PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
PERDEBATAN DI PAGI HARI


__ADS_3

Jose berdiri di balkon kamarnya, menatap gelapnya malam yang berselimut cahaya bintang.


Laki-laki itu meneguk tequila hingga tandas. "Sepertinya Insomnia kembali menyerang ku malam ini", gumamnya berdecak.


Kemudian ia memijat keningnya. "Shitt...kenapa aku tidak bisa melupakan ciuman itu. Bibirnya begitu lembut. Wajah itu begitu cantik".


"Shitt..."


Lagi-lagi Jose mengumpat kesal. "Ternyata kau menjebak ku Leo. Adik mu sangat cantik bagaimana mungkin aku bisa menahan diri. Kau membuatku melupakan Ximena, brengsek!"


"Kau tahu Ximena satu-satunya wanita yang aku cintai meskipun sejak ia meninggal aku menjalin hubungan dengan wanita lain namun Ximena masih selalu ada dalam pikiran ku".


"Lihatlah sekarang, yang aku ingat hanya wajah wanita pembangkang itu".


Jose menggelengkan kepalanya. "Tidak. Pernikahan ini hanya sementara saja. Sampai perkebunan Nasviell bangkit kembali. Aku janji akan membantu adik mu, Leo. Setelah itu kami berpisah", tegas Jose sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya.


*


Jose menuruni tangga lengkung yang ada di hacienda. Dari tempatnya ia bisa menangkap suara Ivana yang terdengar sedang tertawa bahagia.


Suasana baru di hacienda Almiron. Di mana setiap hari hanya ada suasana sunyi sekarang seratus derajat berubah total. Sepertinya ramai sekali di sana, terlebih terdengar kicauan dan tawa Ivana. Padahal gadis itu baru sehari tinggal di sana.


Detik berikutnya, benar saja wajah cantik yang sedang tertawa bahagia itu masuk dari pintu samping hacienda bersama salah satu pelayan muda yang bekerja di hacienda.


Jose menatap tajam Ivana. Ketika melihat Jose, mendadak tawa Ivana terhenti terutama wajah laki-laki itu tidak bersahabat. Dingin.


"Apa yang kau lakukan dengan mawar itu?", tanya Jose bernada ketus.

__ADS_1


"Aku baru saja memetiknya di taman samping. Aku di temani Belacruz, ternyata taman mu sangat indah Jose. Aku menyukai–"


"Ambil mawar itu dari istri ku. Apa kau bodoh membiarkan istri ku membawanya seperti itu hah? Lihatlah tangannya berdarah!", hardik Jose pada pelayan yang bernama Belacruz itu.


Cepat-cepat Bela mengambil mawar merah yang ada dalam pelukan Ivana. "Maafkan saya nona", ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap tuannya.


"Pergi sana, urus pekerjaan mu!"


Dengan tertunduk dan membungkuk, pelayan itu berlalu dari hadapan Jose dan Ivana.


Ivana menatap tidak percaya Jose yang marah seperti itu hanya karena tangannya terkena duri mawar. "Apa-apaan kau ini, bersikap kasar pada pelayan mu. Ia tidak bersalah, aku yang ingin memetik mawar-mawar itu. Hanya terkena duri mawar saja kau sampai marah-marah begini. Berlebihan sekali!", seru Ivana kesal.


Tanpa memperdulikan Jose yang menatapnya dengan wajah dingin, Ivana hendak pergi dari hadapan laki-laki yang membuatnya kesal itu.


"Temani aku makan!"


"Kau pembangkang. Berhentilah membuat ku kesal, Ivana", ucap Jose penuh penekanan.


Ivana berdecak kesal menghadapi Jose. Tanpa menunggu Jose ia melangkah menuju ruang makan.


Jose tersenyum melihat tingkah Ivana. Ia berjalan di belakang nya menatap punggung indah gadis itu.


Keduanya menikmati makan pagi bersama dalam suasana hening. Hanya terdengar denting sendok dan garpu yang beradu di atas piring porselen milik Ivana. Sementara Jose hanya menikmati sepotong sandwich daging dan segelas susu hangat.


"Bagaimana tidur mu?"


Ivana tidak menggubris pertanyaan Jose. Ia tetap melanjutkan makannya.

__ADS_1


"Apa kau bisu, Ivana!"


Ivana menaruh sendok dan garpu di atas piring. Hazel coklat terang itu menatap tajam Jose. "Aku tidak suka kau memperlakukan seseorang seperti tadi Jose. Belacruz tidak salah, aku sendiri yang ingin memetik bunga mawar itu. Lagi pula kau terlalu berlebihan, ini hanya luka goresan sedikit. Tidak parah", ucap Ivana masih di liputi kesalnya pada Jose.


Jose mengelap ujung bibirnya dengan serbet bersih berwarna putih. "Tetap saja ia lalai. Dia bisa mengikis duri pada tangkai mawar itu sebelum kau membawanya. Ingat Ivana, aku tidak suka orang yang bekerja padaku melakukan kesalahan sekecil apapun".


"Dengan menegur Belacruz, artinya ia melakukan kesalahan. Dan ia tahu itu konsekuensinya bekerja di sini. Besok-besok yakinlah ia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Teguran itu untuk membuat mereka lebih baik, bukan memperburuk keadaan. Jika mereka tidak suka, aku tidak memaksa mereka untuk bertahan bekerja bersama ku. Silahkan pergi. Dan aku akan memberikan pesangon besar pada mereka yang pergi".


"Itulah aturan yang aku terapkan di Almiron, kenapa anak buahku setia dan tidak ada yang mengkhianati ku sampai detik ini", tegas Jose.


Ivana terdiam mendengar perkataan Jose.


Jose beranjak dari tempat duduknya. "Aku akan berada di pabrik seharian. Kau bisa melakukan apapun di Almiron. Kau aman di sini".


Ivana berdiri mengikuti Jose.


"Jose aku ingin ke Nasviell menyelesaikan pekerjaan ku. Hari ini insinyur pertanian kembali datang ke perkebunan ku. Dan sebagian petani harus menanam bibit agave di lahan yang sudah terbuka".


"Siang saja ke sana aku akan menemanimu", tegas Jose.


Ivana melebarkan kedua matanya. "Tapi aku bisa sendiri Jose. Kau sibuk, aku ingin pagi ini ke Nasviell–"


"Kau pergi bersama ku! Atau tidak sama sekali. Jangan terus membantah ku, Ivana!", ketus Jose sambil membalikkan tubuhnya berlalu dari ruang makan.


Dengan mulut terbuka Ivana hanya bisa menatap punggung lebar laki-laki itu.


"Kenapa dia jadi mengatur hidup ku? Apa Jose lupa, aku bukan siapa-siapa nya. Pernikahan? Yang benar saja...ini hanya sementara. Sandiwara. Aku tidak akan tunduk padanya karena ia melarang ku. Aku tetap akan ke Nasviell sekarang. Terserah laki-laki itu mengizinkan atau tidak..."

__ADS_1


...***...


__ADS_2