PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
DENDAM JOSE


__ADS_3

"Nona Ivana apa yang terjadi. Saya sangat mengkuatirkan anda nona", ucap Lizzy panik begitu melihat Ivana tiba di hacienda.


Lizzy segera membantu bos-nya itu masuk ke dalam rumah.


"Antar aku langsung ke kamar saja", ucap Ivana yang langsung di turuti asistennya itu. Sementara dua orang pelayan membawakan air hangat dan antiseptik untuk membersihkan luka di kaki Ivana.


Ivana menyandarkan punggungnya di sofa, sedangkan Lizzy membantunya membersihkan luka lecet di sekitar kaki dan siku Ivana. Sekarang hanya tinggal mereka berdua di kamar itu.


"Lupe benar, ternyata laki-laki itu memang brengsek. Enak saja ia menuduhku mencuri dan mengintip nya mandi. Ia pikir siapa dirinya itu, memanggil ku wanita mesum lagi...huhh membuatku naik pitam saja", gerutu Ivana kesal mengingat kejadian yang ia alami bersama Jose.


Lizzy fokus membersihkan luka namun mendengarkan semua penuturan Ivana yang nampak kesal itu. Lizzy mengulum senyumnya.


"Hmm...apa nona bertemu dengan tuan Jose pemilik Almirón? Sepertinya pemilik perkebunan itu berhasil menyita perhatian nona. Apa ia masih muda dan tampan?"


Ivana melebarkan matanya menatap asisten nya itu. "Kau berani menggoda ku?"

__ADS_1


"Oh tentu saja tidak nona. Saya hanya penasaran saja dengan rupa tuan Jose yang katanya arogan dan kerapkali menyulitkan itu, nona". Cepat-cepat Lizzy memberikan alasan.


Ivana memangut-mangutkan kepalanya sembari mengerucutkan bibirnya.


"Aku akui ia memang laki-laki tampan yang memiliki tubuh maskulin. Tapi semua itu tidak ada artinya di bandingkan dengan sikapnya yang kasar dan menuduh orang sesuka hatinya itu", seru Ivana sembari memelintir ujung rambut pendeknya.


Lizzy tersenyum simpul melihat tingkah bos-nya itu.


"Aku ingin memberi pagar berduri sebagai batas antara Nasviell dan Almirón tepatnya di tempat yang aku lalui tadi. Aku tidak ingin kejadian yang aku alami menimpa orang lain juga.


.


Setelah sampai di hacienda, Jose langsung masuk ke kamarnya dan tiba-tiba ingin berendam air hangat melemaskan otot-otot nya yang terasa kaku.


"Ternyata dia lah Ivana. Nama yang sering aku dengar beberapa hari belakangan ini. Dan menurut informasi yang di berikan Ellios, ia adik Leonel? Rasanya tidak mungkin karena yang aku tahu Leo tidak memiliki saudara".

__ADS_1


Jose kembali menyesap tequila, kali ini dalam sekali tegukan saja ia menghabiskan minumannya.


"Ternyata gadis itu pemberani juga", tutur Jose dengan senyum tipis diujung bibirnya.


"Tidak ada satu orangpun yang berani mendebat ku, tapi gadis itu bahkan berteriak menghardik ku", ucap Jose mengingat pertemuannya dengan Ivana beberapa saat yang lalu.


"Ia juga pekerja keras bahkan hanya dalam beberapa hari saja Nasviell terlihat hidup lagi, tak lain berkat bantuan pria brengsek itu. Hector masih berani menampakkan wajahnya di hadapan ku. Bahkan ia semakin dekat. Sepertinya laki-laki brengsek itu sengaja melakukannya, menyulut emosi ku", ucap Jose dengan geram sembari mengepalkan tangannya yang bersandar di pinggiran bathtub.


Beberapa hari yang lalu Jose di beri tahu Adrian bahwa tujuan Ivana datang yaitu ingin kembali membangun perkebunan Nasviell. Gadis itu tidak sendirian tapi di bantu Héctor juga. Yang biasa Jose panggil anak haram.


"Aku tidak akan membiarkan kalian mengacau juga di perkebunan Nasviell yang sudah kembali membaik. Seperti yang kalian lakukan di perkebunan ku dulu. Aku akan mengawasi kalian Lupita Pérez..."


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2