PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
LUPE TIDAK MENGENAL DULCE


__ADS_3

"Bagaimana...apa kau mengenali gadis itu sebagai Angel, Jupe? Cepat katakan! Jangan coba-coba berbohong pada ku!"


"Dia bukan Angel yang pernah berhubungan dengan ku. Yang membayar ku selama ini".


"Apa mama yakin?", tanya Hector sangsi dengan pengakuan Lupe.


"Apa kau tidak percaya pada mama mu sendiri Hector! Wanita di meja makan itu bukan Angel yang membayar ku. Aku tidak kenal wanita itu, siapa dia sebenarnya", jawab Lupe pasti.


Lupe nampak kesal pada Hector yang meragukan perkataannya.


"Memang aku hanya sepintas saja melihat Angel tapi aku ingat wajahnya. Wanita itu berambut pendek berwarna karamel. Penampilannya glamour tidak seperti dia", ujar Lupe menjelaskan seraya melihat Dulce melalui MacBook yang terhubung langsung dengan camera CCTV hacienda.


Jose duduk di hadapan Lupe. Menatap tajam wanita itu. "Ckck...Kau tidak berubah juga, setelah yang kau lakukan pada kakek ku, Lupe. Aku tidak akan pernah melupakannya".


Mendengar perkataan Jose membuka Lupe serba salah. Wanita itu membenarkan posisi duduknya, sedikit membungkuk. "Maafkan saya untuk masalah itu tuan muda Jose. Jika saya diberikan kesempatan untuk menebus kesalahan saya, saya akan melakukannya saat ini juga. Tapi wanita yang bersama istri anda itu memang bukan Angel yang saya tahu. Saya berani bersumpah mengatakan yang sebenarnya, tuan", ujar Lupe bersungguh-sungguh.


Sesaat suasana hening di ruangan itu. Beberapa saat kemudian terdengar suara gaduh di luar. Ellios dan Hector segera melihat apa yang terjadi. Bertepatan dengan Ivana dan Dulce masuk ke dalam ruang kerja dengan wajah panik.


"Ada keributan di gerbang utama. Salah satu penjaga tertembak", teriak Ivana dengan suara gemetaran.

__ADS_1


Sontak Jose berdiri begitu juga Lupe. Jose membantu Ivana duduk, sementara Dulce memberikan air minum untuk Ivana yang nampak shock mendengar berita yang di bawa Adrian mandor perkebunan beberapa saat yang lalu.


"Tenangkan diri mu, sayang. Aku akan melihat apa yang terjadi di sana–"


”Tidak. Kau jangan ke sana, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu, Jose", pinta Ivana menahan lengan suami nya agar tidak pergi.


"Sebaiknya hubungi polisi–"


"Tuan..


"Apa yang terjadi Ellios?"


"Shitt..."


"Beritahu orang-orang kita bersiap dengan senjata", perintah Jose yang langsung berdiri menuju lemari kaca yang berada fi belakang meja kerjanya. Laki-laki itu menekan tombol di bagian bawah. seketika lemari itu berputar. Jose dan Ellios mengambil senjata. Jose melemparkan rompi anti peluru pada Ellios.


Lupe berdiri mematung mendengar perkataan asisten Jose.


Ivana melihat suaminya dengan bibir bergetar dan mata berkaca-kaca. "Jos..."

__ADS_1


"Kalian jaga istri ku, jangan keluar dari hacienda. Aku pastikan tempat ini aman".


"Jose..."


Jose menatap Ivana. Ia tahu Ivana sangat ketakutan. Sementara di luar terdengar suara gaduh serta tembakan.


"Tenangkan diri mu. Aku janji bisa mengatasi masalah ini", ucap Jose mengecup kening Ivana dan memeluknya erat.


Ivana tidak bisa menahan air matanya. "Aku mohon....jangan pergi", ucapnya lirih.


"Mereka sudah memasuki lahan Almiron, aku tidak akan tinggal diam. Aku harus menjaga perkebunan ini Ivana".


Jose mengurai pelukannya seraya menggenggam pundak istrinya untuk meyakinkan Ivana. "Aku janji tidak akan terjadi apapun padaku. Tenangkan diri mu".


Jose melangkah menjauh meninggalkan Ivana yang menangis terduduk di sofa ruang kerja Jose.


"Ivana tenangkan diri mu, ingat kandungan mu", ujar Dulce yang berusaha menguatkan wanita baik itu.


Dulce menatap Lupe yang masih berdiri ditempatnya semula. Dulce menatap dengan selidik wanita paruh baya itu. "Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Wajah mu tidak asing bagi ku..."

__ADS_1


...***...


__ADS_2