
Sebelum matahari terbenam,berita penangkapan Sunu sudah sampai ke telinga Rivan.dia memilih menyimpan rapat kabar bahagia ini dan tidak berniat menceritakan sedikit pun kepada Shella dan juga kedua orang tua nya.setidak nya untuk saat ini keluarga Bakri sudah dijauhkan dari manusia serakah seperti Sunu dan juga ayah nya.
Ibu angkat dari Sunu atau adik ipar dari Bu Ela ini hanya bisa pasrah melihat polisi meringkus paksa putra nya yang sedang berbaring di atas sofa ruang tamu.tak ada perlawanan dan tak ada yang bisa di lakukan nya sekarang karena semua harta yang sudah mereka kumpulkan sudah habis terjual dan di gadai oleh Sunu sendiri.
" Semoga saja Kamu bisa berubah begitu menginap di dalam penjara sana! Ibu sadar sudah salah dalam cara mendidik Kamu selama ini.maafkan Ibu yang belum bisa menjadi Ibu terbaik untuk Kamu,nak." gumam Bu Ida menangis dalam hati.penyesalan memang datang terlambat.ketika semua sudah berubah dan menghilang, untuk meminta kembali terasa begitu susah.seperti itu lah yang di rasakan oleh Bu Ida sekarang ini.meminta ampunan dan pertolongan dari kakak ipar yang sering dizolimi bersama suami nya rasa nya tidak mungkin karena dia sudah tidak punya muka lagi untuk bertemu langsung dengan Bu Ela.
" Suatu hari nanti Aku akan datang memohon maaf mu Mbak! Tapi belum untuk sekarang karena Aku juga bingung mau mengatakan apa nanti nya." Bu Ida menutup pintu rumah setelah mobil polisi yang membawa anak nya semakin menjauh dan tidak terlihat lagi.Bu Ida memilih menulikan telinga nya ketika para tetangga berkumpul membicarakan keluarga nya yang sangat hancur.ingin marah tapi dia sangat sadar bahwa yang mereka bicarakan benar ada nya.
***
Di dalam sebuah kamar mewah,Shella yang sejak tadi sore tidak sengaja membaca beberapa pesan yang masuk ke ponsel suami nya di buat uring-uringan.apalagi saat ini Rivan masih belum juga pulang dari kantor setelah tadi sore sempat mengantar dia untuk beristirahat di rumah saja.
Sudah puluhan kali Shella mencoba menghubungi suami nya,tapi nyata nya satu pun tidak ada yang tersambung.
"Mas Rivan, bagaimana kalau malam ini kita makan malam berdua, sebagai tanda terima kasih Aku karena sudah membantu Aku selama ini, terimakasih juga karena tadi malam Mas sudah mengantarku pulang ke rumah." Shella masih mengingat jelas isi pesan tersebut dan beberapa pesan lain nya.
Luka di masa lalu membuat Shella semakin takut untuk melangkah dan hanya menangis dalam diam.
Beberapa hari ini entah kenapa perasaan Shella selalu merasa tidak enak dan lebih mudah cemburuan.
" Permisi Bu!" Bi Evi yang sudah sejak tadi mengetuk pintu kamar Shella terpaksa menerobos masuk ketika tak mendapatkan sambutan dari dalam kamar.
" Eh iya Bi,ada apa?" tanya Shella berusaha bersikap tenang.
__ADS_1
" Sejak tadi Ibu belum makan malam.Ibu sedang hamil besar dan tidak boleh seperti ini.susu nya juga belum Ibu sentuh." ujar Bi Evi mengingat kan.terlebih lagi saat melihat susu yang sejak tadi dia siapkan masih utuh di dalam gelas yang berada di atas nakas.
" Makanan nya bawa ke kamar aja ya Bi! Aku lagi malas untuk turun.jangan banyak -banyak karena Aku baru siap makan roti." bohong Shella karena merasa selera makan nya menguap begitu saja setelah memikirkan kebenaran tentang suami nya.
Bibi Evi mengangguk menyetujui permintaan Shella.tanpa merasa curiga sedikitpun dengan tingkah aneh Shella.Bi Evi langsung turun kebawah mengambil makan malam yang sangat tertunda untuk majikan nya.jika Rivan mengetahui tentang hal ini sudah pasti pria tersebut akan marah besar kepada para asisten rumah tangga yang di anggap tidak becus menjaga istri nya.
Shella hanya menyentuh sedikit saja makanan tersebut, selebihnya di simpan kembali ke atas nakas.bahkan susu yang baru saja di antar oleh Bi Evi di biarkan begitu saja tanpa berniat untuk menyentuh nya sedikit pun.
Shella berbaring sambil mengusap perut nya yang terus saja bergerak sejak tadi.
" Apa yang harus Mama lakukan sayang!Mama sangat takut tapi Mama juga nggak bisa melakukan apa-apa." gumam Shella lirih menatap langit -langit kamar dengan mata berkaca-kaca.
Berulang kali Shella menghela nafas berat nya.apalagi mengingat tadi sore suami nya berjanji akan pulang cepat untuk menemani dia makan malam.tapi nyata nya sudah jam 11 malam.Rivan masih belum sampai di rumah dan tak ada satupun pesan yang masuk dari nomer nya.
Sekitar pukul 1 malam,Shella kembali terbangun karena merasa sesak dan ingin segera ke kamar mandi.tubuh Shella semakin lemas ketika melihat ranjang di samping nya masih kosong tanpa kehadiran suami nya.
