
Drt...
Drt...
Ivana yang sedang bersandar pada bahu Jose beringsut. "Siapa yang menelepon mu?"
"Ellios. Aku harus mengangkat nya sekarang. Sepertinya penting".
Ivana menganggukkan kepalanya.
"Ada apa, Ellios?"
*Maaf mengganggu anda tuan. Hector sudah di temukan. Sekarang sudah di bawa ke gudang seperti perintah anda*
"Sekitar tiga puluh menit lagi aku ke sana", tegas Jose sambil menutup telponnya.
"Sayang, ada apa? Aku mendengar asisten mu menyebut nama Hector".
"Iya. Aku ingin menginterogasi sendiri orang-orang yang aku curigai yang menyebabkan rem mobil mu blong. 99% aku yakin ia tinggal di perkebunan mu".
"Tapi kau tidak bisa main tuduh begitu Jos. Setidaknya biarkan pihak berwajib bekerja, melakukan investigasi kecelakaan itu".
"Sampai kapan menemukan jawabannya. Menunggu teman baikku mati?", seru Jose menahan amarahnya.
"Tidak akan aku biarkan seekor hama mendekati orang-orang yang aku sayangi. Apalagi sampai melukainya!", tegas Jose.
Terlihat jelas laki-laki itu menahan amarah bahkan terdengar gemeretuk gigi. Sementara rahang wajahnya kian tampak mengeras.
"Tapi tidak mungkin Hector pelakunya. Ia bekerja sangat baik. Aku memperhatikan gerak-gerik nya", ujar Ivana memberikan pendapatnya tentang mandornya itu.
"Heh...Kau tidak mengenalnya dengan baik. Aku harap penilaian mu benar. Berharap lah laki-laki itu bukan orang yang ku cari. Aku sendiri yang akan menghabisi nya jika ternyata ia terlibat dalam masalah ini", jawab Jose.
Ivana terdiam. Jujur bagi nya, Jose seperti orang yang berbeda. Selama mengenal nya, Ivana tidak pernah melihat Jose seperti ini. Jose yang sekarang membuatnya bergidik ngeri.
Tiga puluh menit berlalu, mobil yang di kendarai sopir berhenti di carport hacienda. Hari semakin gelap. Ivana dan Jose baru saja tiba dari melihat langsung kondisi Sebastian dan Lizzy di rumah sakit yang letaknya cukup jauh dari perkebunan.
"Kau langsung istirahat di kamar. Aku masih ada urusan yang harus aku tangani", ucap Jose dengan tegas setelah di dalam hacienda.
__ADS_1
Sekarang Ivana melihat Jose seperti saat pertama ia temui. Dingin dan tidak bisa di ajak kompromi.
Jose hendak pergi namun Ivana memeluk erat pinggang suaminya itu.
"Sayang kau membuat ku takut. Aku melihatmu seperti waktu pertama bertemu dengan mu", ucap Ivana dengan suara bergetar.
Ivana mengangkat wajahnya menatap dalam manik hitam Jose yang kembali dingin dan sulit untuk di selami. Ivana menatapnya lembut dengan penuh kasih sayang dan cinta.
Tatapan itu seketika meluluhkan hati Jose. Berangsur wajah dingin itu membalas tatapan istrinya dengan lembut juga.
Jose membingkai wajah Ivana.
"Tunggu aku di kamar kita, aku tidak akan lama. Kau harus menepati janji mu sebelum pergi tadi. Sesibuk apapun, aku tidak akan melupakan nya", ucap Jose penuh makna. Sorot mata dingin dan mengerikan itu berangsur lenyap. Berganti dengan tatapan teduh dan melindungi.
Ivana tersenyum mendengarnya. "Iya. Aku akan menunggumu sayang dengan lingerie kesukaan mu", bisiknya dengan suara lembut menggoda Jose. Ivana mengusap dada bidang suaminya.
*
"Siapa kalian? Kenapa kalian menangkap ku. Aku tidak ada urusan apapun dengan kalian", ucap Hector sambil menggerakkan tubuhnya, berusaha melepaskan ikatan di tangannya.
Tidak ada yang menjawab. Suasana tampak hening. Hanya ada suara deheman beberapa kali.
Dari kejauhan terdengar derap langkah kaki kian mendekati ruang dingin dan pengap itu.
"Selamat malam tuan". Terdengar suara seorang pria menyapa.
"Hei...siapa kalian. Lepaskan aku!"
"Buka tutup matanya".
Jelas terdengar suara itu di telinga Hector. Ia tahu siapa pemilik nya. "T-uan Jose?"
Seseorang mendekati Hector. Membuka ikatan kain hitam yang menutup mata pria itu.
