
"Ada apa pagi-pagi sekali kau menemui ku?", Tanya Jose ketika masuk ruang kerjanya dan langsung duduk di kursi kebesarannya.
Sorot matanya tajam menatap Hector yang nampak gelisah.
"Cepat katakan Hector. Kau sudah mengganggu waktu istirahat ku dan dan istri ku!"
"M-aafkan saya tuan Jose. Tapi informasi yang akan saya berikan sangat penting. Ini menyangkut keselamatan istri anda".
Mendengar perkataan Hector membuat Jose memasang wajah serius, bahkan ia merubah posisi duduknya lebih tegap. "Apa maksudmu?"
"Kemarin sore saya mengunjungi mama, dan saya mendengar mama sedang berbicara melalui handphone. Setelah ia selesai menelpon, saya langsung mendesak mama untuk berkata yang sebenarnya".
"Saya menanyakan siapa bos besar yang beberapa kali saya dengar mama menyebut nya. Yang saya yakini dalang dari semua kejadian di perkebunan Nasviell".
Sesaat Hector menjeda ucapannya. Sementara Jose mendengarkan dengan fokus. Sesekali laki-laki itu menyandarkan punggungnya sambil mengusap dagunya mencerna semua yang di katakan Héctor padanya.
"Menurut mama iapun tidak tahu dengan pasti siapa sebenarnya bos besar yang sering di panggil perantaranya yang bernama Ramirez. Namun mama memastikan bahwa ia seorang wanita yang sering di panggil dengan sebutan Angel".
"Angel?".
__ADS_1
"Iya tuan. Dan menurut mama Angel sangat membenci nona Ivana. Bahkan ia menyuruh orang memantau aktifitas nona Ivana sehari-hari untuk mencelakai nona. Mama meminta saya mengingatkan tuan juga nona Ivana untuk waspada", ucap Hector sungguh-sungguh dengan wajah begitu tengang.
Cerita Hector sontak membuat muka Jose dingin. Sementara terdengar suara gemeretukan dari mulutnya menahan amarah. Kedua tangan Jose nampak terkepal hingga buku-bukunya memutih.
"Brakkk..."
"Brengsek!"
Teriak Jose menggelegar sambil mengebrak meja kerjanya. Laki-laki itu berdiri berkacak pinggang. Sorot matanya menggelap menandakan memendam emosi yang begitu hebat.
Detik berikutnya. Ia menekan tombol di interkom. "Kau dan Ellios keruangan ku sekarang!", Perintah Jose yang kemudian langsung memutus pembicaraan.
"Apa yang harus saya lakukan tuan? Jujur saya tidak bisa melakukannya sendiri jika berhadapan dengan para penjahat besar semacam kartel".
"Sebaiknya sekarang kau kembali ke Nasviell. Untuk sementara waktu jangan merekrut pekerja baru. Cukup orang-orang lama saja yang bekerja di sana. Kau paham maksud ku?"
Dengan pasti Hector menganggukkan kepalanya. "Baik tuan saya mengerti", jawab Hector.
Tok..
__ADS_1
Tok..
Tanpa menunggu jawaban Jose pintu terbuka. Nampak Hilda di depan pintu dan tergesa-gesa.
"T-uan... sepertinya nona Ivana sakit. Ia demam dan terus muntah-muntah. Saya sudah menghubungi dokter Pablo untuk datang", ujar Hilda terlihat panik.
"Istri ku sakit? Mengapa, tadi baik-baik saja", seru Jose melangkah dengan cepat keluar ruang kerjanya. Bertepatan dengan kedatangan Ellios dan Adrian yang nampak bingung melihat bos mereka panik seperti itu.
"Kalian berdua. Tunggu aku di ruang kerja. Aku mau melihat istri ku yang tiba-tiba sakit", perintah Jose pada asistennya Ellios dan Adrian.
"Baik tuan", jawab keduanya berbarengan.
Dengan langkah cepat Jose melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju lantai atas. "Suruh Pablo cepat datang memeriksa istri ku, Hilda!"
"Dokter Pablo sudah di perjalanan tuan".
"Ada apa denganmu Ivana, tiba-tiba sakit begini. Kalau karena kelelahan semalam akibat ulah ku, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri", batin Jose dengan derap langkah cepat menuju kamarnya.
...***...
__ADS_1
BAGI VOTE NYA DAN
TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN DONG.