istri tak kunjung juga datang,Rivan langsung memakai asal celana tidur dan juga kaos santai nya.


" Sayang..." teriak Rivan dari lantai atas ketika melihat tak ada istri nya di lantai bawah.Bibi yang sedang mengunci pintu teras belakang berlari menghampiri tuan muda nya.


" Maaf Tuan muda,tadi Nona pamit pergi keliling sekitar sini dengan di temani oleh Lala dan juga Lili." ucap Bibi memberitahu.


" Oo...Sejak kapan mereka keluar Bi?" tanya Rivan mendesah lega.


" Setengah jam yang lalu Tuan!"


" Baiklah." Rivan kembali ke kamar nya untuk membersihkan tubuh dan segera berganti pakaian dengan menggunakan celana selutut dan juga kaos longgar.


Rivan menyusuri jalan setapak untuk mencari istri nya, setelah berkeliling hampir 10 menit lama nya, akhirnya Rivan bisa melihat jika saat ini Shella dan kedua gadis itu sedang menikmati es kelapa sambil duduk menghadap laut.


" Nah ketangkep." ucap Rivan langsung menutup mata Shella menggunakan tangan nya,Shella yang sedang menikmati es kelapa di tangan nya langsung tersedak kaget sambil batuk-batuk.


" Maaf sayang! Aku sudah menyakiti Kamu." ucap Rivan merasa bersalah dan membantu dengan menggosok punggung istri nya.


" Kamu kenapa bisa ada di sini sih Mas? Ngagetin aja deh." Shella cemberut sambil mengusap dagu yang kotor oleh cipratan air kelapa nya.


" Harus nya Aku yang nanya seperti itu? Kenapa Kamu pergi sendirian tanpa membangunkan Aku terlebih dahulu?" tanya Rivan mengintimidasi.


"Maaf..Tapi Kamu tadi tidur nya sangat nyenyak sekali.dan Aku tidak jalan sendirian melainkan bersama kedua adik ku yang begitu manis sekali." Shella mengalihkan perhatian nya kepada kedua gadis yang sejak tadi menonton pembicaraan mereka berdua.


" Sejak kapan mereka menjadi adik mu? Setahu ku mereka berdua tidak punya saudara lain selain mereka berdua?" ledek Rivan mengulum senyum ketika berhasil mengerjai istri nya.


" Mas! Jangan bercanda deh, udah Kamu lebih baik pulang ke Villa saja karena Aku masih ingin menikmati pantai bersama Lala dan juga Lili." bukan nya menjauh Rivan malah semakin memeluk Shella dengan begitu intens nya.Lala dan Lili yang melihat pemandangan romantis ini tersenyum tipis melihat Rivan yang dulu kaku dan tidak banyak bicara akhirnya berubah ketika berada di tangan istrinya.


" Yakin Aku nggak boleh ikut gabung sama kalian? Padahal Aku sudah menyiapkan mobil untuk kita pergi ke pantai Jimbaran loh!" seru Rivan pura-pura terlihat kecewa.

__ADS_1


" Beneran Mas? Kamu nggak lagi ngerjain Aku kan?" tanya Shella memastikan dan sedetik kemudian sudah ada mobil milik suami nya berada tepat di depan mereka.


" Ya beneran lah sayang,jadi gimana? Masih mau ngusir Aku atau tetap berada di sini?" tawar Rivan mengulum senyum.


" Kita mau ikut Kamu ke pantai Jimbaran aja deh." Shella Langsung menarik tangan Lala dan Lili untuk masuk ke dalam mobil.sedangkan Rivan tertawa kecil mengikuti mereka dari arah belakang.


" Kami pulang saja Mbak! Nanti kalau Ibu nyari gimana? Lagian ini kan liburan Mbak sama Abang Rivan." sergah Lala merasa tidak enak.


