
Senyum terlukis dari sudut bibir Jose sembari menatap penuh cinta istrinya yang masih terlelap di tempat tidur.
Jose mendekati Ivana mengusap perlahan perut wanita yang amat sangat di cintai, dimana sekarang didalam sana ada buah cinta mereka yang sedang tumbuh.
"Aku mencintaimu, Iv", bisik Jose pelan. Ia tidak mau membuat istrinya terbangun. Terlebih Ivana sering merasa mual di pagi hari.
Seakan tidak terpengaruh dengan sentuhan Jose sebelum pergi bekerja, wanita itu tak bergeming sedikitpun dari posisi tidur nya.
Jose membuka handle pintu kamar, dan sempat melihat seorang pelayan sedang bekerja di depan kamar yang sebelumnya menjadi kamar Ivana. Kelak akan menjadi kamar anak mereka.
"Selamat pagi tuan", sapa pelayan itu memberi salam dengan hormat pada Jose.
"Hem". Jose hanya menjawab singkat sapaan itu. "Oh ya...istriku masih tidur, jangan sampai kau membangunkan nya", perintah Jose.
"Baik tuan", jawab pelayan itu patuh sebelum atasannya itu menuruni tangga.
"Selamat pagi tuan", sapa Hilda pelayan yang sangat Jose percaya. Satu-satunya pelayan yang paling lama bekerja di perkebunan Almiron. Lebih tepatnya Hilda menggantikan posisi Jupe. Setelah Jupe berkhianat pada kakek Jose.
"Pagi. Apa sarapan ku sudah siap Hilda? Istriku masih tidur, nanti kau bawa sarapan ke kamar saja. Selama aku bekerja, aku percayakan kau menjaga istri ku Hilda karena istri ku masih harus banyak istirahat tidak boleh beraktifitas lebih, sebaiknya tetap di kamar saja".
"Baik tuan Jose. Percayakan semuanya pada bibi", jawab Hilda sambil menuangkan susu hangat untuk majikannya itu.
Beberapa saat kemudian, Jose baru saja selesai sarapan ketika Ellios menghampiri nya dengan sedikit tergesa-gesa.
"Ada apa Ellios, kenapa kau terburu-buru begitu", tanya Jose sambil membersihkan ujung bibirnya dengan lap berwarna putih bersih.
"Maaf mengganggu anda tuan, di luar ada Hector ingin menemui anda. Ia bilang ada hal penting yang ingin ia sampaikan secara langsung pada anda tuan".
"Hector? Kenapa ia selalu saja datang pagi-pagi begini. Apa yang ia inginkan Elli?"
"Hector tidak mengatakan nya pada saya tuan. Ia bilang sangat penting dan akan mengatakan langsung pada anda tuan".
"Apa saya suruh ia menemui tuan di kantor saja? Bukankah kita sekarang sudah mau pergi, tuan?"
Jose berdiri dari tempat duduknya. "Suruh ia menemui ku di ruang kerja, sekarang", perintah Jose sembari berlalu dari hadapan Ellios yang segera menganggukkan kepalanya dengan hormat.
*
"Katakan kenapa kau ingin bicara pada ku?".
Hector berdiri tepat di belakang pintu ruang kerja Jose. Sebelumnya ia membuka topi fedora yang ia pakai.
"Semalam ada wanita asing bersembunyi di dalam mobil saya tuan. Hingga saya dan Maria sampai di Nasviel benar-benar tidak mengetahui keberadaan wanita asing itu di dalam bagasi mobil yang saya kendarai".
__ADS_1
Jose menyandarkan punggungnya, sementara Ellios berdiri tepat di sampingnya selama Hector menjelaskan kedatangannya menemui Jose.
"Pertama saya sempat mengusir wanita itu karena saya menduga bisa jadi ia penyusup yang akan mencelakai orang-orang di perkebunan. Namun ternyata wanita itu membaca plang nama perkebunan Nasviel. Saya melihat ia sangat terkejut. Lalu wanita yang mengaku bernama Dulce itu mengatakan bahwa ia mengenal tuan Leonel", ucap Hector menjelaskan.
Penjelasan Hector membuat kedua alis lebat Jose seketika bertaut. Bahkan laki-laki itu menegakkan punggungnya mendengarkan cerita Hector lebih serius.
"Dulce mengaku mengenal tuan Leonel dari mendiang kekasihnya tuan Juan adik anda..."
