PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
KUATIR KESELAMATAN JOSE


__ADS_3

Ivana tersentak kaget.


Kedua matanya langsung berbuka karena mendengar derap langkah kaki dan suara ribut-ribut di luar kamarnya.


Ivana terduduk di tepi tempat tidur, menatap jam di dinding sudah menyentuh angka sepuluh malam. Kedua matanya membulat. "Oh my God aku tertidur selama ini?", Ucapnya sedikit beringsut sembari mengumpulkan kesadaran nya.


Cepat-cepat Ivana bangun hendak melihat keluar kamar apa yang terjadi sebenarnya.


"Kenapa sepertinya banyak sekali suara orang-orang. Sementara di luar sana hujan sedang turun dengan derasnya membasahi bumi", batin Ivana sambil menyisir rambut dengan tangan nya.


Ivana melihat Jose di ikuti Ellios dan Sebastian menuruni tangga nampak tergesa-gesa sekali. Ivana hendak mengikuti mereka ketika Hilda menyapa. Wanita itu kelihatannya baru keluar dari kamar Jose.


"Nona sudah bangun?"


"Hilda kenapa hacienda tampak ramai sekali, Jose juga nampak buru-buru seperti itu?", Tanya Ivana tanpa menggubris pertanyaan Hilda.


"Seorang pekerja perkebunan anda ada yang terbunuh saat sedang memeriksa perbatasan di sebelah barat nona. Pelakunya juga merusak pagar hingga menghancurkan agave-agave di perkebunan anda yang sudah tumbuh subur", jawab Hilda menjelaskan.


"Oh my God. Ada apa sebenarnya. Siapa pelakunya yang tega sekali berbuat jahat seperti itu", ucap Ivana kaget. "Jangan bilang Jose mau ke sana..."

__ADS_1


Tanpa memperdulikan Hilda, Ivana berlari menuruni tangga. Yang ada dalam kepalanya ingin mencegah Jose ke perkebunan Nasviell. Ia tidak mau Jose kenapa-napa. Karena sangat berbahaya, apalagi hari sudah malam dan hujan deras begini.


Tiba di pintu Ivana masih bisa melihat Jose dan Adrian serta orang-orangnya sudah naik ke punggung kuda masing-masing lengkap dengan jas hujan dan senter.


"Jose ...Aku mohon jangan pergi!", Ivana berteriak kencang.


Suara Ivana terdengar Jose yang sudah berada di atas kuda. Jose menolehkan kepalanya menatap Ivana yang berlari menghampirinya.


"Jos aku mohon jangan pergi ke sana, biarkan saja rusak. Sekarang sudah gelap dan hujan deras. A-ku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu dan mereka semua. Besok pagi saja melihatnya", ucap Ivana setengah mengatur nafasnya yang menderu.


Jose menahan anak buahnya. Ia melompat turun berdiri tepat di hadapan Ivana, saking dekatnya posisi mereka bisa merasakan hangatnya hembusan nafas masing-masing.


Hazel Ivana menyiratkan kecemasan mendalam. "Aku mohon jangan pergi, biarkan saja seperti itu", ucap Ivana dengan bibir bergetar.


Jemari tangan Jose mengusap lembut wajah Ivana. "Jangan kuatir aku tidak apa-apa. Orang ku tidak perlu di ragukan lagi. Mereka terbiasa menghadapi masalah genting sekali pun".


Jemari lentik Ivana membetulkan jas hujan yang di kenakan Jose.


Entah terbawa suasana kerena cuaca yang dingin dan mengalami hari yang berat, di tambah banyaknya pikiran yang berkecamuk di kepalanya membuat Ivana berbeda. Tiba-tiba gadis itu menjijitkan kakinya mengecup lembut bibir Jose.

__ADS_1


Jose tak bergeming sedikitpun. Ia bisa merasakan bibir Ivana dingin dan bergetar. Menit berikutnya laki-laki itu melingkarkan tangannya pada pinggang Ivana membalas ciuman Ivana.


Cukup lama keduanya berciuman dengan intim, di saksikan orang-orang Jose yang pura-pura tak melihat tingkah Jose dan Ivana seperti sedang di mabuk cinta itu.


Tak lama kemudian Jose menghentikan tautan bibirnya pada bibir Ivana, menatap wajah Ivana yang nampak kian memutih.


"Aku pergi. Kau tidak perlu kuatir. Aku tidak akan lama, aku segera pulang", ucapnya setengah berbisik di telinga Ivana yang terdiam mematung menatap Jose yang kembali naik ke atas kudanya seraya menutup topi jas hujannya.


Ivana hanya bisa berdiri terdiam menatap Jose dan orang-orang yang pergi menjauh, menuju ladang Almiron yang akan langsung menuju ladang Nasviell.


"Ya Tuhan lindungilah mereka, aku tidak ingin terjadi apapun pada Jose dan orang-orang baik itu", gumam Ivana.


Hilda yang sedari tadi berdiri di dekatnya, memeluk pinggang Ivana.


"Sebaiknya kita masuk, di luar udaranya sangat dingin, nona".


"Iya Hilda..."


...***...

__ADS_1


NUNGGUIN LAGI YA, PADAHAL NGGAK NGAPA-NGAPAIN MEREKA 🤭😀


__ADS_2