Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 65


__ADS_3

Akhirnya hari bahagia yang telah di nanti pun tiba, penampilan Shella begitu sempurna hari ini dan tentu saja semua ini berkat tangan dingin sang Mama mertua.beda sekali dengan masa lalu nya yang harus bekerja keras sendiri dengan pernikahan alakadarnya.


Antara Bu Ela dan juga Bu Titin mantan mertua nya dulu sangat jauh berbeda.meskipun berasal dari keluarga kaya raya tapi tak membuat wanita paruh baya yang sudah di panggil Mama oleh Shella merendahkan calon menantu nya, justru dia sangat menghargai dan memperlakukan Shella begitu lembut seperti tisu bersih yang tidak ingin tersentuh oleh noda sedikitpun.


Kebaya modern yang melekat di tubuh Shella di tambah lagi dengan riasan wajah yang spektakuler membuat Shella begitu bersinar siang ini.


Bu Ela dan Kedua sahabat nya akhirnya masuk ke dalam kamar untuk menjemput Shella yang seperti nya sudah selesai berdandan cantik.


" Aduh Kamu kok cantik sekali sayang,Rivan pasti pangling melihat penampilan mu hari ini." ucap Bu Ela tersenyum hangat menatap wanita muda yang sebentar lagi akan sah menjadi menantu nya.


" Makasih Ma." jawab Shella gugup.


" Mama keluar dulu ya,nanti 5 menit lagi Kamu turun dengan di dampingi Reni sama Nindi." ucap Bu Ela menggenggam kedua tangan Shella yang terasa begitu dingin sekali.


" Tangan mu sangat dingin sekali sayang,santai saja dan jangan lupa berdoa supaya di lancar kan semua nya." ucap Bu Ela menasehati Shella.


" Iya Ma.terimakasih sudah menerima kehadiran Shella yang tidak sempurna ini." Shella mendadak mellow dengan mood yang tiba-tiba memburuk.


" Mama yang harus nya berterimakasih,Mama tunggu Kamu di luar ya." Bu Ela mengusap penuh kasih sayang punggung Shella,dia terpaksa menyudahi pembicaraan karena tak ingin ada pertumpahan air mata yang akan berakhir merusak riasan makeup yang sudah menempel sempurna di wajah Shella.


Kedua sahabat nya kompak menggunakan kostum Bridesmaid warna Sage.


" Aduh cantik sekali calon istri nya Bapak pengacara Rivan." celetuk Nindi begitu berdiri di samping Shella dan melihat Shella yang sudah mengenakan baju akad.


" Kalian dari mana saja,Aku dari tadi nyariin kalian dan Aku sungguh sangat gugup sekali, meskipun ini bukan merupakan pernikahan pertama untuk ku,tapi tetap saja rasa nya sungguh sangat aneh dan juga deg-degan." tutur Shella dengan tungkai kaki yang terasa lemas.


" Kita lagi ngurusin calon suami kita dong Shel! Kamu kan tahu sendiri bagaimana kelakuan kedua Pak Dokter itu." Nindi mendengus kesal ketika kembali membicarakan Satria yang kekeuh ingin menggunakan kemeja biasa padahal mereka sudah di sediakan kostum yang senada dengan para wanita.


" Aku aja sampai puyeng ngeliat mereka berdua,udah ayok kita turun sekarang juga,mempelai pria nya sudah siap dari tadi."ajak Reni yang juga sedang kesal.

__ADS_1


Mereka berjalan dengan sangat pelan sekali dengan Shella yang berada di tengah dan samping kiri kanan ada kedua sahabat nya yang akan mengantarkan dia sampai ke meja akad.sementara untuk keluarga dan para tamu undangan yang hadir di persilahkan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Seperti yang di ucapkan oleh Ibu mertua nya tadi ketika berada di dalam kamar hotel,Rivan saat ini tidak bisa berkedip sedikitpun dan juga tidak mau mengalih kan pandangan mata nya ke arah lain.sedangkan Shella yang duduk di samping Rivan memilih menunduk karena tidak sanggup lagi untuk menatap wajah Rivan.


" Apa kah pengantin pria sudah siap?" tanya penghulu yang duduk di depan Rivan.


" Siap." jawab Rivan lantang.


" Apakah pengantin wanita sudah siap?" tanya penghulu beralih menatap wajah Shella.


" Siap." jawab Shella lirih di sertai anggukan kepala kecil nya.


Proses ijab kabul pun di mulai dengan penghulu yang menjadi wali nikah untuk Shella.


" Saya terima nikah dan kawin nya Shella Anggraini binti Jamaris dengan mas kawin tersebut tunai." Rivan mengucap ijab qobul itu dalam satu kali tarikan nafas saja.


