PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
36. Mau Tapi Gengsi.


__ADS_3

***Negara Inggris***


Sasha tidak tahu sama sekali tentang kehidupan keluarga yang di jalani oleh Alan Kendrick selanjutnya, setelah perceraian mereka. Sasha menutup mata dan telinganya untuk semua informasi hidup Alan Kendrick. Dia sudah tidak peduli lagi, bahkan ingin menghindari Alan sejauh mungkin.


"tidak…saya tidak tahu, kalau Alan sudah memiliki seorang putri." jawab Sasha apa adanya.


"bila dia bisa memiliki seorang putri dari Bella, tidak menutup kemungkinan Alan juga akan memiliki seorang putra sebagai penerusnya. Tidak perlu untuk dia merebut Ryota dari saya. Karena Ryota adalah anak yang saya perjuangkan di saat kejam dan kerasnya kehidupan yang saya jalani." ungkap Sasha.


"lagi pula seluruh keluarga besar Alan Kendrick, tidak akan mau dan mudah menerima seorang anak yang lahir dari rahim saya. Wanita yang di anggap pembawa sial di dalam keluarga besar mereka." ungkap Sasha lagi.


Kenan hanya diam, dirinya benar-benar tidak mengerti apa yang telah terjadi pada Sasha di masa lalu? Kenan tidak memiliki hak untuk ikut campur masalah pribadi Sasha, ataupun berusaha menghakimi Sasha sama sekali.


"apa ini juga yang menjadi alasanmu, untuk menghilang dan tidak muncul lagi di dunia bisnis?" tanya Kenan.


"iya itu adalah alasan utama saya. Lagi pula siapa yang akan percaya pada saya untuk urusan bisnis mereka? Sedangkan saya tidak memiliki semua dokumen yang di perlukan untuk berkecimpung pada dunia bisnis." ucap Sasha tersenyum miris.


Ingatan di mana semua dokumen dan ijazah yang dia miliki? untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, telah di sita oleh tuan besar Kendrick. Satupun tidak ada yang di bawa pergi oleh Sasha, semua masih ada di tangan papanya Alan Kendrick.


"mengapa seperti itu?" tanya Kenan benar-benar tidak mengerti.


Sasha hanya tersenyum getir, dia tidak ingin menceritakan tentang masalahnya dengan tuan besar keluarga Kendrick. Itu bukanlah urusan untuk di ketahui oleh orang lain.


"maaf…saya tidak bisa untuk menceritakan tentang itu." jawab Sasha.


Kenan diam sejenak, dia tidak tahu harus membahas apa lagi? Sasha pun teringat kalau dia belum menanggih hadiah bonus yang menjadi haknya. Sebagai imbalan kalau dirinya bisa memenangkan tender yang mereka inginkan.


"maaf tuan… apa anda masih ingat akan perjanjian kita? kalau saya bisa memenangkan kontrak tender ini." ungkap Sasha hati-hati.


"iya, tentu saja aku masih ingat. Apa yang kau inginkan?" tanya Kenan melihat intens Sasha.


Ada kecurigaan Kenan terhadap permintaan Sasha kali ini. Kenan akan terus waspada untuk menghadapi Sasha yang sudah dia sedikit kenal. Sasha cukup cerdik dan cerdas dalam berpikir, Sasha cukup tahu cara untuk mendapatkan keuntungan dari seseorang.


"saya hanya minta batalkan kontrak perjanjian kita, yang menyatakan kalau saya adalah pelayan pribadi anda dan tuan Rion. Saya hanya ingin lepas dari kalian dan tidak ingin memiliki urusan apapun lagi bersama kalian para tuan muda dari keluarga Diandra." ungkap Sasha dengan mudah dan santainya.


Ada perasaan yang tidak rela dalam hati Kenan saat Sasha mengucapkan kalimat, ingin lepas dan tidak ingin memiliki urusan apapun bersama dirinya dan juga Rion? Sebuah kata ingin berpisah, membuat hati Kenan tiba-tiba merasa ada yang lain di dalamnya. Kenan diam yang membuat Sasha kembali bertanya.


"tuan…apakah bisa kontrak perjanjian kita di batalkan, supaya kita tidak memiliki urusan lagi." ucap Sasha.


"apa hanya itu permintaan mu? apakah kau yakin?" ucap Kenan memicingkan sebelah matanya.


"iya, saya hanya tidak ingin ada masalah lagi. Urusan saya ke depannya akan sangat rumit tuan, jadi saya hanya ingin mengurangi masalah saya saja."


