PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
TETAP WASPADA!


__ADS_3

"Demi Tuhan, saya tidak tahu apa-apa tentang yang terjadi di perkebunan Nasviell tuan Jose".


Huhh..


Hector menghela nafasnya dengan kasar. Sesaat ia terdiam. Garis-garis kerutan nampak jelas di keningnya, menandakan laki-laki itu sedang banyak pikiran.


"Hingga kemarin siang ketika saya mengantar Maria berbelanja di kota. Saya melihat mama sedang berbicara dengan Oscar dan Osvaldo. Saya menguping pembicaraan mereka yang menyebut bos besar yang telah menyewa mereka melalui mama", ucap Hector pelan dan terdengar sangat lirih.


Jose menjauhkan sedikit tubuhnya ketika Hector menyebut mama. Yang artinya adalah Lupe.


"Maaf kan saya tuan. Saya sudah menemui mama, untuk memintanya bicara terus terang pada ku. Tapi mama menolak".


Mendengar penjelasan Hector, Jose mengusap-usap dagunya. Kemudian laki-laki itu berkacak pinggang. Saat ini keduanya berbicara di luar gudang tepatnya di samping mobil Jose.


Raut wajah Hector terlihat jengah dan serba salah, Jose bisa melihatnya dengan jelas.


Sementara raut wajah Jose menghangat tak sedingin dan tegang karena memendam amarah seperti tadi ketiga mengetahui apa yang di perbuat Oscar dan teman-temannya di perkebunan Nasviell milik istrinya.


"Aku tahu kau jujur dan di hadapkan pada pilihan yang membingungkan Hector. Ibarat memakan buah simalakama. Aku hargai kau segera membawa mereka pada ku, meskipun kau tahu resikonya akan menyeret mama mu juga. Setidaknya kau menepati janji mu untuk jujur, Hector", ucap Jose terdengar hangat di telinga Hector.


"Sekarang kembali lah ke Nasviell. Orang-orang ku akan mengurus selebihnya. Dan aku ingatkan pada mu, Lupe tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum. Aku janji membantunya jika ia benar-benar bertobat, bentuk penghargaan untuk mu yang sudah berkata jujur pada ku dan istriku", ucap Jose dengan bijak.

__ADS_1


Lagi-lagi terdengar helaan nafas Hector. Kali ini nafas lega. Perasaan begitu plong.


Hector membuka topinya dengan sedikit membungkukkan badannya. "Iya tuan. Terimakasih karena sudah mempercayai saya. Terkhusus untuk mama, saya bisa menerimanya karena tidak bisa di pungkiri mama memang terlibat dalam persoalan ini", ujarnya dengan pasrah.


Setelah Hector dan orang-orang nya pulang ke Nasviell, Jose kembali masuk ke dalam gudang tua itu. Di mana Osvaldo dan Juan terikat di tiang ruangan.


Melihat kedatangan Jose Osvaldo tersenyum penuh kemenangan, karena sebelumnya ia sempat mendengar suara tembakan dari luar yang di duga Jose telah menghabisi Hector.


"Sekarang tuan yakin dengan ucapan saya. Saya tidak pernah berbohong tuan Jose. Percayalah. Hector memang layak mendapatkan tembakan seperti Oscar. Mereka suka berbohong dan memutar balikkan fakta. Sama halnya seperti Juan tuan–"


"Kaulah yang suka berbohong Osvaldo–"


"T-uan...."


"Dorrr.."


Seketika tubuh Osvaldo terjerembab. Darah segar pun kembali menggenang di lantai berwarna putih itu.***


Detik itu juga Osvaldo meregang nyawa menyusul Oscar temannya. Seketika tubuh Juan menggigil. Hanya hitungan menit saja ia menyaksikan dua nyawa melayang di hadapannya. Oscar dan Osvaldo.


"Kau tetap di sini sampai orang-orang ku menemukan siapa yang membayar kalian. Berdoalah kau bernasib baik!", tegas Jose dengan wajah dingin membalikkan badannya keluar ruangan.

__ADS_1


Sementara orang-orang Jose segera bergegas membersihkan tubuh Osvaldo dan darah laki-laki itu.


Letak bangunan yang jauh dari manapun memudahkan Jose mengeksekusi orang yang bertujuan jahat padanya. Tanpa harus kuatir orang-orang di hacienda mengetahui maupun harus berurusan dengan berbagai pertanyaan pihak berwajib jika mendengar letusan senjata.


Jose bersama Ellios sudah berada di luar.


"Apa yang harus kita lakukan bos?"


"Perintahkan orang Adrian mengikuti gerak gerik Lupe. Aku ingin segera mengetahui siapa bos besar yang mereka maksud".


"Meskipun Hector berkata jujur, kau tetap harus menempatkan orang untuk mengawasi nya. Lupe ibunya dan aku sangat tahu Hector sangat menyayangi wanita itu. Karena rasa sayang itulah akhirnya Hector mengikuti kemauan Lupe melakukan kejahatan pada kakek ku dulu. Aku tidak akan melupakan begitu saja. Salah satunya yaitu tetap waspada meskipun saat ini ia telah berkata jujur".


Ellios menganggukkan kepalanya. "Iya tuan. Saya mengerti".


Jose melihat arloji yang melingkar di lengannya.


"Sekarang sudah siang. Tunda semua pekerjaan ku. Aku dan istriku harus ke kota melihat Sebastian dan Lizzy".


"Baik tuan.."


...***...

__ADS_1


__ADS_2