
"Pagi ini aku harus ke pabrik menyelesaikan pekerjaan ku yang tertunda kemarin. Setelahnya kita melihat keadaan Lizzy dan Sebastian. Aku harap kondisi keduanya semakin membaik. Menurut informasi dari Ellios, kondisi Sebastian stabil meskipun masih di nyatakan kritis dan harus mendapatkan perhatian khusus", ucap Jose sambil menyeruput kopi hangat yang di suguhkan istrinya.
"Iya sayang, aku akan menunggumu pulang. Hari ini aku tidak akan ke Nasviell, aku akan menunggu di hacienda", jawab Ivana sembari menaruh makanan untuk Jose.
Keduanya menikmati sarapan pagi di beranda samping hacienda Almiron yang sangat indah di pagi dan sore hari. Tempat itu menjadi tempat favorit Ivana selama tinggal di sana. Ia betah berlama-lama duduk sambil membaca buku dan menatap hamparan ladang agave yang sangat indah milik suaminya.
Seperti sekarang, sambil menikmati sepotong Pan dulce roti manis khas Mexico dan segelas coklat hangat, sesekali Ivana mengalihkan perhatiannya pada petani yang mulai berdatangan untuk memulai pekerjaan mereka di ladang.
"Kenapa kau selalu memperhatikan mereka?"
"Aku sangat mengagumi kedisiplinan petani mu, Jose. Mereka selalu datang tepat waktu dan giat. Dari tempat ini aku bisa menikmati keindahan perkebunan Almiron", jawab Ivana tersenyum bahagia.
"Saat weekend nanti aku akan mengajak mu ke tempat favorit ku yang ada di perkebunan ini. Aku yakin kau pasti menyukainya", ujar Jose sambil menjumput anak rambut Ivana kebelakang telinganya.
"Masih ada tempat rahasia di Almiron yang belum aku ketahui?"
__ADS_1
"Iya. Tempat yang aku suka sejak kecil bersama saudara ku".
"Di mana letaknya? Kenapa aku tidak melihat apapun. Bukankah kau sudah membawaku berkeliling ke semua area perkebunan mu ini, Jos?", ujar Ivana menolehkan wajah pada suaminya yang tersenyum melihatnya.
"Belum semuanya, sayang. Aku sengaja menunggu waktu yang tepat untuk mengajak mu ke sana", jawabnya.
"Ah Jose, kenapa kau masih menyembunyikan sesuatu dari ku? Sementara aku, sejak kita menikah tidak ada lagi rahasia yang ku simpan sendiri dari mu".
Ivana merubah posisi duduknya menghadap Jose. Wanita cantik itu menyipitkan matanya. Kemudian mencubit perut rata suaminya.
"Kau mendoakan suami mu cepat mati, Ivana?", seru Jose dengan mata melotot menatap Ivana.
"Huft.."
"Bukan begitu, tapi aku tidak suka kalau kau menganggap ku orang asing. Kau masih menyimpan rahasia dari ku. Aku tidak nyaman hidup dengan seseorang yang seperti itu, Jose", jawab Ivana sambil mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
Jose tersenyum mendengar penuturan Ivana. Tangannya mengusap lembut wajah istrinya yang terlihat segar itu. "Aku tidak menyembunyikan sesuatu dari mu. Bukankah kau sudah melihat semuanya? Hal yang tidak pernah aku lakukan ada wanita mana pun".
"Ah Jose. Bukan itu. Uhh kenapa kau sangat menyebalkan sekali. Yang aku maksud, aku tidak suka kalau kau masih merahasiakan sesuatu dari ku, baik soal perkebunan maupun pekerjaan mu. Aku mau kau menganggap ku teman berbagi bukan hanya seorang istri yang menemani mu tidur, Jose. Aku tidak suka hanya membahas urusan ranjang kita", seloroh Ivana kesal.
"Ohh itu.."
Jose tertawa melihat istrinya kesal seperti itu. Ia sengaja melakukannya.
Kalu sudah begitu Jose membawa Ivana dalam dekapannya. Mengecup lembut pucuk kepalanya. Menenangkan perasaan istrinya yang sedang kesal padanya. Tidak butuh waktu lama, Ivana pasti kembali tenang.
...***...
Di nikmati dulu ya. Alurnya agak lambat karena butuh inspirasi. Kalian bisa membantu Emily kasih ide dong 😂
Hari ini otw up 3 bab. Nantikan ya.
__ADS_1