" Sah."


" Sah."


" Sah."


Kata sah yang menggema dari para saksi dan disahuti dengan kompak oleh para tamu undangan membuat kedua pengantin akhir nya bisa bernafas lega.


Shella mengecup punggung tangan suami nya dengan penuh khidmat dan tanpa terasa bola mata indah nya mengeluarkan cairan bening yang sudah sejak tadi ingin menerobos dinding pertahanan nya.Rivan pun membalas mengecup kening Shella yang terasa begitu hangat dengan mata yang juga ikut berkaca-kaca.


Setelah prosesi akad nikah selesai,kedua pengantin di bawa kembali masuk ke dalam kamar ganti tempat di mana semua gaun dan alat makeup tersimpan rapi.


" Akhirnya bapak pengacara hebat ini berhasil juga untuk mempersunting Ibu Shella yang begitu susah untuk di gapai." ledek Nindi yang ikut menemani masuk ke dalam kamar ganti.

__ADS_1


" Ya nggak usah di genggam terus dong Shel tangan suami Kamu! Takut amat di ambil sama Nindi."celetuk Reni dengan senyum mengejek.


" Apaan sih Ren! Nindi nggak doyan yang kayak begini,dia itu udah bucin abis sama Pak dokter Bedah." sungut Shella.


Shella tanpa berpikir panjang langsung mengecup pipi Rivan sehingga membuat Nindi mendelik tak suka , sementara Rivan justru tersenyum penuh kemenangan melihat aksi jahil istri nya yang sangat menguntungkan untuk diri nya.


" Benar-benar teman nggak ada pengertian banget sih Kamu, Shel." umpat Nindi dengan wajah kesal lalu keluar menemui kekasihnya.


" Hahahaha..." Shella dan Reni langsung tertawa puas berhasil mengerjai Nindi yang seperti nya sudah kebelet ingin menikah.


Resepsi malam ini di gelar dengan begitu mewah,tepat hari ini juga Rivan dan juga ayah nya terpaksa mengumumkan identitas diri Rivan yang sebenernya karena ada seseorang yang sudah terlanjur membocorkan rahasia penting ini kepada media.tidak ingin kecolongan lagi,Pak Hasan memilih mengatakan yang sebenarnya tetapi tetap waspada akan kemungkinan buruk yang akan terjadi ke depan nya.Rivano Prasaja Bakri adalah pewaris tunggal Akasia Bakri company.dan detik itu juga berita ini menjadi trending topik di berbagai media sosial.


Rivan menyerah kan semua nya kepada sang Ayah ,sedangkan dia sedang sibuk menemani Shella berganti kostum untuk yang kedua kali nya.


Ada begitu banyak tamu undangan yang hadir dalam pernikahan mereka berdua,di antara para tamu itu datang juga anak-anak rumah singgah yang di beri tempat duduk secara khusus paling kanan dan tentu nya di barisan paling depan.


" Selamat ya Kak Shella dan Bang Rivan. Semoga keluarga kecil kalian selalu di berkahi dan di berikan kebahagiaan." ucap Tino yang merupakan salah satu guru tetap yang mengajar anak-anak tersebut.


" Terimakasih No." jawab Rivan tersenyum hangat.


" Selamat ya kak,Abang.nggak nyangka kalian bisa menikah secepat ini.jangan lupa beri kami keponakan yang lucu-lucu." ucap Windi yang juga merupakan guru tetap di rumah singgah.


Di belakang barisan anak-anak rumah singgah,ikut juga keluarga Pak Manto yang yang rela berdesak-desakan demi bisa bersalaman dengan kedua pengantin.


" Aku diam bukan berarti Aku kalah,Aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya akan menjadi milik ku." bisik Annisa dengan suara yang sangat pelan dan hanya mampu di dengar oleh mereka berdua.dia lalu beralih menatap Rivan dengan tersenyum Centil dan berusaha memeluk Rivan tapi di tolak mentah-mentah oleh Rivan yang sudah mengetahui bagaimana gila nya Annisa selama ini.


Shella yang tidak mengerti maksud dari ucapan gadis muda itu mengernyit heran karena sebelumnya mereka juga tidak mengenal begitu dekat, pernah bertemu tapi tidak pernah saling menyapa.berbeda sekali dengan kedua orang tua nya yang justru sudah berlapang dada menerima kenyataan yang ada di depan mata mereka.


Setelah berjam-jam menyambut dan menyapa para tamu undangan yang hadir, akhirnya acara pesta resepsi pernikahan Shella dan Rivan berakhir dengan aman dan damai.

__ADS_1


Rivan langsung menggendong Shella masuk ke dalam kamar khusus yang sudah di persiapkan untuk mereka melaksanakan malam pertama.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2