"baiklah…aku akan membatalkan kontrak perjanjian itu. Dan mulai saat ini kita tidak memiliki perjanjian apapun?" jawab Kenan dengan susah payah. Ada rasa yang berat untuk mengatakan itu pada Sasha.

__ADS_1


"bagaimana dengan surat kontraknya tuan?" tanya Sasha ingin ada bukti.


"saat kita pulang nanti, datanglah ke mansion, surat kontrak itu ada di mansion ku."


"baik…terima kasih tuan." ucap Sasha tersenyum senang, yang menambah aura kecantikan alami wajah Sasha, karena saat ini Sasha tidak memakai make up sama sekali.


"apa kau senang permintaan mu itu terkabul?" tanya Kenan melihat Sasha senang, seperti mendapatkan hadiah uang yang sangat besar.


"tentu saja tuan, saya senang sekali…!!"


'kau sesenang ini, hanya karena berhasil membatalkan kontrak perjanjian itu. Seharusnya meminta lebih dari itupun kau bisa, sebenarnya kau itu cerdas tetapi juga terkadang sedikit bodoh, karena tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada.' gumam Kenan di dalam hatinya.


Terdengar suara pintu terbuka, Miranda baru saja pulang dengan setumpuk belanjaan yang di bawakan oleh beberapa petugas keamanan, yang ada di apartemen tersebut. Sasha dan Kenan melihat ke arah Miranda yang tersenyum ke arah mereka berdua.


"kau terlihat senang sayangku…apa Kenan menjagamu dengan baik?" tanya Miranda sembari melangkah mendekati mereka.


"iya, tuan Kenan teman penjaga yang baik untuk ku, terima kasih tuan…sudah mau menemani saya di sini." ucap Sasha melihat ke arah Miranda dan beralih melihat ke arah Kenan yang ada di hadapannya.


Miranda tersenyum mendengarkan jawaban Sasha, sekaligus lega karena Sasha terlihat lebih baik dari sebelumnya.


"Oya Kenan…apakah kamu tidak memiliki panggilan dari sekretaris Mr. Erick dari perusahaan Barco Group?" tanya Miranda sembari duduk di samping Sasha.


"ada…tadi pagi dia menghubungi ku." jawab Kenan melihat Miranda dan Sasha secara bergantian.


"Aku juga mendapat undangan itu. Apakah kamu juga akan datang?"


"bukankah Mr. Erick adalah rekan bisnis penting mu, Kenan?"


"iya. Tetapi bagaimana aku bisa datang kalau pasangan yang di harapkan Mr. Erick untuk mendampingi ku tidak ada." ucap Kenan yang membuat Sasha dan Miranda saling melihat.


"maksud mu…?" tanya Miranda ingin tahu jelas.


Kenan menghela nafasnya perlahan sebelum menjawab.


"Mr. Erick tahu kalau Sasha adalah tunangan ku, saat bertemu dengannya beberapa minggu yang lalu, aku dan Sasha hanya bersandiwara menjadi sepasang kekasih." jawab Kenan apa adanya. Dia ingin melihat reaksi Sasha.


"jadi wanita cantik yang di rumorkan datang bersama mu itu adalah Sasha !!" ungkap Miranda tidak percaya, pasalnya dia tidak tahu Sasha dan Kenan datang bersama dalam pesta tersebut. Miranda melihat ke arah Sasha yang terlihat masih tenang tanpa ikut berkomentar.


"iya…jadi tidak mungkin aku datang ke pesta Mr. Erick tanpa membawa pasangan ataupun membawa pasangan lain, apa yang akan di pikirkan oleh Mr. Erick? Aku tidak ingin mencari masalah yang akan membuat aku kehilangan kerjasama dengan perusahaan Barco Group."


"untuk apa mencari pasangan lain, di sini kan ada Sasha. Ajak Sasha saja…lagi pula Mr. Erick tahu Sasha lah tunangan mu itu." ucap Miranda memberikan saran.


Kenan melihat ke arah Sasha, dia masih terlihat tenang dan diam tanpa membuka suaranya.

__ADS_1


"kenapa kalian diam saja?" tanya Miranda tidak tahu situasi yang sedang di hadapi oleh Sasha dan Kenan.


Miranda sebenarnya tahu, situasi antara Sasha dan Kenan saat ini sedang rumit. Miranda ingin mencoba membuat mereka berdua untuk dekat. Miranda berpikir, tidak ada salahnya kalau Sasha dan Kenan menjadi dekat, toh mereka berdua sama-sama tidak memiliki pasangan. Miranda mencoba untuk menjadi makcomblang buat mendekatkan Sasha dan Kenan.


