
***Perusahaan KING Group***
Dengan usaha yang tidak mudah dan di kejar oleh waktu, Sasha harus ke supermarket mall terdekat yang menjual daging steak tenderloin, dan bahan-bahan lainnya. Tidak mudah bagi Sasha melakukan itu dalam satu jam.
Tanpa membuang waktu lebih lama, setelah selesai berbelanja dia langsung menuju ke dapur cafe yang ada di dalam perusahaan KING Group. Dengan alasan untuk makan siang CEO, pemilik cafe mengizinkan Sasha memakai dapurnya. Sasha menyiapkan segalanya, dari mulai membuat mushroom sauce, memotong sayuran dan merebus kentang untuk membuat mes poteto.
Setelah sayuran, mes poteto dan mushroom saucenya jadi. Sasha segera memasak steak tenderloin dengan kematangan medium weldan. Begitu semuanya beres, Sasha segera naik ke lantai atas. Waktunya satu jam yang di tentukan masih tersisa 15 menit lagi. Dengan nafas yang terengah-engah berlari karena di kejar oleh waktu, nafas Sasha seakan terputus.
Waktu Sasha tersisa 10 menit lagi saat dirinya berada di dalam ruangan CEO. Sasha datang dengan wajah yang berantakan, membuat Alan memandangnya heran.
"ada apa dengan mu? lihat wajahmu berantakan sekali." ucap Alan menunjuk ke arah wajah Sasha.
Sasha diam tidak menjawab, dia masih sibuk menyiapkan makan siang Alan di atas meja kaca yang ada di dalam ruangan itu.
"makan siangnya sudah siap tuan, silahkan." ucapnya sedikit terengah-engah karena Sasha masih mencoba mengatur nafasnya.
Sasha terlihat kelelahan, Alan tahu Sasha telah berusaha hari ini. Alan duduk di sofa, lalu melirik makanan di atas meja kaca. Di mana sebuah steak tenderloin mushroom sauce, dengan tumis sayuran dan mes poteto sudah terhidang di atas piring putih.
"mau kemana kamu, duduk di sini dan temani aku makan." perintah Alan saat melihat Sasha akan kembali ke arah meja kerjanya.
"baik tuan." tanpa banyak membantah Sasha duduk di sofa tepat di hadapan Alan.
Dia cukup lelah untuk berdebat dengan Alan. Tenaganya telah terkuras habis, jadi diam dan patuh adalah jalan yang paling baik dan benar saat ini. Sasha melihat Alan sangat menikmati makan siangnya, sedangkan Sasha hanya makan sebungkus burger yang dia beli di dalam mall, sewaktu membeli bahan-bahan masakan.
"kau sudah makan siang?" tanya Alan di sela-sela makannya.
"sudah tuan." jawab singkat Sasha. 'sudah hanya makan burger saja.' gumamnya dalam hati.
Tentu saja tidak dapat di dengar oleh Alan.
Alan tidak bertanya lagi, dia terus menikmati makan siangnya. Makanan kesukaan yang sudah lama tidak dia makan setelah perceraian mereka.
'masakanmu selalu tetap enak Sasha.' gumam Alan dalam hatinya menikmati masakan yang di buat oleh Sasha.
Setelah Alan selesai makan, Sasha kembali membersihkan piring dan alat makan lainnya. Sasha harus turun kembali untuk mengembalikanya ke cafe. Lalu kembali lagi ke ruangan CEO untuk menyelesaikan pekerjaan yang tadi tertunda.
__ADS_1
Hari ini adalah awal hukuman dari Alan untuk Sasha. Bahkan Sasha harus lembur hingga jam 7 malam, dia menemani Alan yang sedang lembur malam ini. Sasha tidak sendiri karena sekretaris Mia juga ikut lembur bersama mereka.
Sasha hanya bisa menggerutu di dalam hatinya. Dia kesal akan jebakkan Alan padanya. Iya kontrak kerja yang baru adalah jebakkan untuknya. Sasha yang bodoh tidak membaca ulang isi kontraknya. Dia yang sebulan lalu tidak ada banyak pilihan untuk mengajukan cuti panjang. Terpaksa dengan cepat menandatangani kontrak kerja itu.
