PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
1. Sasha Yorina.


__ADS_3

Di saat waktunya makan malam, aku malah masih sibuk bekerja melayani tamu yang sedang makan di restoran tempat ku bekerja, restoran mahal dan sudah terkenal di kota Z. Aku sudah hampir setahun bekerja di sini, dan aku betah walaupun terkadang aku merasa lelah.


Bagaimana tidak lelah? pagi aku bekerja di sebuah perusahaan raksasa menjadi CS di sana, pulang sore dan lanjut kembali jam 6 sore aku bekerja di restoran sampai larut malam jam 12. Aku mau bekerja dua tempat karena tuntutan hidup yang aku jalani, aku adalah tulang punggung keluarga.


......................


Aku Sasha Yorina, umurku saat ini 28 tahun dan aku anak tunggal dari kedua orang tuaku, papaku telah menghilang sejak aku masih dalam kandungan ibuku, dan aku hanya tahu kalau papaku adalah keturunan dari negeri sakura, hanya selembar photonya saja yang bisa aku lihat, untuk mengenali wajah papaku.


Sejak kecil hanya mama yang aku punya, tetapi kali ini aku memiliki Ryota, putra semata wayang ku, bersama mantan suamiku yang berada jauh di koka A. Di kota Z ini aku pendatang, aku datang ke kota ini sejak masih mengandung Ryota. Aku tidak ingin mantan suami ku mengetahui keberadaan Ryota.


Karena aku berpisah dengannya atas dukungan seluruh keluarganya, saat aku menikah dengannya, umurku baru 19 tahun dan masih sangat belia, aku di jodohkan dengannya atas kemauan mamaku dan mamanya yang memang berteman baik, Selama hampir 4 tahun kami menikah dan aku belum juga mengandung keturunan mereka.


Di saat rasa cinta kami sudah semakin besar, tuntutan untuk mendapatkan keturunan adalah halangan terbesar kami mengarungi biduk rumah tangga, papa mertua dan nenek mertuaku selalu terus menuntut kami kapan memberikan keluarga itu seorang keturunan.


Hingga 4 tahun aku tak kunjung hamil, mereka pun lelah menunggu, dan akhirnya keputusan dan dukungan untuk suamiku menikah lagi terus berlanjut, awalnya suamiku menolak keras keinginan keluarganya karena sangat mencintaiku, tetapi lama kelamaan setelah banyaknya dukungan dan lelah menungguku memberikannya seorang anak, diapun setuju.


Sedangkan aku tidak menerima keputusannya untuk menikah lagi, tetapi apa daya aku kalah? mereka lebih berkuasa, mereka kaya raya tidak sebanding denganku, yang hanya anak dari seorang pelayan toko kue, aku hanya beruntung mendapatkan kesempatan masuk ke dalam keluarga besar mereka, karena mamaku berteman baik dengan mama mertuaku yang juga menyayangiku.


Setelah 3 bulan perceraian kami resmi, aku di nyatakan hamil, dan mau jalan 4 bulan. Tetapi anehnya perutku saat itu belum terlihat membuncit, aku tidak tahu harus apa saat itu? aku bahagia saat mengetahui bila ada buah cintaku bersama mantan suami yang sangat aku cintai, tetapi saat aku ingin memberikannya kabar, aku dikejutkan akan pesta pertunangannya.


Hatiku sakit dan kecewa melihat dia menyematkan sebuah cincin ke jari wanita lain, aku tidak kuasa dan tahan melihat mantan suamiku bersanding dengan wanita lain. Akupun memutuskan untuk menyembunyikan kehamilanku dan memiliki anak ini untuk ku sendiri. Aku dan mama pun pindah dari kota A.


Saat Ryota lahir, di sanalah saatnya aku ikut terlahir kembali, menjadi wanita dan ibu yang kuat untuk putraku, putra yang tampan setampan papanya, wajahnya sama sekali tidak ada jauh berbeda dari mantan suamiku yang memang tampan keturunan Indonesia Inggris. dan mata biru Ryota sama indah dengan mata biru milik mantan suamiku, Ryota adalah kenangan terindah yang di berikan Tuhan untukku.


Apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaan putra dan mama yang saat ini menjadi tanggungan hidupku, walaupun bekerja dua tempat sehari, aku rela asal kebutuhan mereka mencukupi. Yang terpenting kebahagiaan mereka adalah prioritas utamaku.


Aku senang pertumbuhan Ryota sangat sehat, dan dia jarang sekali sakit, mungkin Tuhan kasihan melihat keadaanku yang serba pas-pasan, sehingga kami selalu di berikan kesehatan oleh Tuhan.


......................


Kembali lagi ke tempat aku bekerja. Saat ini restoran cukup ramai pengunjung, kami sampai kewalahan menghadapinya.


Tidak lama kemudian terdengar suara keributan di meja VVIP, entah apa yang terjadi? akupun tidak tahu.


"Sasha…coba kau lihat kesana, aku akan panggil pak menager dulu." perintah pak Yadi padaku.


Aku pun bergegas melihat keadaan di sana, entah bisa apa aku disana…akupun tidak tahu? aku hanya mengikuti perintah dari pak Yadi sebagai senior di sana, karena aku tidak ingin mendapatkan masalah bila tidak mendengarkannya.


Saat sudah mendekat meja VVIP, aku bisa melihat Lisa sedang di marahi habis-habisan oleh salah satu tamu VVIP di sana, terlihat wajah Lisa sudah basah kuyup, terlihat Lisa sudah menangis seraya terus meminta maaf.


"maaf kan saya tuan…saya tidak hati-hati…" ucap Lisa yang sudah menangis dan meminta maaf pada seorang pria tampan yang menjadi tamu di restoran ini.


"apa matamu buta…kau bisa bekerja apa tidak…?kau lihat jas ku basah karena ulahmu!!" bentak pria tersebut.


"maafkan saya tuan…biar saya bersihkan!!" balas Lisa seraya mengambil tisu di atas meja.

__ADS_1


"kau pikir jasku akan bersih dengan tisu itu…?" tanyanya pada Lisa.


Lisa hanya melirik sekilas wajah dan jas pria tersebut secara bergantian, terlihat jasnya hanyalah basah sedikit.


' Sombong sekali pria ini, apa mentang-mentang dia orang kaya…? dia bisa seenaknya begini? padahal kan jasnya hanya basah sedikit.' gumamku dalam hati seraya melihat ke arah pria tersebut.


"panggil manager restoran ke sini…kalian harus ganti rugi." ucap pria tersebut seraya membuka jasnya yang sedikit basah.


"ada apa tuan…?" tanyaku mencoba untuk membantu Lisa.


"siapa kau…apa kau manager di sini?" tanya pria tersebut menatap tajam diriku.


"tidak tuan…saya hanya pelayan biasa di sini…" jawabku apa adanya.


"lalu untuk apa kau ke sini, tidak ada gunanya…panggil kan manager mu ke sini."


"maaf tuan…manager kami masih di panggil…mohon bersabar." ucapku masih tetap sopan, bagaimana juga tamu adalah raja di sini.


"untuk apa kalian hanya diam saja bereskan meja ini…apa kalian tidak mengerti pekerjaan kalian yang hanya seorang pelayan?" ucap nya yang membuat hatiku mulai kesal.


Pria ini benar-benar sombong dan sok berkuasa, tidak ada perkataannya yang halus pada kami. Aku dan Lisa lalu dengan cepat membersihkan meja tersebut, tetapi karena Lisa masih gemetar karena takut, lagi-lagi dia tidak sengaja menyenggol gelas yang berisi jus alpukat, dan tumpah pada celana pria tersebut.


"Lisa…!" rintihku.


"aaaahhhh…kau bisa becus tidak bekerja…lihat apa yang kau lakukan…?" bentak pria tersebut pada Lisa yang sudah menangis ketakutan, terlihat tumpahan jus alpukat itu memenuhi celana pria tersebut.


"maafkan saya tuan…!"


"maaf katamu…apa maafmu bisa membersihkan celana dan jasku?" marah pria tersebut yang membuatnya ingin menampar pipi Lisa.


