PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
KEBAHAGIAAN IVANA DAN JOSE


__ADS_3

"Sayang, seperti nya Dulce mengatakan yang sebenarnya. Aku percaya dengan ucapannya. Bisa di lihat dari matanya jika Dulce berkata jujur", ucap Ivana yang sedang memoles wajah nya dengan cream malam di depan meja hias kamarnya.


Sementara Jose duduk bersandar diujung tempat tidur, sambil membaca satu persatu email yang masuk melalui Ipad-nya. Jose terlihat begitu serius sampai-sampai tidak menyadari istrinya sudah bergabung bersamanya di atas tempat tidur.


"Huh sayang...kalau sudah bekerja kau pasti lupa pada istri mu", gumam Ivana membalikkan tubuhnya memunggungi Jose yang tidak terganggu sama sekali kehadirannya.


Laki-laki itu tetap fokus pada iPad milik nya.


Ivana memejamkan kedua matanya yang mulai terasa mengantuk. "Sepertinya tidurku pulas malam ini". Suara Iv terdengar seperti gumaman kecil saja.


"Aku akan membuatmu terjaga malam ini", bisik Jose tepat ditelinga Ivana seraya menyapukan lidahnya menyusuri pundak putih yang terekspos sempurna di hadapan nya.


Tindakan Jose, jelas saja membuat tubuh Ivana meremang. "Hugh sayang...aku sudah mengantuk sekali, kamu jangan menggangguku. Lanjutkan saja pekerjaan mu itu", protes Ivana terdengar serak tanpa membuka mata ataupun merubah posisi rebahan nya.


Jose tersenyum mendengar ucapan istrinya. Jemari tangan kokoh itu tetap bekerja mengelus, mengusap perut Ivana yang semakin membesar. Sementara Jose mengecup bagian tubuh istrinya yang selalu menggoda. Kulit halus lembut bak sutra, sekali lu*atan saja akan membekas.


Sebenarnya tindakan Jose hanya iseng-iseng saja ingin menggoda Ivana yang terlihat kesal pada nya beberapa saat yang lalu, namun lihatlah sekarang Jose benar-benar menginginkan istrinya.


Jemari Jose menyusuri leher jenjang Ivana, mendekatkan bibirnya. Mengecup lembut hingga belakang telinga.


"Akh Jose..kau membangunkan anak kita. Rasakan ini, anak mu menendang", ucap Ivana dengan mata membulat sempurna. Merubah posisi terlentang. Wanita itu menarik tangan Jose ke atas perut nya merasakan gerakan di dalam sana.

__ADS_1


"Ah sayang... mommy mu benar, maafkan daddy membuat mu terjaga", bisik Jose sambil mengusap dan mengecup perut istri nya dengan penuh perasaan.


Senyum bahagia terlukis di bibir Ivana mendengar ucapan manis suaminya. Jemari lentik mengusap rambut tebal Jose.


Jose mengangkat wajahnya menatap lembut Ivana. Keduanya bertatapan mesra tanpa jarak merasakan hembusan nafas masing-masing. Tanpa ampun Jose mendekat kan bibirnya, melahap habis penuh gairrah bibir Ivana yang tentu saja menerima nya. Tidak bisa di pungkiri tubuhnya selalu menerima sentuhan Jose, bagaimanapun kondisinya. Jose selalu bisa membuatnya menginginkan nya juga dalam sekejap.


"Akh sayang..."


"Aku juga menginginkan mu Jose..."


*


Jose dan Ivana menikmati sarapan pagi bersama. Hilda menuang minuman buat ke duanya.


"Bibi, dimana Dulce? Kenapa ia tidak makan bersama di sini?", tanya Ivana sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Selamat pagi...maaf aku terlambat".


Ivana menolehkan kepalanya, tersenyum melihat Dulce. "Dulce...duduklah sarapan bersama kami", ujar Ivana terdengar akrab pada gadis itu.


Dulce tersenyum. "Terimakasih Ivana", jawabnya.

__ADS_1


"Bagaimanapun tidur mu?".


"Sangat baik. Terimakasih karena kalian berdua mengizinkan aku tidur di sini. Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian", ucap Dulce tulus.


Sementara Ivana dan Dulce berbincang sembari menikmati makanan, dari kejauhan Jose melihat Ellios dan Hector datang bersama seseorang. Jose memberi isyarat pada Ellios. Ellios mengangguk, segera menuju ruang kerjanya.


Beberapa saat kemudian. Jose beranjak dari duduknya. "Sayang aku sudah selesai. Aku harus menemui Ellios di ruang kerja. Kau dan Dulce lanjutkan saja makan pagi".


Jose mengecup pucuk kepala Ivana.


"Iya sayang.."


Dulce tersenyum melihat Ivana dan Jose, begitu mesra dan serasi sekali.


*


Jose membuka handle pintu ruang kerja nya. Sorot tajam mata bak elang seakan siap menghunuskan pedangnya begitu netranya menatap sosok di hadapannya. Tepatnya duduk di sofa memperhatikan MacBook di atas meja bersama Ellios dan Hector.


"Bagaimana...apa kau mengenali gadis itu sebagai Angel, Jupe? Cepat katakan! Jangan coba-coba berbohong pada ku!"


...***...

__ADS_1


Bab² terakhir ya. PPI akan tamat. Ikuti terus kelanjutannya 🙏


__ADS_2