PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
KERIBUTAN


__ADS_3

"Lahan di sini baik nona, bisa langsung di tanam agave", ucap insinyur pertanian yang di datangkan Lizzy untuk memeriksa tanah di lahan yang sudah siap untuk di tanami.


Ivana segera memberi perintah pada Hector dan pekerja lainnya untuk segera menaman agave di lahan tersebut. Ivana ingin cepat-cepat semua lahan yang terbuka segera di tanami. Setelah semua lahan sudah di tanami agave, Ivana berencana kembali ke Mexico dan akan datang ke Nasviell saat weekend saja. Hari ini juga ia akan membicarakan rencananya pada Jose.


Sudah tiga bulan ia menghabiskan waktu di Nasviell. Selama itu Ivana tidak pernah kembali ke Mexico. Ia hanya berkomunikasi melalui video call dengan paman dan bibinya. Sementara untuk perusahaan, Ivana intens melakukan meeting secara daring.


Hector, aku ingin lahan yang sudah dinyatakan subur untuk segera di tanami agave, karena dalam beberapa hari kedepan aku akan mengurus pekerjaan ku di Mexico".


Hector menganggukkan kepalanya.


"Baik nona. Jangan kuatir saya akan menjaga Nasviell seperti yang anda inginkan", jawab Hector bersungguh-sungguh.


"Satu lagi Hector. Aku sudah bekerjasama dengan perkebunan Almiron. Kau jangan terkejut jika Adrian mandor mereka bahkan mungkin pemiliknya ikut mengawasi perkebunan ku, karena mereka menginginkan hasil agave yang terbaik. Kau mengerti?", ucap Ivana.


Untuk sesaat Hector terdiam dan menghela nafasnya. "Baik nona. Saya mengerti", jawab Hector kemudian.


Dari kejauhan terlihat Lizzy menghampiri Ivana. Gadis itu nampak terburu-buru.


"Lanjutkan saja perkejaan mu. Aku mau menemui asisten ku".


"Baik nona Ivana", jawab Hector segera berlalu.


Dengan nafas menderu Lizzy memegang dadanya yang terasa sesak karena setengah berlari ia menemui Ivana yang sedang ada di ladang.


"Ada apa, kenapa kau seperti di kejar setan saja, Liz?"

__ADS_1


"Nona di gerbang, ada tuan Marco Reus. Laki-laki itu datang sambil marah-marah. Ia datang tidak sendirian tapi bersama lima orang bodyguard nya. Orang kita berusaha menghalang-halangi Marco dan orangnya masuk ke area hacienda", ujar Lizzy terlihat mengatur nafas nya.


Ivana mengepalkan kedua tangannya. "Brengsek. Mau apa bajingan itu ke perkebunan ku!"


"Hector...ajak anak buah mu ke gerbang utama di sana ada pengacau yang akan membuat rusuh", teriak Ivana.


Hector dan para pekerja ladang dengan cepat mendekati Ivana dan ikut bersamanya menuju gerbang utama perkebunan Nasviell.


*


Jose yang sedang meeting dengan semua kepala divisi pabrik di ruang rapat, langsung menghentikan meeting penting itu ketika Ellios membisikkan sesuatu ke telinganya.


"Kita tunda meeting ini beberapa hari kedepan. Kalian silahkan lanjutkan bekerja lagi", ucap Jose sebelum meninggalkan ruang rapat.


"Kau ikut dengan ku ke Nasviell. Beri tahu Adrian untuk siaga dengan orang-orang terbaik", perintah Jose pada Ellios di ruang persenjataan yang ada di ruang kerjanya. Laki-laki itu mengisi pistolnya dengan amunisi.


"Baik tuan", jawab Ellios yang terlihat sangat tegang.


"Kenapa gadis itu sangat keras kepala, tadi sudah aku ingatkan aku akan mengantarnya ke Nasviell. Malah dia pergi sendiri. Lihatlah sekarang jadinya seperti apa".


"Melihat dari CCTV, istri tuan menyelinap diam-diam keluar hacienda ketika para penjaga sibuk memeriksa truk-truk kontainer masuk ke perkebunan", ucap Ellios sambil memberikan iPad pada Jose yang duduk di jok belakang.


Dengan wajah jengah Jose memperhatikan tingkah Ivana yang nampak celingak-celinguk sambil mengendap-endap layaknya seorang tawanan yang hendak melarikan diri dari pengawasan.


"Wanita keras kepala..!"

__ADS_1


*


"Ya Tuhan.."


"Marco hentikan. Apa yang kau lakukan pada anak buah ku. Lepaskan mereka!", ketus Ivana ketika sampai di gerbang dan melihat pemandangan yang sangat mengejutkan. Orang-orang Marco dengan beringas melumpuhkan keamanan Nasviell. Empat orang penjaga di gerbang di pukuli bodyguard Marco hingga babak belur.


Namun Marco tidak langsung menghentikan anak buahnya. Walau Ivana sudah mengingatkan.


Melihat kedatangan Ivana, Marco justru menarik paksa tangan Ivana.


"Aku akan menyuruh mereka berhenti kalau kau ikut dengan ku pulang ke Mexico sayang. Kita lanjutkan pernikahan kita. Aku berjanji akan membuatmu bahagia Ivana. Aku benar-benar mencintaimu sayang".


"Lepaskan aku Marco!"


"Lepaskan nona Ivana tuan Marco", teriak Lizzy. Sementara Hector dan pekerja lainnya menghadapi bodyguard Marco yang menguasai bela diri dengan sangat baik. Satu persatu anak buah Ivana dengan mudah di lumpuhkan bodyguard Marco.


Dengan keras Marco menarik tangan Ivana. Sekuat tenaga Ivana dan Lizzy saling menahan agar tangan Marco segera terlepas dari tangan Ivana.


Brugghh..


Tiba-tiba tubuh Marco terhuyung ke belakang.


"Lepaskan istri ku bajingan! Istri ku tidak akan kemana-mana. Ia tetap berada di sini. Kau dan orang-orang tidak berguna inilah yang harus pergi dari Nasviell. Jangan pernah mengusik kehidupan istri ku lagi...Atau kau akan berhadapan dengan ku brengsek!"


......***......

__ADS_1


__ADS_2