PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
42. Penyakit Aneh Kenan.


__ADS_3

***Perusahaan K.R Group***


Sasha dan Kris saling memandang karena mendapatkan kabar tentang kondisi Kenan Diandra. Mereka berdua tidak pernah tahu jika Kenan sedang tidak enak badan. Lagi pula itu bukanlah urusan mereka.


"maaf tuan Rion, apakah hari ini tuan Kenan tidak dapat membahas tentang proyek yang terlambat untuk di selesaikan?" tanya Kris ingin tahu kejelasan mereka yang sudah datang ke sana. Kris tidak ingin membuat tuannya kecewa akan hasil yang tidak Alan harapkan.


"saya tidak tahu pasti, kita tunggu keputusan dari Kenan. Jika perlu saya yang akan ambil alih masalah proyek itu." ungkap Rion ingin menenangkan tamunya.


Baru saja Kris ingin menjawab ucapan Rion, terdengar suara pintu toilet yang ada di dalam ruangan itu terbuka. Terlihat jelas Kenan yang sedang di papah oleh Leon asisten pribadinya. Kenan yang menutupi mulut dan hidungnya dengan sebuah sapu tangan, berjalan lemah dan tidak berdaya


"apa yang terjadi…?" tanya khawatir Rion mendekati Kenan dan Leon.


Belum sempat Rion mendekat, Kenan sudah jatuh lemas ke atas lantai. Sasha, Kris, Kevin, dan Rion terkejut dengan apa yang mereka lihat? Rion segera mendekati sang kakak. Sedangkan Sasha, Kris dan Kevin hanya bangkit dari duduk mereka.


"tolong bantu angkat tubuh kenan ke atas sofa." ucap Rion melihat ke arah Kevin dan Kris.


Dengan segera Kevin dan Kris datang mendekat dan membantu mengangkat tubuh lemah Kenan ke atas sofa panjang yang ada di dalam ruangan tersebut. Sasha hanya diam berdiri dan melihat saja. Dia tidak tahu harus berbuat apa? Baru kali ini Sasha melihat Kenan yang selalu datar dan dingin terlihat lemah seperti itu.


"Leon panggilkan dokter, segera." perintah Rion khawatir pada kondisi Kenan.


"baik tuan." jawab Leon dengan cepat merogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya.


Leon segera menghubungi dokter pribadi keluarga Diandra.


"apa tidak perlu di bawa ke rumah sakit?" ucap Sasha memecah kekhawatiran mereka yang melihat kondisi Kenan.


Semua mata memandang ke arah Sasha yang ada di belakang mereka.


"kita tunggu dokternya datang." jawab Rion melihat ke arah Sasha.


"uuuuhhh…!" lenguh Kenan terdengar lemah.


"kakak…apa yang kakak rasakan?" tanya Rion terlihat jelas khawatir pada kakaknya tersebut. Rion duduk bersimpuh di hadapan Kenan yang sedang terbaring lemah di atas sofa.


"jauh…jauh…!" ucap Kenan pelan dan lemah.


"apa maksud kakak…?" tanya Rion tidak mengerti maksud sang kakak.


"jauh…kau menjauhlah…!!" jawab lemah Kenan sembari tangan kirinya menutup mulut dan hidungnya. Lalu tangan kanannya berusaha mendorong tubuh Rion untuk menjauhinya.


Rion berusaha menenangkan sang kakak yang terlihat gelisah, namun kenan tetap berusaha mendorong tubuh Rion untuk menjauh darinya.


"tuan Rion…menjauhlah dari tuan Kenan. Anda masih ingatkan, beberapa hari ini tuan Kenan tidak tahan pada aroma parfum yang kita pakai." ucap Leon mengingatkan Rion. Sekaligus menjelaskan keinginan dari Kenan yang meminta Rion menjauh darinya.


"kau benar Leon…dia semakin aneh dengan penyakit yang tidak jelas ini." ungkap Rion sembari bangkit dari simpuhnya dan berdiri menjauh dari Kenan.


Sasha dan Kris saling memandang, mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka maksudkan.


"maaf nona Sasha, tuan Kris…sepertinya pertemuan ini kita tunda saja. Kondisi kakak sedang tidak bagus." ucap Rion ingin pengertian dari Sasha dan Kris.

