PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
58. Sebuah Kebenaran Baru.


__ADS_3

***Perusahaan King Group***


Di sini mereka bertiga duduk dan akan makan siang bersama. Sasha lagi lagi merasa dejavu akan situasinya saat ini. Apa lagi Kenan?mengambil duduk tepat di sampingnya. Kebetulan Sasha duduk pada sofa panjang yang cukup untuk dua orang.


Beberapa kali Sasha menelan salivanya akan situasinya yang aneh dan yang membuatnya tegang sekarang. Sungguh mencekik rasanya, bagaimana bisa Sasha akan makan dengan tenang dan nyaman jika seperti ini?


Kenan yang memutuskan untuk ikut makan siang bersama dengan mereka, cukup membuat situasi menjadi aneh di antara Sasha dan juga Alan.


"Saya akan siapkan piring dan peralatan makan anda, tuan Kenan." Ucap Sasha sembari bangkit dari duduknya.


Alan maupun Kenan tidak ada yang menjawab di antara mereka berdua, pandangan mata mereka hanya tertuju pada satu titik sasaran, yaitu Sasha. Wanita yang sama-sama memiliki hubungan dengan mereka, namun dua hubungan yang berbeda.


Satu mantan suami sekaligus ayah dari putra kandung Sasha yang kini ingin mendekat kembali, yang satu lagi calon ayah dari jabang bayi dalam perut Sasha saat ini. Entah hubungan yang mana yang akan menang di antara dua hubungan yang sama-sama berhubungan dengan Sasha dan seorang anak di antara mereka bertiga.


"Ini tuan, silahkan." Ungkap Sasha basa-basi sebagai tanda kesopanan untuk tamu dari atasannya.


"Terima kasih." Hanya itu jawaban yang terlontar dari mulut Kenan saat ini.


Sasha masih berdiri di tempatnya.


"Kenapa berdiri saja, cepat duduk." Perintah Alan dengan suara lembutnya.


Baru saja Sasha akan duduk, Kenan tiba-tiba meraih tangan kiri Sasha dengan lembut. Kenan menggiring Sasha untuk duduk.


Lagi lagi Sasha dejavu akan tatapan mata Alan dan juga Kenan yang memandangnya dengan tatapan yang berbeda.


'Situasi apa ini? Aku tidak nyaman seperti ini.' Gumam Sasha di dalam hatinya, sembari tersenyum aneh ke arah Kenan dan Alan secara bergantian.


"Apakah kita hanya akan diam saja?" Tanya Kenan mengeluarkan pendapatnya, tatapan matanya tetap melihat ke arah Sasha yang hanya memandang lurus ke arah makanan yang ada di hadapannya.


Begitu lembut dan penuh perhatian. Kenan merasakan suatu kenyamanan berada di dekat Sasha, apalagi aroma tubuh Sasha membuat penciuman hidungnya nyaman, hingga reaksi tubuhnya pun tidak menolak berada di dekat Sasha. Wanita yang beberapa detik lalu telah ia sakiti dengan sebuah penolakan, keraguan dan kata-katanya yang kejam.


Alan mulai merasakan keanehan dari tatapan mata Kenan pada Sasha.


'Ada apa ini? Tatapan mata Kenan berbeda, tatapan matanya begitu lembut. Seolah sangat memuja Sasha. Apa mereka berdua benar-benar memiliki hubungan serius? Apa mereka berdua benar-benar adalah pasangan yang sudah bertunangan seperti desas-desus yang aku dengar?' Gumam Alan masih tidak percaya akan tatapan lembut memuja Kenan terhadap Sasha.


'Tidak. Ini tidak boleh, Sasha akan kembali lagi padaku. Ada Ryota di antara kami berdua. Tidak boleh ada pria lain di dalam hidup Sasha.' Gumam Alan mulai egois akan perasaannya.


"Apa kita hanya akan diam saja?" Tanya Kenan karena tidak ada pergerakan sedikitpun di antara Sasha ataupun Alan.


Kenan melihat ke arah Sasha dan Alan secara berganti, namun hanya Alan yang merespon. Sedangkan Sasha hanya diam dengan pandangan masih lurus pada makanan yang ada di hadapannya, tanpa ada yang tahu jika Sasha tengah menekan perasaan tidak nyamannya dan juga bertahan diam pada situasi anehnya itu.


