
Mobil yang dikendarai Jose berhenti di depan hacienda Nasviell. Pagi ini ia sudah berjanji mengantar Ivana ke perkebunannya.
Jose membukakan pintu mobil istrinya dan memberikan tangannya yang langsung di sambut Ivana dengan wajah terlihat begitu bahagia.
"Selamat pagi nona Ivana, tuan Jose sapa Lizzy yang melihat kedatangan bos-nya
"Pagi Liz. Aku ingin bicara pada mu", ujar Ivana pada asistennya itu.
Lizzy menganggukkan kepalanya.
"Kau tunggu aku di ruang kerja sekarang, aku ingin bicara pada suamiku sebentar".
"Baik nona", jawab Lizzy tersenyum penuh arti melihat Ivana begitu mesra pada Jose. Bahkan sejak datang keduanya bergenggaman tangan.
"Jose kau mau menunggu ku di mana? Aku harus bicara dengan asisten ku", ucap Ivana sambil memeluk pinggang Jose.
Jose tersenyum padanya. Jemari tangan Jose mencubit anak-anak rambut Ivana kebelakang telinganya.
"Aku ingin berkeliling ladang mu selama kau bicara pada Lizzy di ruang kerja. Sekarang aku tidak terlalu kuatir lagi saat kau berada di sini karena orang-orang ku menjaga Nasviell juga", jawab Jose mendaratkan sebuah kecupan mesra di wajah Ivana.
"Oke, kau bisa menyuruh orang membawakan kuda ku", jawab Ivana hendak membalikkan badannya menuju ruang kerja namun Jose menahannya.
Tangan kokoh laki-laki itu membingkai wajah cantik Ivana, mencium mesra bibir ranum Ivana yang langsung membalasnya. Keduanya berciuman dengan mesra. Siapapun yang melihat pasti beranggapan Ivana dan Jose pasangan yang saling mencintai dengan perasaan mendalam.
"Jose aku harus bicara pada Lizzy", ucap Ivana dengan nafas sedikit menderu akibat ciuman itu.
Jemari Jose mengusap , lembut bibir Ivana yang nampak bengkak ulahnya. "Iya, aku akan menunggu mu sambil berkeliling perkebunan".
__ADS_1
Ivana tersenyum. Ia menjijitkan kakinya mendaratkan sebuah kecupan manis di rahang Jose yang di tumbuhi rambut-rambut halus tersebut. Senyum bahagia tersungging di wajah Ivana. Setengah berlari ia menuju ruang kerjanya.
Jose pun tersenyum melihat tingkah wanita yang sudah memenuhi relung hatinya itu. Hati yang tidak ada tempat kosong lagi, terisi oleh Ivana.
*
Jose memanggil salah satu pekerja untuk membawakan kuda Ivana. Namun netra Jose menatap sebuah mobil yang sangat di kenalnya memasuki gerbang Nasviell.
"Kenapa dia kemari?", gumam Jose sambil memasang kacamata hitam nya.
"Jose kau ke Nasviell?"
Huhh...
Jose menghela nafasnya. "Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau pagi-pagi begini berada di perkebunan istri ku?"
Mendengar pertanyaan Jose membuat Sebastian menggaruk kepalanya.
"Aku ada urusan dengan Lizzy. Ia menawarkan sarapan bersama ku pagi ini, tentu saja aku tidak bisa menolaknya".
Jose menatap Sebastian dengan tatapan penuh selidik. "Sejak kapan kau memperhatikan makan pagi mu Sebastian. Bukankah kau selalu melewatkan nya?"
"Aku sering melewatkan nya bukan berarti aku tidak pernah makan pagi", jawab Sebastian memberikan alasan.
"Ck...Alasan. Sebaiknya kau temani aku berkeliling ladang istri ku. Ivana sedang bicara dengan Lizzy", ucap Jose. Ia minta pada pekerja mebawakan satu kuda lagi untuk Sebastian.
"Apa aku tidak salah dengar? Kau menyebut Ivana istri? Wah, kalian semakin dekat Jos. Ternyata tidak perlu menunggu berbulan-bulan kalian mesra ya", ujar Sebastian meledek temannya itu ketika keduanya sudah di atas kuda masing-masing.
__ADS_1
"Iya. Bahkan beberapa hari ke depan aku dan istriku akan ke Mexico. Kami akan memberi tahu paman dan bibinya bahwa sudah menikah".
"What? Tunggu... tunggu, apa maksud mu teman? sepertinya ada yang salah dengan mu. Kalian sepakat menyembunyikan pernikahan namun kau baru saja mengatakan akan menemui keluarga Ivana?"
Jose tersenyum. "Tidak ada yang salah, Tian. Aku dan Ivana sudah sepakat menjalani pernikahan kami secara sungguh-sungguh".
Sebastian membuka kacamata hitamnya. Sambil melebarkan kedua tangannya tak percaya.
"Bahkan kami sudah melakukan nya, sejak malam itu", ucap Jose dengan wajah sumringah bahagia.
Sebastian mendadak mengehentikan kuda nya, terkejut mendengar pengakuan temannya itu.
"Benarkah Jos? Hahaha...Oh my God, aku tidak mempercayai nya teman. Hmm...ternyata dugaan ku benar. Ketika melihat kalian berciuman di hari pernikahan itu, kau dan Ivana sangat bergaiirah melakukannya", ucap Sebastian sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lantas sekarang bagaimana, apa kau sudah menyatakan cintamu padanya?"
"Kau ini seperti anak kecil saja. Siapapun bisa mengucapkan kata cinta di bibirnya, namun yang paling penting adalah tindakan. Aku rasa Ivana tahu lewat sentuhan ku, bahwa aku mencintai nya", jawab Jose tersenyum.
Sebastian bisa melihat perbedaan pada diri temannya itu sekarang. Senyuman selalu menghiasi wajah Jose tidak kaku seperti biasanya. Bahkan laki-laki itu tak segan untuk menyapa orang-orang duluan.
Jose dan Sebastian membawa kuda mereka menuju lahan yang kemarin telah terjadi inciden pembunuhan dan pengerusakan oleh orang yang tak di kenal. Saat ini orang-orang Ivana dan Jose sedang mencari tahu siapa pelakunya yang sebenarnya.
Jose yang berada di atas kuda memperhatikan para pekerja beraktivitas dengan sangat baik. Semuanya normal. Nampak Hector memberikan petunjuk pada beberapa pekerja yang terlihat masih baru.
Namun di antara orang-orang yang sedang bekerja giat itu, terlihat sepasang mata tak henti memperhatikan gerak-gerik Jose dari kejauhan. Sesekali ia mencuri waktu menatap tajam Jose dan Sebastian yang berkeliling perkebunan.
"Dari semua ini, kau dan perkebunan mu lah yang kami buru Jose Miguel Almiron!"
__ADS_1
...***...