PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
CURIGA


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di ruang kerja suami ku? Siapa kau?", tanya Ivana dengan tatapan penuh selidik ketika melihat Dulce di ruang kerja Jose.


"Oh saya Dulce. Hmm...jangan salah paham, saya dan su–"


"Sayang...kenapa kau turun? Bukankah aku melarang mu keluar kamar sesuai perintah dokter. Aku tidak mau ada masalah dengan kandungan mu".


Ivana menolehkan kepalanya. Jose bersama Ellios mendekati Ivana yang masih berdiri di depan pintu.


"Jos, aku bosan berada di kamar terus, setidaknya aku ingin turun ke taman atau melihat bibi Hilda memasak", jawab Ivana beralasan.


Jose tersenyum melihat raut wajah wanita yang di cintai nya itu tidak bisa membohonginya. Meski tampak biasa-biasa saja tapi Jose bisa merasakan hawa cemburu istri nya.


"Kebetulan ada istriku di sini, kau jelaskan apa mau mu menemui ku", ujar Jose pada Dulce.

__ADS_1


Jose menggenggam jemari tangan Ivana agar duduk di samping nya. Laki-laki itu membawa tangan Ivana ke atas pahanya dan tak henti mengusap-usap lembut punggung tangan berkulit putih mulus itu. Seakan ingin selalu membuat wanitanya tenang.


Tindakan Jose memang berhasil. Ivana merasa lebih tenang sekarang. Perasaannya tidak sepanas tadi. Ketika mengetahui wanita lain memeluk suaminya. Dan ternyata wanita itu sekarang ada di ruang kerja suaminya. Yang di pikirkan Ivana beberapa saat yang lalu, apa Jose mengkhianati nya. Kini ia ragu akan dugaannya tersebut.


"Ceritakan tentang diri mu Dulce. Kenapa kau bisa memiliki foto ku dan Juan adikku. Kapan Juan menulis pesan di foto itu?", tanya Jose sembari meletakkan foto lama yang ia dapatkan dari Dulce beberapa waktu yang lalu.


Ivana mengambil foto itu dan melihatnya. Ia juga membaca tulisan di belakang foto tersebut.


*Wanita yang memberikan foto ini, adalah wanita yang aku cintai. Dulce Leonita. Bantu dan lindungi ia, kak*


Dulce menganggukkan kepalanya. "I-ya itu nama ku. Aku dan Juan berpacaran selama dua tahun secara diam-diam, sebelum semuanya berakhir. Juan meninggalkan aku untuk selama-lamanya", ucap Dulce tertunduk.


Bisa di lihat, seketika wajah itu berubah sedih. Ivana melihat kedua mata gadis itu memerah. Dulce menunduk dengan kedua tangan saling menggenggam di atas pahanya. "Sejak mengetahui hubungan kami, hidup Juan tidak aman. Juan terlibat dengan organisasi pamanku Gustave. Gustave menuduhnya sebagai mata-mata polisi, karena mencoba membantu ku yang ketika itu diasingkan paman", lirih Dulce terisak mengingat kenangan pahit masa lalunya.

__ADS_1


Mendengar pengakuan Dulce tentu saja mengagetkan Jose dan Ellios yang mendengarkan. Jose seketika berdiri dari duduknya melangkah ke dekat jendela terhubung langsung dengan ladang agave miliknya yang luas membentang.


Jemari Jose mengusap dagunya. Wajah itu berubah jadi dingin dengan sorot mata tajam menatap kedepannya. Dadanya bergemuruh. "Ternyata kau keponakan bajingan yang membunuh adik ku?!", ucap Jose dengan suara meninggi.


Siapapun bisa merasakan, Jose sangat marah.


"Sayang ada apa denganmu? Sebaiknya kita dengarkan lagi apa yang ingin Dulce katakan padamu".


Ivana mengusap lembut punggung Jose. Ia tahu Jose sangat dekat dengan Juan adiknya. Ivana tahu Jose sangat kehilangan adik satu-satunya dan masih bersedih tentang kejadian itu. Setiap mendengar nama Juan, Jose pasti akan emosional.


Jose menganggukkan kepalanya, ketika Ivana mengajak kembali duduk.


"Katakan semuanya pada ku! Jangan ada yang kau sembunyikan..!"

__ADS_1


...***...


__ADS_2