
"Lantas siapa wanita yang di panggil Angel, ia menjalankan bisnis Gustave. Apakah itu kau, Dulce...?"
Seketika Dulce merubah posisi duduknya. Gadis itu nampak menarik nafas dalam-dalam. Kedua iris kelabu nampak memendam berjuta persoalan di dalamnya. Namun jelas terlihat ketakutan dalam diri gadis itu.
Dulce kembali menundukkan kepalanya.
"Angel yang sebenarnya adalah putri Gustave. Angel telah meninggal saat ia berusia tujuh tahun. Sepupu ku yang malang menjadi korban penculikan yang dilakukan musuh ayahnya", ucap Dulce pelan.
Ia mengangkat wajahnya dengan kedua mata kembali berkaca-kaca. "Sejak aku keluar dari asrama, Gustave menginginkan aku sebagai Angel. Ia menginginkan aku menjalankan bisnisnya..."
Dulce menatap Jose yang melihatnya dengan sorot tajam dan penuh selidik dengan wajah dingin memendam keingintahuan. Siapa sebenarnya sosok wanita bernama Angel yang sering dengarnya belakangan ini.
"Untuk menjatuhkan laki-laki jahat itu, aku harus berpura-pura mengikuti keinginan nya. Anak buah Gustave dan rekan bisnis Gustave memanggil ku Angel. Mereka mengenalku sebagai Angel", lirih Dulce.
Jose mengurut keningnya sesaat. Ia terlihat berpikir. Sementara Ivana hanya bisa terdiam begitu juga Ellios yang mendengarkan semuanya.
"Apa kau dalang di balik semua kejadian beberapa waktu lalu di perkebunan Nasviel? Orang kepercayaan ku memberi informasi bahwa otak dari kejahatan yang terjadi di perkebunan istri seorang wanita bernama Angel", tanya Jose bernada ketus tanpa sedikitpun mengalihkan perhatiannya pada gadis yang mengaku sebagai kekasih mendiang adiknya Juan.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu Dulce menggelengkan kepalanya dengan cepat dan pasti.
"Bukan aku. Aku memang meraka panggil Angel namun aku tidak pernah melakukan kejahatan yang di perintahkan Gustave. Memang benar aku pura-pura patuh padanya namun aku tidak pernah memerintahkan orang melakukan kejahatan atau pun merugikan orang lain", jawab Dulce.
"Hugh...
"K-alian percayalah pada ku. A-ku juga sangat membenci Gustave. Aku..."
Dulce tidak bisa melanjutkan ucapannya. Gadis itu kembali menitihkan air matanya.
Siapapun yang melihat kodisi gadis itu akan tahu, bahwa ia sedang memikul beban berat.
Ivana menggenggam jemari Dulce. Ia tahu gadis itu bicara jujur dan mengatakan yang sebenarnya.
Ivana menatap suaminya yang duduk menyilang kan kaki bertumpu pada satu paha, sementara tangannya mengusap dagu sambil menatap Dulce yang tertunduk di hadapannya.
"Sayang apa yang harus kita lakukan sekarang?", tanya Ivana terdengar lembut seperti biasa.
__ADS_1
"Untuk malam ini biarkan ia tidur di hacienda. Ellios...beritahu Hilda siapkan kamar tamu untuk Dulce. Jangan lupa kau beli pakaian juga untuk Dulce", perintah Jose pada asisten nya.
Ellios menganggukkan kepalanya. "Baik tuan. Saya segera memberi tahu Hilda", jawab Ellios hendak permisi keluar ruang kerja bersama Dulce.
"Dulce...demi keamanan mu sebaiknya kau jangan keluar dari hacienda Almiron. Aku jamin kau aman berada di sini", ucap Jose sembari memberikan senyum tulus.
Dulce menganggukkan kepalanya. "Terimakasih Jose, Ivana. Aku tidak akan melupakan bantuan kalian untuk ku", jawab Dulce. Ia pun tersenyum tulus.
Beberapa detik gadis itu kembali membalikkan tubuhnya. "Aku lupa mengatakannya.. beberapa waktu yang lalu Gustave pernah memintaku mendekati mu Jose, kemudian menghabisi mu. Aku katakan iya, namun percayalah itu tidak mungkin aku lakukan. Bahkan dalam pikiran ku tidak ada terlintas untuk mencari apalagi menemui mu. Semua yang terjadi sekarang... pertemuan ini adalah takdir yang tidak pernah aku duga sebelumnya", ujar Dulce seraya menghembuskan nafas dalam-dalam.
Mendengar penuturan Dulce, seketika membuat tubuh Ivana gemetaran. Beruntung Jose menyadari perubahan istrinya. Cepat-cepat memeluk pinggang Ivana. Dan memberikan kecupan ringan di wajahnya yang tiba-tiba nampak pucat.
"Jangan kuatir, aku tidak akan lengah kali ini. Gustave tidak akan berhasil menyakiti satu orang pun di perkebunan ku, apalagi menyakiti mu sayang", bisik Jose pada Ivana yang terlihat lebih tenang sekarang.
...***...
To be continue
__ADS_1