" Tadi Abang sudah pamitan sama Bibi dan kalian boleh menemani istri ku sampai nanti sore." jawab Rivan bergegas menyalakan mobil sebelum kedua gadis itu kembali mengeluarkan alasan lain.


Mobil yang di kemudikan oleh Rivan melesat dengan begitu cepat tanpa ada kendala.menikah dengan seorang pengusaha kaya membuat hidup Shella semakin bahagia dan lebih mudah melakukan apapun.bukti nya sekarang ini,di saat mereka tidak menyiapkan baju ganti untuk nanti bermain di pantai,Rivan dengan senang hati menemani istri nya membeli baju ganti di sebuah butik dan tidak lupa juga membeli kan pakaian ganti untuk kedua adik yang baru ketemu besar.


" Kenapa banyak sekali punya kita berdua Mbak?" tanya Lala ketika membawa satu paperbag khusus untuk diri nya dan satu paperbag lagi di tangan Lili.


" Itu untuk kalian jika di rumah nanti! Kemarin Mbak nggak tahu kalau ada kalian di Villa,jadi belum sempat membawa oleh-oleh untuk kalian.nggak papa kan kalau Mbak ganti dengan baju ini?" tanya Shella memastikan.untuk dia dan suami nya ,Shella hanya membeli dua Potong baju saja.


"Harus nya tidak perlu Mbak!Baju kita masih banyak di Villa." sanggah Lala semakin merasa bersalah.


" Terima saja La,Li! Anggap saja itu hadiah dari kami berdua untuk kalian,harus rajin membantu Ibu dan jangan keluyuran nggak jelas di luar sana." tegas Rivan ketika melihat kedua gadis itu masih saja menolak pemberian istri nya.


" Iya Bang! Terimakasih." ucap kedua nya pasrah.


Begitu sampai di pantai Jimbaran,ke empat orang tersebut langsung mencari tempat duduk untuk meletakkan semua barang-barang mereka.dengan memakai kaca mata hitam Shella berlari kecil mengejar ombak sampai membuat baju nya basah hingga ke atas dada.Lala dan Lili yang sama sekali belum pernah datang ke pantai ini juga terlihat bahagia sekali bisa merasakan liburan ala sultan.bahkan kedua nya dengan bebas menikmati semua permainan menarik yang ada di pantai ini.Rivan dan Shella begitu memanjakan kedua adik nya sampai mereka puas dan kembali dengan wajah lelah.


" Mas! Aku boleh mandi lagi ya?" tanya Shella kepada suami nya yang sedang tiduran dengan memakai kaca mata hitam.


" Nggak boleh sayang! Tuh lihat baju Kamu sudah basah semua sehingga membuat tubuh Kamu tercetak jelas. Duduk di sini saja sebentar lagi pesanan kita sampai." tukas nya santai sambil memberi selembar handuk kering untuk menutupi tubuh Shella.


" Nama nya juga main di pantai ada air nya,ya sudah pasti basah dong Mas! Kamu ini gimana sih?" Shella langsung cemberut melilit handuk di tubuh nya.


" Jangan membantah sayang! Aku tetap nggak akan mengizinkan dengan alasan apapun itu." tegas Rivan lalu memindai pelayan yang datang membawakan sejumlah pesanan mereka.


Lala dan Lili yang tahu jika Rivan begitu posesif kepada istri nya memilih diam karena mereka juga sudah merasa puas sekali bermain di pantai ini.


" Makan lah yang banyak! Sebelum kita pulang ke Villa lagi." ucap Rivan mengingat kan.


Lala dan Lili mengangguk patuh tidak berani bersuara lagi.


" Jangan pulang dulu Mas! Satu jam lagi boleh ya? Janji deh nggak mandi lagi dan hanya duduk di sini saja." tawar Shella yang masih merasa betah berlama-lama di pantai ini.


" Baiklah! Satu jam lagi ."kali ini Rivan mengalah karena tidak ingin membuat istri nya bertambah marah.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2