PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
UNGKAPAN PERASAAN


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Jose mengajak Ivana ke kota Mexico. Sudah separuh perjalanan.


Laki-laki itu mengendarai sendiri mobilnya, sementara di belakang mobil Jeep berisi bodyguard Jose yang selalu siap siaga melindungi bos mereka.


Satu minggu telah di lalui pasangan pengantin itu. Ivana dan Jose semakin intim dan terlihat selalu bersama layaknya pasangan pengantin baru lainnya.


Chemistry anatara keduanya tidak bisa di bohongi. Siapapun yang melihat pasangan suami-istri itu pasti mengatakan mereka pasangan yang sudah lama saling jatuh cinta.


Ivana menyandarkan kepalanya pada bahu Jose, sementara Jose mengusap wajah cantik istrinya itu. Sesekali Jose mengecup pucuk kepala Ivana.


"Apa kau tidak mengantuk? Tidurlah kalau kamu mengantuk".


"Aku tidak akan mengantuk kalau di dekat mu, Jose. Sejak bersama mu tidurku jadi tidak teratur kau selalu membuat ku terjaga", cicit Ivana bergelayut manja sambil memeluk lengan Jose. Wajahnya terlihat berseri-seri.


Jose tertawa mendengar perkataan Ivana.


"Kau belum bercerita apapun tentang pekerjaan mu di Mexico. Sekarang ceritakan pada ku, aku ingin mendengar nya. Aku terlalu sibuk pada tubuh mu sehingga melupakan hal-hal pribadi istri ku", ucap Jose tersenyum.


"Tidak ada yang istimewa. Aku memimpin perusahaan peninggalan orang tua ku sejak beberapa tahun yang lalu. Pergi pagi dan pulang hingga larut malam itulah yang aku lakukan hampir setiap hari saat bekerja. Dan karena itulah sebagian orang mengatakan hidupku membosankan. Salah satunya Marco, yang menjadikan itu sebuah alasan untuk berkhianat dengan Arciela temanku".


"Apa kau menyesal tidak menikah dengan Marco, hem?"


Ivana mengangkat wajahnya menatap Jose.


"Kenapa aku harus menyesal. Bodoh sekali. Justru aku bersyukur Tuhan membuka kedok mereka berdua yang bermain api di belakang ku sebelum pernikahan kami. Tapi aku berterima kasih juga pada mereka berdua, berkat aku memergoki keduanya lah membuat ku bertemu dengan mu. Ya meskipun awalnya kau itu sangat menyebalkan Jose", cicit Ivana yang membuat Jose tertawa mendengarnya.


"Aku justru mengumpati Leo, kenapa ia harus mengirim adiknya yang sangat cantik ke Nasviell. wanita itu mampu mengalihkan duniaku dalam sekejap saja", ucap Jose sambil mencubit ujung hidung mancung Ivana.


"Kau sendiri selain memiliki perkebunan dan pabrik tequila, apa memiliki pekerjaan lainnya Jose?"

__ADS_1


"Aku memiliki perusahaan yang aku dirikan di Amerika. Karena awalnya aku ingin mewujudkan cita-cita ku, memiliki perusahaan hasil kerja ku sendiri. Perusahaan itu bergerak di bidang perangkat lunak".


"Oh ya? Apa namanya? Karena perusahaan ku juga bergerak di bidang yang sama. Perusahaan yang aku pimpin sudah cukup mentereng Jos. Apa kau pernah mendengar nama iTexico Corp? itu adalah perusahaan milik ayah ku yang aku pegang saat ini. Aku berhasil mengembangkan perusahaan itu semakin maju seperti sekarang", ucap Ivana dengan bangganya.


"Aku tidak pernah mendengar perusahaan mu. Kalau perusahaan mu iTexico Corp terkenal pasti aku tahu", jawab Jose bernada meledek Ivana.


Ivana membelalakkan matanya.


"Kau meremehkan aku, Jos? Perusahaan ku sudah terkenal dengan ruang lingkup luas, nanti saat kita sampai di Mexico aku akan mengajak mu ke sana. Aku akan membuktikan ucapan ku dan kau akan menyesal dengan ucapan mu karena mengatakan iTexico perusahaan ku tidak terkenal. Uhh...hanya diri mu yang tidak pernah mendengar iTexico perusahaan software terkenal di Mexico. Seperti tinggal di hutan saja!", ucap Ivana kesal.