"Makanlah yang banyak." Ucap Kenan lembut sembari meraih piring makan Sasha yang masih penuh akan beberapa macam makanan.


Kenan menambahkan beberapa iris daging lada hitam ke atas nasi Sasha.

__ADS_1


"Bukannya kamu suka ini, sayang." Ungkapan Kenan yang sungguh mengejutkan Sasha dan juga Alan. Mereka berdua sontak melihat ke arah Kenan yang tersenyum manis melihat ke arah Sasha. Tatapan mata mereka bertemu.


'Ada apa dengannya?' Gumam Sasha di dalam hatinya merasa terkejut akan panggilan sayang Kenan kepadanya.


"Ayo di makan, wajahmu pucat sekali karena terlambat makan siang ini." Ucap Kenan lembut dengan raut wajah yang terlihat tulus.


"Maaf, jika tadi aku mengabaikanmu. Jadi jangan marah lagi, aku janji tidak akan mengabaikan mu lagi. Aku tersiksa jika melihatmu marah seperti ini padaku." Ungkap Kenan terlihat tulus, seperti tidak ada terjadi apapun di antara mereka.


'Kenapa lagi dia? Apa kepalanya terbentur sesuatu saat datang ke sini?' Gumam Sasha di dalam hatinya aneh mendengar semua perkataan tulus Kenan.


Bagaimana tidak Kenan yang tadi ia temui di rumah sakit, dan Kenan yang sekarang ada di hadapannya berbeda dan berubah 180 derajat. Bagaimana Sasha tidak bingung di buatnya?


Saat di rumah sakit Kenan menolak dirinya dan juga kehadiran calon bayinya yang ada di dalam perut Sasha. Kini Kenan berubah menjadi seseorang yang sangat menyesal dan perhatian kepada Sasha. Ini aneh bagi Sasha dan tidak mudah untuknya percaya.


"Apa anda baik baik saja, tuan?" Tanya Sasha terdengar ragu.


Senyum Kenan memudar, namun ia tahu semua perkataannya saat ini akan aneh bagi Sasha. Ia pun mengerti, dengan kembali tersenyum agar semuanya terlihat normal dan baik baik saja di depan Alan. Ia akan terus bersikap baik dan perhatian pada Sasha di hadapan Alan. Kenan tidak suka melihat kedekatan antara mantan suami istri tersebut.


"Tentu saja aku baik baik saja. Memangnya ada apa denganku, sayang?" Balas serta tanya balik Kenan dengan lembut dan senyum manis yang terlihat tulus.


Sasha tersenyum aneh akan jawaban Kenan yang seakan mengartikan jika dirinya dan Kenan memiliki hubungan dekat. Senyumnya pun memudar dengan seiring rasa dongkol di dalam hatinya. Bagaimana bisa Kenan bersikap seolah-olah di antara mereka tidak ada masalah sama sekali? Sasha tidak suka sikap Kenan kali ini, ia merasa di permainkan.


Sasha tidak membalas, ia pun beralih pada makan siangnya. Cepat menyelesaikan makan siangnya, akan lebih baik. Cepat juga ia keluar dari situasi tersebut, sedangkan Alan hanya diam menyimak kedua insan yang menurutnya mencurigakan.


Sasha pura-pura tidak mendengar, ia hanya berusaha makan dengan tenang walaupun sulit untuk menelan setiap makanan yang masuk ke dalam rongga mulutnya.


"Apakah dia baik baik saja?" Tanya Kenan lagi, Sasha masih diam.


Alan berusaha mengamati sembari meneruskan makan siangnya.


Kenan tahu jika Sasha masih marah padanya, namun ia tidak ingin habis akal agar Sasha dapat merespon dirinya.


"Apakah dia menyusahkan mu, apa kamu mual dan muntah lagi karena nya?" Ucapan Kenan yang sukses menghentikan pergerakan Sasha yang ingin memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Sasha tahu kemana arah pembicaraan Kenan kali ini, Kenan mengarah pada calon bayi mereka.