Dengan rasa kecewanya Shella melangkah masuk ke dalam kamar dan menumpahkan segala tangis sesak nya dengan di iringi suara air mengalir.
" Apa benar yang Aku baca di ponsel mu tadi sore Mas! Apa ini yang di namakan cinta?" teriak Shella melampiaskan rasa gundah nya.
" Aku nggak nyangka ternyata Kamu sama saja seperti dia.apa lagi kurang nya Aku sampai Kamu mencari wanita lain untuk hidup mu."
Kapan dunia akan berpihak kepada ku."sudah satu jam lebih berada di kamar mandi, setelah melihat tubuh nya yang sudah menggigil kedinginan. Shella akhir nya melangkah keluar dengan mengalungkan handuk di punggung nya.
__ADS_1
Dingin nya guyuran air shower membuat kepala Shella semakin terasa pusing.setelah berganti pakaian Shella memilih keluar dari kamar untuk melihat keadaan rumah yang sudah sepi tanpa ada aktivitas.Shella kembali masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh di atas sofa.rasa pusing yang semakin menjadi-jadi di kepala nya membuat Shella terpaksa memejamkan mata dan tanpa sadar kembali tertidur dengan posisi yang tidak nyaman untuk nya.
Sedangkan di dalam kantor nya.Rivan yang baru selesai mengerjakan pekerjaan nya langsung membentang kan kedua tangan di udara.rasa lelah dan ngantuk bercampur menjadi satu.terlebih lagi tanpa dia sadari saat ini jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari.
" Sial! Sudah jam segini lagi,pantas saja Aku tidak mendengar Shella menelpon.ternyata ponsel nya mati." ucap Rivan membuat Rama ikut menertawai kecerobohan bos nya.
" Lebih baik kita pulang dulu bos,besok lagi kita sambung nya.kasihan Nona Shella pasti sejak tadi sudah menunggu Bos untuk pulang ke rumah." Rama yang juga sudah merasa lelah terus mendesak Rivan untuk segera pulang agar dia juga bisa segera pulang ke apartemen nya.
" Ini semua gara-gara wanita penggoda itu! Pantesan saja suami nya selingkuh,wong istri nya sendiri tidak bisa menjaga diri.kalau bukan karena terpaksa bertemu di restoran tadi dan mendengar ancaman nya yang tidak masuk akal itu,Aku tidak akan mau menemani dia makan malam.besok tolong Kamu urus wanita itu supaya tidak mengusik hidup ku lagi.Aku tidak ingin istri ku curiga dan menjadi marah.apalagi saat ini dia sedang hamil besar." seharusnya sejak tadi pekerjaan Rivan sudah selesai di kerjakan jika saja wanita yang mengirimkan pesan itu tidak datang dan menguntitnya kemana pun dia pergi.Rivan terpaksa menerima tawaran nya karena sudah lelah menghindari wanita tersebut.bahkan dengan cara kasar pun wanita ini masih saja bebal dan terus berlagak jika di antara mereka ada hubungan khusus.
" Siap Bos! Bukan kah dari awal sudah Aku peringatkan, wanita itu terlihat sangat aneh dan selalu ingin menempel sama Bos.bahkan di depan mantan suami nya saja dia tidak sungkan untuk menangis di dada Bos.Aku awal nya sudah curiga apalagi ketika mendengar fakta yang di berikan oleh mantan suami nya." balas Rama membuat Rivan mengusap wajah dengan kasar.sudah begitu banyak sekali rahasia yang dia tutupi dari istri nya.bukan karena ada sesuatu melainkan Rivan takut istri nya akan marah dan menjadi kepikiran.
" Tadi Aku sudah mengancam akan melaporkan dia jika masih saja mengganggu hidup ku.Aku tidak mau masalah ini sampai ke telinga Shella.pokok nya Kamu urus sampai beres dan putuskan kerja sama kita dengan dia.Aku tidak ingin lagi membantu dia merebut harta gono-gini nya.terlebih lagi rumah tangga ku yang akan menjadi ancaman nya." Rivan langsung melangkah keluar dengan menenteng tas kerja nya.jas mahal nya sudah tidak berada pada tempat nya menandakan bahwa pemilik nya sedang gerah dan memanas.
" Beres Bos! Begitu sampai di rumah Aku akan langsung meminta Dono untuk menemui wanita itu besok pagi.Bos tenang saja ,biar Aku yang menyelesaikan nya.tapi ingat lain kali jangan mau termakan lagi oleh drama seorang wanita modelan orang-orang sawah." sindir Rama langsung berlari keluar dari lift sebelum kepala nya terkena hantaman keras.
Malam ini Rivan mengemudi kan mobil nya sendiri.sore tadi dia sengaja meminta sopir pribadi untuk tidak ikut karena sedang ingin menikmati mengendara tanpa bantuan orang lain.Tepat pada pukul setengah empat pagi.mobil Rivan mulai memasuki pekarangan rumah nya.para security yang berjaga langsung membuka gerbang depan dengan terseok-seok karena baru terjaga dari tidur lelap.
Rivan berlari masuk ke dalam rumah berharap bisa bertemu dengan istri nya dan ingin meminta maaf karena sudah mengingkari janji nya sendiri.
Deg..
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍
__ADS_1