"ayolah Sasha…kali ini bantu Kenan, hanya beberapa jam saja." bujuk Miranda pada Sasha yang ada di dekatnya.


"Miranda, seharusnya sejak awal kami tidak berbohong kepada Mr. Erick. Lagi pula lebih baik katakan yang sejujurnya kepada Mr. Erick, agar tidak ada masalah lagi ke depannya." ungkap Sasha mengeluarkan pendapatnya.


Sasha hanya berpikir yang masuk akal olehnya, dia dan Kenan adalah pasangan palsu. Apalagi mulai hari ini ! Sasha sudah bebas dari perjanjiannya dengan Kenan, untuk tidak lagi mengikuti semua perintah Kenan. Ke depannya mereka berdua tidak akan ada hubungan dan tidak akan bertemu lagi, karena Sasha sadari dunia mereka berdua berbeda. Jadi lebih baik Kenan berkata jujur kepada Mr. Erick.


"Sasha…kau tidak mengenal siapa Mr. Erick, dia akan sangat kecewa bila tahu kebohongan kalian, dan benar kata Kenan. Kerjasama dengan perusahaan Barco Group akan di batalkan, Kenan akan mengalami kerugian besar." ungkap Miranda masih mencoba membujuk Sasha yang sedang asyik memakan buah anggurnya.


Sedangkan Kenan hanya masih diam melihat kedua wanita yang masih berdebat di hadapannya tersebut.


"lagi pula, asal kau tahu saja Sasha…Kenan mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan Barco Group itu berkat dirimu. Mr. Erick senang melihat dan kenal denganmu, tunangan Kenan yang cantik dan ramah. Jadi jika alasan yang membuat Mr. Erick setuju adalah kebohongan, sudah di pastikan dia akan marah dan kontrak bisa saja di batalkan. Apa kau tega melihat Kenan merugi?" ungkap Miranda dengan mimik sedihnya, dia masih ingin membujuk Sasha.


"apa urusanku? yang untung kan dia bukan aku, yang rugi kan dia bukan aku." jawab Sasha dengan santai dan masih menikmati buah anggurnya.


Ucapan Sasha sedikit membuat Kenan sedikit kesal sekaligus kecewa, karena Sasha tidak ingin membantunya. Karena alasan yang menurut Sasha adalah bukan urusannya.


"ayolah Sasha…apa salahnya sih membantu Kenan. Aku tahu sebenarnya kau mau untuk membantu Kenan kali ini."


Sasha melihat ke arah Miranda, ternyata Miranda kurang peka terhadapnya. Sasha sebenarnya mau membantu Kenan, tetapi dia ingin Kenan yang meminta langsung bantuan darinya. Bukannya Miranda yang harus repot-repot untuk membujuknya.


"Miranda…mengapa kau yang harus susah-susah untuk membujuk ku, sedangkan orang yang kau bantu hanya diam saja." ucap Sasha melihat intens Miranda.


Miranda yang di lihat oleh Sasha, malah melirik melihat Kenan yang ada di hadapan mereka. Miranda kini tahu maksud dan keinginan Sasha yang sebenarnya, dia ingin Kenan lah yang langsung meminta bantuan kepada Sasha.


Kenan yang mendengar jawaban Sasha dan lirikkan dari Miranda, tahu maksud kedua wanita yang ada di hadapannya itu. Sangat merepotkan dan membuat hidup menjadi rumit saja. Itulah pikiran Kenan saat ini. Kenan yang juga sadar kalau dia juga sangat memerlukan bantuan Sasha sebagai pasangan palsunya, akhirnya angkat bicara juga.


"nona Sasha…maukah kamu menjadi pasangan ku untuk datang ke pesta Mr. Erick besok malam?" tanya Kenan akhirnya mengalah.


Miranda tersenyum melihat Kenan mengalah, Kenan mau untuk meminta bantuan langsung kepada Sasha. Miranda berharap Kenan bisa menjadi pasangan Sasha yang sesungguhnya di masa depan. Sasha melihat ke arah Kenan, walaupun Kenan sedikit tidak ikhlas, tetapi Sasha berpikir tidak ada salahnya dia membantu Kenan untuk kali ini saja.


"baiklah, kalau anda sudah memintanya dengan tulus." jawab Sasha dengan menekan sedikit kata-katanya.


Miranda berusaha menahan tawanya, Sasha dan Kenan cocok menjadi pasangan yang sesungguhnya. Mereka berdua terlihat lucu, mau tapi gengsi. Sama-sama berusaha menjaga harga diri dan ego masing-masing.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2