
"Cepat keluarkan milik ku, bitcch!"
Terlihat seorang pria berperawakan pendek dan berkulit gelap di kelilingi beberapa wanita yang sudah polos tanpa sehelai benang pun.
Sementara beberapa laki-laki bertubuh kekar berjaga-jaga di depan pintu ketika seseorang masuk dengan langkah kaki cepat.
"Maaf bos ada informasi penting yang harus saya sampaikan".
Laki-laki bertubuh tambun tersebut menatap tajam sosok yang baru saja menghampiri nya.
"Ah shitt. Pergi kalian semua! Dasar jallang tidak berguna!", teriak laki-laki bertubuh tambun itu murka. Bahkan ia mendorong seorang teman wanitanya. Seluruh badannya di penuhi tato. Laki-laki itu menghardik dengan kasar lima orang wanita yang sedang bercinta dengan nya di sebuah kolam indoor berukuran besar.
"Usir mereka semua dari tempatku, Ramirez! Tidak ada yang bisa memuaskan aku lagi, cari wanita-wanita baru untuk ku!"
Laki-laki bertubuh kekar yang bernama Ramirez, menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baik tuan Gustave, sore nanti wanita yang anda ingin akan di bawa kemari", jawab Ramirez sembari memakaikan badrobe pada bos-nya itu.
Gustave memakai badrobe menutup tubuhnya. Kemudian mengambil sebatang cerutu di dalam kotak khusus yang ada di atas meja. Sementara Ramirez menyuguhkan sebotol tequila di hadapannya.
Gustav menyadarkan punggungnya sembari menghembuskan asap cerutu. "Informasi apa yang kau bawa? Apa orang mu sudah berhasil melenyapkan bajingan sialan itu?"
"Orang-orang kita belum berhasil menghabisi Jose Almiron, bos. Penjagaan laki-laki itu begitu sulit untuk di tembus. Bahkan tiga orang yang di bayar perantara kita hilang tanpa kabar".
Gustave menatap tajam anak buahnya Ramirez. Sambil menekan ujung cerutunya ke asbak.
Ramirez tak bergeming. Laki-laki itu terdiam, ia masih berdiri di tempatnya. Sementara Gustave melangkahkan kakinya ke jendela kaca dan menatap jauh ke luar.
Menit berikutnya..
"Apa kalian sudah menjalankan plan B jika cara pertama gagal?".
__ADS_1
"Masalah itulah yang ingin saya laporkan bos. Keponakan mu bertindak semaunya. Ia tidak mau mengikuti instruksi yang saya buat. Ia bergerak sendiri dengan rencananya. Keponakan bos lebih terobsesi untuk menghabisi istri Jose di bandingkan masuk dalam kehidupan Jose seperti yang telah bos perintahkan".
Terdengar tarikan nafas panjang Gustave. Kedua tangannya terkepal kuat menahan emosi dalam dirinya yang semakin memuncak setelah mendengar laporan orang kepercayaannya Ramirez tentang kelakuan keponakannya.
"Kurang ajar kau. Dasar gadis pembangkang!", Ketus Gustave sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang ganti yang ada di ruangan tersebut.
Beberapa saat kemudian laki-laki itu keluar lagi. "Ikut aku. Kita temui gadis pembangkang itu sekarang!"
"Ramirez...Kau cari tahu di mana keponakan ku sekarang juga. Aku tidak akan membiarkan nya melakukan kebodohan-kebodohan lagi!"
"Baik bos", jawab Ramirez mengikuti langkah Gustave.
"Anak buah ku baru saja memberi tahu, keponakan anda berada di club malam milik anda, bos".
Raut wajah Gustave semakin menggelap. "Gadis tidak berguna itu membuat kesabaran ku habis. Ia sama tidak bergunanya dengan Leon adikku!".
__ADS_1
...***...