
"Sayang, kau mau makan apa biar aku ambilkan", ujar Ivana mengecup wajah Jose sambil melingkarkan tangannya memeluk leher suaminya itu dari belakang.
Jose sudah turun dengan pakaian kerja, sementara Ivana bersama Hilda menyiapkan menu breakfast di pantry. Hal yang rutin dilakukan nya beberapa hari belakangan ini. Berbanding terbalik dengan beberapa waktu yang lalu, dimana ia selalu ingin melihat perkebunannya setiap saat. Sekarang Ivana justru tidak terlalu memperdulikan keadaan Nasviell, ia lebih suka mengisi waktu dengan bermasak dan membuat makanan yang di sukai suaminya.
Hal itu bukan tanpa alasan. Sejak menikah dengan Jose, Ivana merasa semuanya semakin mudah, karena Jose turun tangan langsung mengawasi perkebunan Nasviell. Membuat perasaan Iv tenang dan tidak perlu kuatir.
"Sereal gandum dan susu hangat saja", jawab Jose melihat layar Ipad-nya. Membaca pesan yang sudah banyak terkirim untuk nya.
"Sayang...sudah berapa kali aku ingatkan kalau sedang di meja makan jangan melihat pekerjaan. Kamu terlalu sibuk bekerja, aku tidak mau kau sakit Jose", ucap Ivana bernada kuatir.
Ivana menaruh mangkuk berisi sereal kehadapan Jose.
"Banyak sekali pesan yang masuk ke email ku. Semalam aku tidak sempat membacanya".
Ivana duduk di samping Jose dan keduanya menikmati sarapan sambil berbincang ringan.
"Pagi ini aku ada meeting di pabrik. Setelah itu aku akan melihat petani panen agave di sebelah barat perkebunan", ujar Jose menyuapkan makanan kemulutnya.
Ivana menganggukkan kepalanya.
"Oh ya aku hampir lupa memberi tahu mu. Siang nanti Sebastian dan Lizzy akan di pindahkan ke rumah sakit yang lebih besar di kota. Menurut Ellios kondisi keduanya sudah membaik, aman untuk di pindahkan ke rumah sakit yang jauh lebih baik. Terutama Lizzy. Asisten mu sudah bisa menjalani terapi".
"Benarkah?"
Tangan Ivana menopang dagu. "Hm...sayang, aku rasa Sebastian dan Lizzy itu saling menyukai. Aku bisa melihat keduanya saling perhatian di mulai dengan menanyakan keadaan masing-masing. Aku tidak pernah melihat asisten ku itu begitu sebelumnya. Gadis itu terlalu sibuk bekerja–"
__ADS_1
"Sama seperti mu", balas Jos tersenyum gemas sambil mencubit ujung hidung istrinya itu.
"Nanti sore saja kita melihat mereka. Kita pergi bersama-sama".
Ivana tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya", jawabnya sambil menyeruput secangkir susu kacang kesukaan nya.
Sayup-sayup terdengar suara ramai di luar. Semakin mendekat dan jelas sekali suara orang-orang itu di depan hacienda Almiron.
"Jos, kenapa di luar ribut sekali?"
"Entahlah. Lanjutkan saja makan mu, aku akan melihatnya", ujar Jose sambil mengelap ujung bibirnya dengan serbet bersih berwarna putih.
Terlihat Adrian masuk ke dalam hacienda. Laki-laki itu nampak buru-buru sekali menghampiri Jose.
"Bos...di luar ada Hector ingin bertemu anda.
"Iya Adrian, kenapa Hector pagi-pagi begini kemari?", tanya Ivana menghentikan aktivitasnya.
"Beberapa saat yang lalu Hector menangkap basah tiga orang pekerja Nasviell berada di dalam kandang kuda nona Ivana. Mereka memutus tali pelana kuda nona Ivana".
Jose melempar serbet makan di atas meja. "Siapa mereka berani-beraninya melakukan perbuatan itu?", ucap Jose dengan suara meninggi. "Kau tunggu di dalam saja. Aku ingin memastikan siapa mereka itu. Aku yakin mereka lah yang telah membuat Sebastian dan Lizzy celaka".
Ivana berdiri. "Aku ikut dengan mu. Aku ingin tahu siapa mereka, Jose. Mereka para pekerja Nasviell", jawab Ivana berdiri di samping suaminya.
Jose terdiam. Kemudian menganggukkan kepalanya. "Kau benar. Kita akan tahu siapa mereka sebenarnya..."
__ADS_1
*
Jose di ikuti Ivana keluar dari pintu utama hacienda.
Hector dan beberapa orang keamanan dari perkebunan Nasviell berdiri di depan sementara pekerja yang lainnya menjaga tiga orang yang sudah babak belur akibat berkelahi dengan Hector dan pekerja lainnya.
"Oscar? Dia teknisi di perkebunan ku. Yang duanya lagi bekerja sebagai buruh harian merawat agave-agave yang baru di tanam", ucap Ivana pelan di samping Jose.
Sorot dingin mata hitam Jose menghujam satu persatu laki-laki yang terlihat berantakan di hadapannya. Bahkan sebagian baju mereka robek besar akibat baku hantam dengan pekerja lainnya. Salah satunya Hector.
Sorot mata Jose begitu dingin menatap tajam ketiga pelaku kejahatan itu. Rahang nya pun nampak kian menonjol dengan ke dua tangan terkepal keras hingga buku-bukunya memutih.
"Bawa mereka ketempat biasa! Aku segera ke sana!"
Beberapa saat kemudian..
"Jos, di bawa kemana mereka? Aku akan ikut bersama mu".
"Kau tunggu di sini saja. Aku tidak ingin kau di tempat yang tidak aman sayang. Setelah semuanya terjawab, aku janji akan menceritakan pada mu. Tidak ada yang di sembunyikan. Aku akan mengintrogasi mereka agar mengaku siapa tokoh utama di balik semua kejadian di perkebunan mu".
Ivana terdiam. "Baik, aku akan menunggumu di sini".
Ivana mengeratkan pelukannya pada pinggang Jose. "Tapi aku ingin kau selalu waspada dan berhati-hati. Aku tidak mau hal buruk terjadi pada mu, sayang".
"Tenanglah tidak akan terjadi apa-apa pada ku. Semuanya akan baik-baik saja".
__ADS_1
...***...
Maaf slow update, karena ada keluarga yang meninggal kemarin 🙏