Hector menggelengkan kepala dan membuka mata mengedarkan pandangannya ke semua penjuru ruangan setelah kain yang menutupi matanya di buka salah satu orang di sana. Hector langsung mengenali Ellios di antara banyak pria berperawakan tinggi besar berada di ruangan.
"Kenapa kalian menangkap ku? Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Aku tidak ada masalah lagi dengan anda tuan Jose", ucap Hector yang duduk di kursi kayu dengan tangan dan kaki masih terikat kuat.
__ADS_1
Jose duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya sambil menghisap cerutu. Sorot matanya tajam menatap Hector.
Laki-laki itu memberi isyarat agar para pengawalnya keluar kecuali Ellios tetap bersama dengan nya di ruangan itu.
Pria-pria berbadan tegap itu langsung memberi hormat dan keluar ruangan.
"Kau tahu kenapa dibawa kemari?", tanya Jose masih dengan tatapan tajamnya.
Hector menggelengkan kepalanya. "Tidak tuan. Saya sedang mengurus pekerjaan yang di perintahkan nona Ivana, tiba-tiba orang-orang itu menangkap saya. Saya tidak melakukan kesalahan apapun, kenapa saya di bawa ke tempat ini".
Hector ingat tempat ini adalah bekas bangunan pabrik Almiron yang tidak terpakai lagi. Hector sangat tahu, tempat ini adalah tempat yang kerap digunakan Jose menghukum bawahannya yang melakukan kesalahan yang tidak bisa di tolerir lagi.
"Ada yang ingin mencelakai nona Ivana, Hector. Dengan merusak rem mobilnya. Beruntung nona Ivana tidak menaiki mobil itu. Tapi naas bagi tuan Sebastian dan Lizzy, mereka terluka parah karena rem mobil nona Ivana yang mereka pakai tidak berfungsi dengan baik akibat perbuatan seseorang yang berada di perkebunan Nasviell", ucap Ellios menjelaskan duduk persoalannya pada Hector yang terdiam mendengarkan.
Sementara Jose menatap tajam Hector sambil menghisap cerutu nya.Ia ingin mencari kejujuran di mata Hector setelah Ellios menceritakan semuanya.
Hector terkejut mendengar perkataan Ellios. Wajahnya benar-benar menunjukkan rasa kagetnya. "Lalu bagaimana keadaan nona Lizzy dan tuan Sebastian? Ya Tuhan.."
"Kritis".
"Demi Tuhan, saya tidak tahu apa-apa tuan Jose. Saya pastikan tidak terlibat sedikitpun dengan kerusakan rem mobil istri anda. Handphone saya tidak bisa di hubungi karena rusak dan sedang di perbaiki. Jika kalian tidak percaya, di dalam tas saya ada buktinya. Alamat dan nama tempat servis tersebut", ucap Hector meyakinkan.
Jose bisa melihat kejujuran di mata Hector.
"Kau dan ibu mu pernah berbuat jahat pada kakek ku Hector. Kalian mengkhianati kepercayaan dan kebaikan kakek ku dengan memalsukan tanda tangannya dan ingin menguasai perkebunan Almiron. Aku tidak akan pernah lupa hal itu! Jika kau masih terlibat hal buruk apapun di sekitar ku, aku tidak akan mengampuni mu kali ini. Tangan ku sendiri yang akan menghabisi mu. Kau cam kan itu Hector Dalmonte!".
Dengan wajah tertunduk Hector menganggukkan kepalanya.
"Saya bersumpah tidak akan mengulangi kejahatan apapun tuan. Saat ini saya ingin menata diri agar hidup lebih baik. Saya tidak akan mengkhianati kepercayaan nona Ivana yang sudah sangat baik memberikan pekerjaan pada saya. Sungguh saya tidak terlibat dengan kecelakaan yang di alami nona Lizzy dan tuan Sebastian. Saya janji akan membantu anda menemukan pelakunya, tuan", ucap Hector sungguh-sungguh.
Jose memberi isyarat pada Ellios agar membuka ikatan pada tangan dan kaki Hector. "Aku pegang janji mu itu. Sekecil apapun informasi yang kau ketahui segera sampaikan pada ku!"
Hector menganggukkan kepalanya. "Iya tuan. Mulai sekarang saya akan lebih waspada dan meningkatkan pengawasan di Nasviell!"
Beberapa saat berlalu..
"Bagaimana menurut tuan, tentang Hector?"
__ADS_1
"Aku menemukan kejujuran di matanya. Namun bukan berarti ia lepas dari pengawasan. Terus awasi siapapun di perkebunan istri ku!"
...***...