
"Apa yang kalian lakukan di ruang kerja ku?!"
"Lizzy?"
"N-ona Ivana...T-uan Jose?".
Melihat siapa yang datang dan membuka pintu, cepat-cepat Lizzy mendorong tubuh di atas nya. Gadis itu berdiri dan merapikan pakaian nya. Wajah gadis itu nampak merah padam karena malu ketahuan sedang bercumbu dengan Sebastian, teman sekaligus pengacara Jose. Gilanya lagi Sebastian sudah melepaskan beberapa kancing pakaiannya.
"Apa-apaan kau ini Sebastian. Melakukan perbuatan mesum di ruangan ku. Kau ini menjijikkan sekali", hardik Jose kesal pada temannya itu.
"Just relax, friend", jawab Sebastian dengan santai nya. Seperti tidak terjadi apa-apa. Laki-laki itu nampak biasa-biasa saja mengancingkan kemeja berwarna biru tua yang sudah berantakan. Berbanding terbalik dengan Lizzy yang terlihat serba salah dan harus menanggung malu karena perbuatan nya.
"Ck...dasar bajingan!"
"Sayang sebaiknya kalian keluar, aku ingin bicara dengan bastard satu ini", ucap Jose menatap sekilas istrinya.
"Iya. Tapi aku harus mengambil iPad ku".
"Hem. Ambillah", jawab Jose singkat.
Sekilas Ivana menatap Sebastian yang sudah duduk sambil menyilangkan kakinya.
"Hai Ivana. Kau jangan salah paham pada asisten mu. Aku yang memulainya", ucap Sebastian seakan tahu apa yang di pikirkan Ivana setelah melihat ia dan asistennya.
__ADS_1
Ivana hanya diam, tidak menjawabnya. Sementara Jose masih menghunuskan tatapan tajam pada Sebastian sambil berkacak pinggang.
"Kau ikut aku!", perintah Ivana pada Lizzy yang terlihat sangat pucat.
Lizzy menganggukkan kepalanya tidak bersemangat. Ia sudah siap dengan konsekuensi dari perbuatannya.
Ivana mengajak asistennya itu ke ruang kerjanya yang masih belum selesai pengerjaannya.
"Nona maafkan saya. Saya–"
"Itu hak mu Liz untuk berhubungan dengan siapa pun. Tapi apa kau sudah memikirkan akibatnya?".
"Sungguh aku tidak menyangka kau seperti tadi, Liz. Selama ini aku melihat mu tidak jauh berbeda dengan ku. Menjaga diri dengan baik. Apa kau tahu latar belakang Sebastian? Bagaimana kalau ia sudah memiliki keluarga?"
"M-aafkan saya nona. Saya tidak tahu... tiba-tiba terjadi begitu saja. Berawal ketika saya mengantarkan berkas kerjasama perkebunan Nasviell dan perkebunan Almiron yang harus siap sebelum anda dan tuan Jose kembali".
Terdengar helaan nafas Lizzy. Wanita itu nampak pucat. "Saat saya menghubungi Ellios asisten tuan Jose, ia sedang berada di luar dan meminta saya menaruh berkasnya di atas meja ruang kerja tuan. Saya tidak tahu ada tuan Sebastian di sana. Sungguh saya sangat bodoh dalam hal ini", lirihnya pelan.
Lizzy terdiam untuk sesaat dengan wajah tertunduk. Terlihat jelas penyesalan di wajahnya.
"Kau mau berhubungan dengan siapapun itu hak mu. Buatku kau asisten ku yang terbaik. Tapi aku tidak suka jika kau melakukan hal seperti tadi di ruang kerja suamiku Liz. Setidaknya kalian cari tempat lain", tegas Ivana.
"Kau sangat tahu bagaimana aku, kan? Terutama pada orang yang suka merusak hubungan orang lain. Setidaknya kau pastikan laki-laki itu sedang tidak menjalin hubungan pada siapapun..."
__ADS_1
*
"Ellios...aku ingin kau ganti sofa ini dengan yang baru!", perintah Jose di hadapan Sebastian ketika asistennya itu datang.
"Kau ini berlebihan sekali Jose".
"Kau pikir aku mau memakai sofa tempat kau mencumbu asisten istri ku. Lagian di mana otak mu Sebastian, kau sudah punya kekasih kenapa kau masih bermain dengan yang lain".
"Kami sudah putus. "Rubi lebih memilih kariernya dibandingkan aku. Beberapa hari yang lalu ia berjanji akan kembali dari Milan, tapi lagi-lagi ia tidak menepati nya. Ia membatalkan pertemuan yang sudah kami sepakati bersama. Aku memutuskan nya melalui saluran telepon. Hubungan kami kali ini benar-benar berakhir. Aku sudah muak jika terus mengalah dan berusaha pada hubungan tidak pasti, Jos", ucap Sebastian sambil menghisap rokok nya dalam-dalam.
"Lalu kau lampiaskan patah hati mu itu pada asisten istri ku? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaannya, Tian? Bagaimana jika gadis itu berharap terlalu jauh pada mu yang sudah menyentuhnya?"
Sebastian mengangkat satu bahunya, seperti tidak memperdulikan apapun. "Tapi dia tidak menolak ku. Bahkan ia diam saja saat aku menciumnya", jawab Sebastian membela diri.
"Kau ini benar-benar brengsek Sebastian. Kau berbuat tapi kau masa bodoh seperti ini. Itu untuk mu, bagaimana kalau gadis itu berharap banyak karena kau menyentuhnya tadi? Apa kau mau bertanggung jawab?".
"Ck... Lihatlah siapa yang sedang bicara ini. Kau seperti tidak pernah melakukannya saja. Apa kau lupa mencium paksa Ivana?"
"Apa kau tidak bisa melihat bagaimana kami sekarang?"
Sebastian terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi. Seakan gelar pengacara yang di milikinya tidak ada artinya, ia benar-benar terdiam mendengar perkataan Jose.
...***...
__ADS_1