PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
LIZZY DAN SEBASTIAN KECELAKAAN


__ADS_3

"Akh.."


"T-olong..."


"S-akit..."


Lizzy mengeluarkan suara lirih. Matanya seakan tidak bisa di buka sempurna. Ia merasa kelopak matanya begitu berat.


"Tuan Sebastian..."


"Nona Lizzy.."


Teriak orang-orang semakin mendekat.


Sayup-sayup Lizzy mendengar langkah kaki berlarian di sekitarnya. Ia tidak bisa bergerak sama. Namun ia merasakan wajahnya begitu hangat.


Lizzy memaksa mengangkat wajahnya diantara kepala yang terasa berkunang-kunang hebat. Ia ingin menyentuh kepala namun tangan nya tak bisa di gerakkan sama sekali. Sakit. itukah yang dirasakan nya.


Liz merasakan tetesan cairan yang terasa dingin di wajahnya. Gadis itu berusaha mengangkat wajahnya yang terhimpit.


Kesadarannya telah terkumpul. Kala menyadari tubuh Sebastian lah yang menghimpit wajahnya. Ia melihat darah segar menetes dari kepala laki-laki itu.


Seketika Lizzy histeris. Sekuat tenaga ingin memiliki ruang agar tubuhnya bisa di gerakkan.


"Sebastian..."


"Oh my God, bantu kami..."


"Tian bangun. Aku mohon Sebastian bertahanlah".


"Nona. Apa kau bisa bergerak?"


"C-epat... selamat kan S-ebastian. A-ku mohon, ia bisa kehabisan darah", teriak Lizzy dengan panik. Suaranya terdengar tercekat terbata-bata.


"A-kh..."


Terdengar suara mengerang dari bibir Sebastian.


"Tian, sadar lah. Aku mohon. Orang-orang segera menyelamatkan kita", ucap Lizzy. Sekuat tenaga ia menahan isak tangisnya. Sekuat tenaga ia menahan rasa sakit di tubuhnya.


Sesakit apa yang di rasanya tidak bisa mengalahkan sakit yang di rasakan Sebastian. Laki-laki itu benar-benar melindungi nya dari hempasan mobil yang begitu kuat beberapa saat yang lalu.


Sebelum mobil yang mereka tumpangi jatuh ke jurang, Sebastian mendekap erat tubuh Lizzy dan melindungi wajah gadis itu dengan dadanya.


"Tuan...nona, bertahan lah kami harus memecahkan kaca mobil agar kalian bisa segera di keluarkan dari dalam. Tundukkan wajah kalian agar tidak terkena kaca", ucap salah seorang pengawal yang menjadi saksi kecelakaan maut itu.

__ADS_1


"Tian, kau dengar itu? Mereka akan segera menyelamatkan kita", ucap Lizzy terdengar lirih.


Sebastian mengerjapkan kelopak matanya. Liz tahu respon itu menandakan Sebastian mendengarnya.


Meskipun sulit, keduanya berusaha menundukkan kepala mereka.


*


Satu jam berlalu. Orang-orang Jose yang mengawal Sebastian dan Lizzy di bantu pihak kepolisian sektor yang menerima laporan telah terjadi kecelakaan dari salah satu pengawal itu, telah berhasil mengevakuasi keduanya ke tempat yang aman dan datar.


Pihak medis pun telah memeriksa kondisi Lizzy dan Sebastian.


Lizzy mengalami retak tulang kaki dan bahu sebelah kiri. Sementara Sebastian kondisinya lebih parah karena terhimpit antara kursi dan setir. Dadanya tidak terbentur parah karena terlindungi Air bag. Namun luka di kepala dan sekujur tubuh Sebastian parah sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.


*


Perkebunan Almirón..


Ivana menelisik penampilannya di cermin berukuran besar di ruang wardrobe. Ia sengaja memilih dress berwarna hitam yang mengekspos leher jenjang dan bahu putih mulusnya.


Sementara rambut berwarna karamel yang sudah di bawah bahu tertata dengan rapi, di biarkan tergerai.


Ivana semakin cantik dengan sapuan makeup tipis di wajahnya.


Melihat istrinya sangat cantik seperti itu, membuat Jose yang hendak mengambil jaket kulit miliknya segera menghampiri Ivana melingkarkan tangannya pada perut rata istrinya itu.


Ivana tersenyum. Sembari mengusap wajah Jose yang berada di belakang nya.


"Sayang, jangan dibuat merah aku malu".


"Sedikit saja. Kau sangat cantik", bisik Jose dengan suara berat. Namun tidak cukup hanya di situ saja, jemari-jemari kokoh itu merambah semakin jauh menyelusup mengusap lembut paha atas istrinya.


"S-ayang kita harus pergi sekarang.."


