PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
28. Apa Yang Terjadi....?


__ADS_3

*** Aula Hotel Mewah Kota Z***


Bella melangkah kembali ke mejanya dengan anggun dan senyum yang mengembang di bibirnya, senyum licik yang penuh arti. Alan pun heran melihat senyum Bella setelah kembali dari menyapa Sasha yang ada tidak jauh dari meja mereka.


Alan melihat sekilas ke arah Sasha yang kebetulan juga melihat ke arah meja mereka. Tatapan mata mereka berdua bertemu, tatapan yang memiliki suatu arti yang tidak bisa di gambarkan. Sasha langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, sedangkan Alan masih melihat Sasha.


Itu juga tidak luput dari pandangan mata Bella. Bella hanya diam tanpa berkomentar apapun? karena dia sedang dalam mode senang saat ini, dengan rencana yang sudah dia buat, Bella tidak mempermasalahkan tatapan Alan yang terus melihat ke arah Sasha.


'nikmati hari-hari bahagiamu wanita tidak tahu diri, malam ini untuk terakhir kalinya kau tersenyum dan bersenang-senang.' gumam Bella dalam hatinya dengan senyum liciknya, melihat Sasha yang sedang tersenyum ke arah salah satu teman prianya.


'dasar wanita murahan, kau lumayan hebat bisa mengincar dua pria bersaudara sekaligus, punya hubungan dengan sang kakak, tetapi juga dekat dengan sang adik.' gumam Bella dalam benaknya memandang dengan rasa jijik ke arah Sasha.


Bella telah mengutus anak buahnya untuk mencari tahu tentang Sasha, dan ada hubungan apa Sasha dengan CEO K.R Group tersebut? tanpa Bella tahu kebenarannya, anak buah Bella melaporkan informasi yang salah pada atasannya tersebut.


Bella hanya mendapatkan informasi dari anak buahnya, bahwa Sasha adalah benar tunangan Kenan Diandra. Anak buah Bella mendapatkan informasi itu dari salah satu bodyguard yang dia kenal, saat bodyguard itu mengawal pengusaha dari Inggris yang pernah Kenan dan Sasha temui pada pesta beberapa hari yang lalu.


Bodyguard itu kebetulan di sewa untuk beberapa hari oleh pihak perusahaan dari Inggris, bodyguard tersebut hanya menjawab dengan apa yang dia lihat dan dengar saja? tanpa tahu jelas apakah itu benar atau tidak? itulah kesalahan dari anak buah Bella yang kurang bagus dalam menjalankan tugasnya.


Bella juga mendapat beberapa lembar photo saat Rion dan asisten pribadinya Leon datang ke rumah Sasha pada jam istirahat. Bella juga mendapat beberapa photo yang terlihat jelas, Rion kedapatan beberapa kali menarik tangan Sasha saat ingin memasuki perusahaan K.R Group.


Anak buahnya juga berkata, kalau Rion Diandra lah yang pertama kalinya mengenal Sasha. Kenan tidak tahu kalau Rion terlihat sangat dekat dengan tunangan kakaknya tersebut. Dari sanalah Bella menyimpulkan sendiri, kalau Sasha menjadi tunangan dari Kenan Diandra, tetapi juga memiliki hubungan tersembunyi bersama Rion Diandra.


Dua bersaudara yang memiliki hubungan dengan satu wanita yang sama. Benar-benar miris dan menjijikkan di mata Bella. 'wanita murahan, wanita tidak tahu diri, wanita ****** matre yang miskin.' Itulah tuduhan Bella pada Sasha saat ini.


Dia semakin muak dengan tingkah sok cantik Sasha malam ini, sok tebar pesona sampai beberapa mata pria yang ada di dalam pesta, melihat takjub pada kecantikan dan keanggunan Sasha malam ini. Seolah-olah Sasha lah ratu pesta malam ini.


Bella benar-benar muak dan merasa jijik di dalam hatinya, semua itu akan terbayar dengan rencana yang telah dia persiapkan untuk Sasha. Rencana yang cocok dengan Sasha, sebagai wanita murahan, ****** dan tidak tahu diri.


