PERNIKAHAN PALSU IVANA

PERNIKAHAN PALSU IVANA
PENGAKUAN DULCE


__ADS_3

"Sudahlah tidak perlu basa-basi. Sebaiknya kau pergi sekarang, sebelum orang-orang melihat mu di sini!"


"Aku bisa mendapat masalah jika bos melihat orang asing berada di lahan miliknya. Kau paham!"


Meskipun Hector berulang kali mengultimatum dengan kata-kata ancaman, itu tidak berpengaruh buat Dulce.


"Aku ingin bertemu dengan bos mu, sekarang juga!", ujar Dulce dengan pasti.


Tanpa menghiraukan Hector gadis itu berjalan menuju hacienda dengan langkah cepat.


Hector yang menyadari tindakannya bisa menimbulkan masalah, segera berlari dan menarik tangan Dulce.


"Shitt. Kau ikut aku!".


Hector mencengkram dan menarik cukup kuat tangan Dulce. Meskipun Dulce sekuat tenaga menahan cengkraman tangan Hector, buktinya tubuhnya setengah terseret mengikuti Hector.


"Hector lepaskan. Aku ingin menemui Leonel bos mu. Dia teman ku", teriak Dulce cukup keras.


Perbuatan gadis itu, membuat Hector spontan membekap mulutnya.


Tepat di depan sebuah rumah mungil yang berada di belakang hacienda, Hector membuka pintunya. Dan mendorong tubuh Dulce masuk ke dalam.


Hector mendorong kuat tubuh Dulce agar duduk di kursi yang ada di ruangan berukuran mungil itu.


"Akh.."


Terdengar suara meringis dari mulut Dulce. Tak henti tangan kanan mengusap pergelangan tangan satunya yang di cengkram kuat Hector beberapa saat yang lalu.


Hector berdiri dengan tangan tersilang di depan dada. Tatapan tajam menghunus netra gadis yang sangat merepotkan nya itu.

__ADS_1


"Katakan siapa kamu sebenarnya. Bagaimana bisa kau mengenal tuan Leonel?"


"Kau jangan coba-coba berbohong, nona!"


"Hughh..."


Terdengar helaan nafas berat Dulce. Gadis itu membetulkan posisi duduknya. Sembari tertunduk. "Aku tidak bohong. Aku memang memiliki teman bernama Leonel. Ia memiliki perkebunan bernama Nasviel".


Hector mendengar dengan jelas kata-kata yang keluar dari mulut gadis yang baru saja di temui nya itu.


Tingkah Dulce menunduk dengan jemari tangan saling meremas tak luput dari perhatian Hector yang berdiri tegap dihadapan nya. Ia masih sangsi dengan pengakuan gadis itu.


"Aku tahu kau berbohong, nona! Katakan sebenarnya!"


"Atau sekarang juga aku menyeret mu ke hutan yang ada di belakang perkebunan Nasviel agar tubuhmu di makan binatang buas", ancam Hector sungguh-sungguh. Sorot manik hitam milik laki-laki itu penuh selidik menatap Dulce yang masih tertunduk.


"Aku mengenal Leonel karena ia berteman dengan mendiang kekasihku Juan", ucap Dulce dengan suara lirih.


Pengakuan Dulce sontak saja membuat Hector terkejut. Namun tetap waspada. Kali ini tangannya menempel pada pistol yang berada di pinggangnya. "Siapa kau sebenarnya nona?"


"Aku Dulce Leonita. Aku mengenal Leonel karena ia teman Juan. Semenjak kepergian Juan, aku tidak pernah bertemu Leonel. Komunikasi kami benar-benar putus. Apalagi sejak Juan meninggal aku diasingkan orang suruhan paman ku ke sebuah asrama di Italia".


Kedua netra Hector terbelalak mendengar cerita Dulce. Tanpa ia sadari tubuh atletisnya langsung terduduk di kursi. Cerita Dulce benar-benar mengejutkan Hector.


Namun cerita itu seperti nyata. Tanpa di buat-buat Dulce. Terlebih Hector bisa melihat gadis itu menitihkan air mata kala bercerita tentang Juan, yang ia sebut sebagai kekasihnya.


Hector terdiam dan terus berpikir. Hingga ia kembali menatap Dulce dengan pasat karena ia sudah memiliki rencana untuk Dulce.


"Malam ini kau boleh menginap di sini. Sekarang sudah malam besok kita lanjutkan lagi bicara".

__ADS_1


Hector berdiri dan mencabut kunci rumah nya. "Kau tidak bisa kemana-mana, apalagi melarikan diri. Ingat itu!", tegas Hector sambil memperlihatkan kunci yang ada di tangannya saat ini.


Nampak Dulce tidak perduli dengan perkataan Hector.


Terlebih Hector hendak masuk ke kamar nya. Bagi Dulce ia merasa aman malam ini dari kejaran Ramirez dan orang-orangnya saja sudah cukup.


"Terimakasih Hector. Aku berhutang pada mu, suatu hari nanti aku pasti akan membayar bantuan mu".


Hector membalikkan lagi tubuhnya. "Sebaiknya kau istirahat".


"Iya".


"Eh... Hector yang aku tahu perkebunan Nasviel berdekatan dengan perkebunan milik keluarga Juan. Di mana tempatnya?"


"Juan tidak banyak cerita tentang dirinya maupun keluarga nya. Namun aku tahu ia memiliki perkebunan yang berdekatan dengan perkebunan milik Leonel", ujar Dulce menjelaskan.


Hector terdiam. Mendengar perkataan Dulce membuatnya berpikir secara mendalam dan menyeluruh. Baik buruk, berputar di kepalanya saat ini. Namun yang pasti, ia harus meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih ia belum mengetahui secara pasti siapa gadis dihadapannya ini.


"Aku tidak tahu. Karena aku baru memulai pekerjaan ku di perkebunan ini. Aku belum mengenal banyak orang-orang di daerah sini".


"Iya Hector. Aku mengerti. Terimakasih karena mau membantuku", ucap Dulce samar namun terdengar tulus.


Hector menatapnya sekilas. Ia tahu gadis itu nampak begitu lelah. "Mungkinkah benar apa yang ia ceritakan, bahwa ia berlari dari orang-orang jahat yang hendak mencelakai nya?".


"Besok semuanya akan terjawab", batin Hector pada dirinya sendiri.


...***...


__ADS_1


Nantikan novel baru Emily hanya di NT ya 🙏


__ADS_2