"Kau sangat menggoda ku Ivana, kita batalkan saja menghadiri jamuan makan itu. Rasakan milik ku", bisik Jose sudah di liputi gairahh.


Ivana bisa merasakannya. Benda keras itu menyentuh bagian belakang tubuhnya. Ivana membalikkan badannya menghadap suaminya, sembari melingkarkan tangannya pada leher Jose.


"Aku janji setelah pulang jamuan makan nanti akan memberinya pada mu. Kita bercinta sepuasnya malam ini", ucap Ivana menenangkan suami nya yang sudah di liputi hasrat bergelora.


Jose membingkai wajah Ivana. Menyatukan bibirnya pada bibir Iv yang terbuka. Ivana tidak menolaknya, wanita itu membalas buaian Jose tak kalah bergairahh.


Beberapa saat kemudian Jose menghentikan ciuman itu. "Alright. Aku bisa menahannya, asalkan pulang nanti kau menepati janji mu itu".


"Oke tuan Jose Miguel Almiron. Kau memang selalu membuat ku tidak bisa menolak", balas Ivana tertawa. "Ayo kita pergi..."

__ADS_1


"Tunggu. Aku melupakan sesuatu". Jose memakai jaket kulit miliknya. Kemudian ia membuka laci, mengambil kotak beludru berwarna merah. "Untuk mu. Bukalah".


Ivana yang sedang merapikan makeup nya, melihat kotak itu. "Sayang apa ini?"


"Bukalah. Aku harap kau menyukainya", jawab Jose memeluk pinggang Ivana.


Ivana menurut perkataan Jose, kedua matanya tak berkedip menatap isi kontak beludru itu. "J-ose? Kau membelikan kalung emerald bertabur berlian ini untuk ku?", tanya Ivana tak percaya.


"Apa kau menyukainya?"


Jose mengambil kalung bermata hijau di kelilingi diamond yang berkilau, memasangkannya pada leher Ivana.


Dengan mata berkaca-kaca, jemari Ivana menyentuh kalung itu. "Ini sangat indah sayang. Tentu saja aku menyukainya".


Ivana menatap penuh cinta suaminya. "Aku sangat mencintaimu, sayang", ucapnya sembari mencium wajah Jose.


"Akan banyak cinta dari ku untuk mu, Ivana", balas Jose memeluk erat tubuh istrinya.


*


Ivana bergelayut manja memeluk lengan Jose, ketika keduanya keluar kamar mereka dan hendak menuruni tangga.


Dari tempat mereka terdengar suara ribut-ribut di lantai bawah.


Saat melihat Jose dan Ivana, seorang keamanan yang di tugaskan mengawal Sebastian nampak ada di sana. Sementara di luar terlihat dari celah daun pintu yang terbuka dua orang polisi sedang berbincang dengan Ellios dan Adrian.


"Kenapa kau kembali. Apa Sebastian dan Lizzy sudah selesai pekerjaannya?"


"Telah terjadi kecelakaan yang di alami tuan Sebastian dan nona Lizzy tuan. Sepertinya ada yang sengaja membuat rem mobil itu blong menyebabkan pemakainya celaka".


Seketika raut wajah Jose berubah menjadi dingin. Rahangnya mengetat. Sementara Ivana kaget, ia menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Bagaimana keadaan teman ku dan Lizzy?"


"Keduanya sudah di larikan kerumah sakit terdekat tuan. Nona Lizzy mengalami patah tulang kaki dan retak tulang bahu karena terhimpit, saat ini dalam kondisi sadar dan keadaan nya stabil".


"Namun tuan Sebastian keadaan nya kritis, ia mengalami luka parah di kepala akibat benturan keras dan melindungi nona Lizzy. Tuan Sebastian banyak kehabisan darah"


Seketika Ivana histeris mendengar penjelasan pengawal tersebut. "Jose kita harus ke rumah sakit sekarang aku ingin melihat mereka".


"Siapkan mobil dengan keamanan penuh".


"Kerahkan orang-orang terbaik menjaga Almiron dan Nasviell. Aku tidak mau kecolongan lagi. Kecelakaan yang di alami Sebastian dan Lizzy di tujukan untuk istri ku dan mungkin juga aku. Ada penyusup, terutama di perkebunan Nasviell. Segera selidiki siapapun itu. Termasuk Hector! Selidiki semua yang bekerja di Nasviell!", tegas Jose pada orangnya yang sudah berada di hadapannya saat ini.


"Aku ingin kalian bawa penyusup itu hari ini juga ke hadapan ku! Kalian mengerti..?!"

__ADS_1


...***...


Bab ini panjang. Punya ide nggak nih untuk bab selanjutnya. Apa di bikin sedih saja ya? Ada yang suka nggak nih cameo nya di bikin dead gitu? Kasih masukannya dong


__ADS_2