
"Selamat malam tuan Jose", sapa pelayan yang melihat kedatangan bos-nya di hacienda.
"Di mana istri ku?"
"Nona Ivana ada di kamar, tuan. Hm, sebenarnya nona meminta saya untuk memberi tahunya jika anda sudah pulang–"
"Sudahlah tidak perlu. Lanjutkan saja pekerjaan mu".
Pelayan itu menganggukkan kepalanya. "Baik tuan, kalau begitu saya permisi".
"Hem".
Hari sudah senja...
Ivana berada di atas tempat tidur, membaca buku cara bercocok tanam agave agar menghasilkan buah yang berkualitas.
Ivana menolehkan wajahnya, ketika Jose membuka pintu kamar mereka.
"Sayang, kau sudah pulang. Aku bosan menunggu mu di bawah, makanya aku membaca buku ini".
Jose tersenyum mendengar penuturan istrinya. Jose mendekati Ivana membungkukkan badannya mencium bibir Ivana.
"Jose, kau belum membersihkan tubuh mu. Kau berkeringat", protes Ivana melebarkan kedua matanya.
"Aku baru saja, berkeliling perkebunan bersama Adrian dan Ellios. Sebagian agave di panen hari ini, itulah kenapa aku terlambat pulang".
Ivana menutup buku bacaannya. Ia tak berkedip menatap tubuh suaminya berkeringat sampai-sampai kemeja putih yang dipakainya basah mencetak otot keras yang menonjol di seluruh detail tubuh hingga dada bidangnya. Ivana sadar tubuh Jose begitu seksi sempurna. Meskipun ia melihatnya tiap saat namun tetap saja membuat Ivana kesulitan menelan salivanya jika di hadapkan suasana seperti ini.
"Ehem.."
Terdengar deheman dari mulut wanita itu.
"Buku apa yang kau baca?"
Ivana mengalihkan pandangan matanya ke atas nakas lagi. "Aku bosan menunggu, makanya aku ke perpustakaan milik mu. Dan aku menemukan buku ini. Cara menghasilkan buah agave-agave yang berkualitas".
Jose tersenyum mendengar jawaban Ivana. "Kalau soal agave kau tidak perlu menghabiskan waktu mu membacanya. Kau bisa bertanya langsung kepada suami mu", ujar Jose sembari mengusap lembut wajah istrinya yang merona.
"Baiklah aku mandi dulu", ucap Jose sambil melepaskan satu persatu kancing kemeja dan berlalu dari hadapan istrinya.
Ketika Jose berada dikamar mandi, Ivana beranjak dari tempat tidur. Ia melangkahkan kakinya ke walk in closet dan menyiapkan baju santai untuk Jose. Joger pant dan kaus oblong kesukaan suami saat beristirahat.
Ivana membuka pintu kamar, ketika terdengar ketukan. Ia memang meminta pelayan mengantarkan makan malam mereka ke kamar saat Jose sudah pulang.
__ADS_1
Tak berapa lama Jose selesai membersihkan tubuh nya. Ia hanya melilit kan handuk putih pada bagian bawah tubuhnya sementara rambut hitamnya masih meneteskan sisa air yang belum kering.
"Kau meminta pelayan mengantar makan malam kita?", ujar Jose melihat meja sudah terdapat makanan sembari hendak melepaskan handuk yang ia gunakan untuk menutupi tubuhnya.
Ivana mengangguk.
"Huhh, kenapa kau selalu memakai baju mu di sini? Kau bisa berpakaian di walk in closet, sayang", protes Ivana, tidak kuat melihatnya.
"Ada apa, tidak salah juga kan aku ingin memakai pakaian ku di sini", jawab Jose tidak perduli dengan protes istrinya itu.
"Huhh sayang, pakaian mu sudah aku siapkan disana", balas Ivana sambil beranjak dari tempatnya, hendak mengambilkan pakai ganti suaminya.
Namun langkahnya terhenti karena tanpa aba-aba Jose menarik tangan Ivana Merapatkan tubuh Ivana ke tubuhnya yang masih basah.