Jose tertawa mendengar komplain Ivana yang terlihat jengah begitu. "Aku tidak tertarik dengan perusahaan iTexico, aku hanya tertarik pada pemilik nya saja. Apalagi kalau ia sudah mendesahh, akan membuatku lupa segalanya", goda Jose berbisik sambil mencondongkan tubuhnya mendekati Ivana yang cemberut.


"Apa hanya itu yang kau tahu tentang aku? Menyebalkan sekali", ucap Ivana sambil mencebikkan bibirnya.


Jose tertawa, ia menarik Ivana yang terlihat kesal itu agar kembali menyandarkan kepalanya pada bahunya. Jose membawa jemari Iv ke atas pahanya.


"Aku tahu perusahaan mu. Tapi yang aku tahu pemilik nya wanita dingin dan arogan. Aku pikir ia wanita berumur. Pastinya tidak menarik sekali jika bekerja sama dengan orang seperti itu", ucap Jose sambil mengusap-usap punggung tangan Iv.


Terdengar helaan nafas Ivana. "Aku di bantu paman Eduardo memimpin iTexico. Sebenarnya aku sangat sedih selama ini aku merasa sendirian. Walaupun waktu itu ada Marco yang aku pikir baik, tapi aku merasakan perasaan hampa. Tidak memiliki orang tua, dan saudara. Beruntung aku memiliki paman Eduardo dan bibi Regina. Namun tetap saja tidak bisa menghapus rasa sepi ku. Mereka memiliki keluarga sendiri", ucap Ivana nampak sedih.


Jose bisa merasakannya. Laki-laki itu mengecup lembut pucuk kepala Ivana.


"Sekarang ada aku di samping mu. Aku akan menghapus rasa sepi mu itu, Iv. Kita akan terus bersama", bisik Jose lembut. Kata-kata itu begitu sejuk di telinga Ivana


Sesaat Ivana memejamkan matanya, meresapi setiap kata manis yang terucap dari bibir Jose. Menit berikutnya ia mengeratkan pelukannya pada pinggang laki-laki itu. Ivana mendongakkan wajahnya menatap Jose.


"Apakah kita akan terus bersama, Jos? Bahkan kau tidak pernah mengucapkan kata cinta untuk ku–"


"Citttt..."

__ADS_1


Tiba-tiba Jose menginjak rem dalam-dalam. Beruntung mobil pengawal berjarak dari mobil ia dan Ivana.


Jose menepikan mobilnya.


"Jose...kenapa kau berhenti?"


Tanpa melepaskan seatbelt nya Jose membingkai wajah Ivana. Tanpa jeda langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Ivana yang terbuka.


Terdengar suara berdesis keluar dari mulut Ivana yang sudah di penuhi bibir Jose. Nyatanya laki-laki itu selalu mampu membuat tubuh Ivana bergidik tak karuan. Seketika mampu menghilangkan akal sehatnya.


Jose memangut bibir Ivana dengan hebat. Ivana pun menerimanya, membalas tak kalah panas. Jemari tangan Ivana mencengkram kuat jaket kulit hitam hitam yang dipakai Jose. Keduanya berciuman mesra.


"Apa sentuhan ku selama ini belum bisa meyakinkan dirimu tentang perasaan, sayang?", Ucap Jose menatap lekat wajah cantik istrinya. Jose menempelkan keningnya pada kening Ivana sembari mengusap lembut wajah berkulit halus itu.


"A-ku..."


"Aku mencintaimu Ivana. Saat seseorang telah menyita perhatian ku artinya ia begitu istimewa bagiku. Aku bukan tipe pria brengsek yang suka bermain-main dengan perasaan. Jika aku memberikan hatiku untuk orang itu artinya aku mencintai nya sepenuh hatiku. Jangan ragukan itu", ucap Jose bersungguh-sungguh.


Kelopak mata Ivana menggerjap-ngerjap. Hazel coklat terang itu nampak berkaca-kaca.


"Aku mencintaimu sayang. Jangan pernah ragukan perasaan ku lagi. Apa kau merasa lebih tenang sekarang, hem?"


Ivana tidak bisa berkata-kata. Sungguh ungkapan perasaan Jose membuatnya begitu bahagia, perasaannya menghangat. Ivana menyandarkan wajahnya pada dada bidang Jose. Memeluk pinggang laki-laki itu dengan erat. Terasa begitu menenangkan.


"Aku juga mencintaimu, Jos..."


...***...


Kemarin absen, apa ada yang merindukan kisah Ivana Jose ya? 🤔

__ADS_1


Maaf slow update ya 🙏


__ADS_2