Sasha menatap dingin ke arah Kenan, ia tidak peduli lagi akan adanya Alan di sana. Bagaimana bisa Kenan membahas itu di saat situasi mereka seperti sekarang ini?


"Sepertinya itu bukan urusan anda, tuan. Ingat semua perkataan anda." Ucap Sasha sebagai balasan. Kenan diam dan tahu jika Sasha masih marah padanya.


Alan terdiam dari aktivitas makan siangnya, dia tahu jika dua orang yang ada di hadapannya tersebut sedang memiliki masalah. Dia hanya diam melihat dan mengamati.


"Kamu masih marah akan kejadian tadi siang? Aku minta maaf." Balasnya tulus.


"Maaf, saya sudah selesai. Silahkan kalian teruskan makan siang ini. " Ucap Sasha berpaling sembari bangkit membawa serta piring makan siangnya.

__ADS_1


"Tunggu!" Ucap Alan meraih lengan Sasha saat melewatinya.


"Bagaimana bisa sudah selesai, jika makanan mu masih banyak begitu?" Ucap Alan kembali melihat Sasha yang juga melihat ke arahnya.


Pandangan mata Kenan mengarah pada tangan Alan yang sedang mencekal lengan Sasha. Sentuhan yang mampu membuat hatinya tidak suka akan pemandangan tersebut.


'Apa mereka sedekat ini? Apa mereka biasa kontak fisik dan bersentuhan seperti itu?' Gumam Kenan di dalam hatinya tidak suka melihat kedekatan Alan dan Sasha.


Tangan kanannya menggenggam kuat sendok yang ia pegang. Rahangnya mengeras dan giginya menggeretak menahan sesuatu yang tidak nyaman saat ini ia rasakan.


"Saya sudah kenyang tuan." Balas Sasha sembari melepaskan lengannya yang di cekal Alan secara halus. Ia tidak bisa terlihat marah di hadapan dua pria yang berubah seketika, entah karena apa?


"Silahkan lanjutkan makan siang anda." Ucap Sasha kembali sembari melihat ke arah samping mengarah pada Kenan yang menatapnya tajam.


Sasha pergi keluar begitu saja. Kini tinggal Kenan dan Alan di dalam ruangan tersebut. Mereka berdua saling menatap dengan pandangan yang sama-sama datar dan dingin.


"Apa kalian sering makan siang berdua seperti ini?" Tanya tiba-tiba Kenan dengan tatapan dinginnya.


Alan terdiam, dia menangkap sikap tidak suka di dalam setiap perkataan Kenan padanya.


"Iya tentu saja, karena kami berdua ada di satu ruangan yang sama." Balas Alan dengan pandangan mata ke arah meja kerja Sasha yang ada tidak jauh di samping meja kerjanya.


Kenan mengikuti arah pandangan mata Alan. Dapat ia lihat sebuah meja kerja, dan bisa ia tebak itu pasti meja kerja Sasha.


'Bahkan mereka satu ruangan, apa maksudnya ini?' Gumam Kenan di dalam hatinya semakin marah akan kenyataan yang baru saja ia ketahui.


Alan melihat raut marah dari wajah Kenan.


'Apa mereka tidak begitu dekat? Apa Kenan tidak mengetahui jika aku dan Sasha ada satu ruangan? Apa Sasha tidak pernah mengatakan hal ini kepada Kenan?' Gumam Alan di dalam hatinya mulai curiga akan hubungan Kenan dan Sasha yang sebenarnya seperti apa?


Alan pun ingin mengetes kecurigaannya kali ini.


"Apakah anda tidak tahu tuan Kenan, jika aku dan Sasha bekerja di satu ruangan yang sama? Apakah Sasha tidak pernah menceritakan ini semua padamu?" Tanya Alan ingin tahu pendapat Kenan kali ini.


Kenan melihat ke arah Alan dengan raut wajah datarnya. Ada rasa marah dan cemburu akan kebenaran yang baru saja ia ketahui. Alan dan Sasha bekerja dalam satu ruangan yang sama. Hanya mereka berdua, ini tidak dapat Kenan percayai. Sebuah kebenaran baru yang mengejutkan, apa maksudnya semua ini?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2