Kontrak kerja yang tertulis, Sasha siap di tempatkan pada posisi apapun? saat di butuhkan oleh perusahaan KING Group. Tidak bisa melawan, kecuali Sasha mengganti rugi biaya pembatalan kontrak sebesar tiga kali lipat gaji selama setahun masa kontrak, di tambah ganti rugi sebesar 500 juta.
Sasha tidak mempunyai uang sebanyak itu, dengan pasrah dia menerima nasib buruknya. Urusan dalam pekerjaan di bidang perkantoran Sasha masih bisa menanganinya, namun lain halnya jika urusan lainnya. Semoga Alan tidak menjebaknya dengan hal-hal yang merugikan dirinya.
Satu hal yang sangat Sasha takuti adalah bertemu keluarga Alan Kendrick. Semoga selama setahun kontraknya, dia tidak di pertemuan oleh keluarga Kendrick. Sasha tidak tahu harus berbuat apa jika bertemu mereka?
"Sasha, mulai besok pakailah pakaian yang layak, selayaknya seorang asisten CEO perusahaan KING Group. Jangan membuat malu dengan berpakaian seperti ini lagi." ungkap Alan melihat Sasha dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
Sasha saat ini masih menggunakan pakaian CS nya. Jangan salahkan dia karena memakai pakaian khusus CS hari ini, inikan semua dadakan dan bukan kesalahannya yang salah kostum hari ini.
"baik tuan." jawab Sasha sembari menganggukkan kepalanya. Tidak ada waktu dan tenaganya lagi untuk melawan Alan.
Sasha hanya ingin pulang, mandi dan istirahat tidur, karena kepalanya yang terasa pusing. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan bagi Sasha. Apakah besok dan seterusnya akan lebih parah dari ini? Diapun tidak tahu.
Dulu dia biasa kerja lembur dan banyak berpikir mengenai pekerjaan seperti ini. Namun karena hari ini hari pertamanya kembali berkecimpung di dunia perkantoran lagi, tenaga dan pikirannya terkuras habis dengan semua perintah Alan, untuk menyiapkan makan siang, turun naik untuk mengambil berkas di beberapa ruangan, di tambah lagi setumpuk berkas yang harus di perbaiki dan di teliti.
"besok kau akan ikut dengan ku meeting di luar, ingat untuk berpakaian layak." ungkapnya lagi.
Sasha mengerutkan keningnya, mengapa terus membahas mengenai pakaian yang harus dia gunakan? apakah di mata Alan penampilannya hari ini buruk dengan pakaian CS yang ia pakai? Pakaiannya sopan dan tidak terbuka.
"baik tuan, saya mengerti." jawab Sasha.
Begitu selesai Alan berbicara, dia berlalu dari ruangan tersebut. Sasha hanya bisa mengekor dari arah belakang, di depan ruangan ada sekretaris Mia yang menunggu mereka. Mereka bertiga melangkah bersama sampai masuk ke dalam lift khusus CEO. Di depan lobby sebuah mobil mewah telah menunggu Alan.
Begitu Alan masuk ke dalam mobilnya, Sasha dapat bernafas lega, diapun pergi ke arah parkiran sepeda motor. Cepat sampai di rumah adalah tujuan Sasha saat ini, dia lelah sekali.
Begitu sampai di rumah, Sasha hanya di sambut oleh sang mama karena Ryota sudah tidur cepat. Sasha bergegas mandi dan membersihkan dirinya, agar segar kembali lalu pergi untuk tidur. Sebelum tidur dia melihat sang putra semata wayangnya terlebih dahulu.
"putra tersayangnya mama. Mama akan selalu berjuang dan menjadi kuat untuk mu sayang." ucap pelan Sasha sembari membelai lembut pucuk kepala Ryota.
Dengan lembut dan penuh kasih sayang, Sasha mengecup kedua pipi gembul Ryota. Lalu dia bergegas untuk tidur mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah. Menghadapi hari esok, dia membutuhkan tenaga ekstra, menghadapi Alan Kendrick harus kuat tenaga dan kuat hati.