__ADS_1


Sasha dan Kris lagi-lagi saling memandang, alamat mereka akan kena semprot lagi oleh tuan mereka yaitu Alan Kendrick.


"baiklah tuan…tidak apa-apa, kita tunda saja. Kesehatan tuan Kenan lebih penting." jawab Sasha yang juga tidak bisa memaksakan kehendaknya.


Sasha melangkah mendekati Rion yang ada tidak jauh dari tempat Kenan berbaring, pada sofa panjang. Kenan masih setia terpejam dan menutupi mulut dan hidungnya. Saat Sasha ingin menjabat tangan Rion, dengan bersamaan Kenan melenguh dan melepaskan tangannya yang menutupi mulut dan hidungnya.


"Rion…!" panggil Kenan berusaha membuka matanya. Rion yang di panggil segera mendekat.


"iya kak Kenan, ada apa?" tanya Rion kembali bersimpuh di hadapan Kenan. Membuat Kenan kembali menutupi mulut dan hidungnya.


Membuat orang heran akan hal itu. Begitu juga Sasha dan Kris yang saling memandang.


"menjauh kau…!" ucap Kenan sedikit membentak.


"tadi kakak yang memanggilku, sekarang kakak usir aku…mau kakak apa sih?" tanya geram Rion pada tingkah laku sang kakak.


"bau parfummu membuat kepalaku tambah pusing dan aku jadi mual." jawab lemah Kenan yang masih bisa di dengar oleh mereka semua.


"lalu aku harus bagaimana? harus berapa kali aku mengganti parfumku selama beberapa hari ini. Penyakit mu ini tambah parah saja kak Kenan." ungkap Rion kesal pada Kenan.


Sejak Kenan mendapatkan penyakit anehnya itu, mereka yang ada di sekitar Kenan, harus mengganti aroma parfum mereka, dan mereka sudah beberapa kali menggantinya. Masih juga di cela oleh Kenan, jika aroma parfum yang mereka gunakan tidak nyaman untuk Kenan cium aromanya.


Bahkan kenanpun tiba-tiba tidak suka akan aroma parfumnya sendiri. Semua bahkan dokter pun heran pada yang di alami oleh Kenan. Dokter juga telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan tidak ada yang salah pada fungsi otak dan hidung Kenan.


"aku mencium aroma yang yang membuat aku nyaman Rion. Coba kau cari Rion." ungkap Kenan sembari melepaskan tangan yang menutupi mulut dan hidungnya.


Kenan mencoba mengendus-endus aroma yang dia maksudkan.


"seperti aroma vanila segar." jawab Kenan sembari terus mengedus-enduskan hidungnya mencari aroma yang dia maksudkan.


"kakak mau sesuatu yang beraroma vanila segar?" tanya Rion sedikit mendekati sang kakak.


"menjauh kau…" ucap Kenan sembari menutupi mulut dan hidungnya.


"kau apa-apaan sih kak…buat malu saja." gerutu Rion benar-benar kesal pada tingkah sang kakak.


"Rion coba cari aroma vanilla segar ini." perintah Kenan masih dengan memejamkan matanya. Seperti takut sesuatu yang akan dia lihat kalau membuka matanya.


"di mana aku mencarinya kak…!" ucap Rion sembari menghela nafasnya.


Kris melihat ke arah Sasha yang juga melihatnya. "apa?" tanya Sasha kepada Kris yang melihat ke arahnya.


"mungkin yang tuan Kenan maksud, aroma parfum nona Sasha, aroma vanilla segar." jawab Kris tiba-tiba. Kris kenal betul dengan aroma parfum Sasha, karena sudah dua bulan ini mereka terus bersama untuk bekerja di satu ruangan dan tempat.


Sasha melototkan matanya ke arah Kris. Sasha tidak percaya jika Kris akan berkata seperti itu.


"oya…coba aku cium…!" ucap Rion mendekati Sasha dan mencoba mengendus-endus aroma parfum Sasha.


Sasha melangkah mundur untuk menghindari Rion yang ingin mengendus-endus aroma dirinya, dia risih di perlakukan seperti itu.

__ADS_1


"benar, aroma parfum nona Sasha aroma vanilla segar." ucap Rion membenarkan.


"kak Kenan… sudah ketemu." ucap Rion memberitahu kepada sang kakak.


"bawa kesini Rion." jawab lemah Kenan.


