
Keesokan harinya...
Ivana menyisir rambut sebahunya di depan cermin yang ada di walk in closet kamar.
Kemudian mengancingkan kemeja ketat berwarna putih yang di padukan dengan celana jeans ketat berwarna biru tua. Penampilan Iv terlihat segar apalagi setelah di sapukan makeup tipis di wajah cantiknya itu.
Ivana segera keluar kamarnya. Seorang pelayan yang sedang membersihkan perabotan memberikan salam padanya.
"Selamat pagi nona", sapa pelayan dengan hormat.
"Pagi Imara. Apa kau melihat Lizzy?"
"Nona Lizzy membantu Maria di pantry menyiapkan makan pagi", jawab Imara tersenyum.
Ivana menganggukkan kepalanya dan berlalu. Gadis itu langsung ke meja makan yang beranda samping hacienda. Ivana memang sengaja setiap pagi menikmati breakfast di beranda, sembari menatap ladang agave miliknya dari kejauhan dan menikmati kicauan burung di pagi hari. Suasana tentram yang selalu Ivana impikan selama ini.
Meskipun agave-agave itu belum lama di tanam di ladang namun karena perawatan maksimal sudah terlihat tumbuh. Bahkan daunnya yang panjang menyerupai tanaman nanas sudah bisa di lihat dari tempatnya sekarang.
"Selamat pagi nona".
"Liz, kenapa kau yang membuat sarapan. Apa Maria tidak bisa melakukannya?", Tanya Ivana menuang orange jus kesukaannya yang selalu ia minum di pagi hari. Iv memang sangat menyukai rasa buah asam dan kecut yang buat sebagian orang mungkin anti tapi buat Ivana dari dulu ia sangat menyukainya.
"Saya hanya membantu saja. Selama di Nasviell aktivitas saya cukup longgar tidak seperti ketika mengurusi pekerjaan anda di Mexico, nona", jawab Lizzy menaruh sepiring makanan ke atas meja.
__ADS_1
"Kau membuat Enchiladas?"
"Iya. Tapi ini resep mama saya, tortilla nya berbahan jagung. Semoga nona menyukainya".
"Sepertinya enak Liz", ucap Ivana mengambil sepotong Enchiladas ke atas piringnya. Ivana mencium aroma harum khas jagung bercampur saus salsa ala Mexico.
"Hmm....sangat enak aku menyukainya. Kau harus mengajari ku memasak Liz. Aku tahu kamu sangat mahir melakukannya. Sementara aku tidak pandai memasak", ujar Ivana menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Sangat mudah membuatnya. Tortilla jagung yang di gulung berisi ayam, keju dan saus salsa. Tentu saja saya bersedia mengajarkan nona memasak jika nona sedang tidak sibuk".
Ivana tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Weekend saja, kau mengajariku memasak. Aku harus menambah ke ahlian ku. Aku tidak mau di tinggalkan calon suami untuk yang kedua kalinya gara-gara tidak bisa membuat makanan untuk nya. Sangat menyakitkan bukan", seloroh Ivana tertawa di sambut Lizzy juga.
Keduanya menikmati sarapan pagi ini dalam suasana hangat. Berbincang tentang pekerjaan mereka di selingi pembicaraan hal-hal lucu lainnya pula.
Ivana memang menyukai Lizzy bukan hanya sebagai asisten tapi juga menyukainya sebagai teman. Usia Lizzy tiga tahun di bawah Ivana sehingga keduanya akrab, terlebih selama berada di perkebunan keduanya semakin dekat.
.
Lizzy yang berada di sana merasa aneh melihat bos-nya itu. "Hmm..apa nona mau pergi ke kota? Saya akan memberi tahu Héctor sekarang agar menyiapkan mobil".
"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Aku mau ke Almirón menemui Jose dan meminta maaf atas kelakuan ku semalam yang sudah menuduhnya merobohkan pagar berduri itu", jawab Ivana sekali lagi menelisik penampilannya.
"Apa aku sudah rapi? Menurut mu aku perlu mengganti pakaian ku tidak?"
__ADS_1
Tentu saja tingkah Ivana sangat mengejutkan Lizzy. Selama ini yang ia tahu Ivana wanita yang cuek tidak perduli dengan penampilannya. Karena ia memang sudah cantik dari sananya dan memiliki body goal.
Melihat tingkah Ivana seperti saat ini sungguh membuat Lizzy bertanya-tanya. "Nona Ivana selalu menawan. Siapapun pasti akan memberikan penilaian yang sama seperti ku", jawab Lizzy apa adanya.
Ivana membalikkan badannya menghadap Lizzy. "Bagaimana jika Jose tidak mau menemui dan memaafkan aku?"
"Kau tahu Liz... semalam aku melihat foto Jose dan kakak ku di ruangannya. Aku penasaran ingin mengetahui apa mereka berteman baik. Melihat foto itu seperti mereka sangat akrab. Makanya aku ingin menemui Jose lagi menanyakan tentang Leo padanya.
"Artinya tuan Jose sudah mengetahui bahwa anda adik temannya? Pasti tuan Jose sudah tahu kan perkebunan ini milik tuan Leonel".
Ivana menganggukkan kepalanya.
"Mungkin. Tapi ia selalu ketus pada ku. Aku juga baru menduga-duga saja Jose adalah teman baik Leo, berdasarkan foto yang aku lihat semalam".
"Kalau tuan Leo berteman dengan tuan Jose, artinya tuan Jose itu orang baik nona. Mana mungkin tuan Leo mau berteman dengan orang jahat. Iya kan", seru Lizzy.
"Hm...lagian tuan Jose sangat menggoda. Laki-laki itu sangat tampan. Huhh...siapa juga yang akan menolak pesonanya itu", seloroh Lizzy dengan kedua tangan mengepal di depan dadanya.
"Kalau nona mau, saya akan mencari tahu informasi tentang tuan Jose ", seloroh Lizzy sambil menunjukkan simbol rahasia dengan jarinya.
Ivana melototkan kedua matanya menatap asistennya itu.
"Hm...nona Ivana tenang saja, aku akan melakukannya secara diam-diam tanpa ada orang lain yang tahu", ucap Lizzy dengan replika mengunci mulutnya.
__ADS_1
"Lizzy hentikan! Sejak kapan kau berani meledek atasan mu, apa kau tidak mencintai pekerjaan mu lagi?".
...***...