
"Tres leches buatan mu enak tapi ini jauh lebih enak".
"Akh Jose.."
Ivana mendesahh ketika jemari-jemari nakal suaminya meremas dan memilin puncak dadanya yang kian menegang akibat ulah laki-laki itu.
Kini Ivana semakin semakin nampak kacau, mulut Jose melumatt habis puncak dada berwarna merah muda itu.
Selalu tidak bisa menolaknya, meskipun sejak awal tidak terpikirkan akan bercinta di pondok kenangan Jose dan Juan. Sekarang malah memiliki kenangan indah kisah romantis Ivana dan Jose di pondok itu.
Suara desahann dan lenguhan panjang silih berganti terdengar memenuhi pondok yang terbuat dari kayu terbaik itu.
"Jos...Ahh"
Ivana melenguh menyebutkan nama suami nya dengan suara bergetar diliputi gairah yang sudah membuncah dalam tubuhnya.
Jose menciumi ke-dua dada istrinya bergantian dan sesekali meremas nya pelan, hingga turun ke perut rata Ivana.
Jose semakin jauh, tangan nya bermain di inti Ivana membuat wanita seksi itu mengeluarkan suara bergetar lirih dan merintih menahan hasrat di hatinya.
Ternyata Jose merencanakan semua ini. Ketika sampai di pondok laki-laki itu langsung memintanya dan membuai tubuh Ivana. Tidak ingat waktu, jika sudah menginginkan. Saat siang hari seperti inipun akan terjadi juga. Apalagi sedari tadi langit sudah berselimut awan hitam. Mendung menambah suasana sejuk.
Alam pun seakan mendukung pasangan yang sedang di mabuk cinta merengkuh kebahagiaan tersebut. Tiba-tiba hujan turun deras membasahi bumi. Tak terelakkan lagi terjadilah pergumulan yang semakin panas antara Ivana dan Jose.
"Sentuh milikku", bisik Jose yang memeluk tubuh Ivana dari belakang sementara ia dan istrinya itu rebahan dengan menyamping di atas sofa.
Tanpa ragu Ivana membalikkan tubuhnya menyentuh milik Jose. Menuruti permintaan suaminya, yang nampak sudah menegang. Mengulum dan menjilat miliknya seperti permen lollipop kesukaan anak-anak.
__ADS_1
Ivana mengusap pelan hingga Jose mengeluarkan suara mengerang erotiss.
"Ahh Ivana..", ucapnya sambil menyugar rambutnya sementara satu tangannya menopang kepala bagian belakang. Memejamkan matanya, merasakan sensasi nikmat yang diberikan istrinya.
"Ah shitt...!"
Jose mengangkat tubuh Ivana ke atasnya, mengarahkan miliknya ke inti Ivana dengan pelan-pelan. Hingga menerobos masuk dengan sekali hentakan kuat. Ivana menjerit saat milik Jose menghentak dari bawah, memasuki intinya dan menggerakkan pinggulnya perlahan.
"Akh..."
Semakin lama Jose menghentak kan miliknya semakin kuat hingga istrinya mendapatkan pelepasan berulang.
"Ohh s-ayang, kau sangat kuat. Aku mencintaimu J-os", racau Ivana dengan lirih sambil mengigit bibir bawahnya menahan sensasi gairah yang menguasai dirinya saat ini.
Udara dingin seketika menjadi panas, di tambah harum pondok semerbak khas kayu yang mengeluarkan aroma maskulin membuat siang hari mereka begitu romantis. Bergantian saling memimpin penyatuan liar itu.
"Ah Ivana, aku selalu menginginkan mu. Kau membuatku candu padamu sayang", bisik Jose sambil melumatt bibir Istrinya yang terasa dingin dan bergetar, masih di kuasai hasrat yang menguasai dirinya.
Jose memeluk erat tubuh Ivana dari belakang. Keduanya di atas sofa yang tidak terlalu besar ukurannya. Sesekali Jose memejamkan matanya menghirup harum tubuh Ivana yang sangat di sukainya.
Sementara nafas Ivana masih terdengar menderu akibat percintaan panas yang baru saja usai.
"Tempat ini sangat indah.."
Ivana membalikkan badannya menghadap Jose. Keduanya berhadapan begitu dekat. Bahkan hembusan nafas pun saling terdengar.
Ivana mengusap lembut wajah Jose. Bertatapan mesra dan penuh cinta.
__ADS_1
"Tempat ini bukan saja indah tapi sangat romantis. Yang tadinya tidak ada niat untuk bercinta, seketika berubah. Siapa saja wanita yang sudah kau bawa kemari Jos?", tanya Ivana menatap lekat suaminya.
"Tidak ada".
Ivana menyipitkan kedua matanya tak percaya. "Pasti kau bohong pada ku. Katakan saja terus terang. Aku tidak apa-apa Jos", pintanya.
Jose tersenyum sambil mencubit anak-anak rambut Ivana kebelakang telinga. "Tidak ada. Tak satupun teman wanita aku ajak ke Almiron. Termasuk mendiang ke kasihku Ximena".
"Kenapa begitu? Kau berhubungan serius dengan nya, kenapa kau tidak pernah membawanya ke perkebunan mu?"
"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Saat bersama, aku tidak pernah menceritakan tentang Almiron pada Ximena". Jose memeluk tubuh Ivana mengecup lembut keningnya. "Aku juga tidak tahu kenapa, aku tidak pernah bercerita dengan mendetail padanya tentang kehidupan ku. Ximena pun tidak banyak bertanya-tanya", jawab Jose.
"Berarti kau menganggap ku banyak tanya?"
"Aku menyukainya, buktinya aku selalu menjawab keingintahuan mu itu kan", jawab Jose tersenyum menatap Ivana yang menyepelekan dagu ada dadanya.
Mendengar jawaban suaminya, membuat Ivana tersenyum bahagia. Iv mengangkat wajahnya mencium lembut rahang Jose. "Aku mencintaimu sayang".
Jose menyatukan jemari tangannya pada jemari lentik istrinya. Kedua jemari itu saling bertautan layaknya dua insan yang sedang melakukan ritual perjanjian.
"Aku juga sangat mencintai mu, sayang. Jangan ragukan itu. Kaulah wanita yang aku inginkan selama ini. Yang akan menjadi ibu anak-anak ku. Yang akan menghabiskan sisa hidup bersama ku. Kita akan menua bersama dalam kebahagiaan sayang", ucap Jose dengan kata-kata bermakna dan mendalam.
Penuturan Jose spontan membuat Ivana terharu. Hazel coklat terang itu terlihat memerah. Detik berikutnya menitihkan kristal bening di wajahnya.
"Ah sayang, kau membuat ku terharu. Tentu saja aku tidak kan menolak nya. Aku juga menginginkan seperti yang kau inginkan. Bahagia bersamamu..."
...***...
__ADS_1
BAB SELANJUTNYA MASUK KONFLIK YA. TENANG SAJA NGGAK AKAN DIBIKIN BERBELIT-BELIT KOK. NANTIKAN YA..