
Guadalajara
"Ah honey...terus. Tekan semakin dalam. Akh... sedikit lagi honey, aku akan mencapai–"
"Shittt..."
"Hentikan ocehan mu itu, Arciela. Kau sangat menjijikkan! Aku muak mendengarnya!"
"Kenapa kau menghentikan percintaan kita Marco. Kita sudah lama tidak melakukannya. Sejak berada di kota ini, kau tidak pernah menyentuh ku. Aku membutuhkanmu sayang", ucap Arciela memeluk tubuh Marco yang terlentang di sampingnya.
"Cukup Arciela. Aku sedang tidak mood. Aku sedang banyak pikiran sekarang. Sebaiknya kau berkemas dan kembali ke Mexico!"
"Kau mengusir ku, Marco? Tentu saja aku tidak akan kembali ke Mexico tanpamu sayang", ucapnya sambil kembali menyusuri tubuh Marco memberikan rangsangann dengan jari dan mulutnya.
"Drt...
"Drt ...
"Jangan di angkat sayang. Kita harus menyelesaikannya–"
"Cukup Arciela. Ini telpon dari orang yang aku tunggu-tunggu", tegas Marco beranjak dan segera memakai celananya.
Arciela menarik selimut menutupi tubuh nya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menatap Marco yang menutup pintu kamar. Arciela tahu pasti Marco ke ruang kerja, tidak mau pembicaraan nya di dengar dirinya.
"Brengsek kau Marco. Kau pikir aku tidak tahu kau membayar orang untuk memata-matai Ivana, hah. Kau bodoh sayang. Bahkan aku lebih tahu dari mu tentang gadis naif itu. Kemarin ia menikah dengan Jose Almiron. Beruntung sekali gadis bodoh itu memiliki laki-laki tampan dan gagah seperti Jose. Selain harta apa yang dimiliki Ivana sehingga banyak laki-laki tergila-gila padanya. Ivana tidak ada apa-apa nya di banding aku!", ucap Arciela kesal. Sesaat kemudian nampak jelas senyum sinis di wajahnya. "Aku tidak akan membiarkan mu bahagia Ivana. Hidup mu terlalu beruntung dengan keluguan mu itu..."
__ADS_1
*
Di sebuah hotel mewah, tepatnya di ruang kerja yang terdapat di presidential suite room terlihat Marco sedang berbincang-bincang dengan seorang pria.
"Katakan informasi apa yang kau bawa Topar?"
"Saya sudah menemukan nona Ivana Valentina tuan, orang saya sudah mengetahui keberadaan nya", ucap laki-laki yang bernama Topar itu.
"Katakan di mana ia berada saat ini".
"Saat ini nona Ivana ada di perkebunan Nasviell. Namun pagi tadi ia terlihat keluar dari perkebunan Almiron", jawab Topar.
"Pagi-pagi, Ivana keluar dari perkebunan Almiron? Kenapa Ivana dari sana?", Tanya Marco memastikan.
Setelah Topar pergi, Marco kembali ke kamar di mana Arciela masih menunggu nya dalam keadaan polos di atas tempat tidur.
Melihat Marco kembali wanita itu menampilkan senyum menggodanya. "Honey...aku tahu kau akan kembali, kau pasti menginginkan pelepasan".
Arciela berdiri dan menghampiri Marco, memeluk tubuh laki-laki itu yang terlihat sedang mengambil kemejanya di dalam lemari.
"Cukup Arciela. Aku sedang sibuk. Sebaiknya kau kembali ke Mexico sekarang juga. Urusan ku di sini belum selesai", ujar Marco sambil melepaskan tangan wanita itu dari tubuhnya.
"Apa maksud mu Marco? Tentu saja ku akan kembali ke Mexico bersama mu. Jika kau masih di sini artinya aku masih di sini!"
Seakan menulikan pendengarannya, Marco meninggalkan Arciela melangkahkan kakinya ke walk in closet. Mengancingkan kemeja hitam yang membalut tubuhnya.
__ADS_1
"Marco....!"
"Jangan kau pikir aku tidak tahu, kau pasti ingin menemui wanita bodoh dan naif itu kan?"
Arciela yang sudah memakai kemeja Marco di tubuhnya tiba-tiba menghampiri dan mencercah laki-laki yang terlihat tidak memperdulikan nya itu.
Arciela menarik kuat lengan Marco. "Aku sedang bicara pada mu, Marco. Kau sudah bersama ku, bagaimana mungkin kamu masih memikirkan wanita lugu itu. Kau sendiri yang mengatakan kau tidak mencintai Ivana, kau hanya mengincar harta kekayaannya saja. Apa kau lupa rencana awal kita, Marco! Aku tidak akan membiarkan kau kembali padanya!", ucap Arciela dengan suara meninggi dan penuh ancaman.
Marco berkacak pinggang menatap tajam Arciela.
"Sebaiknya kau pergi Arciela sebelum aku menyakiti mu. Kau membuat kesabaran ku habis. Asal kau tahu, aku benar-benar mencintai Ivana, dan aku akan merebut kembali kekasih ku dari siapa pun. Jika ia tidak bersama ku, aku tidak akan membiarkan ia menjadi milik orang lain!", Tegas Marco tanpa sungkan sedikitpun mengatakan perasaan nya pada Ivana di depan Arciela yang nampak kesal.
"Hahahaa... ternyata kau sama bodohnya dengan Ivana. Gadis itu sudah melupakan mu Marco! Kau terlambat, gadis itu cepat sekali move on dari mu. Kasihan sekali kau malah mengharapkan nya kembali pada mu".
Ucapan Arciela membuat Marco naik pitam. Seketika jemari tangan nya mencengkram kuat leher Arciela. "Tidak usah memancing ku, jalangg! Segera pergi. Aku ingatkan pada mu, saat aku kembali nanti aku tidak ingin melihat mu masih ada di sini. Kau paham!", Ucap Marco menghempaskan tangannya dengan kasar membuat tubuh Arciela sedikit terhuyung.
Dengan tidak memperdulikan kondisi Arciela yang terbatuk-batuk, Marco keluar ruangan itu.
"Kau bodoh Marco... kemarin Ivana menikah dengan Jose Miguel Almirón pemilik perkebunan Almirón. Kasihan sekali dirimu sayang", teriak Arciela dengan suara meninggi sambil membanting sesuatu yang pecah berhamburan. Marco masih bisa mendengar perkataan wanita itu sebelum ia membanting pintu kamar.
"Apa itu benar Ivana. Aku akan mengetahuinya dengan sendiri", ucap Marco pada dirinya sendiri.
...***...
Dua bab dulu ya..
__ADS_1