
Guadalajara..
"Maria, kau langsung saja berbelanja mencari bahan-bahan dapur kebutuhan hacienda. Jangan terlalu lama. Aku kira cukup dua jam saja. Karena sebentar lagi hari sudah mulai sore, kita harus segera kembali ke Nasviell. Aku harus selalu ada di sana mengawasi keamanan", ujar Hector menatap sekilas pelayan itu.
"Baik Hector. Aku sudah mencatat semua yang harus aku beli. Setelah berbelanja aku juga harus kembali ke rumah sakit menjaga nona Lizzy", ucap Maria.
Hector menganggukkan kepalanya.
Saat ini keduanya berada di kota Guadalajara. Hector sengaja menyempatkan diri mengantar Maria ke kota belanja bulanan untuk hacienda. Mengingat jarak menuju kota cukup jauh, biasanya Maria langsung berbelanja dalam jumlah banyak, makanya ia tidak bisa pergi sendirian.
"Hector kau tunggu saja di mobil, aku nanti bisa meminta buruh angkut mengangkat semua belanjaan ku".
"Iya", jawab Hector sambil menolehkan kepalanya. Pasar tradisional kota Guadalajara semakin ramai di sore hari begini. Wajar saja seperti itu, karena sekarang weekend, orang-orang dari perkebunan yang ada di kota Jalisco biasanya sama halnya seperti Maria berbelanja bulanan juga saat ini.
Kedua netra hitam Hector menatap para pejalan kaki yang lalu lalang di sisi kanan dan kiri jalanan pasar.
Tiba-tiba Hector mengucek matanya untuk memastikan pengelihatan nya.
Kedua iris laki-laki itu terbelalak kaget saat melihat dua orang yang begitu di kenalnya sedang berbicara dengan dua orang laki-laki asing seumuran dengan nya. Ia tidak mengenal dua laki-laki lainnya.
"Mama? Oscar? Siapa yang sedang bersama mereka? Aku tidak pernah melihat dua pria itu sebelum nya", ucap Hector beringsut.
Ia memutuskan membuka handle pintu, keluar dari mobilnya. Hector sedikit mengendap-endap di antara perjalan kaki mendekati Lupe mama nya dan Oscar salah satu pekerja di perkebunan Nasviell yang biasa bertugas menjadi teknisi alat-alat berat di perkebunan itu.
Sedangkan dua pria lainnya Hector tidak pernah melihat nya.
__ADS_1
Lupe dan pria-pria itu nampak berbicara serius sekali, sampai-sampai tidak menyadari kehadiran Hector berdiri di balik dinding pertokoan yang sudah tutup aktivitasnya.
"Kami tidak mau tahu nyonya, anda harus segera membayar kami. Kami sudah melakukan pekerjaan sesuai keinginan anda. Bayar kami sekarang juga", ujar Oscar dengan suara meninggi.
"Enak saja. Kalian tidak akan menerima sisa uang itu sepersen pun. Bos besar tidak mau membayar pekerjaan kalian yang bodoh itu. Lihatlah, wanita itu bahkan tidak menaiki mobilnya. Seharusnya kalian gunakan otak dalam bekerja. Rusak rem mobil yang biasa di gunakan Ivana. Atau bila perlu kalian rusak mobil suaminya Jose!", Ketus Lupe penuh amarah.
Ketiga laki-laki itu saling bertukar pandang. "Kami tidak mau tahu, pokoknya kau yang sudah meminta kami melakukan pekerjaan itu, harus bertanggungjawab. Atau kalau tidak kami akan membuka mulut pada tuan Jose ataupun polisi sekarang juga bahwa kau lah yang menyuruh kami merusak rem mobil yang mengakibatkan tuan Sebastian dan nona Lizzy mengalami kecelakaan parah", ancam Oscar sambil menunjuk muka Lupe.
Mendengar ancaman itu membuat Lupe terdiam. Dari mulut wanita yang memiliki tubuh berisi itu terdengar berdesis dan mengumpat. Kemudian ia terlihat menghubungi seseorang dari ponsel milik nya.
"Bos besar akan membayar kalian jika kalian mengerjakan perintahnya satu kali lagi".
"Tidak. Kami tidak akan bekerja dengan bos mu lagi Lupe. Silahkan kau saja yang melakukan perintah bos-mu itu. Kami tidak ada urusan lagi dengan tuan Jose dan nona Ivana. Sekarang juga kau bayar uang kami atau kau akan kami laporan tuan Jose dan polisi", tegas Oscar menatap tajam wanita di hadapannya.
Sementara kedua temannya menyeringai sambil berkacak pinggang menatap Lupe yang nampak terpojok
"Oke .."
Lupe mengambil amplop coklat dalam tasnya. "Aku bayar uang kalian tapi kalian tetap bekerja pada ku".
Salah satu laki-laki itu mengambil amplop coklat di tangan Lupe.
Ketiganya tertawa. "Kita rekan bisnis sekarang. Segera beritahu apa yang harus kami lakukan nyonya Lupe?"
"Aku akan segera memberitahu kalian", jawab Lupe dengan sorot mata penuh kebencian.
__ADS_1
*
Hector mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di penginapan orang tuanya.
Setelah mengantar Maria pulang ke hacienda, Hector langsung pergi lagi. Tujuan nya tak lain meminta penjelasan Lupe.
Beberapa menit berlalu, Hector memarkirkan mobilnya dengan asal. Laki-laki itu langsung masuk ke dalam rumah orangtuanya yang menyatu dengan bangunan dua lantai yang di jadikan tempat penginapan kecil bagi pengendara yang ingin beristirahat. Karena jarak menuju kota yang masih terbilang jauh.
Tanpa mengucap salam, Hector membanting pintu dan menerobos masuk.
Lupe yang sedang menyiapkan makan malam menatap putranya itu seperti tidak terjadi apa-apa.
"Sayang.."
"Kenapa mama tidak pernah berubah? Apa mama belum jera juga menjadi seorang penjahat?", cerca Hector sambil berkacak pinggang menatap Lupe yang kaget mendengarnya.
Wanita itu sedikit membanting piring dari tangannya ke atas meja makan.
"Apa maksud mu?"
Hector menatap Lupe dengan penuh selidik. "Aku mendengar dan melihat sendiri pembicaraan mu dengan orang-orang itu!"
"Kau terlibat atas kecelakaan yang di alami nona Lizzy dan pengacara itu, mama. Kau ingin mencelakai nona Ivana yang sudah sangat baik pada ku, mama. Ada apa denganmu. Mama punya masalah apa dengan nona Ivana?"
"Siapa orang yang kau katakan bos besar itu?"
__ADS_1
"Aku menuntut penjelasan mu pada ku sekarang juga!"
...***...