PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
TAMAT


__ADS_3

Five years later...


Ivana nampak murung, meskipun hari itu di perkebunan Nasviel ada kegiatan penting yaitu panen agave untuk yang pertamakali.


Sejak beberapa bulan yang lalu para petani sudah tidak sabar menuju hari ini. Lelah mereka selama ini akhirnya terbayar kan. Agave yang mereka tanam beberapa tahun yang lalu sudah bisa di panen dan menurut ahli yang memeriksa kualitas agave di perkebunan Nasviel sangat baik.


Ivana menatap hamparan agave miliknya dari kejauhan. "Akhirnya Nasviel bisa panen hari ini. Aku berhasil membuat perkebunan mu hidup lagi. Kakak bisa melihat nya dari atas sana. Agave agave itu tumbuh subur di tanah Nasviel", ucap Ivana pelan nampak sedih.


Dari kejauhan sayup-sayup terdengar tawa canda anak kecil yang tertawa riang. Semakin lama suara itu semakin mendekat.


"Mommyyy..."


Ivana tersenyum bahagia menyambut kedua putrinya. Gabriella dan Maitte. Wanita itu langsung mengangkat putri kecilnya Maitte. "Sayang, kalian sudah siap ikut panen juga?", tanya Ivana seraya mengecup lembut wajah Maitte dan Gabby bergantian.


"Tentu saja. Hal bersejarah tidak boleh terlewatkan".


Ivana tersenyum bahagia mendengar suara laki-laki yang sangat di cintainya itu.


Jose menggendong Gabriella dan memeluk pinggang ramping Ivana. Keduanya berciuman mesra di saksikan kedua putrinya.


"Wah wah... keluarga ini benar-benar bahagia. Kalian membuat ku iri saja".

__ADS_1


Ivana memutus ciuman Jose, melihat Sebastian dan Lizzy mendekat kearah mereka.


"Gabriella, Maitte...kenapa kalian berdua cepat sekali besar, bibi Lizzy masih masih ingin menggendong kalian sayang", ucap Lizzy mencium satu persatu Gabriella dan Maitte.


"Lizzy sebaiknya kita duduk. Kau sedang hamil muda, tidak baik berdiri terlalu lama".


"Iya. Kehamilan ini juga terasa sulit. Aku mengalami morning sick parah. Sampai-sampai harus meminum obat setiap hari", kelu Lizzy sembari mengusap perutnya yang terlihat masih rata.


"Kamu harus sabar Liz, ketika aku hamil Gabriella juga seperti itu. Kehamilan pertama ku benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Aku juga mengalami hari-hari yang berat, kau mengalami kecelakaan bersama Sebastian. Kemudian kejadian dengan Gustave, Arciela dan Lupe benar-benar membuat aku dan kandungan ku terguncang. Aku hampir kehilangan Gabriella. Kandungan ku mengalami trauma. Beruntung aku memiliki Jose dan kalian, Liz. Kau dan Dulce selalu membantu ku", ucap Ivana kembali terharu jika mengingat kejadian lima tahun yang lalu.


Lizzy menganggukkan kepalanya. "Iya. Tapi kita akhirnya bisa merasakan kebahagiaan. Ada hikmah di balik kejadian itu. Contohnya hubungan ku dan Sebastian, awalnya terasa berat. Ibu Sebastián sulit menerima kehadiran ku. Ia menolak hubungan kami. Tapi ketika melihatku tulus merawat kesembuhan Tian dan benar-benar mencintai Tian, hatinya terbuka dan bisa menerimaku apa adanya".


Ivana tersenyum mendengar penuturan Lizzy. "Iya pada akhirnya kita bahagia dengan keluarga kita Liz".


"Siapa sangka perkebunan Nasviel bisa seindah ini. Dan menghasilkan. Kau benar-benar bertangan dingin Jose. Apa yang kau kerjakan selalu berhasil".


"Cheers untuk keberhasilan mu teman", ucap Sebastian sembari mengangkat gelas berisi tequila.


"Untuk keberhasilan kita semua, teman", balas Jose.


Keduanya tersenyum sembari meneguk minuman.

__ADS_1


"Apa kau masih memantau Gustave, Lupe dan Arciela, Tian?"


"Tentu saja, kau jangan kuatir ketiga nya akan membusuk di penjara".


"Iya. Orang-orang itu harus membayar kejahatannya. Ketiganya tidak akan menghirup udara segar lagi. Menghabiskan sisa hidup mereka di ruang pengap dan dingin. Mereka hampir saja membuatku kehilangan istri dan anak ku".


"Jangan lupa, nyawa mu juga terancam ketika menghadapi Gustave. Beruntung kau memakai rompi itu", balas Sebastian menepuk pundak Jose.


Jose memangut-mangut. "Iya. Wanita itu menembak ku dalam jarak dekat. Membuat tubuhku shock beberapa saat. Beruntung semuanya baik-baik saja".


Ivana dan Lizzy mendekat Jose dan Sebastian. Sementara Gabriella dan Maitte bermain bersama pengasuh mereka.


"Sayang makan siang kita sudah siap. Sebaiknya kita makan sebelum melihat petani memanen agave agave itu", ucap Ivana sambil memeluk pinggang Jose. Jose membalasnya. Mengecup wajah cantik istri nya.


Begitu juga Sebastian dan Lizzy.


Kedua pasangan itu tersenyum bahagia.


...***...


Akhirnya PPI bisa selesai juga, walaupun tersendat-sendat update nya. Terimakasih sudah membaca sampai tamat 🙏

__ADS_1



NOVEL BARU EMILY SUDAH LAUNCHING YA. SILAHKAN DIBACA. KLIK PROFIL EMILY. JANGAN LUPA TEKAN TANDA ❤️ BIAR NGGAK KETINGGALAN UPDATE NYA. 🙏


__ADS_2