
Ivana dan Jose turun dari mobil, masuk ke lobby perusahaan milik Ivana. Pagi ini wanita itu membawa Jose berkunjung ke kantornya.
Baru beberapa langkah masuk di lobby, nampak beberapa orang karyawan yang datang tepat saat jam masuk kantor. Mereka berlarian setelah mengetahui kedatangan Ivana di perusahaan, semuanya menyapa dengan hormat. Ketika mengetahui Ivana bersama Jose, beberapa karyawan Ivana menyapa Jose juga.
"Selamat pagi nona Ivana".
"Selamat pagi tuan Jose Miguel".
"Selamat datang".
Sapa anak buah Ivana dengan ramah. Namun tak sedikit yang menunjukkan rasa terkejut dan penasarannya kenapa Jose datang bersama atasan mereka.
Namun Ivana tidak suka dengan tingkah anak buahnya yang berani menatap Jose dengan tatapan seperti ingin memakan Jose terutama karyawan perempuan.
Ivana menolehkan wajahnya menatap suaminya. Dan mendekatkan mulutnya pada Jose.
"Ternyata kau sangat populer ya. Mereka mengenal mu, dan ingin menggoda mu. Aku tidak akan membiarkannya", bisik Ivana pelan tersirat rasa cemburu.
Jose tersenyum mendengar penuturan Ivana. Laki-laki itu mendorong tubuh istrinya ke sudut lift, membingkai wajah cantik Ivana.
Memangut bibir manis Ivana dengan lahapnya. Iv tidak menolak, ia mencengkram kuat kemeja Jose membalas pangutan itu dengan penuh gairahh. Keduanya berciuman mesra selama lift melaju naik ke lantai atas.
"Ting..."
Mendengar tanda sudah sampai kelantai yang di tuju, Jose tidak mau menghentikan aktivitasnya. Cepat-cepat jemari Jose kembali menekan tombol turun dan melanjutkan aktivitas nya, fokus pada Ivana. Membuat tubuh Ivana panas-dingin tak karuan.
__ADS_1
Jemari Jose mengusap pelan rok kerja Ivana, memasukkan tangannya, mengusap lembut milik istrinya. Tanpa melepaskan tautan bibirnya pada bibir Ivana.
"Ting.."
"Ah shittt..."
Umpat Jose terlihat kesal. Dengan nafas ngos-ngosan Ivana mengurai pelukannya. Ia kembali menekan tombol naik jangan sampai lift khusus itu terbuka, karena bisa jadi mereka akan di lihat orang.
Ivana membetulkan pakaiannya yang nampak berantakan. Tepat waktu ketika terdengar bunyi lift berbunyi tanda sudah sampai di lantai yang di tuju. Sementara Jose terlihat begitu tenang seperti tidak terjadi apa-apa.
"Ayo keruangan ku. Aku ingin segera menyelesaikan pekerjaan ku agar kita bisa kembali ke perkebunan hari ini", ucap Ivana sambil bergelayut manja pada lengan Jose. Jose tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
"Kita tunda saja pulang ke perkebunan, kita bisa pulang besok atau lusa. Kau bisa menyelesaikan pekerjaan mu dengan tenang tidak terburu-buru. Aku akan membantu mu"
"Pekerjaan ku aman, banyak orang yang bisa aku andalkan. Aku percaya pada mereka. Apalagi selama aku pergi, Sebastian akan berkantor sementara di ruangan ku. Jadi kau tenang lah", jawab Jose sambil menarik dagu Ivana dan mengecup lembut bibirnya. Keduanya sudah berada di ruang kerja Ivana yang bernuansa baby peach dengan furniture-furniture mewah.
"Hm...baiklah kalau seperti itu. Sementara aku menyelesaikan pekerjaan ku, kau duduk di sini saja", ucap Ivana mendorong pelan dada Jose yang langsung terduduk di atas sofa berwarna putih.
Namun Jose menarik tangan Ivana hingga wanita itu terduduk di atas pangkuan nya. "Tapi sebelumnya kita lanjutkan yang tertunda di lift.."
Tanpa menunggu jawaban istrinya Jose membuka kancing kemeja kerja Ivana. Ivana menahan tangan Jose. Tiba-tiba Iv berdiri sambil menarik tangan suaminya.
"Ikut dengan ku", ucapnya pelan menuju ke sebuah pintu yang berada di ruang kerjanya.
Ivana memasukkan password di tombol yang tempel di pintu itu. Seketika pintu terbuka lebar.
__ADS_1
Ternyata sebuah private room. Jose tersenyum penuh arti. Tanpa menunda-nunda keduanya langsung berciuman mesra. Seketika hawa panas menjalar ke tubuh keduanya.
Sentuhan yang selalu menuntut penyelesaian. Karena sama-sama saling menginginkannya.
*
Mobil Jose yang di kendarai sopirnya memasuki area perkebunan Almiron.
Jose sengaja menyuruh sopir mengendarai mobilnya untuk pulang ie Jalisco. Ia ingin bersantai dengan istrinya di bangku belakang. Setelah hampir enam jam perjalanan akhirnya mereka telah sampai kembali ke perkebunan yang sudah beberapa hari di tinggalkan.
"Jika kau lelah istirahat saja, sebentar lagi senja. Aku akan menemui Sebastian di ruang kerja sekarang, ada yang harus aku bicarakan padanya sekarang", ucap Jose pada Ivana ketika sudah berada di dalam hacienda.
"Iya. Tapi aku juga harus mengambil iPad ku di ruang kerja. Aku membutuhkan nya sekarang".
Jose menganggukkan kepalanya. Keduanya keruang kerja Jose yang terletak di sisi sebelah kanan bangunan megah itu.
"Aku tidak akan lama. Kau bisa bicara pada Sebastian dengan tenang".
"Ceklek...."
Kedua mata Ivana terbelalak tak percaya melihat di dalam ruang kerja suaminya. Begitu pintu di buka Jose.
Sementara raut wajah Jose seketika langsung berubah dingin, sulit untuk di artikan. Sorot matanya begitu tajam seperti ujung pisau.
...***...
__ADS_1