Tentu saja penuturan Hector barusan membuat Jose dan Ellios kaget bukan kepalang.
"Dulce? Kekasih Juan?", gumam Jose sambil berpikir dan mengingat-ingat nama itu.
"Adikku tidak pernah menyebut nama itu. Yang aku tahu juga, Juan tidak memiliki kekasih". Jose masih berpikir untuk mengingat masa lalu Juan adiknya tersebut.
Jose mengalihkan perhatian pada Hector. "Di mana wanita itu?".
Jose beranjak dari tempat duduknya.
"Ada di mobil tuan. Apa tuan mengizinkan wanita itu masuk?"
"Tidak perlu. Mari kita temui. Dia harus menjelaskan apa maksudnya mengaku-aku sebagai kekasih adikku".
Jose segera keluar ruang kerjanya. Diikuti Ellios dan Hector.
*
Jose dan Ellios yang berdiri tidak jauh dari mobil pun, sudah tahu tidak ada siapapun di sana.
"Hector mana orangnya", teriak Ellios mendekati Hector yang masih memeriksa dalam mobilnya.
"Entahlah tuan, tadi sudah saya ingatkan gadis itu agar tidak kemana-mana. Nyatanya ia tetap membantah perintah saya".
"Kau menghabiskan waktuku saja, Hector. Sebaiknya kau kembali ke Nasviel. Kau di butuhkan disana. Jangan biarkan satu orang asing pun masuk ke perkebunan istri ku. Ini terakhir kali aku ingatkan", tegas Jose yang terlihat kesal pada Hector.
"Iya tuan Jose. Maafkan saya. Tapi memang benar ada wanita bernama Dulce itu tuan. Jika tuan mengizinkan saya akan mencarinya dan segera membawa ke hadapan tuan–"
"Tidak perlu! Aku sudah melewatkan meeting pagi ini. Kau mengacaukan semua jadwal ku".
"Ellios minta Adrian menyiapkan kuda ku. Aku akan berkeliling ladang. Dan kau atur ulang jadwal meeting hari ini".
"Baik tuan", jawab Ellios. Sementara Hector sudah memutar mobilnya untuk kembali ke perkebunan Nasviel.
*
__ADS_1
Sinar matahari pagi terasa menyengat kulit Ivana. "Ahh aku kesiangan lagi, uhh Jose pasti sudah pergi bekerja", gumamnya.
Tok..
Tok..
Tok..
"Masuk!"
Nampak Hilda yang membuka pintu. Dengan senyum ramah di wajahnya dengan nampan berisi makanan dan segelas susu untuk Ivana.
"Sebelum pergi tuan Jose menyuruh saya membawa sarapan anda", ujar Hilda sambil menata makanan di atas meja.
"Terimakasih Hilda. Sebaiknya aku mandi dulu".
"Ia nona. Selagi nona mandi saya akan mengganti seprai nona", ucap Hilda tersenyum.
*
"Rasanya segar sekali. Tubuhku terasa baik-baik saja. Aku tidak merasa mual pagi ini", ujar Ivana pada dirinya sendiri.
"Aku belum lapar", gumam nya seraya menatap makanan yang dibawa Hilda beberapa saat yang lalu.
Ivana memilih ke balkon.
"Sudah beberapa minggu aku tidak melihat ladang agave dan para petani yang tiap hari bekerja pagi dan pulang sore", batin Ivana seraya melihat hamparan ladang agave milik suaminya yang tumbuh subur.
Senyum bahagia terlukis di wajah cantik wanita itu. Namun hanya sesaat saja. Ketika sepasang netra Ivana menangkap sosok wanita yang tidak di kenal nya menghambur kepelukan Jose suaminya.
Seketika senyum bahagia itu pudar. Tubuh Ivana mendadak gemetaran. Kedua hazel terang itu menatap tanpa kedip Jose yang di peluk wanita asing.
Seketika jemari Ivana mengusap perut nya. Sementara tangan kiri bertumpu pada pagar besi, menopang tubuhnya. Seketika pula kedua matanya menghangat, kala melihat jemari wanita itu melingkar di pinggang suaminya.
Sekuat tenaga Ivana mengatur nafasnya. Dadanya terasa sesak. Tidak mungkin Jose mengkhianati ku. Mungkin wanita itu keluarga yang belum aku kenal..?"
"Atau..."
...***...
Nantikan novel baru Emily ya 🙏
__ADS_1