"Sayang, apa yang kau lakukan?"
Jose menarik tekuk Ivana, mencium bibir merah merona dihadapannya. Lidahnya langsung masuk dan menari-nari di dalam mulut Ivana.
Seakan terhipnotis, Ivana menuruti keinginan Jose. Ia membukanya, membiarkan lidah Jose bermain-main disana. Membelit lidahnya.
Dengan nafas yang menderu, Ivana menatap lembut kedua manik hitam suaminya.
"Ahh sayang, sekarang aku menginginkan mu", bisik Jose ditelinga Ivana dengan suara parau yang sudah diliputi gairah.
Mendapatkan sinyal baik itu, Jose tersenyum bahagia sambil menyatukan bibirnya pada bibir Ivana dengan lembut. Sementara tangannya melepaskan satu persatu pakaian Ivana hingga tidak ada satu benang pun yang tersisa ditubuh putih mulus itu.
Ivana menarik lepas handuk putih yang masih melingkar menutupi tubuh bagian bawah Jose.
Hingga handuk terlepas dan teronggok dilantai.
Jose mendorong tubuh Ivana duduk di tempat tidur sementara ia tetap berdiri tegak dihadapan nya.
Jose menundukkan kepalanya, mencium dengan lembut bibir ranum istrinya. Ivana menerima nya sembari menengadahkan wajah menatap Jose dengan perasaan mendalam.
"Sentuh milikku sayang", bisik Jose di depan bibir Ivana.
Seperti ada yang menuntun nya, Ivana menuruti permintaan suaminya. Perlahan jemari lentik Ivana menyentuh milik Jose. Jemari halus itu mengusap-usap nya perlahan.
"Ahh sayang.."
Jose mengeram, merasakan sensasi yang diberikan kan tangan halus istrinya.
Ivana selalu menyukai jika suaminya mengeram sambil menengadahkan kepalanya keatas dan memejamkan matanya seperti itu. Begitu seksi. Membuatnya penasaran. Ia mengusapkan kan tangannya lebih intens.
__ADS_1
"Ooh shitt , Ivana–"
*
Sinar matahari, menerobos masuk disela jendela kamar Jose dan Ivana.
Dua insan yang tampak kelelahan itu masih bergelung ditempat tidur.
Ivana mengerjapkan kelopak matanya ketika merasakan kecupan di pundaknya.
"Aku sangat menyukai harum tubuh mu sayang".
Iv tersenyum mendengarnya sembari membalikkan badannya menghadap Jose.
Jemari Ivana mengusap rahang tegas Jose. "Aku mencintaimu", balas Ivana mendaratkan sebuah kecupan mesra di sana.
Kedua berciuman mesra hingga terdengar ketukan di pintu.
Ivana yang pertama menghentikan ciuman liar panas itu.
Namun Jose enggan menghentikan nya.
"Shitt .. siapa yang berani mengganggu kita sepagi!"
"Sayang, lihatlah mungkin seseorang membawa kabar penting".
Dengan wajah kesal Jose memasang jubah tidur menutupi tubuhnya menuju pintu.
Laki-laki itu membuka handle pintu. "Kenapa kau mengganggu ku Hilda?"
"Maaf tuan, di bawah Hector ingin menemui mu. Kelihatannya ia sangat panik. Sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikan nya pada anda dan nona Ivana".
"Suruh Hector menunggu di ruang kerja ku. Aku segera menemuinya".
"Baik tuan", jawab Hilda berlalu dari hadapan Jose.
"Ada apa sayang. Kenapa pagi-pagi begini Hector menemui mu?"
"Kita akan segera tahu. Sebaiknya kau bersihkan tubuhmu, sementara aku menemui mandor perkebunan mu", ucap Jose sambil berganti pakaian.
"Iya. Jose...tapi kau harus janji mengatakan yang sebenarnya pada ku kan?"
Jose menghampiri Ivana dan mengecup keningnya. "Tentu saja. Aku tidak akan menyimpan rahasia apapun dari wanita yang aku cintai", jawabnya dengan pasti.
__ADS_1
...***...