"kau terlihat senang sekali." ucap Alan yang sedari tadi memperhatikan senyum Bella dengan melihat ke arah Sasha.


"apakah aku tidak boleh senang?" tanya Bella dengan menatap ke arah Alan, senyum di bibirnya masih setia mengembang di sana.


"tidak, tentu saja kau boleh senang dan bahagia, hanya saja tidak seperti dirimu yang biasanya." ucap Alan memandang curiga pada Bella.


"apa kau tahu seperti apa diriku?" senyum Bella remeh pada Alan. "kau tidak tahu apapun tentang diriku?" sambungnya lagi.


"terserah padamu. Apapun tuduhanmu tentang diriku, lakukan saja kalau memang itu membuat mu lega dan senang." balas malas Alan, dia benar-benar malas untuk memulai pertengkaran lagi.


"nikmatilah hidupmu, dan syukuri sebelum semuanya terlambat."

__ADS_1


"seharusnya ucapan itu untuk mu Bella." balas Alan menekan setiap kata-katanya.


Bella tertawa ringan dan pelan, dia merasa lucu akan perkataan Alan saat ini. Alan merasa lebih curiga lagi akan senyum dan tawa Bella. Dia sangat mengenal baik bagaimana Bella? kebahagiaan Bella saat ini, kebahagiaan yang selalu Bella tunjukkan saat apa yang dia rencanakan dan buat? akan berjalan seperti semestinya, seperti yang dia inginkan.


Alan pun hanya bisa diam, tetapi dalam hatinya dia harus mengawasi gerak-gerik Bella malam ini. Alan tidak ingin Bella melakukan sesuatu yang akan mencoreng nama baik keluarga Kendrick. Bella sudah beberapa kali melakukan kesalahan yang terus saja Alan tutupi, agar keluarga Kendrick tidak sampai mengetahuinya.


Alan melihat tatapan mata Bella yang tidak lepas dari Sasha, Alan merasa curiga kalau kebahagiaan Bella malam ini ada hubungannya dengan Sasha. Dalam hatinya merasa tidak nyaman mengenai kecurigaannya ini. Dengan segera dia memberikan perintah pada asisten pribadinya melalui pesan WhatsApp. Untuk mengawasi Bella dan juga Sasha.


Pembicaraan mereka pun sampai di sana, karena acara sudah di mulai. Semua masih berjalan dengan baik, tanpa terjadi apapun? Semuanya terlihat normal sampai acara selesai. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Sasha, Miranda, Kenan dan juga teman-temannya. Sasha tetap di antar pulang oleh Leon asisten pribadi Kenan.


Begitu juga Alan dan Bella, mereka juga pulang ke mansion mereka tanpa apapun yang terjadi? Bella langsung menuju ke dalam kamarnya, sedangkan Alan menuju ke dalam kamar putrinya, dia ingin melihat sang putri malam ini. Satu-satunya keturunan yang Alan miliki, itu yang Alan pikirkan saat ini.


...------------------------------------------------...


…Kamar pribadi Kenan…


Kenan baru saja selesai membersihkan dirinya setelah pulang dari pesta, dia pun meraih ponselnya dari atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya. Kenan terkejut dengan 20 panggilan tidak terjawab dari nomer Leon asisten pribadinya, tidak seperti biasanya.


Dengan santai dia menghubungi Leon kembali.


"akhirnya tuan menghubungi saya juga." ucap Leon dengan segera. Ada nada panik yang Kenan dengar.


"ada apa Leon?" tanya santai Kenan sembari duduk nyaman di atas ranjang. Dia berusaha menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang dan mencari posisi ternyamannya.


"ada apa Leon…untuk apa aku datang ke apartemen?"


"maaf tuan sebelumnya, saya sudah lancang membawa nona Sasha ke apartemen anda." ucap Leon masih panik, tetapi sukses membuat Kenan terkejut.


"apa yang kau lakukan Leon…? untuk apa kau membawa Sasha ke apartemen ku?" tanya Kenan tidak senang.


