
"Pengisian bahan bakar. Aku harus bisa masuk ke salah satu mobil itu. Semoga mereka tidak menemukan ku..!"
"Ya Tuhan, semoga ada mobil yang bisa aku buka", ujar Dulce dengan nafas terengah-engah.
Dulce berlari sekencang mungkin. Yang di ada di kepalanya saat ini hanya berlari dan menjauh dari orang-orang Gustave, pamannya. Sebisa mungkin, pergi menjauh.
*
"Terima kasih Hector, kau sudah menjemput ku. Aku sekarang lebih tenang karena keadaan nona Lizzy sudah membaik. Aku bisa bergantian dengan Aimee menjaga nona Lizzy".
"Sekarang sudah malam sebaiknya kau beristirahat Maria. Aku juga harus memeriksa ladang, seharian aku ada di luar".
"Iya Hector. Aku masuk sekarang".
Maria segera masuk ke hacienda, sementara Hector masih berdiri di samping mobil double cabin yang bertuliskan perkebunan Nasviel.
Hector hendak membuka pintu belakang mengambil barang ketika telinganya mendengar bunyi mencurigakan di bagasi yang tertutup rapat.
Tanpa ragu laki-laki itu membuka bagasi yang tertutup terpal berwarna hitam.
Netra Hector melotot sempurna. Tidak bisa menutupi rasa kaget, setelah melihat keadaan di bagasi mobil yang di kendarainya.
"Siapa kau? Apa mau mu?", teriak Hector dengan sigap menodongkan pistolnya tepat di hadapan wanita asing yang tiba-tiba ada di dalam mobilnya.
__ADS_1
"M-aaf. A-ku bukan orang jahat tuan. Aku bersembunyi di mobil mu karena orang jahat mengejar ku. T-olong aku, aku akan membayar berapapun uang yang kau inginkan".
Hector tidak serta-merta percaya begitu saja, laki-laki itu semakin mendekatkan pistol yang ada di tangannya pada wajah wanita asing itu.
"Kau jangan main-main pada ku, nona–"
"Hector ada apa?", teriak salah seorang pekerja dari kejauhan.
Melihat ada orang lain, segera Hector menekan kepala wanita itu agar tak nampak terlihat. Beruntung hari sudah gelap.
"Tidak apa-apa, aku mengambil barang-barang ku. Kalian istirahat saja!", jawab Hector tanpa sedetikpun mengalihkan perhatian dari wanita nekad yang masuk kedalam mobilnya secara diam-diam tanpa sepengetahuannya.
Wanita itu menatap Hector dengan memohon. "Nama ku Dulce. Aku mohon bantu aku untuk menginap bersama mu malam ini saja".
"Bantu aku Hector...aku mohon. Malam ini saja. Aku janji besok pagi kamu tidak akan melihatku lagi. A-ku mohon", ucap Dulce menautkan kedua tangannya ke depan dada.
Hector melototkan kedua matanya menatap tajam gadis yang sudah berdiri di hadapannya tersebut. "Kau jangan main-main dengan ku, atau aku akan berlaku kasar pada mu–"
Tiba-tiba Dulce berjongkok di hadapan Hector dengan kepala menunduk. "Aku mohon bantu aku. Orang-orang jahat itu pasti masih memburu ku", ujar Dulce lirih.
"Aku tidak mengenal mu sama sekali. Kau orang asing. Kau bisa membuat kami di perkebunan ini dalam bahaya. Sebaiknya kau pergi saja–"
"Aku akan menjelaskan semuanya. Aku mohon..."
__ADS_1
Hector mengibaskan tangannya sembari membalik badan hendak pergi. "Masalahku sudah terlalu banyak, aku tidak mau menambah masalah baru lagi dalam hidupku", gumamnya sambil melangkah pergi.
Dulce bisa mendengarnya dengan jelas.
"Hectorr... tunggu. Jangan tinggalkan aku".
"Sial. Wanita ini benar-benar gila dan keras kepala", batin Hector. Laki-laki itu tak henti mengumpat dalam hati.
"Aku janji akan memberi mu uang yang banyak. Beri aku tempat tinggal untuk malam ini saja", ucap Dulce dengan langkah cepat mengikuti Hector.
Tiba-tiba Hector menghentikan langkahnya. Spontan membalikkan badannya lagi. "Kau ini penyusup. Sebaiknya kau pergi sekarang dari perkebunan Nasviel. Jangan buat masalah di tempat kerjaku. Atau kau mau aku lempar ke hutan di belakang sana hah!!", hardik Hector emosi.
Namun Dulce bukannya takut dengan ancaman itu. Ia malah mengedarkan pandangannya ke semua penjuru hacienda dan mendekat plang nama perkebunan Nasviel.
"Nasviel?"
"Apa aku berada di perkebunan Nasviel?"
"Benarkah Hector?"
...***...
__ADS_1
Nantikan novel baru Emily ya 🙏