__ADS_1
Hanya satu yang Sasha harapkan, semoga Alan tidak akan tahu keberadaan Ryota sampai masa kontraknya berakhir. Dia tidak ingin Alan dan keluarganya mengetahui tentang Ryota, lalu merebut Ryota darinya. Ryota adalah putranya seorang, hanya miliknya.
...-------------------------------...
Hari selanjutnya terus berjalan dengan pekerjaan yang terus menumpuk, belum lagi setiap hari Sasha harus memasak makan siang untuk Alan. Belum lagi menemani Alan meeting di luar kantor. Sasha telah merubah penampilannya, agar tidak terus mendapatkan kritikan dari Alan Kendrick.
Sasha bersyukur saat pergi ke Inggris bersama Miranda beberapa minggu yang lalu, Miranda membelikan Sasha beberapa pakaian kerja untuk dia pakai sewaktu-waktu nanti, saat Miranda membutuhkan bantuan dari Sasha. Sasha telah berjanji akan membantu Miranda bila dia dalam kesulitan menjalankan bisnisnya.
Penampilan Sasha yang terlihat seperti dulu lagi, saat masih bekerja di kantoran mengingatkan Alan pada masa lalunya bersama Sasha. Kenangan saat dirinya dan Sasha masih menjadi pasangan suami istri, dan selalu bekerja bersama, terlintas di ingatannya.
Alan puas karena Sasha mau mengikuti perintahnya. Sasha tetap terlihat cantik seperti dulu, bahkan saat ini Sasha terlihat lebih matang dan dewasa dari terakhir kalinya mereka bersama. Berada di dekat Sasha membuat rasa nyaman untuk Alan, walaupun terkadang Alan akan berkata ketus dan dingin kepada Sasha.
Itu dia lakukan semata-mata untuk bersikap tegas terhadap Sasha. Alan berusaha untuk menjaga jarak mereka berdua, Alan menempatkan mereka pada posisi hanya sebatas atasan dan bawahan saja, tidak lebih dari itu. Alan tidak ingin menjadi terlalu dekat dengan mantan istrinya yang semakin terlihat cantik dan menggoda di matanya.
Dinding pembatas pun di bangun setinggi mungkin pada lubuk hatinya oleh Alan. bersikap dingin, datar dan tegas adalah sikap yang tepat untuknya terhadap mantan istrinya itu. Terkadang Alan tanpa sengaja akan menyulitkan Sasha, sekedar menghibur diri di kala kesibukan dalam pekerjaannya.
Sasha hanya bisa menerima semua perintah tegas dari Alan tanpa bantahan apapun? tidak ada gunanya Sasha melawan atasannya tersebut. Yang ada malah Sasha yang akan rugi, selalu mendapatkan ancaman jika Alan akan memotong gajinya, itu adalah kelemahannya saat ini.
Jujur kebutuhannya semakin meningkat, jadi biaya hidup Sasha pun meningkat. Memotong gajinya akan mengurangi pendapatan yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya, Ryota dan mamanya yang sudah tua serta sakit-sakitan.
Hari-hari terus berlalu dengan tidak mudah bagi Sasha, menjalani pekerjaannya satu hari penuh serta harus bersabar dengan semua ulah Alan padanya. Namun lain halnya dengan Alan yang terlihat menikmati hari-harinya saat ini. Semua pekerjaannya menjadi lebih ringan dan mudah berkat Sasha. Tanpa di sadari oleh Alan, dia mulai bergantung kepada Sasha seperti dulu lagi.
Terkadang di hari liburnya Sasha juga akan terganggu oleh ulah Alan, yang memerintahkannya untuk masuk setengah hari ke kantor. Alan juga biasa bekerja setengah hari, pada hari libur kantor. Terus bertahan dan extra bersabar yang selalu di lakukan oleh Sasha setiap harinya.
Satu bulan pun berlalu dengan tidak mudah bagi Sasha. Masih ada 11 bulan lagi hingga masa kontrak kerja itu selesai. Sasha akan bebas, dia akan langsung berhenti bekerja dari perusahaan KING Group tersebut. Seperti neraka berjalan baginya, terkadang menyesakkan hati dan perasaannya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1