Dia paling tidak suka kalau apartemen pribadinya di masukki oleh seorang wanita, kecuali mamanya.


"maaf tuan, saya terpaksa…karena tidak mungkin saya membawa nona Sasha pulang kerumahnya, ke rumah saya ataupun ke hotel, jadi terpaksa saya membawa nona Sasha ke apartemen anda yang kosong."


"tapi kenapa? apa kau sudah lupa kalau aku tidak suka apartemen pribadi ku di masukki oleh seorang wanita selain mamaku?"


"saya tahu dan masih ingat itu tuan…tapi saya terpaksa melakukannya, karena nona Sasha saat ini dalam kondisi yang sangat buruk tuan… tuan tolong lah cepat datang ke sini, saya tidak tahu harus berbuat apalagi?"


"apa yang terjadi pada wanita itu?" tanya Kenan dengan nada yang masih tidak suka.

__ADS_1


"nona Sasha hampir di culik oleh dua pria tuan, selesai saya menurunkan nona dari mobil di depan gang rumahnya."


"di culik, apa maksudmu…?"


"tuan tolong lah cepat datang… nanti saja saya jelaskan…aaaaa……nona jangan lakukan itu…!" teriak Leon yang membuat Kenan menjauhkan ponsel dari telinganya.


"apa yang terjadi Leon…?" tanya Kenan curiga.


"aaaa nona…tenanglah…jangan seperti ini…!" suara Leon berteriak pada seseorang. "tolong aku…uuuuhhhh……!" suara wanita dan Kenan tahu itu suara milik Sasha.


"Leon apa yang terjadi pada kalian berdua? apa yang sedang kalian lakukan di dalam apartemen ku?" tanya Kenan curiga.


Tidak ada jawaban dari Leon, karena saat ini Leon sedang sibuk untuk menghindari serangan brutal dari Sasha. Kenan yang tidak mendapatkan jawaban dari Leon, dengan segera menutup ponselnya.


Kenan segera mengambil jaket dan ponselnya. Dengan hati yang kesal Kenan keluar dari kamar, dan berlari menuruni tangga, dia mengambil kunci mobil dari laci penyimpanan. Kenan ingin mengendarai sendiri mobil mewahnya.


Dengan kecepatan yang tinggi, mobil yang di kendarai Kenan membelah dingin malam kota Z yang sudah mulai sepi, karena malam ini sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Hanya membutuhkan lima belas menit, Kenan sudah sampai di parkiran khusus apartemennya.


Dengan langkah yang cepat dan lebarnya, Kenan masuk ke dalam lift dan segera menekan tombol angka 20. Lantai teratas di mana kamar apartemennya berada. Begitu lift terbuka, Kenan dengan cepat melangkah ke arah kamar apartemen dan segera menekan tombol untuk membuka pintu apartemennya.


'ceklek' suara pintu apartemen yang terbuka.


Kenan segera masuk dan menutup kembali pintu apartemennya.


"tuan…akhirnya tuan datang…!!" sambut Leon dengan penampilannya yang sudah terlihat sangat kacau, seperti orang yang habis di perkosa.


"apa yang terjadi padamu? apa yang sedang kalian lakukan sampai penampilan mu berantakan seperti ini?" tanya Kenan dengan pandangan yang kesal dan curiga.


Penampilan Leon saat ini sangat kacau, jas luaran yang tadi Leon gunakan sudah terlepas dan entah kemana? dasinya juga sudah tidak ada, rambutnya acak-acakan, wajahnya kusut dan hanya kemeja putih yang melekat, dengan beberapa kancing kemejanya yang sudah lepas hilang entah kemana?


"tuan tolong jangan salah paham dulu…" ungkapnya dengan wajah yang memelas.


Pria bule yang selalu terlihat tampan, berpenampilan rapi dan bersih, serta selalu memasang mimik wajah datar dan dinginnya, kini telah berubah drastis, seperti bukan pria bule Leon Richard lagi. Kenan hanya bisa menatap dengan penuh kesal dan curiga, pada pria bule yang berstatus asisten pribadinya tersebut.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2