
Ivana melihat pigura yang terpajang di lemari ruang kerja Jose. Banyak foto Jose dengan laki-laki tua yang di katakan Lizzy sebagai kakeknya. Kelihatan sekali Jose sangat menyayangi lelaki itu, begitu juga sebaliknya.
Di ruang kerja yang di nominasi warna coklat tua tersebut, lagi-lagi Iv melihat foto Jose dan kakaknya Leonel, namun kali ini mereka tidak berdua tapi bersama kakek Jose juga.
"Ternyata Leo sangat akrab dengan keluarga ini", pikir Ivana.
"Ceklek..."
Ivana menolehkan wajahnya ke arah pintu. Begitu melihat Jose yang masuk cepat-cepat ia membalikkan badannya.
Ivana bisa melihat laki-laki itu baru kembali dari ladang, dari tampilannya yang nampak berantakan. Bahkan kemeja berwarna biru muda yang dikenakannya masih terlihat basah.
Ivana mengerjapkan kelopak matanya. "Aku mau bicara dengan mu", ucapnya pelan. Sekilas Jose melirik padanya.
Jose memilih duduk di sofa. "Apa yang ingin kau bicarakan padaku?", jawabnya sembari memberi isyarat pada Ivana duduk.
"Aku akan memperkenalkan diri ku. Aku, Ivana Valentina Enrique. Aku adik Leonel Enrique, Laki-laki yang ada di pigura itu bersama mu", ucap Ivana menunjuk foto Leo berada. Kemudian Ivana mengalihkan lirikan matanya pada Jose yang juga menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.
Jose menyandarkan punggungnya sambil menyilangkan kakinya pada satu paha. Manik hitam miliknya terus mengawasi Ivana yang duduk dihadapannya.
Ivana sudah biasa menghadapi orang-orang dari berbagai kalangan, namun di hadapan pria ini sungguh jantungnya berdetak kencang. Iv gugup. Apalagi Jose tak henti menatapnya seperti itu.
"Apa tujuan mu tiba-tiba datang ke Nasviell?"
Mendengar pertanyaan Jose yang tiba-tiba ketus seperti itu, Ivana berusaha membuat dirinya relaks. Ia tidak mau Jose tahu bahwa perasaannya berkecamuk dan sangat gugup.
__ADS_1
"Karena aku menyukai Nasviell. Aku baru mengetahui bahwa Leo meninggalkan perkebunan untuk ku", jawab Ivana.
"Kau yakin hanya karena itu? atau kau berniat menjual Nasviell? Katakan pada ku kau mau menjualnya berapa, aku menyanggupinya", ucap Jose.
Ivana menegakkan punggungnya, begitu mendengar perkataan Jose yang di nilainya kasar.
"Aku perjelas lagi pada mu. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menjual Nasviell. Aku ingatkan pada mu stop mengusik perkebunan ku. Dari pertama aku datang, kau sudah mengirim orang menghalangi ku, bahkan dengan terang-terangan kau mengajukan penawaran. Sampai kapan pun aku tidak tertarik! Yang ada akulah yang akan menawar perkebunan mu. Berapa harga yang kau inginkan tuan Jose?", ujar Ivana sarkas menantang Jose yang menatapnya dengan seringai di wajahnya.
Jose tersenyum sinis mendengar perkataan Ivana.
Laki-laki itu berdiri menuju meja minuman, menuang tequila ke dalam dua gelas kemudian mendekati Ivana memberikan satu gelas untuk gadis itu.
"Aku senang mendengarnya, jika kau benar-benar menjaga Nasviell. Kakak mu sangat mencintai Nasviell. Namun aku meragukan ketulusan mu. Informasi yang aku dengar kau datang ke perkebunan karena kau gagal menikah dengan Marco Reus".
"Kau menyelidiki ku!"
"Merawat perkebunan butuh kerja keras. Apalagi kau memulainya dari awal lagi. Jujur aku meragukan mu bisa menghidupkan kembali Nasviell seperti saat Leo masih ada", ucap Jose berdiri di depan kaca jendela ruangan itu. Kedua netranya menatap jauh ke ladang agave miliknya yang sudah tumbuh subur. Meskipun sekarang senja telah berganti kelabu, namun masih terlihat hamparan agave itu.
Ivana terdiam. Ia menatap punggung lebar Jose.
"Aku terkejut ketika paman Eduardo memberitahu bahwa Leonel memberikan perkebunannya pada ku. Sebenarnya paman akan memberitahu Nasviell saat usiaku tiga puluh tahun. Tapi ketika aku bersedih karena kegagalan pernikahan, paman berubah pikiran".
"Tentu saja aku menerima pemberian kakak ku karena beberapa foto yang ia tinggalkan, memperlihatkan Nasviell yang sangat indah".
"Namun ketika mengetahui keadaan Nasviell yang sebenarnya, terus terang saja aku sedih. Berbanding terbalik dengan foto yang aku lihat. Aku harus bertanggungjawab atas pemberian Leo, Leo memberikan nya padaku pasti bukan tanpa sebab. Ia percaya padaku dan ia mengharapkan aku bisa merawatnya dengan baik", ucap Ivana dengan suara lembutnya namun tersirat ketegasan di sana.
__ADS_1
Jose membalikkan badannya, laki-laki itu menyandarkan tubuh bagian belakang pada kusen jendela sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
Jose menatap lekat Ivana.
"Menikah lah dengan ku, Ivana!"
Perkataan Jose jelas membuat Ivana yang berdiri dihadapannya terkejut. "Apa maksud mu?"
"Jika kau bersama ku, tidak ada yang akan mengusik perkebunan Nasviell. Orang ku memberikan informasi bahwa Mantan kekasih mu Marco Reus sedang mencari perkebunan di sekitar sini, dan Nasviell lah yang menjadi targetnya. Pria mu itu memutuskan menetap di Jalisco".
Ivana melebarkan kedua matanya tak percaya menatap Jose yang sedang menyesap tequila.
"Kau pasti berbohong. Aku tahu Marco memang bajingan, tapi tidak akan melakukan hal seperti yang kau katakan. Mana mungkin ia tertarik pada sesuatu yang tidak akan memberikan hasil apapun padanya. Nasviell belum ada apa-apanya. Sementara Marco seorang yang ambisius. Aku benci Marco, tapi kau berlebihan jika menuduhnya seperti itu. Lagi pula ia tidak pernah tertarik pada perdesaan".
Jose mengangkat bahunya. "Tugas ku telah selesai memberi tahu mu yang sebenarnya. Aku menawarkan sesuatu yang tidak aku inginkan, tapi aku melakukan nya karena aku sangat menghormati Leo".
"Cara kau menghormati kakakku salah. Sejak awal kau lah yang ingin perkebunan Nasviell! jadi jangan bawa-bawa nama orang lain yang menginginkan nya...tuan".
"Asal kau tahu, sampai kapanpun Nasviell tidak akan aku jual. Apalagi pada mu! Yang ada perkebunan mu lah yang akan aku beli!".
"Beberapa harga yang kau butuhkan untuk perkebunan mu?", ketus Ivana sarkasme.
Jose memutar-mutar gelasnya, kemudian meneguk tequila hingga tandas. Kedua alis hitam miliknya saling bertaut. Sementara bibirnya melukiskan senyuman yang sulit di artikan.
"Menghabiskan waktu saja menemui mu, ternyata kau sama brengseknya dengan Marco Reus!" Ketus Ivana membalikkan tubuhnya. Dengan langkah cepat ia keluar ruangan Jose.
__ADS_1
...***...