Mereka semua menatap ke arah Sasha yang hanya diam berdiri di antara mereka. Sasha menggelengkan kepalanya, tanda tidak setuju akan ide yang ada di kepala mereka semua.


"ayolah nona Sasha, coba mendekatlah. Kami sudah kehabisan akal menghadapi penyakit anehnya." ungkap Rion memelas agar Sasha mau membantu mereka.


Sasha tidak menjawab apapun? dia melihat ke arah Kenan yang masih berbaring lemah dan belum membuka matanya. Lalu beralih melihat ke arah Kris yang menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Sasha tidak ada pilihan lain lagi, mereka semua berharap Sasha mau untuk mendekat ke arah Kenan yang mencari aroma vanilla segar. Sasha menghela nafasnya perlahan.


'masalah apa lagi ini?' gumam Sasha dalam hati.


Sasha mencoba mendekat ke arah Kenan, Sasha melangkah pelan, dua langkah jarak dirinya dengan Kenan, Sasha terdiam. Dia takut kalau Kenan tiba-tiba mengusirnya, seperti Kenan mengusir Rion tadi. Tentu Sasha akan malu jika itu terjadi.


Kenan masih diam dengan tenang, terlihat dia mengatur nafasnya. Kenan tidak ada penolakan sama sekali saat Sasha akan mendekat, kini jarak mereka hanya berada satu langkah lagi. Kenan sudah dapat mencium aroma vanilla segar yang dia maksudkan.


Perlahan Kenan nampak menghirup aroma tersebut sepuas-puasnya. Kenan terlihat tenang dan tidak gelisah lagi seperti tadi, saat Rion mendekatinya.


"Rion lebih dekat lagi." ucap Kenan masih setia dengan matanya yang terpejam.


Sasha melihat ke arah Rion yang memberikan isyarat kepada Sasha untuk lebih dekat lagi pada Kenan. Sasha masih menggeleng takut akan adanya penolakan dari Kenan jika dirinya lebih dekat lagi.


"Rion…!" panggil Kenan.


"iya kak, ini juga udah dekat ada di sampingmu." jawab Rion sembari memberikan isyarat kepada Sasha agar lebih dekat lagi.


Dengan terpaksa Sasha lebih mendekat lagi, toh jika ada penolakan dari Kenan dirinya akan segera menjauh. Semua mata memandang ke arah Sasha yang sudah berdiri tepat di samping sofa panjang tepat pada kepala kenan yang terbaring pada bantal sofa.


Jarak Sasha cukup dekat di samping Kenan, tetapi tidak ada penolakan sama sekali dari Kenan. Kenan terlihat rileks dan tenang. Wajahnya yang terlihat pucat dapat Sasha lihat dari jarak dekat, wajah pucat yang tadi gelisah sekarang sudah lebih tenang.


Kenan menghirup dengan tenang aroma yang membuat sakit kepala dan mualnya mereda. Ada perasaan lega dan nyaman yang Kenan rasakan saat ini. Bahkan tubuhnya berangsur lebih baik lagi, tubuh lemahnya sudah lebih kuat dan baik lagi. Ini aneh, aneh bagi mereka yang melihatnya langsung.


Kenan terlihat tenang dan nyaman mencium aroma parfum yang di gunakan oleh Sasha. Jika saja yang ada pada posisi Sasha saat ini orang lain, sudah pasti langsung di tendang dan di usir oleh Kenan saat itu juga. Semua heran dan tidak percaya akan apa yang mereka lihat, hanya karena mencium aroma parfum Sasha Kenan terdiam dan sikapnya bisa tenang kembali.


Penyakit yang di miliki Kenan sangat aneh, sudah beberapa obat bahkan obat tidur sudah Kenan minum, semua itu tidak berhasil. Tetapi lain halnya saat ini, aroma parfum Sasha dapat membuat Kenan cepat untuk tertidur pulas, terdengar jelas dari dengkuran halus nafasnya.


Sasha dapat bernafas lega karena dirinya sudah boleh pergi, Kenan sudah tertidur pulas untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sasha dan Kris pergi setelah berpamitan kepada Rion, Leon dan juga Kevin. Tidak lupa Sasha memberikan parfum yang kebetulan dia bawa di dalam tas untuk di berikan kepada Kenan. Itu atas permintaan dari Rion. Tanpa banyak bertanya Sasha segera memberikan parfum yang suka dia pakai setiap harinya kepada Rion.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2