PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
13. Kopi Hitam Pahit Buatan Sasha.


__ADS_3

***Perusahaan K. R. Group***


Sasha dan Rion telah sampai di depan lobby perusahaan K.R. Group, dengan segera Rion, Leon dan Sasha keluar dari mobil yang di kendarai langsung oleh Leon. Leon ikut keluar dan menyerahkan mobilnya pada salah satu security yang barjaga di sana.


Sasha bertemu kembali dengan security yang mengusirnya tadi siang, dengan pelan Sasha melangkah mendekati pintu lobby, dengan cepat pula Rion menggenggam telapak tangan Sasha, dan menariknya perlahan untuk masuk ke dalam lobby perusahaan K.R. Group.


Rion membawa Sasha mendekat, pada security yang tadi siang sempat kena pukulan dari Rion pada perutnya. Dengan tatapan tidak suka Rion melihat pada security yang menundukkan kepalanya, tanda hormat pada Rion.


"angkat kepalamu…!!" perintah Rion pada security yang ada di hadapannya.


Security itupun mengangkat kepalanya atas perintah dari Rion.


"kau lihat baik-baik, dia adalah asisten pribadi ku, dan dia bebas keluar masuk dari perusahaan ini tanpa pesan perintah dariku, kau mengerti…?" ungkap Rion tegas memperkenalkan Sasha.


"baik tuan, nona maafkan saya." ucap security tersebut meminta maaf pada Rion dan Sasha.


Dengan segera Rion menarik telapak tangan Sasha untuk masuk ke dalam lobby perusahaan K.R. Group. Semua mata karyawan menatap heran serta kagum pada Sasha, yang di perlakukan baik dan lembut oleh atasan mereka, atasan mereka tidak pernah sama sekali membawa wanita manapun ke dalam perusahaannya.


"tuan…bisa lepaskan tangan saya?" ucap Sasha yang merasa risih akan tatapan mata semua orang yang mereka lewati, Sasha juga merasa risih akan genggaman tangan Rion padanya.


"ada apa? apa kamu malu?" tanya Rion dengan mengangkat tangannya yang menggenggam tangan Sasha.


Membuat Sasha heran pada sikap Rion padanya, Sasha pun berpikir kalau itu adalah permainan dari Rion.


"iya tuan, saya malu jadi lepaskan." balas Sasha berterus terang, dengan menarik paksa tangannya yang di genggam oleh Rion.


Tetapi bukan Rion namanya, bila keinginannya di tolak oleh seorang wanita. Rion tidak suka akan penolakan, semakin di tolak semakin dia menjadi. Jadi semakin membuat Rion semangat akan apa yang dia lakukan.


"sudah diam, ikut saja." balas Rion dengan mengeratkan genggaman tangannya.


Membuat Sasha pasrah, karena percuma melawan Rion itu tidak akan mempan padanya.


Dengan terus menggenggam tangan Sasha, Rion masuk dan keluar dari lift menuju ke ruangan CEO. Membuat Sasha semakin panik, untuk apa dia masuk ke ruangan CEO saat ini?


Dengan pasrah Sasha hanya ikut apa yang ingin di lakukan oleh Rion? sebatas itu masih wajar bagi Sasha. Mereka pun masuk setelah pintu ruangan CEO di ketuk terlebih dahulu oleh Rion.


Di dalam ruangan tersebut masih ada Kenan, Kevin dan juga Cristian yang baru saja selesai makan siang bersama. Ketiga pria tersebut mengerutkan alisnya melihat ke arah Rion yang masih menggenggam tangan Sasha.


"hai kami kembali…!!" ucap Rion melambaikan tangannya yang kosong, dan tangan yang satunya lagi masih menggenggam tangan Sasha.

__ADS_1


"Selamat siang tuan…!!" sapa Sasha dengan kikuk, dia merasa risih akan tatapan dari ketiga pria yang ada di sana, apalagi tangannya masih di genggam oleh Rion.


Tidak ada yang menjawab sapaan dari Rion dan Sasha, ketiga pria tersebut masih melihat ke arah Rion dan Sasha, yang duduk berdampingan pada sofa panjang yang muat untuk mereka berdua.


"ada apa dengan tatapan kalian?" tanya Rion.