Tetapi aku segera menangkap tangan pria tersebut, seraya menarik mundur Lisa agar tidak terkena tamparannya.


"tuan jangan…!" cegahku memegang pergelangan tangannya yang mengambang.


Tatapan mata kami pun bertemu, dia menatap ku tajam dan marah karena aku menghalangi tamparan tangannya.


"beraninya kau menyentuh ku…gadis sialan…pelayan tidak tahu diri…" umpatnya dengan menarik kembali tangannya yang aku pegang.


"maaf tuan…jangan memakai kekerasan, ini masih bisa di bicarakan dengan baik dan pelan-pelan." ungkapku berusaha membujuknya.


"siapa kau berani mengaturku…? hanya seorang pelayan rendahan, beraninya kau mengaturku, apa kau tidak tahu siapa aku…?" tanyanya menghina dan menatap tajam mataku.


'memangnya siapa dia? anak raja bukan, anak presiden juga bukan.' gumamku dalam hati melihatnya.


"maaf tuan…saya tidak tahu anda itu siapa… tapi bisakah kita bicara dengan sopan dan tidak memakai kekerasan?" tanyaku berani dengan nada sopan.

__ADS_1


"kurang ajar sekali…kau berani mengajariku…" ucapnya dengan tatapan marahnya.


"maafkan saya tuan…saya hanya meminta anda jangan pakai kekerasan, tidak baik tuan…"


"kurang ajar kau…" bentaknya seraya ingin melayangkan tamparannya padaku.


Dengan cepat aku menangkap tangannya dan memutar lengannya ke arah belakang punggungnya, aku tekan sampai dia meronta kesakitan, semua yang ada duduk di meja tersebut terkejut dengan apa yang aku lakukan?


"aoowaoow……sakit…sakit…lepaskan…" bentak dan rintihannya padaku.


Aku sudah tidak peduli siapa dia saat ini, yang aku tahu aku hanya mempertahankan diriku dari tamparannya.


"tuan bila anda bisa tenang …aku akan melepaskan tangan anda…" ucapku menekan sedikit lengannya, sehingga dia meringis lagi.


"aaoow…aaoow kenapa kalian diam saja, cepat tarik gadis ini, tanganku akan dia patahkan." ungkapnya meminta bantuan pada ketiga teman prianya yang ada di sana.


Aku menatap tajam dan dingin ketiga teman pria tersebut yang juga melihatku, apa boleh buat kalau mereka berniat melukaiku, terpaksa aku lawan.


"cepat…tanganku sakit…"


Terlihat salah satu temanya memberikan perintahnya pada sang pria di sebelahnya untuk menarikku. Pria itupun bangkit dari duduknya dan mendekatiku.


"nona…tolong lepaskan tangan teman kami…!" ungkapnya menepuk pundak ku dan sedikit meremasnya, dapat aku rasakan remasannya kuat yang membuat aku kesakitan.


Dengan kuat aku dorong pria yang aku pelintir tangannya maju ke depan, dan dengan cepat aku meraih tangan pria yang meremas bahuku, aku angkat banting pria tersebut sampai jatuh kelantai dengan satu gerakkan.


"aahhh…" ku hembuskan nafasku yang tertahan saat mengangkat banting pria tersebut.


Pria itu nampak kesakitan karena punggungnya yang mencium kerasnya keramik, semua orang nampak terkejut dengan apa yang aku lakukan.


"apa yang kau lakukan Sasha…?" tanya pak manager yang baru saja datang.


Aku tidak menjawab, aku hanya diam menatap tajam pria yang aku banting, mereka menghina dan ingin berbuat kekerasan, bagaimana mungkin aku hanya diam saja…? apa lagi pria yang ada di sebelahku, hanya diam terkejut melihat ke arahku, tepatnya ke 4 pria tampan di sana melihat ke arahku, dan aku hanya memasang wajah datar dan dingin ku pada mereka.


'dasar pria-pria kaya yang Sombong…' gumamku dalam hati dengan mimik wajah datar dan dinginku.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2