PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
LONG NIGHT


__ADS_3

Ivana hilir mudik di kamar menunggu Jose. Sudah beberapa kali ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, berusaha memejamkan mata namun tidak bisa juga.


Pada akhirnya ia memakai jubah tidur menutupi tubuhnya yang sudah terbalut lingerie seksi berwarna hitam yang di sukai Jose.


"Kenapa Jose lama sekali. Tadi katanya hanya sebentar saja tapi sudah satu jam lebih waktu berlalu, ia belum kembali juga", gumam Ivana sambil menatap jam di dinding dan menuang tequila ke dalam gelas.


"Aku butuh minuman untuk menghangatkan suasana hatiku. Hari ini begitu berat bagi ku ", gumamnya lagi.


Sambil menyesap tequila, wanita itu melangkah menuju balkon kamar. Jubah panjang tergerai mengikuti langkah kaki Ivana.


"Tidak salah aku meminumnya. Udara di sini sangat dingin. Aku butuh untuk menghangatkan tubuh ku".


"Huhh...Jose lama sekali aku membutuhkan nya sekarang", ucapnya pelan.


Ivana meneguk minuman memabukkan itu hingga tandas.


Tanpa wanita itu sadari pria yang di tunggu-tunggu sudah berada di belakangnya. Menyilangkan tangannya sambil menyandarkan bahunya pada dinding.


Jose tersenyum memperhatikan gerak-gerik istrinya itu. Ternyata ia merindukan belaiannya.

__ADS_1


"Kau tidak membutuhkan minuman itu, untuk menghangatkan tubuh mu sayang. Karena suami mu sudah ada", bisik Jose terdengar begitu menggoda di telinga Ivana.


"Jose...kau sudah kembali? Aku menunggumu. Kenapa kau lama sekali?", tanya Ivana mengusap wajah suaminya yang sedang menyusuri lehernya. Ivana memiringkan kepalanya agar Jose leluasa bermain-main di sana. Sungguh ia membutuhkan sentuhan itu saat ini.


Ivana membalikkan badannya menghadap Jose. Berdiri dengan tubuh saling bersentuhan, merasakan hembusan nafas dan gesekan kulit yang membuat suasana panas seketika.


Ivana memeluk tubuh suaminya. "Aku tidak bisa memejamkan mata ku. Makanya aku berdiri di sini".


"Hm... Begitu rupanya. Matamu sulit terpejam bukan karena kau merindukan sentuhan ku?"


Ucapan Jose membuat Ivana tersipu malu. "Yaa...yaa, aku akui karena itu juga".


Bibir Jose dan Ivana saling berpangutan dengan deru nafas semakin cepat. Jose semakin dalam membuai bibir Ivana, melumatt bibir atas dan bawah secara bergantian.


Ternyata pengaruh tequila benar-benar memabukkan. Ivana begitu agresif membalas sentuhan Jose kali ini.


"Akh...Jose"


Ivana mendongakkan wajahnya ketika Jose kembali menyusuri leher jenjangnya dan melumatt hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana.

__ADS_1


"Ahh..."


Erangan, dessahan terdengar silih berganti.


Sesaat keduanya menghentikan aktivitasnya. Saling bertatapan mesra. Nampak jelas sorot mata yang sudah diliputi gairahh kian membumbung tinggi.


"Sudah berapa kali aku melarang mu minum alkohol, kenapa kau masih membantah ku, hem? Lihatlah kau mabuk sekarang".


"Huhh... Aku tidak mabuk sayang. Tapi aku membutuhkan mu saat ini. Sayang, kenapa udara di sini mendadak panas begini, membuatku gerah saja", ucap Ivana di telinga Jose.


Ivana membalikkan tubuhnya, perlahan menjauh dari Jos. Sementara jemari lentik tangannya membuka simpul tali jubah tidur. Melepaskan jubah itu dari tubuhnya.


Seketika tubuh seksi bagian belakang Ivana terekspos sempurna. Jose tak berkedip menatap Ivana yang sengaja menggodanya seperti itu. Seperti sebuah ajakan padanya untuk mengikuti masuk ke dalam kamar mereka.


Senyuman terlukis dari sudut bibir laki-laki itu. Ia menutup rapat pintu kaca yang terhubung dengan balkon.


...***...


Mau lanjut nggak nih? Silahkan Tinggalkan komentar.

__ADS_1


__ADS_2