Bukannya menjawab, Kevin malah menunjuk ke arah tangan Rion yang masih menggenggam tangan Sasha, dengan isyarat dari gerakan kedua alisnya.


Rion yang tahu maksud dari isyarat alis kevinpun, melihat ke arah tangannya. Rion sadar kalau dia masih menggenggam tangan Sasha.


"ooo ini…!" ucap Rion dengan mengangkat tangannya yang masih menggenggam tangan Sasha. "aku nyaman menggenggamnya." ucap Rion dengan senyum senangnya.


Membuat Sasha sangat malu akan ucapan Rion, tetapi membuat heran ketiga pria tersebut. Tidak seperti biasanya Rion akan suka dengan terang-terangan menggenggam tangan seorang wanita di depan mereka. Biasanya Rion akan sangat memilih wanita yang pantas untuk di genggam tangannya.


"tuan…saya yang tidak nyaman." ucap Sasha dengan berusaha menarik tangannya dari genggaman tangan Rion.


Tetapi Rion yang semakin mendapatkan penolakkan dari Sasha, semakin erat menggenggam tangan Sasha. Membuat ketiga pria tersebut baru mengerti, mengapa Rion antusias menggenggam tangan Sasha? Karena mereka sangat tahu kalau Rion sangat tidak suka akan penolakan dari seorang wanita.


Kenan, Kevin, Cristian dan Leon sangat tahu akan sifat Rion. Rion paling tidak suka akan penolakkan pada apa yang ia sudah sukai? Rion akan terus berusaha mendapatkan dan mengejar sesuatu yang menolaknya dan susah untuk dia dapatkan.


"maaf tuan…!" ucap Sasha dengan cepat menggigit punggung tangan Rion.


Rion yang merasa terkejut dan sakit pada punggung tangannya, dengan cepat melepaskan genggaman tangannya pada tangan Sasha. Ke 4 pria yang ada di sana sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Sasha, sedangkan Rion masih meringis kesakitan dengan membelai lembut punggung tangannya.


"tuan yang apa-apaan?" tanya balik Sasha.


"gigitan mu sakit tahu."


"kan sudah saya bilang untuk melepaskan tangan saya tuan, saya risih dan malu dengan sikap anda seperti itu tuan." balas Sasha jujur.


"kau malu karena aku menggenggam tangan mu? eh Sasha kau ini wanita normal apa bukan sih?" tanya Rion yang geli akan penolakkan dan perlawanan Sasha padanya.


Baru kali ini ada seorang wanita yang dengan terang-terangan mengatakan kalau dia malu akan sikap Rion, malu akan genggaman tangan Rion padanya. Biasanya banyak wanita yang mengharapkan tangannya di genggam oleh tangan Rion, Sasha malah kebalikannya.


"saya wanita normal lah tuan, apa tuan pikir saya ini wanita jadi-jadian?" balas Sasha melawan perkataan Rion.


Membuat ke 4 pria teman Rion tertawa ringan, melihat Rion mendapatkan penolakkan dari seorang wanita. Apalagi wanita yang jauh dari kriteria idaman Rion? mereka tidak menyangka Sasha berani bersikap terang-terangan menolak dan menentang perkataan Rion.


"kau ini, bisa tidak kalau tidak menjawab dan melawan perkataanku." geram Rion pada Sasha.

__ADS_1


"maaf tuan, tapi sikap anda sangatlah berlebihan kalau seperti ini." lawan Sasha yang semakin membuat geram Rion. Tetapi membuat ke 4 teman pria Rion tertawa senang.


"sudah cukup diam kau, kau selalu saja menjawab perkataan ku." bentak Rion pada Sasha, yang membuat Sasha tersentak kaget melihat sikap keras Rion padanya.


'iiii…ini laki-laki maunya sendiri, mentang-mentang orang kaya. Ya Tuhan apa aku bisa bertahan ya selama satu bulan?' lirih Sasha dalam hatinya.


"Sebaiknya kau buatkan aku kopi hitam sana, kau membuatku kesal dan pusing." perintahnya.


Sasha hanya diam dengan melayangkan pandangannya mencari mesin pembuat kopi. Karena setahu dia, kalau di ruangan CEO ataupun manager yang suka minum kopi, pasti punya mesin pembuat kopi. Sasha segera bangkit dari duduknya, setelah menemukan mesin pembuat kopi yang ia cari.


Sasha dengan segera membuat kopi untuk Rion, dengan takaran yang sama saat pertama kalinya membuatkan kopi hitam untuk Rion di mansionnya. Rion dan yang lainnya tidak heran akan tindakan cepat Sasha, karena Sasha mungkin sudah terbiasa akan hal tersebut, itu pikiran mereka. Sasha adalah seorang pelayan restoran dan bekerja menjadi CS di sebuah perusahaan yang mereka tidak tahu, sebab Sasha tidak memberitahukannya.


Dengan sigap dan cepat Sasha memberikan kopi hitam buatannya, dengan sikap yang masih kesal Rion menerima kopi hitam pesanannya. Sedangkan yang lainnya pun ikut meminta untuk di buatkan kopi oleh Sasha. Sasha hanya menjalankan perannya saat ini dengan baik, dia masih ingat selera kopi hitam ke 4 pria teman Rion.


Kevin, Leon dan Cristian memiliki selera kopi yang sama dengan Rion, hanya Kenan yang berbeda. Kenan lebih suka kopi hitam pahit untuk di minum. Awalnya Kenan ragu akan kopi hitam pahit buatan Sasha, karena dia belum pernah di buatkan kopi oleh orang lain.


Kenan selalu membuat kopi hitam pahitnya sendiri, sebab semua kopi buatan pelayan mansionnya dan orang lain, tidak ada yang cocok pada lidah Kenan. Tetapi saat Kenan meminum kopi hitam pahit buatan Sasha, dia terkejut tidak percaya akan rasa kopi pahit hitam yang sangat pas di lidahnya.


Dengan pelan Kenan meminum dan meresapi rasa kopi hitam pahitnya, dengan rasa yang sangat puas Kenan menatap pada Sasha yang sedang berdiri di depan mesin pembuat kopi. Sasha sedang membersihkan mesin pembuat kopi tersebut. Untuk pertama kalinya, ada orang lain yang bisa dengan baik membuat kopi hitam pahit yang sangat pas pada lidah Kenan.


'wanita ini bisa membuat kopi hitam pahit dengan sangat enak sekali.' gumam Kenan dengan masih menikmati kopi hitam pahitnya, dengan masih melihat punggung Sasha yang terus membersihkan mesin pembuat kopinya.


"kak Kenan, apa kopinya pas di lidahmu? biasanya kau tidak suka kopi hitam pahit buatan seseorang." tanya ungkap Rion yang tahu bagaimana sang kakak?


Sasha yang mendengar ucapan Rion pun melihat pada Kenan, tatapan mata mereka bertemu. Kenan sangat terkejut akan tatapan mata Sasha yang tiba-tiba melihat padanya. Dengan cepat Kenan mengalihkan pandangannya pada cangkir yang ada di tangannya. Sedangkan Sasha bersikap biasa saja, dan menunggu jawaban dari Kenan.


"baik… cukup baik, kopinya pas dengan lidahku." jawab Kenan yang membuat Sasha tersenyum lega, karena kali ini dia tidak membuat kesalahan lagi.


Kenan melihat senyum lega Sasha yang sangat manis menghiasi wajah cantik alaminya. Kenan merasa terhipnotis sejenak pada senyum manis Sasha. Dalam hati Kenan senang melihat senyum manis Sasha tersebut, dengan otomatis membuat bibir Kenan tersenyum tipis. Kenan benar-benar puas akan kopi hitam pahit buatan Sasha untuknya.


"setidaknya kau cukup baik melayani kakak ku Sasha, dan aku harap kau jangan suka membantahku lagi, kau mengerti…?!"peringatan Rion menunjuk padanya.


Seketika senyum Sasha menghilang karena peringatan dari Rion untuknya, Sasha hanya diam tidak menjawab perkataan Rion padanya. Sasha tidak habis pikir pada Rion, terkadang Rion bersikap baik dan terkadang Rion bersikap keras padanya. Sasha hanya menggelengkan kepalanya sembari menghela nafasnya. Dia mengalihkan pandangannya segera ke arah mesin pembuat kopi yang belum selesai dia bersihkan, daripada harus meladeni Rion yang tidak jelas akan sikap dan sifatnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2